Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24798 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang laki-laki (40 th) masuk RS dengan luka bakar derajat II pada seluruh area dada dan perut akibat ledakan tabung gas 2 jam yang lalu. Pasien mengeluh sangat haus, suara serak, terdapat bulu hidung yang terbakar, dan sputum berwarna hitam (jelaga).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Jalan Napas dan Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko kerusakan pada jalan napas dan/atau gangguan pada proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara alveoli dan pembuluh darah kapiler paru.
Kode SLKI: L.03103
Deskripsi : SLKI: Jalan napas tetap paten. SLKI: Pertukaran gas tetap adekuat. Untuk mencapai luaran ini, intervensi keperawatan difokuskan pada pencegahan obstruksi jalan napas dan mempertahankan oksigenasi yang adekuat. Pasien dengan luka bakar inhalasi, seperti yang ditunjukkan oleh gejala suara serak, bulu hidung terbakar, dan sputum berwarna hitam (jelaga), memiliki risiko sangat tinggi untuk mengalami edema jalan napas yang progresif dalam 24-48 jam pasca cedera. Edema ini dapat menyumbat jalan napas secara tiba-tiba dan mengancam nyawa. Selain itu, partikel jelaga dan panas dapat menyebabkan kerusakan langsung pada mukosa saluran napas, memicu respons inflamasi, bronkokonstriksi, dan inaktivasi surfaktan, yang akhirnya mengganggu pertukaran gas. Tujuan SLKI ini adalah memastikan jalan napas tetap terbuka dengan diameter yang adekuat untuk aliran udara dan mempertahankan nilai-nilai gas darah arteri (seperti PaO2, PaCO2, dan saturasi O2) dalam rentang normal, mencegah hipoksia jaringan yang dapat memperburuk kerusakan organ.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : SIKI: Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis untuk memastikan patensi jalan napas dan mendukung ventilasi serta oksigenasi yang adekuat. Pada kasus pasien ini, implementasi SIKI I.08039 harus segera dan agresif. Pertama, lakukan pemantauan ketat tanda-tanda distress pernapasan (stridor, retraksi, sianosis, takipnea, gelisah). Posisikan pasien dengan kepala agak tinggi jika tidak ada kontraindikasi syok. Sediakan oksigen humidifikasi dengan aliran tinggi melalui masker non-rebreathing untuk mengatasi hipoksia dan melembabkan saluran napas. Lakukan auskultasi suara napas secara berkala untuk mendeteksi wheezing atau penurunan suara napas. Persiapan untuk intubasi endotrakeal harus dilakukan segera karena edema dapat berkembang cepat dan membuat intubasi menjadi sangat sulit. Kolaborasi dengan tim medis untuk evaluasi bronkoskopi guna menilai kerusakan jalan napas bagian dalam. Lakukan fisioterapi dada dan suctioning dengan teknik steril dan hati-hati untuk membersihkan sekret dan jelaga tanpa memicu trauma lebih lanjut. Pantau analisa gas darah arteri secara serial untuk menilai kecukupan pertukaran gas. Intervensi ini juga mencakup edukasi dan penenangan pasien, karena kecemasan dapat meningkatkan konsumsi oksigen. Seluruh tindakan didokumentasikan dengan cermat untuk memantau tren kondisi pasien. Tindakan proaktif ini bertujuan mencegah komplikasi fatal seperti obstruksi total jalan napas atau Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) pasca luka bakar.
