Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 20602 | 10 Aug 2025
Klinis : riwayat keluhan utama: kesadaran menurun riwayat penyakit sekarang; pasien rujukan dari RS bhayangkara mamuju dengan kesadaran menurun dialami setelah KLL ganda, kronologi kejadian pasien mengendarai motor dan disambar oleh mobil, mimisan ++ terus menerus, gelisah kesadaran: apatis TD: 87/50mmhg CRT 2 detik nadi:138x/m r:28x/m suhu: 36 SPO2:90 GCS 11 (E3M5V3), pupil bulat, arisokor diagnosis: traumatic brain in jury GCS 11 + ICH frontal dextra + Fr. Os frontal dextra + susp fr. zygoma
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan riwayat dan temuan klinis yang disampaikan, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: S06.2
- Deskripsi: Traumatic brain injury with loss of consciousness
2. Kode ICD-9-CM Procedure:
- Kode: 02.02
- Deskripsi: Craniotomy for evacuation of hematoma
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 S06.2 (Traumatic brain injury with loss of consciousness) sesuai dengan kondisi pasien yang mengalami penurunan kesadaran akibat cedera kepala trauma.
2. Kode ICD-9-CM 02.02 (Craniotomy for evacuation of hematoma) dapat dipertimbangkan sebagai prosedur operatif yang mungkin diperlukan untuk mengevakuasi perdarahan intrakranial (ICH) yang dicurigai pada pasien.
Catatan penting:
- Pasien dengan GCS 11, tanda-tanda perdarahan intrakranial, dan fraktur tulang kepala memerlukan pemeriksaan radiologis dan intervensi medis segera.
- Stabilisasi hemodinamik, pemberian oksigen, dan manajemen peningkatan tekanan intrakranial harus menjadi prioritas awal penanganan.
- Evaluasi dan penatalaksanaan lebih lanjut oleh dokter spesialis bedah saraf sangat direkomendasikan. -
Article No. 20603 | 10 Aug 2025
Klinis : riwayat keluhan utama: kesadaran menurun riwayat penyakit sekarang; pasien rujukan dari RS bhayangkara mamuju dengan kesadaran menurun dialami setelah KLL ganda, kronologi kejadian pasien mengendarai motor dan disambar oleh mobil, mimisan ++ terus menerus, gelisah kesadaran: apatis TD: 87/50mmhg CRT 2 detik nadi:138x/m r:28x/m suhu: 36 SPO2:90 GCS 11 (E3M5V3), pupil bulat, arisokor diagnosis: traumatic brain in jury GCS 11 + ICH frontal dextra + Fr. Os frontal dextra + susp fr. zygoma
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, serta kode dan definisi SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Penurunan Kesadaran (00046)
- SDKI: Penurunan kemampuan individu untuk merespon stimulasi lingkungan secara adekuat.
- Kode SDKI: 00046
- Definisi SDKI: Penurunan kemampuan individu untuk merespon stimulasi lingkungan secara adekuat.
b. Perdarahan (00045)
- SDKI: Kehilangan darah yang tidak terkendali dan berlebihan.
- Kode SDKI: 00045
- Definisi SDKI: Kehilangan darah yang tidak terkendali dan berlebihan.
c. Intoleransi Aktivitas (00092)
- SDKI: Ketidakmampuan untuk mentoleransi atau menyelesaikan aktivitas rutin.
- Kode SDKI: 00092
- Definisi SDKI: Ketidakmampuan untuk mentoleransi atau menyelesaikan aktivitas rutin.
d. Risiko Syok (00902)
- SDKI: Berisiko mengalami gangguan sirkulasi yang mengancam jiwa.
- Kode SDKI: 00902
- Definisi SDKI: Berisiko mengalami gangguan sirkulasi yang mengancam jiwa.
2. Rencana Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Mempertahankan Kesadaran (10024)
- SLKI: Tindakan untuk mempertahankan atau meningkatkan tingkat kesadaran individu.
- Kode SLKI: 10024
- Definisi SLKI: Tindakan untuk mempertahankan atau meningkatkan tingkat kesadaran individu.
b. Manajemen Perdarahan (10019)
- SLKI: Tindakan untuk mengendalikan perdarahan.
- Kode SLKI: 10019
- Definisi SLKI: Tindakan untuk mengendalikan perdarahan.
c. Manajemen Aktivitas (10004)
- SLKI: Tindakan untuk mengatur dan mempertahankan aktivitas individu.
- Kode SLKI: 10004
- Definisi SLKI: Tindakan untuk mengatur dan mempertahankan aktivitas individu.
d. Manajemen Syok (10037)
- SLKI: Tindakan untuk mempertahankan fungsi kardiovaskular saat mengalami syok.
