Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 16871 | 07 May 2025
Klinis : LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Sangat baik, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis serta kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi yang Anda jelaskan dalam format yang diminta.
1. Kode ICD-10:
- Kode: I51.7
- Deskripsi: Kardiomiopati dilatasi
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 37.21
- Deskripsi: Echokardiografi transtorasik
Penjelasan detail:
1. Kode ICD-10: I51.7 - Kardiomiopati dilatasi
- Ini merupakan kode yang sesuai dengan kondisi LA dan LV dilatasi, fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane, serta global hipokinetik.
2. Kode ICD-9-CM Procedure: 37.21 - Echokardiografi transtorasik
- Prosedur echokardiografi transtorasik dilakukan untuk mengevaluasi fungsi ventrikel kiri, adanya dilatasi, serta mendeteksi adanya trombus ventrikel kiri.
Selain itu, berdasarkan informasi yang diberikan, pasien juga mengalami:
- Disfungsi diastolik grade II
- PR severe, MR moderate
- TR moderate, intermediate probability of PH
- LV apikal trombus (+)
Temuan-temuan tersebut dapat dokumetasikan dengan kode ICD-10 tambahan, seperti:
- I50.83 - Disfungsi diastolik
- I05.1 - Prolaps katup mitral dengan regurgitasi mitral
- I07.1 - Regurgitasi trikuspid
- I27.2 - Hipertensi pulmonal sekunder
Secara keseluruhan, dokumentasi medis dari kondisi ini dapat menggunakan kode-kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang telah saya berikan di atas. -
Article No. 16872 | 07 May 2025
Klinis : LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tentu, saya akan membantu menjelaskan secara rinci dan terperinci terkait kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Penurunan Curah Jantung (00029)
Definisi: Penurunan volume darah yang dipompa oleh jantung, mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan jaringan.
Faktor Terkait: Dilatasi LA dan LV, Penurunan fungsi sistolik global dan segmental LV, EF 15%.
2. Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi: Ketidakmampuan untuk menahan atau menyelesaikan aktivitas rutin akibat kelelahan.
Faktor Terkait: Penurunan fungsi sistolik global dan segmental LV, EF 15%, Hipokinetik global.
3. Kelebihan Volume Cairan (00026)
Definisi: Akumulasi cairan yang melebihi kebutuhan fisiologis.
Faktor Terkait: Dilatasi LA dan LV, Disfungsi diastolik gr II, TR moderate.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Stabilitas Hemodinamik Membaik
Definisi: Kondisi dimana tanda-tanda vital dan curah jantung berada dalam rentang normal.
Kriteria Hasil:
- Tekanan darah dalam batas normal
- Laju jantung dalam batas normal
- Curah jantung meningkat
2. Toleransi Aktivitas Meningkat
Definisi: Kemampuan untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami gejala kelelahan yang berlebihan.
Kriteria Hasil:
- Mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa merasa lelah
- Tidak ada tanda-tanda intoleransi aktivitas
3. Keseimbangan Cairan Terpelihara
Definisi: Keadaan dimana jumlah cairan yang masuk dan keluar tubuh seimbang.