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan volume sirkulasi intravaskular, interstitial, dan/atau intraseluler.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI: Keseimbangan cairan tercapai. Luaran ini ditandai dengan tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk pasien (terutama tekanan darah dan denyut nadi), pengisian kapiler kurang dari 3 detik, haluaran urine adekuat (target >0.5 ml/kgBB/jam pada luka bakar, namun dapat lebih tinggi jika ada mioglobin), membran mukosa lembab, dan penurunan rasa haus. Pada pasien luka bakar luas, kehilangan cairan masif terjadi melalui evaporasi dari daerah yang terbakar dan perpindahan cairan dari intravaskular ke interstitial (edema) akibat peningkatan permeabilitas kapiler. Kondisi ini diperparah dengan keluhan "sangat haus" yang merupakan tanda klasik defisit volume cairan. Syok hipovolemik adalah ancaman nyata dalam 24-72 jam pertama pasca luka bakar. Oleh karena itu, tujuan SLKI L.03001 adalah mengembalikan dan mempertahankan volume sirkulasi yang adekuat untuk memastikan perfusi jaringan vital (ginjal, otak, jantung) dan mencegah gagal ginjal akut atau syok yang tidak dapat dipulihkan. Pemantauan yang ketat terhadap respons hemodinamik terhadap resusitasi cairan adalah kunci utama.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : SIKI: Resusitasi Cairan. Intervensi ini merupakan pemberian cairan intravena secara terencana dan terkalkulasi untuk mengoreksi defisit volume dan mempertahankan keseimbangan cairan. Pada pasien luka bakar, resusitasi mengikuti formula standar (seperti Formula Baxter/Parkland) yang didasarkan pada persentase luas luka bakar total (Total Body Surface Area/TBSA) dan berat badan. Cairan kristaloid (seperti Ringer Laktat) adalah pilihan pertama. Perhitungan dimulai sejak waktu kejadian luka bakar (2 jam yang lalu). Tindakan keperawatan meliputi pemasangan akses intravena dengan kateter besar (dua jalur jika mungkin), pemberian cairan sesuai regimen yang ditentukan (separuh dalam 8 jam pertama, sisanya dalam 16 jam berikutnya), dan pemantauan ketat respons pasien. Parameter utama adalah haluaran urine yang diukur melalui kateter urine dipasang tetap. Tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas) dinilai setiap jam. Selain itu, pantau tanda klinis seperti kulit dingin, pengisian kapiler, dan status mental. Intervensi ini membutuhkan kolaborasi erat dengan dokter dalam menyesuaikan kecepatan cairan berdasarkan respons pasien, karena formula hanyalah panduan awal. Dokumentasi intake-output yang akurat sangat penting. Tindakan ini juga mencakup pemberian cairan oral jika pasien sadar dan tidak ada rencana operasi, meskipun cairan IV tetap menjadi andalan, serta memantau elektrolit untuk mendeteksi ketidakseimbangan seperti hiperkalemia atau hiponatremia.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI: Kontrol nyeri. Luaran yang diharapkan adalah pasien melaporkan penurunan skala nyeri ke tingkat yang dapat ditoleransi (misalnya, dari skala 8 ke 3 pada skala 0-10), menunjukkan perilaku nyeri yang berkurang (tidak lagi gelisah, menangis, atau merintih), dan mampu beristirahat serta berpartisipasi dalam perawatan. Luka bakar derajat II sangat nyeri karena ujung saraf nociceptor yang terekspos dan proses inflamasi yang masif. Nyeri yang tidak terkendali tidak hanya menyebabkan penderitaan psikologis tetapi juga memperburuk respons stres tubuh, meningkatkan metabolisme, dan dapat menghambat penyembuhan. Kontrol nyeri yang adekuat memungkinkan pasien untuk kooperatif selama prosedur perawatan luka dan fisioterapi, yang sangat penting untuk pemulihan.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : SIKI: Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup penilaian komprehensif nyeri (lokasi, karakteristik, intensitas, faktor pencetus dan pereda) menggunakan skala yang valid, pemberian analgesik sesuai instruksi (biasanya opioid secara intravena seperti morfin atau fentanyl untuk nyeri berat awal, dilanjutkan dengan analgesik non-opioid dan adjuvant), serta evaluasi efektivitas dan efek samping pemberian obat. Pada luka bakar, pemberian analgesik secara intravena dengan metode Patient Controlled Analgesia (PCA) sering menjadi pilihan. Selain farmakologis, intervensi non-farmakologis sangat penting, seperti teknik distraksi, menciptakan lingkungan yang tenang, posisi yang nyaman (dengan penyangga), dan pendekatan yang menenangkan selama perawatan luka. Edukasi pasien tentang skala nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri juga bagian dari intervensi. Penting untuk memberikan analgesia sebelum prosedur yang menimbulkan nyeri (seperti perawatan luka). Dokumentasi yang cermat tentang skala nyeri sebelum dan setelah intervensi diperlukan untuk mengevaluasi keberhasilan manajemen nyeri dan menyesuaikan rencana terapi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0026
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : SLKI: Kontrol infeksi. Luaran yang diharapkan adalah tidak adanya tanda-tanda infeksi
Article No. 24800 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang anak (8 th) dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) hari ke-5. Hasil pemeriksaan: terdapat ptekie di lengan, gusi berdarah, nilai Trombosit 45.000/uL, dan Hematokrit meningkat 25% dari nilai dasar.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perdarahan
Kode SDKI: 0206
Deskripsi Singkat: Risiko Perdarahan adalah keadaan di mana individu rentan mengalami kehilangan darah yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 0910