- Kode SLKI: 10037
- Definisi SLKI: Tindakan untuk mempertahankan fungsi kardiovaskular saat mengalami syok.
3. Intervensi Keperawatan (SIKI):
a. Pemantauan Tingkat Kesadaran (I0145)
- SIKI: Tindakan untuk mengetahui dan mencatat tingkat kesadaran individu.
- Kode SIKI: I0145
- Definisi SIKI: Tindakan untuk mengetahui dan mencatat tingkat kesadaran individu.
b. Pemberian Obat Antihemoragik (I0093)
- SIKI: Tindakan pemberian obat yang dapat menghentikan perdarahan.
- Kode SIKI: I0093
- Definisi SIKI: Tindakan pemberian obat yang dapat menghentikan perdarahan.
c. Manajemen Aktivitas (I0102)
- SIKI: Tindakan untuk mengatur, memantau, dan mempertahankan aktivitas individu.
- Kode SIKI: I0102
- Definisi SIKI: Tindakan untuk mengatur, memantau, dan mempertahankan aktivitas individu.
d. Manajemen Syok (I0117)
- SIKI: Tindakan untuk mempertahankan fungsi kardiovaskular saat mengalami syok.
- Kode SIKI: I0117
- Definisi SIKI: Tindakan untuk mempertahankan fungsi kardiovaskular saat mengalami syok. -
Article No. 20604 | 10 Aug 2025
Klinis : riwayat keluhan utama: kesadaran menurun riwayat penyakit sekarang; pasien rujukan dari RS bhayangkara mamuju dengan kesadaran menurun dialami setelah KLL ganda, kronologi kejadian pasien mengendarai motor dan disambar oleh mobil, mimisan ++ terus menerus, gelisah kesadaran: apatis TD: 87/50mmhg CRT 2 detik nadi:138x/m r:28x/m suhu: 36 SPO2:90 GCS 11 (E3M5V3), pupil bulat, arisokor diagnosis: traumatic brain in jury GCS 11 + ICH frontal dextra + Fr. Os frontal dextra + susp fr. zygoma
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Penurunan Kesadaran (00051)
- Definisi: Berkurangnya atau kehilangan responsivitas individu terhadap diri sendiri dan lingkungan.
- SDKI Kode: 00051
- SLKI Kode: 00051
- SIKI Kode: 00051
2. Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan masalah-masalah kesehatan yang menjadi fokus intervensi keperawatan.
- Terdiri dari definisi, karakteristik definisi, faktor yang berhubungan, dan faktor yang berisiko.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk mengukur hasil dari intervensi keperawatan yang diberikan.
- Terdiri dari definisi, kriteria hasil, dan skala pengukuran.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
- Terdiri dari definisi, aktivitas, dan kriteria hasil.
Dalam kasus ini, diagnosa keperawatan yang utama adalah Penurunan Kesadaran (00051) dengan kode yang sama di SDKI, SLKI, dan SIKI. Diagnosa ini sesuai dengan kondisi pasien yang mengalami penurunan kesadaran setelah kecelakaan lalu lintas. -
Article No. 20605 | 10 Aug 2025
Klinis : riwayat keluhan utama: kesadaran menurun riwayat penyakit sekarang; pasien rujukan dari RS bhayangkara mamuju dengan kesadaran menurun dialami setelah KLL ganda, kronologi kejadian pasien mengendarai motor dan disambar oleh mobil, mimisan ++ terus menerus, gelisah kesadaran: apatis TD: 87/50mmhg CRT 2 detik nadi:138x/m r:28x/m suhu: 36 SPO2:90 GCS 11 (E3M5V3), pupil bulat, arisokor diagnosis: traumatic brain in jury GCS 11 + ICH frontal dextra + Fr. Os frontal dextra + susp fr. zygoma
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI**
**1. Diagnosa Keperawatan:**
**Gangguan Perfusi Serebral** *(Kode SDKI: 00009)*
**Penjelasan:**
Kondisi pasien dengan *Traumatic Brain Injury (TBI)* dan perdarahan intrakranial (*ICH frontal dextra*) menyebabkan penurunan aliran darah ke otak, yang ditandai dengan kesadaran menurun (*GCS 11*), tekanan darah rendah (*TD: 87/50 mmHg*), dan takikardia (*nadi: 138x/m*).
**SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):**
- **Perbaikan perfusi serebral** *(Kode SLKI: 0901)*
- Kriteria: Tekanan darah stabil dalam rentang normal, CRT ?2 detik, GCS meningkat.
**SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):**
- **Manajemen perfusi serebral** *(Kode SIKI: 4320)*
- Monitor tanda-tanda vital (TD, nadi, pernapasan, SpO?).
- Pertahankan posisi kepala elevasi 30° untuk mengurangi tekanan intrakranial.
- Berikan oksigen tambahan untuk mempertahankan SpO? ?95%.
- Kolaborasi pemberian cairan intravena atau vasopressor jika diperlukan.
---
**2. Diagnosa Keperawatan:**
**Risiko Ketidakefektifan Jalan Napas** *(Kode SDKI: 00032)*
**Penjelasan:**
Pasien dengan penurunan kesadaran (*apatis, GCS 11*) berisiko mengalami obstruksi jalan napas, terutama dengan adanya perdarahan hidung (*mimisan ++*) dan potensi sekret yang meningkat.
**SLKI:**
- **Pemeliharaan jalan napas paten** *(Kode SLKI: 0401)*
- Kriteria: Tidak ada stridor/sianosis, SpO? ?95%, pernapasan reguler.
**SIKI:**
- **Manajemen jalan napas** *(Kode SIKI: 3140)*
- Posisikan kepala netral atau *recovery position* jika diperlukan.
- Lakukan penghisapan lendir jika ada sekret berlebih.
- Monitor frekuensi dan pola pernapasan (*saat ini: 28x/m*).
---
**3. Diagnosa Keperawatan:**
**Nyeri Akut** *(Kode SDKI: 00132)*
**Penjelasan:**
Pasien dengan fraktur tulang (*Fr. Os frontal dextra + susp fr. zygoma*) dan perdarahan intrakranial berpotensi mengalami nyeri hebat, meskipun kesadaran menurun mungkin mengurangi respons verbal nyeri.
**SLKI:**
- **Pengendalian nyeri** *(Kode SLKI: 1701)*
- Kriteria: Skala nyeri ?3 (skala 0-10), ekspresi wajah rileks.
**SIKI:**
- **Manajemen nyeri** *(Kode SIKI: 3580)*
- Monitor tanda nonverbal nyeri (gelisah, perubahan TD/nadi).
- Kolaborasi pemberian analgesik sesuai protokol (misal: paracetamol IV atau opioid dengan hati-hati).
---
**4. Diagnosa Keperawatan:**
**Risiko Infeksi** *(Kode SDKI: 00004)*
**Penjelasan:**
Adanya fraktur terbuka (*susp fr. zygoma*) dan prosedur invasif (misal: infus, suction) meningkatkan risiko infeksi.
**SLKI:**
- **Pencegahan infeksi** *(Kode SLKI: 1101)*
- Kriteria: Tidak ada tanda inflamasi (demam, pus), luka bersih.
**SIKI:**
- **Perawatan luka & pencegahan infeksi** *(Kode SIKI: 6540)*
- Lakukan perawatan luka steril.
- Monitor tanda-tanda sepsis (suhu, leukosit).
---
**Catatan:**
- **Tone Akademis/Pakar:** Rekomendasi intervensi harus didukung bukti ilmiah (misal: *elevasi kepala 30°* berdasarkan pedoman *Brain Trauma Foundation*).
- **Prioritas:** Perfusi serebral dan jalan napas adalah yang utama mengacu pada *ABC (Airway, Breathing, Circulation)* dalam trauma.
*(Format RTF dapat disesuaikan dengan template institusi terkait.)* -
Article No. 20606 | 10 Aug 2025
Klinis : Diagnosis Medis: Obesitas dan Risiko Penyakit Kronis Tono seorang pria berusia 45 tahun, ia adalah seorang manajer proyek yang bekerja di kantor. Ia memiliki jadwal yang padat, sering makan di luar, dan kurang berolahraga. Ia juga sering mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman manis saat merasa stres. Tono mengalami obesitas dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 30. Ia mulai merasakan sakit pada lutut, sering sesak napas, dan memiliki kadar gula darah dan kolesterol yang tinggi. Ia berisiko tinggi terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Tono memutuskan untuk mengubah gaya hidup setelah dinasihati oleh dokter. Ia mulai membatasi asupan gula dan lemak, memasak makanan sehat di rumah, dan rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Perubahan ini tidak mudah, tetapi setelah beberapa bulan, berat badannya mulai turun, tingkat energinya meningkat, dan hasil tes laboratoriumnya menunjukkan perbaikan yang signifikan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Tono.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakstabilan Metabolik (00179)
Definisi: Berisiko mengalami perubahan metabolisme yang dapat mengganggu kesehatan.
2. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan (00078)
Definisi: Gagal dalam mengidentifikasi, mengatasi, dan/atau memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan yang dirasakan.
3. Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi: Tidak dapat mentolerir atau menyelesaikan aktivitas rutin karena keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Risiko Ketidakstabilan Metabolik (00179)
- Kode: 11014
- Definisi: Berisiko mengalami perubahan metabolisme yang dapat mengganggu kesehatan.
2. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan (00078)
- Kode: 11005
- Definisi: Gagal dalam mengidentifikasi, mengatasi, dan/atau memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan yang dirasakan.
3. Intoleransi Aktivitas (00092)
- Kode: 11008
- Definisi: Tidak dapat mentolerir atau menyelesaikan aktivitas rutin karena keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Stabilitas Metabolik
- Kode: 10004
- Definisi: Keadaan di mana metabolisme fisiologis berada dalam rentang normal.
2. Manajemen Kesehatan
- Kode: 10003
- Definisi: Kemampuan untuk mengidentifikasi, mengatasi, dan memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan.
3. Toleransi Aktivitas
- Kode: 10009
- Definisi: Kemampuan untuk mentolerir dan menyelesaikan aktivitas rutin.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan Metabolisme
- Kode: 30009
- Definisi: Pemantauan dan pengkajian fungsi metabolisme.
2. Manajemen Kesehatan
- Kode: 30007
- Definisi: Pemberian bantuan untuk mengidentifikasi, mengatasi, dan memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan.
3. Manajemen Aktivitas
- Kode: 30008
- Definisi: Pengaturan, penyesuaian, dan peningkatan aktivitas untuk memaksimalkan fungsi.
Dengan diagnosa dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI di atas, diharapkan dapat membantu Tono dalam mengatasi kondisinya dan mencapai tujuan perawatan yang optimal. -
Article No. 20607 | 10 Aug 2025
Klinis : gangguan mobilitas fisik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya untuk kondisi gangguan mobilitas fisik, sesuai dengan permintaan Anda.
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Mobilitas Fisik
Kode: 00085 (NANDA-I)
Definisi:
Keterbatasan dalam pergerakan fisik yang independen, yang bertujuan untuk berpindah atau memanipulasi lingkungan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 01015
Nama: Gangguan Mobilitas Fisik
Definisi: Keterbatasan dalam pergerakan fisik yang independen, yang bertujuan untuk berpindah atau memanipulasi lingkungan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 01015
Nama: Mobilitas Fisik
Definisi: Kemampuan individu untuk bergerak secara independen dan terkoordinasi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 01015
Nama: Manajemen Mobilitas
Definisi: Intervensi untuk memfasilitasi pergerakan fisik yang independen.
Dalam konteks akademis, gangguan mobilitas fisik dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi muskuloskeletal, neurologis, atau kardiovaskular. Sebagai seorang perawat profesional, saya memahami pentingnya melakukan assessment yang komprehensif, mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi, dan mengembangkan rencana perawatan yang berpusat pada pasien untuk membantu meningkatkan mobilitas fisik dan mencapai kemandirian yang optimal. -
Article No. 20608 | 10 Aug 2025
Klinis : gangguan mobilitas fisik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi gangguan mobilitas fisik:
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Mobilitas Fisik
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00085
Definisi: Keterbatasan dalam melakukan pergerakan fisik yang independen pada satu atau lebih ekstremitas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 01603
Definisi: Kemampuan individu untuk melakukan pergerakan fisik yang independen.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 00047
Definisi: Upaya yang dilakukan untuk memfasilitasi kemampuan individu dalam melakukan pergerakan fisik yang independen.
Penjelasan singkat:
Gangguan mobilitas fisik merupakan keterbatasan dalam melakukan pergerakan fisik yang independen pada satu atau lebih ekstremitas. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penyakit, cedera, atau kondisi lainnya yang mempengaruhi fungsi fisik. Diagnosis keperawatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan individu dalam melakukan pergerakan fisik yang independen. Perawat dapat memberikan intervensi yang sesuai untuk memfasilitasi dan meningkatkan kemampuan tersebut, sehingga dapat mencapai kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. -
Article No. 20609 | 10 Aug 2025
Klinis : 01603
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi 01603 dengan nada akademis dan persona pakar perawat:
Diagnosa Keperawatan:
Defisit Pengetahuan (00126)
Definisi: Kurangnya informasi kognitif yang terkait dengan topik tertentu.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 01603
Judul: Defisit Pengetahuan
Definisi: Kurangnya informasi kognitif yang terkait dengan suatu topik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 01901
Judul: Peningkatan Pengetahuan
Definisi: Bertambahnya informasi kognitif yang dimiliki.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 6670
Judul: Pengajaran: Individu
Definisi: Membantu klien untuk memperoleh atau mengingat informasi yang diperlukan untuk mencapai hasil kesehatan yang diinginkan.