Kriteria Hasil:
- Berat badan stabil
- Tidak ada edema
- Tidak ada tanda-tanda kelebihan cairan
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan (SIKI):
1. Manajemen Penurunan Curah Jantung
- Monitor tanda-tanda vital dan curah jantung secara berkala
- Kolaborasi pemberian obat-obatan kardiovaskuler
- Ajarkan manajemen aktivitas dan istirahat yang seimbang
2. Manajemen Intoleransi Aktivitas
- Evaluasi toleransi aktivitas pasien
- Bantu pasien merencanakan aktivitas sehari-hari yang sesuai
- Ajarkan teknik penghemat energi
3. Manajemen Kelebihan Volume Cairan
- Monitor asupan dan pengeluaran cairan
- Kolaborasi pemberian diuretik, jika perlu
- Ajarkan manajemen cairan dan diet rendah garam
Penjelasan rinci:
Kondisi pasien menunjukkan adanya disfungsi ventrikel kiri yang berat dengan ejeksi fraksi hanya 15%, serta dilatasi atrium kiri dan ventrikel kiri. Hal ini mengakibatkan penurunan curah jantung yang signifikan, menyebabkan intoleransi aktivitas dan kelebihan volume cairan. Oleh karena itu, intervensi keperawatan yang diperlukan berfokus pada pengelolaan kondisi kardiovaskular, aktivitas, dan keseimbangan cairan untuk mencapai luaran yang diharapkan, yaitu stabilitas hemodinamik, peningkatan toleransi aktivitas, dan terpeliharanya keseimbangan cairan. -
Article No. 16873 | 07 May 2025
Klinis : Anak perempuan, usia 5 tahun, dirawat di ruang anak dengan masalah batuk yang tidak kunjung sembuh selama 1 bulan. Hasil pengkajian: suhu tubuh 37,7 °C, frekuensi nadi 130 x/menit, frekuensi napas 42 kali/menit, auskultasi terdengar ronkhi basah dan suara napas melemah, tarikan dinding dada ke dalam, BB anak 11 kg, terdapat benjolan dileher bawah, ketiak dan selangkangan. Ibu mengatakan anak batuk kurang lebih 1 bulan, anak sulit makan dan berat badan tidak naik-naik selama 2 bulan terakhir ini. Ibu terlihat cemas dan kebingungan melihat kondisi anaknya karena selama sakit anak lesu dan kurang aktif bermain. Perawat kemudian memberikan informed consent untuk pemeriksaan penunjang: pemeriksaan mikroskopis TB, uji tuberkulin dan foto rontgen
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan yang dapat ditetapkan beserta penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI:
1. Diagnosa Keperawatan: Ketidakefektifan bersihan jalan napas (00031)
- SDKI: Keadaan di mana individu mengalami hambatan dalam membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
- SLKI: Kode - Z0001, Judul - Bersihan Jalan Napas
- SIKI: Kode - I0001, Judul - Manajemen Jalan Napas
2. Diagnosa Keperawatan: Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (00002)
- SDKI: Keadaan di mana asupan makanan dan cairan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Kode - Z0002, Judul - Status Nutrisi
- SIKI: Kode - I0002, Judul - Manajemen Nutrisi
3. Diagnosa Keperawatan: Kecemasan (00146)
- SDKI: Keadaan di mana individu mengalami kekhawatiran, ketakutan, atau keprihatinan yang tidak realistis atau berlebihan terkait dengan sumber yang tidak jelas atau tidak diketahui.
- SLKI: Kode - Z0003, Judul - Koping
- SIKI: Kode - I0003, Judul - Manajemen Kecemasan
Penjelasan singkat:
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas (00031): Anak mengalami kesulitan membersihkan sekresi dan obstruksi dari saluran napas, ditandai dengan adanya ronkhi basah, suara napas melemah, dan tarikan dinding dada ke dalam.
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (00002): Anak mengalami penurunan berat badan dan sulit makan selama 2 bulan terakhir, yang menunjukkan asupan makanan dan cairan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metaboliknya.
3. Kecemasan (00146): Ibu anak terlihat cemas dan kebingungan melihat kondisi anaknya yang lesu dan kurang aktif bermain, menunjukkan adanya kekhawatiran yang tidak realistis terkait dengan kondisi anaknya. -
Article No. 16874 | 07 May 2025
Klinis : LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Untuk kondisi klinis yang Anda berikan, berikut adalah diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosis Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
2. Perfusi Jaringan Kardiak Tidak Efektif (00051)
Definisi: Penurunan sirkulasi darah yang dapat mengancam kesehatan jaringan.
3. Risiko Perdarahan (00206)
Definisi: Berisiko mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi Aktivitas (10005)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
2. Perfusi Jaringan Kardiak Tidak Efektif (10030)
Definisi: Penurunan sirkulasi darah yang dapat mengancam kesehatan jaringan jantung.
3. Risiko Perdarahan (10064)
Definisi: Berisiko mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Toleransi Aktivitas (20006)
Definisi: Kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan.
2. Perfusi Jaringan Kardiak (20031)
Definisi: Sirkulasi darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan jantung.
3. Pencegahan Perdarahan (20065)
Definisi: Tindakan untuk mencegah kehilangan darah dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Intoleransi Aktivitas (30006)
Definisi: Identifikasi dan intervensi untuk mengatasi ketidakmampuan pasien dalam melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan.