Deskripsi : SLKI 0910: Manajemen Risiko Perdarahan. Tujuan dari SLKI ini adalah agar risiko perdarahan pada pasien dapat dicegah atau diminimalkan. Luaran yang diharapkan meliputi: (1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, (2) Tidak ada tanda perdarahan aktif atau bertambahnya tanda perdarahan, (3) Nilai laboratorium terkait hemostasis (seperti trombosit, hematokrit, masa perdarahan) mendekati atau dalam rentang normal, (4) Pasien dan keluarga memahami tanda-tanda perdarahan yang perlu dilaporkan. Pada konteks pasien anak DBD hari ke-5 ini, fokus SLKI adalah memantau ketat tanda perdarahan (seperti perluasan petekie, epitaksis, perdarahan gusi, melena, hematemesis) dan mencegah trauma yang dapat memicu perdarahan. Pemantauan tanda vital (terutama tekanan darah dan nadi) sangat penting untuk mendeteksi syok dini akibat perdarahan. Selain itu, SLKI ini mencakup edukasi pada orang tua untuk mengenali tanda bahaya seperti anak gelisah, lemas, nyeri perut hebat, muntah darah, atau BAB hitam, serta menghindari aktivitas berlebihan dan obat-obatan yang mempengaruhi fungsi trombosit seperti aspirin.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : SIKI 2610: Pemantauan Perdarahan. Intervensi keperawatan ini terdiri dari serangkaian tindakan sistematis untuk mengobservasi, mendeteksi, dan mendokumentasikan tanda-tanda perdarahan. Pada pasien anak DBD dengan trombosit 45.000/uL dan peningkatan hematokrit, tindakan spesifik meliputi: (1) Observasi dan dokumentasi frekuensi, lokasi, dan karakteristik perdarahan (misalnya, memetakan petekie, mencatat frekuensi gusi berdarah). (2) Memantau tanda-tanda vital dan tanda-tanda syok (nadi cepat dan lemah, tekanan darah menurun, capillary refill time memanjang, produksi urin menurun) setiap 1-2 jam atau sesuai kondisi kritis. (3) Memeriksa adanya perdarahan tersembunyi melalui pemeriksaan feses dan muntahan terhadap darah samar (guaia test). (4) Memantau hasil laboratorium serial, terutama hitung trombosit dan hematokrit. Peningkatan hematokrit (hemokonsentrasi) merupakan indikator kebocoran plasma dan risiko syok, sementara trombositopenia meningkatkan risiko perdarahan. (5) Melindungi pasien dari trauma: menghindari injeksi intramuskular, pengukuran tekanan darah yang terlalu kuat, dan prosedur invasif lainnya. Memberikan sikat gigi yang sangat lembut atau kasa untuk membersihkan mulut. (6) Mengajarkan orang tua dan anak (sesuai kemampuan) untuk melaporkan segera jika muncul memar baru, mimisan, atau perdarahan lainnya. (7) Mencatat asupan dan keluaran cairan untuk menilai keseimbangan cairan dan mendeteksi perdarahan internal. Intervensi ini dilakukan secara kontinu dan terintegrasi dengan manajemen cairan untuk mencegah komplikasi fatal seperti syok hipovolemik atau perdarahan masif.
Article No. 24801 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang perempuan (42 th) mengeluh adanya benjolan di leher yang ikut bergerak saat menelan. Pasien sering merasa kepanasan, banyak berkeringat, tremor pada tangan, dan berat badan turun 5 kg dalam 2 minggu meskipun nafsu makan meningkat.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertiroidisme (Diduga Penyakit Graves)
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan peningkatan metabolisme dan intoleransi aktivitas.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Status Nutrisi. Tujuan keperawatan adalah agar status nutrisi pasien membaik dan seimbang dengan kebutuhan metaboliknya. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien menunjukkan peningkatan berat badan yang sesuai dengan tujuan, mencapai dan mempertahankan berat badan dalam rentang normal untuk tinggi badan dan usia. 2) Asupan nutrisi oral memadai untuk memenuhi kebutuhan metabolik yang meningkat, ditunjukkan dengan konsumsi makanan tinggi kalori dan protein sesuai rencana. 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, pre-albumin) dalam batas normal. 4) Pasien melaporkan peningkatan energi dan penurunan kelelahan. 5) Pasien dan keluarga dapat mengidentifikasi makanan yang sesuai dan strategi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tinggi kalori dan protein. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memantau berat badan, kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi kalori, protein, dan vitamin, serta memberikan pendidikan kesehatan.
Kode SIKI: I.05095
Deskripsi : Manajemen Hipertiroid. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan untuk menstabilkan kondisi pasien hipertiroid, mengurangi gejala, dan mencegah komplikasi. Tindakan spesifik meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital (terutama frekuensi jantung, irama, dan tekanan darah) secara ketat untuk mendeteksi takikardia atau aritmia. 2) Mengkaji status nutrisi dan hidrasi, termasuk berat badan, asupan-output, serta tanda-tanda dehidrasi. 3) Menyediakan lingkungan yang tenang dan sejuk, membatasi pengunjung/aktivitas untuk mengurangi stimulasi dan menghemat energi pasien. 4) Melakukan kolaborasi pemberian terapi obat anti-tiroid, beta-blocker, atau terapi yodium radioaktif sesuai resep, serta memantau efek dan efek sampingnya. 5) Memberikan perawatan kulit untuk area yang banyak berkeringat. 6) Memantau adanya tremor, kecemasan, dan gangguan tidur, serta memberikan dukungan psikologis. 7) Melindungi kornea jika ada gejala oftalmopati (seperti penutupan mata tidak sempurna). 8) Pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit, rencana pengobatan, pentingnya kepatuhan minum obat, diet, dan tanda-tanda bahaya yang harus dilaporkan (seperti palpitasi hebat, demam tinggi, agitasi berat - yang mungkin mengindikasikan badai tiroid). Intervensi ini bersifat komprehensif untuk mengatasi dampak peningkatan hormon tiroid pada berbagai sistem tubuh.