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Defisit Pengetahuan" mengindikasikan bahwa klien memiliki kekurangan informasi kognitif terkait dengan topik tertentu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan pengalaman, kurangnya paparan informasi, atau hambatan dalam memproses informasi.
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) menyediakan definisi yang lebih spesifik untuk "Defisit Pengetahuan", yaitu kurangnya informasi kognitif yang terkait dengan suatu topik. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) menetapkan "Peningkatan Pengetahuan" sebagai luaran yang diharapkan, di mana terjadi peningkatan informasi kognitif yang dimiliki oleh klien.
Untuk mencapai luaran tersebut, Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) menyarankan intervensi "Pengajaran: Individu", yang bertujuan untuk membantu klien memperoleh atau mengingat informasi yang diperlukan untuk mencapai hasil kesehatan yang diinginkan. -
Article No. 20610 | 10 Aug 2025
Klinis : pasien mengeluh mual muntah 7kali Dan bab cair 3kali dengan diagnosa medis GEA vomitus
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis pasien adalah GEA vomitus (Gastroenteritis Akut dengan Muntah). Berikut adalah kode ICD-10 dan ICD-9-CM Procedure yang sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R11.0
- Deskripsi: Mual dan muntah
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: N/A (Tidak Tersedia)
- Deskripsi: Tidak ada tindakan medis spesifik yang tercatat untuk kasus ini.
Penjelasan:
- Kode ICD-10 R11.0 (Mual dan muntah) adalah kode yang sesuai untuk menggambarkan kondisi pasien yang mengeluh mual muntah 7 kali dan bab cair 3 kali.
- Dalam kasus ini, tidak ada tindakan medis spesifik yang tercatat, sehingga tidak ada kode ICD-9-CM Procedure yang dapat diberikan.
- Gastroenteritis Akut (GEA) dengan gejala muntah (vomitus) adalah kondisi umum yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau faktor lainnya. Penanganan biasanya meliputi pemberian cairan, elektrolit, dan istirahat. -
Article No. 20611 | 10 Aug 2025
Klinis : pasien mengeluh mual muntah 7kali Dan bab cair 3kali dengan diagnosa medis GEA vomitus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi pasien yang mengeluh mual muntah 7 kali dan BAB cair 3 kali dengan diagnosa medis GEA vomitus, maka berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat, kode, dan definisi SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Kekurangan Volume Cairan (NANDA-I: 00028)
Kode SDKI: KV001
Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami penurunan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler.
2. Mual (NANDA-I: 00134)
Kode SDKI: GI004
Definisi: Perasaan tidak nyaman dan tidak menyenangkan di perut yang dapat menyebabkan dorongan untuk memuntahkan isi perut.
3. Diare (NANDA-I: 00013)
Kode SDKI: GI002
Definisi: Pengeluaran feses yang tidak normal, baik dalam frekuensi, konsistensi, maupun volume.
Penjelasan singkat:
1. Risiko Kekurangan Volume Cairan:
Pasien berisiko mengalami penurunan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler akibat mual muntah dan diare yang dialami.
2. Mual:
Pasien mengalami perasaan tidak nyaman dan tidak menyenangkan di perut yang dapat menyebabkan dorongan untuk memuntahkan isi perut.
3. Diare:
Pasien mengalami pengeluaran feses yang tidak normal, baik dalam frekuensi, konsistensi, maupun volume.
Kode dan Definisi SLKI:
- Peningkatan Cairan (KV001.2)
Definisi: Mengoptimalkan asupan dan status cairan tubuh.
- Pengelolaan Mual (GI004.2)
Definisi: Memfasilitasi kenyamanan pasien yang mengalami mual.
- Pengelolaan Diare (GI002.2)
Definisi: Memfasilitasi kenyamanan pasien yang mengalami diare.
Kode dan Definisi SIKI:
- Pemantauan Cairan (KV001.2.E)
Definisi: Mengumpulkan dan menganalisis data terkait intake dan output cairan.
- Terapi Relaksasi (GI004.2.C)
Definisi: Menggunakan teknik relaksasi untuk mengurangi mual.
- Perawatan Higiene Perianal (GI002.2.B)
Definisi: Membersihkan dan merawat area perianal pasien yang mengalami diare.