2. Manajemen Perfusi Jaringan Kardiak (30032)
Definisi: Intervensi untuk mempertahankan atau meningkatkan sirkulasi darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan jantung.
3. Manajemen Risiko Perdarahan (30066)
Definisi: Intervensi untuk mencegah kehilangan darah dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan. -
Article No. 16875 | 07 May 2025
Klinis : LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien dengan LA dan LV dilatasi, disfungsi sistolik dan diastolik, serta komplikasi terkait:
### **Diagnosa Keperawatan:**
**Gangguan perfusi jaringan (kardiak) b.d penurunan curah jantung sekunder terhadap disfungsi ventrikel kiri (EF 15%), dilatasi bilik jantung, dan gangguan hemodinamik (SDKI Code: 00029)**
#### **Penjelasan SDKI (Diagnosa):**
- **Kode 00029**: Mengacu pada gangguan perfusi jaringan akibat ketidakmampuan jantung memompa darah secara adekuat, ditandai oleh penurunan EF, hipokinesis global, dan gejala gagal jantung.
- **Faktor terkait**: Disfungsi sistolik (EF 15%), dilatasi LA/LV, trombus apikal, dan regurgitasi katup (MR/PR/TR).
---
### **Luaran Keperawatan (SLKI):**
**Perfusi jaringan membaik (SLKI Code: 020210)**
**Kriteria Evaluasi:**
1. Tanda vital stabil (TD, nadi, saturasi O₂ dalam rentang normal).
2. Penurunan gejala kongesti (dispnea, edema).
3. Tidak ada tanda syok atau iskemia organ.
---
### **Intervensi Keperawatan (SIKI):**
1. **Manajemen Gagal Jantung (SIKI Code: 2610)**
- Monitor tanda vital, edema, dan status pernapasan.
- Kolaborasi pemberian terapi farmakologis (diuretik, vasodilator, inotropik).
- Batasi cairan dan natrium sesuai protokol.
2. **Pemantauan Hemodinamik (SIKI Code: 4120)**
- Observasi tekanan vena sentral (CVP), output urin, dan status mental.
- Evaluasi respons terhadap terapi.
3. **Pencegahan Tromboemboli (SIKI Code: 2250)**
- Kolaborasi pemberian antikoagulan (sesuai risiko trombus apikal).
- Anjurkan mobilisasi bertahap untuk mengurangi stasis vena.
4. **Edukasi Pasien (SIKI Code: 5604)**
- Penjelasan tentang pembatasan aktivitas, diet rendah garam, dan tanda bahaya (dispnea mendadak, nyeri dada).
---
### **Catatan Tambahan:**
- **Disfungsi Diastolik Grade II** dan **PH intermediate probability** memerlukan pemantauan ketat terhadap gejala gagal jantung kanan (edema tungkai, hepatomegali).
- **MR/TR moderate** dan **PR severe** memperberat volume overload, sehingga manajemen cairan dan afterload reduction menjadi prioritas.
Format ini memenuhi standar PPNI dengan pendekatan berbasis bukti (evidence-based practice). Jika diperlukan penyesuaian lebih spesifik (misalnya: fokus pada nyeri atau ansietas), diagnosa tambahan dapat dipertimbangkan.
**Referensi:**
- *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) Edisi 4, PPNI 2020*
- *Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) Edisi 3, PPNI 2019*
- *Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) Edisi 3, PPNI 2020*
Semoga membantu. -
Article No. 16876 | 07 May 2025
Klinis : Konjungtivitis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya untuk kondisi Konjungtivitis, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar/perawat:
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Infeksi Mata (00004)
Definisi: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen pada membran mukosa atau kulit yang dapat mempengaruhi kesehatan.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Kode: 00004
Definisi: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen pada membran mukosa atau kulit yang dapat mempengaruhi kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: KL-001
Definisi: Tingkat keparahan infeksi berkurang.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: IP-001
Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan infeksi.
Konjungtivitis adalah kondisi peradangan pada membran mukosa yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan permukaan putih mata (konjungtiva). Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi bakteri, virus, alergi, atau iritasi. Diagnosis keperawatan yang tepat untuk kondisi ini adalah Risiko Infeksi Mata, karena pasien rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mempengaruhi kesehatan mata.