Article No. 24802 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang perempuan (48 th) dengan kanker serviks stadium lanjut mengeluh nyeri di area panggul yang terus menerus. Pasien tampak kurus (TB 155 cm, BB 38 kg), nafsu makan hilang, dan hanya menghabiskan 3 sendok makan tiap porsi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut/Kronis
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain); awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dan durasi ≤ 3 bulan (akut) atau > 3 bulan (kronis).
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien mampu mengontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri terkontrol. 2) Mengenali faktor penyebab. 3) Melaporkan tidak adanya perilaku yang menunjukkan nyeri (seperti tidak mengekspresikan wajah kesakitan, tidak gelisah). 4) Mendemonstrasikan teknik nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri. 5) Menggunakan analgesik sesuai resep. 6) Mempertahankan tingkat fungsi yang diinginkan. 7) Tidur dan istirahat dengan adekuat.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas/skala nyeri, faktor pencetus, dan faktor penghilang). 2) Observasi petunjuk non-verbal dari ketidaknyamanan, terutama pada pasien yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik. 3) Kaji faktor-faktor yang memperberat dan memperingan nyeri. 4) Ajarkan teknik nonfarmakologi (relaksasi napas dalam, distraksi, imajinasi terbimbing, masase, kompres hangat/dingin sesuai indikasi). 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai protokol (prinsip dosis tepat, interval tepat, rute tepat). 6) Evaluasi efektivitas intervensi pengendalian nyeri (menggunakan skala nyeri). 7) Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya. 8) Fasilitasi dukungan spiritual dan psikologis. 9) Modifikasi lingkungan untuk mendukung kenyamanan. 10) Dokumentasi respons nyeri dan intervensi yang diberikan.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0026
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status nutrisi pasien adekuat. Kriteria hasil: 1) Menunjukkan peningkatan berat badan yang diinginkan sesuai tujuan. 2) Menunjukkan nilai laboratorium terkait nutrisi dalam rentang normal. 3) Mengungkapkan pemahaman tentang pilihan makanan yang sesuai. 4) Melaporkan peningkatan nafsu makan. 5) Tidak menunjukkan tanda malnutrisi (edema, rambut mudah rontok, kulit kering). 6) Mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan kalori harian.
Kode SIKI: I.03003
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan keperawatan: 1) Kaji status nutrisi secara komprehensif (riwayat diet, antropometri, pemeriksaan fisik, data biokimia). 2) Timbang berat badan secara teratur. 3) Identifikasi faktor penyebab anoreksia atau penurunan asupan (mual, nyeri, depresi, efek samping terapi). 4) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet. 5) Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering dengan kandungan nutrisi dan kalori tinggi. 6) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman dan menarik. 7) Atur posisi yang nyaman saat makan. 8) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan. 9) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi oral atau terapi nutrisi lainnya sesuai indikasi. 10) Pantau tanda-tanda komplikasi malnutrisi. 11) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dan strategi peningkatan asupan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko terpapar patogen.
Kode SLKI: L.19001
Deskripsi : Pasien bebas dari infeksi. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 2) Tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi (demam, kemerahan, edema, nyeri, drainage purulen). 3) Menunjukkan perilaku untuk mencegah infeksi (mencuci tangan, menjaga kebersihan diri). 4) Nilai laboratorium penanda infeksi dalam batas normal.
Kode SIKI: I.19001
Deskripsi : Pencegahan Infeksi. Tindakan keperawatan: 1) Pantau tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh. 2) Lakukan teknik aseptik pada semua prosedur. 3) Tingkatkan kebersihan diri pasien (perawatan kulit, mulut, area perianal). 4) Anjurkan dan bantu cuci tangan yang efektif. 5) Batasi pengunjung yang sedang sakit. 6) Lakukan perawatan luka dengan teknik steril jika ada. 7) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik jika diperlukan. 8) Anjurkan asupan nutrisi yang adekuat untuk mendukung sistem imun. 9) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda infeksi dan langkah pencegahannya. 10) Pertahankan lingkungan yang bersih di sekitar pasien.
Article No. 24803 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang perempuan (60 th) penderita Diabetes Melitus. Pasien mengeluh luka di tumit kanan yang sudah mencapai tulang (stadion IV). Lukanya berbau busuk, banyak jaringan nekrotik hitam, dan terdapat rembesan nanah. Kadar GDS 420 mg/dL.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Integritas Jaringan Kulit yang Aktual
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Risiko infeksi adalah keadaan dimana individu rentan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan. Pada kasus ini, risiko telah menjadi aktual (infeksi aktual) yang ditunjukkan dengan adanya nanah dan bau busuk. Gangguan integritas jaringan kulit adalah keadaan dimana kulit dan jaringan di bawahnya mengalami kerusakan. Kondisi ini sangat relevan karena pasien memiliki luka kronis stadium IV (mencapai tulang) dengan jaringan nekrotik, yang secara langsung mengganggu kontinuitas dan fungsi kulit sebagai barier protektif pertama tubuh.
Kode SLKI: 3401
Deskripsi : SLKI 3401 berfokus pada Pengendalian Infeksi. Tujuan utamanya adalah agar infeksi pada pasien dapat teratasi atau terkendali. Indikator keberhasilannya meliputi: tanda-tanda infeksi sistemik (seperti demam, leukositosis) menurun atau hilang; tanda-tanda infeksi lokal (seperti kemerahan, bengkak, nyeri, panas, dan pus/nanah) berkurang atau hilang; hasil kultur mikroorganisme menunjukkan pertumbuhan negatif atau berkurang; dan luka menunjukkan proses penyembuhan (granulasi, epitelisasi). Dalam konteks pasien ini, target spesifiknya adalah menghilangkan bau busuk, menghentikan rembesan nanah, membersihkan jaringan nekrotik hitam, dan mencegah penyebaran infeksi ke tulang (osteomielitis) atau sepsis. Perawat akan merencanakan intervensi seperti perawatan luka steril, debridemen, pemberian antibiotik sesuai program, dan pemantauan ketat tanda-tanda infeksi.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : SIKI 4201 adalah Manajemen Luka. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan untuk membersihkan, melindungi, dan memfasilitasi penyembuhan luka. Langkah-langkahnya meliputi: 1) **Asesmen Komprehensif Luka**: mencatat lokasi (tumit kanan), ukuran, kedalaman (mencapai tulang), karakteristik jaringan (nekrotik hitam, slough, granulasi), jumlah dan jenis eksudat (nanah), serta adanya bau (busuk). Penggunaan skala seperti TIME (Tissue, Infection/Inflammation, Moisture, Edge) sangat tepat. 2) **Perawatan Luka dengan Teknik Aseptik**: membersihkan luka dengan larutan steril yang sesuai (misal, NaCl 0.9%) dan melakukan debridemen (autolitik, enzimatik, mekanik, atau bedah) untuk mengangkat jaringan nekrotik yang menjadi media pertumbuhan bakteri. 3) **Pemilihan Balutan yang Tepat**: menggunakan balutan modern yang dapat menciptakan lingkungan lembab, mengelola eksudat berlebih, dan mengontrol bau (misal, balutan hidrofiber dengan silver, balutan karbon). 4) **Pencegahan Tekanan**: tumit adalah area tekanan tinggi, sehingga diperlukan alat bantu seperti bantal tumit atau posisi pengaturan untuk menghilangkan tekanan secara total dari area luka. 5) **Edukasi Pasien/Keluarga**: meski kondisi akut, edukasi tentang pentingnya tidak menekan luka dan menjaga kebersihan tetap diberikan. 6) **Kolaborasi**: dengan dokter untuk debridemen bedah, pemberian antibiotik sistemik, dan pengelolaan diabetes yang merupakan faktor kausatif utama. Pengelolaan glukosa darah (GDS 420 mg/dL) adalah bagian integral dari manajemen luka ini, karena hiperglikemia akan mengganggu fungsi leukosit, memperburuk sirkulasi, dan menghambat penyembuhan. Tanpa kontrol glikemik yang baik, upaya perawatan luka akan sia-sia. Oleh karena itu, intervensi ini harus berjalan paralel dengan manajemen hiperglikemia (kolaborasi dengan tim medis untuk insulin therapy).
Article No. 24804 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang pasien (20 th) dengan cedera kepala ringan mengeluh pusing dan mual setelah terjatuh. Pasien terus bertanya "Saya ada di mana?" setiap 5 menit meskipun sudah dijelaskan berulang kali.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Proses Pikir
Kode SDKI: D.0066
Deskripsi Singkat: Keadaan ketidakmampuan seseorang dalam membentuk pemikiran yang koheren dan logis, yang dapat dimanifestasikan dengan disorientasi, kebingungan, dan gangguan daya ingat.