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan infeksi, meliputi:
1. Melakukan perawatan mata yang tepat (membersihkan mata, menerapkan kompres hangat/dingin, mengoleskan obat tetes mata, dll.)
2. Mengidentifikasi dan menghindari faktor pencetus (misalnya alergen, iritasi)
3. Memantau tanda-tanda infeksi dan mengambil tindakan segera jika terjadi perburukan
4. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pencegahan dan perawatan konjungtivitis.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan dapat menurunkan tingkat keparahan infeksi pada mata pasien. -
Article No. 16877 | 07 May 2025
Klinis : sinus rhythm interpretation made without kn leftward axis anterior infact-age undetermine inferior infact-age undetermined lateral T wave abnormality may b abnormal ECG unconfirme LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, sebagai perawat profesional saya akan memberikan rekomendasi diagnosis keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi yang Anda paparkan.
Diagnosis Keperawatan SDKI:
1. Perfusi Jaringan Terganggu berhubungan dengan penurunan fungsi sistolik global dan segmental LV, global hipokinetik, serta disfungsi diastolik.
2. Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Jantung berhubungan dengan adanya sinus rhythm, interpretasi ECG yang tidak jelas, leftward axis, anterior infark dengan usia yang tidak ditentukan, inferior infark dengan usia yang tidak ditentukan, abnormalitas gelombang T lateral, serta ECG abnormal yang belum dikonfirmasi.
3. Risiko Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan penurunan ejeksi fraksi (EF) LV sebesar 15% dan disfungsi diastolik derajat II.
4. Risiko Perdarahan berhubungan dengan adanya trombus apikal LV.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Perfusi Jaringan: Kardiovaskular
a. Pasien akan menunjukkan peningkatan perfusi jaringan jantung yang ditandai dengan tanda-tanda vital yang stabil, EKG yang membaik, serta peningkatan ejeksi fraksi LV.
b. Pasien akan menunjukkan penurunan gejala kegagalan jantung, seperti dispnea, edema, dan intoleransi aktivitas.
2. Perilaku Pencegahan Komplikasi
a. Pasien dan keluarga dapat mengidentifikasi komplikasi yang mungkin terjadi dan dapat melakukan tindakan pencegahan secara efektif.
b. Pasien dan keluarga dapat mematuhi regimen pengobatan dan program rehabilitasi jantung yang direkomendasikan.
3. Perfusi Jaringan: Perdarahan
a. Pasien akan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda perdarahan baru atau perdarahan yang berlanjut.
b. Pasien akan menunjukkan penurunan risiko perdarahan yang ditandai dengan penurunan kadar D-dimer dan peningkatan jumlah trombosit.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Perfusi Jaringan
a. Pantau tanda-tanda vital, EKG, dan parameter hemodinamik secara berkala.
b. Berikan terapi oksigen, diuretik, vasodilator, dan inotropik sesuai indikasi.
c. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi dan monitoring.
2. Edukasi Pencegahan Komplikasi
a. Edukasi pasien dan keluarga tentang gejala komplikasi dan cara mengatasinya.
b. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya kepatuhan terhadap regimen pengobatan dan program rehabilitasi jantung.
c. Kolaborasi dengan tim multidisiplin untuk menyusun rencana perawatan komprehensif.
3. Manajemen Perdarahan
a. Pantau tanda-tanda perdarahan secara berkala.
b. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi antikoagulan dan antitrombotik.
c. Ajarkan pasien dan keluarga tentang tanda-tanda perdarahan dan cara mencegahnya.
Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi saya. -
Article No. 16878 | 07 May 2025
Klinis : sinus rhythm interpretation made without kn leftward axis anterior infact-age undetermine inferior infact-age undetermined lateral T wave abnormality may b abnormal ECG unconfirme LA dan LV dilatasi fungsi sistolik global dan segmental LV menurun dengan EF 15% biplane global hipokinetik disfungsi diastolik gr II PR severe, MR moderate TR moderate, intermediate propabillity of PH LV apikal trombus (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan berdasarkan kondisi yang Anda sebutkan, disusun sesuai standar **SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)** yang ditetapkan oleh **Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)**.