Kode SLKI: L.03149
Deskripsi : SLKI L.03149 berfokus pada pemulihan orientasi dan proses pikir klien. Tujuan utamanya adalah agar klien mampu menunjukkan orientasi yang baik terhadap orang, tempat, dan waktu, serta berpikir logis dan koheren sesuai dengan kapasitasnya. Luaran yang diharapkan meliputi: klien dapat menyebutkan identitas dirinya dengan benar, mengenali orang-orang di sekitarnya (seperti perawat atau keluarga), mengetahui di mana ia berada (misalnya, nama rumah sakit atau ruangan), dan menyadari waktu (hari, tanggal, atau situasi). Klien juga diharapkan dapat mengikuti percakapan dengan topik yang relevan, memberikan respons yang sesuai dengan pertanyaan, serta mengurangi atau menghentikan pertanyaan berulang yang menunjukkan kebingungan. Selain itu, luaran mencakup penurunan tanda-tanda distress seperti kecemasan atau agitasi yang disebabkan oleh disorientasi. Pencapaian luaran ini dinilai melalui observasi perilaku, percakapan, dan respons klien terhadap intervensi yang diberikan secara berkala.
Kode SIKI: I.05261
Deskripsi : SIKI I.05261 merupakan serangkaian intervensi keperawatan untuk menangani gangguan proses pikir dan disorientasi. Intervensi ini dimulai dengan pendekatan terapeutik, yaitu berkomunikasi dengan klien menggunakan suara yang tenang, jelas, dan penuh empati. Perawat memperkenalkan diri setiap kali berinteraksi dan menyebutkan nama klien dengan sopan. Intervensi kunci adalah reorientasi realitas yang dilakukan secara konsisten dan sabar. Setiap kali klien bertanya "Saya ada di mana?", perawat memberikan jawaban yang singkat, jelas, dan faktual (contoh: "Anda sedang di IGD Rumah Sakit Sehat, Bapak jatuh tadi pagi dan kami sedang memeriksa Bapak"). Informasi ini diulang dengan kalimat yang sama tanpa menunjukkan frustrasi. Perawat juga melakukan orientasi dengan menggunakan alat bantu seperti jam, kalender, atau jendela untuk menunjukkan siang/malam, serta menyebutkan nama hari dan tanggal. Lingkungan dibuat senyaman mungkin, mengurangi kebisingan dan cahaya yang menyilaukan untuk menurunkan stimulasi sensorik yang dapat memperburuk kebingungan. Perawat memantau tanda-tanda vital dan status neurologis (seperti tingkat kesadaran, pupil, dan kekuatan motorik) secara ketat karena kondisi ini berhubungan dengan cedera kepala. Kolaborasi dengan tim medis dilakukan untuk evaluasi lebih lanjut dan pemberian terapi sesuai indikasi. Dukungan emosional diberikan dengan meyakinkan klien bahwa ia berada di tempat yang aman dan ditangani oleh tenaga profesional. Keluarga dilibatkan untuk membantu dalam proses reorientasi dengan memberikan informasi yang konsisten. Seluruh intervensi didokumentasikan dengan rinci untuk memantau perkembangan atau perubahan status klien.
Article No. 24805 | 31 Mar 2026
Klinis : 1. Pasien hanya memiliki 1 anak perempuan sudah menikah 2. Dalam 1 rumah ada 5 orang, 3 kepala keluarga 3. Pasien berbicara tidak nyambung, berbicara incoherent 4. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat dan tidak ke puskesmas 5. Genogram : suami meninggal, 6. Pasien kelahiran tahun 63 7. Pemikiran pasien masih tertinggal di masa lalu, mengatakan bahwa beliau habis nyoblos pak harto 8. Keluarga pasien tidak mendukung untuk minum obat dan ke puskesmas karena khawatir akan kondisi ibunya kalau minum obat malah sakitnya kemana mana dan tidak terbiasa minum obat 9. Pasien bisa sholat lengkap, hanya ingatan ada yang hilang, orientasi waktu 10. Pasien seperti itu sudah lama mulai anak pasien kecil 11. Pasien mengatakan sekarang tahun 1993 12. Keluarga pasien mengatakan bahwa keluarga sebelumnya juga ada yang pernah sakit jiwa 13. Keluarga pasien mengatakan tidak ada gangguan tidur 14. Keluarga pasien mengatakan dulu pernah kecelakaan dan terkena sakit kepala, dan tidak minum obat sama sekali 15. Keluarga pasien mengatakan rambut pasien warna hitam tidak putih, sholat masih rajin. Pasien masih mau ikut sholat ke masjid. Kemarin sholat idul fitri 16. Faktor kesepian menjadikan pasien memiliki kejiwaan 17. Keluarga pasien mengatakan ingatan pasien yang hilang cuma dengan orangtua, mengatakan semua yang ada di rumah dianggap seperti anaknya. 