---
### **1. Diagnosa Keperawatan:**
**Gangguan perfusi jaringan (kardiopulmonal) (SDKI: 0002)**
**Penjelasan:**
Penurunan curah jantung (EF 15%) dan disfungsi sistolik/diastolik menyebabkan gangguan perfusi sistemik. Kondisi ini diperburuk oleh adanya trombus apikal, regurgitasi katup (PR severe, MR moderate), serta kemungkinan hipertensi pulmonal (PH).
**Luaran (SLKI):**
- **Perfusi jaringan membaik (SLKI: 0202)**
- Kriteria:
- Tekanan darah dalam rentang normal
- Nadi perifer teraba
- Tidak ada tanda syok
**Intervensi (SIKI):**
- **Manajemen perfusi jaringan (SIKI: 2220)**
- Monitor tanda vital, saturasi O₂, dan status hemodinamik
- Kolaborasi pemberian terapi inotropik/vasodilator
- Edukasi pembatasan aktivitas berat
---
### **2. Diagnosa Keperawatan:**
**Risiko tinggi tromboemboli (SDKI: 0023)**
**Penjelasan:**
Adanya **trombus apikal LV** meningkatkan risiko embolisasi sistemik (stroke, iskemia organ). Faktor pencetus: disfungsi LV berat, aritmia (dari abnormal ECG), dan stasis aliran darah.
**Luaran (SLKI):**
- **Risiko komplikasi tromboemboli berkurang (SLKI: 2303)**
- Kriteria:
- Tidak ada tanda emboli (sesak mendadak, nyeri dada, defisit neurologis)
- Terapi antikoagulan sesuai target
**Intervensi (SIKI):**
- **Pencegahan tromboemboli (SIKI: 4160)**
- Kolaborasi pemberian antikoagulan (sesuai protokol)
- Pantau INR/aPTT (jika menggunakan warfarin/heparin)
- Anjurkan mobilisasi bertahap untuk mencegah stasis vena
---
### **3. Diagnosa Keperawatan:**
**Intoleransi aktivitas (SDKI: 0004)**
**Penjelasan:**
EF sangat rendah (15%) dan disfungsi diastolik derajat II menyebabkan kelelahan, sesak, dan ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
**Luaran (SLKI):**
- **Toleransi aktivitas meningkat (SLKI: 0402)**
- Kriteria:
- Pasien mampu beraktivitas tanpa dispnea/nyeri dada
- Skala kelelahan menurun (misal: Borg Scale)
**Intervensi (SIKI):**
- **Manajemen energi (SIKI: 0180)**
- Rencanakan aktivitas bertahap dengan periode istirahat
- Ajarkan teknik penghematan energi
- Pantau respons jantung (nadi, tekanan darah) saat aktivitas
---
### **4. Diagnosa Keperawatan:**
**Ansietas berhubungan dengan prognosis penyakit (SDKI: 0014)**
**Penjelasan:**
Kondisi kronis (infark usia tidak tentu, disfungsi jantung berat) dapat memicu kecemasan akan kualitas hidup dan mortalitas.
**Luaran (SLKI):**
- **Ansietas terkontrol (SLKI: 1402)**
- Kriteria:
- Ekspresi wajah rileks
- Melaporkan penurunan kekhawatiran
**Intervensi (SIKI):**
- **Dukungan emosional (SIKI: 5270)**
- Berikan informasi jelas tentang kondisi dan rencana terapi
- Kolaborasi dengan tim psikologi jika diperlukan
---
### **Catatan Kode PPNI:**
- **SDKI** = Kode diagnosa (contoh: 0002 = Gangguan perfusi jaringan)
- **SLKI** = Kode luaran (contoh: 0202 = Perfusi jaringan membaik)
- **SIKI** = Kode intervensi (contoh: 2220 = Manajemen perfusi jaringan)
---
**Rekomendasi Tambahan:**
- **Kolaborasi dengan kardiologis** untuk tatalaksana gagal jantung (termasuk trombus dan PH).
- **Edukasi tanda gawat jantung** (seperti edema paru, emboli sistemik) sebagai bagian dari discharge planning.
Semua intervensi harus didokumentasikan secara **SOAP** dan dievaluasi secara berkala. Jika ada perubahan kondisi, diagnosa perlu direvisi sesuai **reassessment**.
*(Format RTF dapat disesuaikan dengan sistem dokumentasi rumah sakit)* -
Article No. 16879 | 07 May 2025
Klinis : Ds: Keluarga pasien mengatakan, asien sebelum hilang kesadaran mengeluh pusing dan lemas P: belum d ketahui penyebab Q: seperti berputar R: Pusing diselurh kepala S: 5 (10) T: Muncul tiba tiba Do: Pasien hanya berbaring d tempat tidur, pasien tampak lemah, pasien mengalami penurunan kesadaran (7) Ureum: 49.44 mg/dL Creatinin: 0,63 mg/dL Hasil Ms-ct: brain tumor uk: +/- 5 x 3,7 x 6 cm di lobus parietalis kanan yang pada pemberian kontras tampak contrast enhancement disertai perifocal edema disekitarnya. TTV Nadi: 60x/ menit, TD: 90/60 mmHg x/mnt RR: 27x/menit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan: Perubahan Perfusi Jaringan Otak
SDKI: Kode 00201
Definisi: Penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sel-sel otak.
2. Diagnosa Keperawatan: Risiko Penurunan Perfusi Serebral
SDKI: Kode 00200
Definisi: Berisiko mengalami penurunan aliran darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sel-sel otak.
3. Diagnosa Keperawatan: Ketidakstabilan Tanda-Tanda Vital
SDKI: Kode 00274
Definisi: Tidak stabilnya tanda-tanda vital yang dapat mengganggu fungsi tubuh.
4. Diagnosa Keperawatan: Gangguan Pertukaran Gas
SDKI: Kode 00030
Definisi: Ketidakefektifan pertukaran oksigen dan karbon dioksida pada tingkat alveolar-kapiler.
5. Diagnosa Keperawatan: Risiko Kekurangan Volume Cairan
SDKI: Kode 00028
Definisi: Berisiko mengalami pengurangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular.
Penjelasan singkat:
1. Perubahan Perfusi Jaringan Otak: Kondisi pasien menunjukkan adanya dugaan tumor otak yang dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke otak dan kerusakan pada sel-sel otak.
2. Risiko Penurunan Perfusi Serebral: Pasien berisiko mengalami penurunan aliran darah ke otak akibat tumor otak yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak.
3. Ketidakstabilan Tanda-Tanda Vital: Tanda-tanda vital pasien tidak stabil, seperti nadi lambat, tekanan darah rendah, dan frekuensi pernapasan tinggi, yang dapat mengganggu fungsi tubuh.
4. Gangguan Pertukaran Gas: Pasien mengalami gangguan pertukaran oksigen dan karbon dioksida di tingkat alveolar-kapiler, yang dapat disebabkan oleh tumor otak dan penurunan kesadaran.
5. Risiko Kekurangan Volume Cairan: Pasien berisiko mengalami pengurangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular, yang dapat disebabkan oleh kondisi klinis dan pengobatan. -
Article No. 16880 | 07 May 2025
Klinis : Beresiko Berhubungan Dengan Kurang Terpupar Informasi (D.0099) Ketidak mampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. diabetes
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
D.0099 Risiko Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
Definisi SDKI:
Risiko ketidakmampuan individu atau keluarga untuk mengatur aktivitas-aktivitas yang bertujuan memelihara atau meningkatkan kesehatan.
Definisi SLKI:
Risiko ketidakmampuan individu atau keluarga untuk mengatur aktivitas-aktivitas yang bertujuan memelihara atau meningkatkan kesehatan.
Definisi SIKI:
Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mencegah atau mengatasi risiko ketidakmampuan individu atau keluarga dalam mengatur aktivitas-aktivitas yang bertujuan memelihara atau meningkatkan kesehatan.
Penjelasan:
Pada kondisi di mana keluarga memiliki ketidakmampuan dalam merawat anggota keluarga yang sakit diabetes, diagnosa keperawatan yang tepat adalah "Risiko Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan". Ini menunjukkan adanya risiko bahwa individu atau keluarga tidak dapat mengatur aktivitas-aktivitas yang bertujuan memelihara atau meningkatkan kesehatan anggota keluarga yang sakit diabetes.
Perawat perlu melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan SIKI untuk mencegah atau mengatasi risiko tersebut, seperti memberikan edukasi tentang manajemen diabetes, membantu keluarga dalam merencanakan perawatan, dan memfasilitasi dukungan dari tenaga kesehatan lain jika diperlukan.