18. Pasien suka memasak, kadang seharian suka masak, kadang kalau masak selalu banyak. Jadi sama keluarga dikasih alat masak yang kecil-kecil. Karena dulu waktu jaman dahulu di rumah orangnya banyak jadi seperti kebiasaan 19. Keluarga pasien mengatakan, pasien masih puasa juga. 20. Keluarga pasien mengatakan kemarin waktu halal bihalal ke rumah-rumah tetangga, passien bercerita kalau sholat ied datang awal, pasien mengatakan berangkat shubuh untuk sholat ied 21. Pasien mengatakan hari itu pasien membuat sapu lidi, jadi pasien selalu kayak membuat kesibukan 22. Saat ditanya apa denger orang bisik2 pasien tidak bisa fokus 23. Keluarga pasien mengatakan orang2 jaman dulu, temen2nya, ingat semua, yang sekarang tidak ingat 24. Keluarga pasien mengatakan dulu denger bisik-bisik, dan penglihatan, sekarang jarang. Sosok merah, gak pake baju. 25. pasien dulu suka menulis, tapi semua nama orang di arang dan dibelakang nama selalu dikasih akhiran ti, pasien bisa mencuci sendiri, mandi sendiri, habis mandi baju langsung dicuci. keluarga pasien mengatakan sehari pasien ganti baju 2x
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Proses Pikir
Kode SDKI: D.0031
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu mengalami disorganisasi dalam proses berpikir yang ditandai dengan gangguan dalam pembentukan dan pengorganisasian ide, yang dimanifestasikan melalui bicara yang tidak koheren, inkoheren, atau tidak logis.
Kode SLKI: L.08011
Deskripsi : Klien dapat mendemonstrasikan proses pikir yang logis dan terorganisir. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Klien dapat berbicara secara koheren dan relevan dengan topik pembicaraan; 2) Asosiasi ide klien teratur dan mudah diikuti; 3) Klien dapat mempertahankan alur pembicaraan tanpa melompat-lompat topik yang tidak terkait; 4) Isi pembicaraan klien sesuai dengan realitas; dan 5) Klien dapat mengidentifikasi jika ada gangguan dalam pikirannya.
Kode SIKI: I.08011
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan proses pikir yang logis. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Membangun hubungan saling percaya dengan pendekatan yang tenang dan menerima; 2) Berbicara dengan klien menggunakan kalimat sederhana, jelas, dan topik konkret (misal: kegiatan harian, masak-memasak) daripada topik abstrak; 3) Melakukan validasi dan klarifikasi ketika klien berbicara tidak nyambung, contoh: "Ibu tadi bilang habis nyoblos, maksudnya bagaimana?" untuk memahami kerangka pikir klien tanpa menyangkal; 4) Melatih klien untuk fokus pada satu topik pembicaraan pada satu waktu, mengingatkan dengan lembut jika melantur; 5) Melibatkan klien dalam aktivitas terstruktur dan berulang yang disukainya (seperti membuat sapu lidi, memasak dengan porsi kecil) untuk membantu mengorganisir pikiran melalui tindakan; 6) Memberikan orientasi realitas secara halus dan berulang mengenai waktu, orang, dan tempat dalam konteks kegiatan (misal: "Sekarang kita mau masak untuk makan siang, tahun 2024"); 7) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan jiwa untuk terapi modalitas lainnya dan manajemen farmakoterapi jika diperlukan; serta 8) Melakukan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang kondisi klien, cara berkomunikasi yang efektif, dan pentingnya dukungan serta pengobatan berkelanjutan untuk mengurangi kekhawatiran keluarga yang keliru tentang obat.
Kondisi: Gangguan Memori
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu mengalami penurunan kemampuan untuk mengingat atau mengenali informasi yang sebelumnya dipelajari atau peristiwa yang baru terjadi, yang dapat bersifat sementara atau menetap.
Kode SLKI: L.01221
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan fungsi memori optimal. Kriteria hasil meliputi: 1) Klien dapat mengingat informasi atau peristiwa penting secara akurat; 2) Klien dapat mengenali orang-orang terdekat dan lingkungannya; 3) Klien dapat mengingat dan melaksanakan rutinitas harian dengan bantuan minimal; 4) Klien dapat menggunakan strategi untuk membantu mengingat; dan 5) Keluarga memahami cara membantu klien dalam mengatasi keterbatasan memorinya.
Kode SIKI: I.01229
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan memori. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Melakukan orientasi realitas berulang dengan cara yang tidak mengancam, menggunakan alat bantu seperti kalender besar, jam, dan foto keluarga dengan label nama; 2) Merangsang memori jangka panjang yang masih baik (misal: mengajak bercerita tentang masa lalu, resep masakan jaman dulu, kegiatan sholat) untuk meningkatkan harga diri dan koneksi emosional; 3) Menciptakan rutinitas harian yang konsisten dan terstruktur (waktu makan, mandi, sholat, aktivitas) untuk mengurangi kebingungan; 4) Melatih klien menggunakan alat bantu memori sederhana seperti catatan atau daftar kegiatan; 5) Melibatkan klien dalam aktivitas kognitif sederhana yang disukai (menulis dengan pengawasan, merapikan alat masak); 6) Meminimalkan distraksi lingkungan saat klien perlu mengingat instruksi; 7) Memberikan penguatan positif ketika klien berhasil mengingat sesuatu; 8) Edukasi keluarga untuk selalu memperkenalkan diri, menyebutkan hubungan kekerabatan, dan tidak memarahi klien saat lupa; serta 9) Menyarankan keluarga untuk mengawasi aktivitas yang berpotensi bahaya akibat lupa (seperti kompor saat memasak) dengan cara yang bijak, seperti menyediakan alat masak kecil seperti yang sudah dilakukan.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0290
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu rentan mengalami cedera fisik akibat faktor internal (kondisi kesehatan) dan/atau eksternal (lingkungan) yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan.
Kode SLKI: L.19021
Deskripsi : Klien bebas dari cedera. Kriteria hasil meliputi: 1) Klien dapat mengidentifikasi faktor risiko cedera di lingkungannya; 2) Klien dapat mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah cedera; 3) Lingkungan klien aman dan bebas dari bahaya; 4) Tidak ada tanda-tanda cedera pada klien; dan 5) Keluarga dapat memodifikasi lingkungan untuk mencegah cedera.
Kode SIKI: I.19029
Deskripsi : Intervensi untuk mencegah cedera. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Melakukan assessment risiko cedera menyeluruh, termasuk riwayat kecelakaan dan sakit kepala, gangguan persepsi (dulu ada penglihatan sosok), dan potensi bahaya dari aktivitas memasak; 2) Memodifikasi lingkungan rumah: memastikan pencahayaan cukup, lantai tidak licin, menyimpan benda tajam dan alat masak (terutama yang besar) di tempat aman, serta pengawasan pada penggunaan kompor; 3) Mengajarkan keluarga tentang pentingnya pengawasan tanpa membuat klien merasa diawasi, terutama saat klien melakukan aktivitas berisiko seperti memasak atau keluar rumah (sholat ke masjid); 4) Membuat identifikasi diri pada klien (gelang atau kartu) yang berisi nama, alamat, dan nomor telepon keluarga untuk berjaga-jaga jika klien keluar dan disorientasi; 5) Memastikan klien menggunakan alas kaki yang aman; 6) Memantau kemungkinan sakit kepala atau gangguan penglihatan yang dapat meningkatkan risiko jatuh; 7) Kolaborasi dengan keluarga untuk membuat jadwal pendampingan aktivitas klien; serta 8) Edukasi keluarga tentang tanda-tanda memburuknya kondisi yang dapat meningkatkan risiko cedera dan kapan harus mencari bantuan.
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga
Kode SDKI: D.0163
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana keluarga mengalami ketidakmampuan dalam mengelola program terapeutik dan adaptasi terhadap situasi kesehatan salah satu anggotanya, yang dapat menghambat pencapaian tujuan kesehatan.
Kode SLKI: L.35031
Deskripsi : Keluarga dapat mengelola program kesehatan anggota keluarganya. Kriteria hasil meliputi: 1) Keluarga dapat mengidentifikasi kebutuhan kesehatan anggota keluarga yang sakit; 2) Keluarga dapat mendemonstrasikan keterampilan merawat anggota keluarga yang sakit; 3) Keluarga dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia (puskesmas, tenaga kesehatan); 4) Keluarga berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perawatan; dan 5) Keluarga melaksanakan rencana perawatan yang telah disepakati.
Kode SIKI: I.35034
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan manajemen kesehatan keluarga. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Menjalin kemitraan dengan keluarga, menghargai usaha mereka selama ini (seperti mengatur alat masak, menemani kegiatan), sambil membuka wawasan baru; 2) Memberikan pendidikan kesehatan yang komprehensif tentang gangguan jiwa pada lansia (seperti gejala, perjalanan penyakit, faktor risiko genetik yang disebutkan keluarga), untuk mengurangi stigma dan kesalahpahaman; 3) Meluruskan miskonsepsi keluarga tentang pengobatan ("khawatir sakitnya kemana-mana") dengan penjelasan bahwa obat dapat menstabilkan kimia otak, mengurangi gejala seperti bicara incoherent dan halusinasi, serta mencegah perburukan; 4) Melibatkan keluarga dalam perencanaan perawatan, menekankan bahwa dukungan mereka sangat crucial; 5) Melatih keluarga keterampilan komunikasi terapeutik, cara menghadapi perilaku klien, dan teknik orientasi realitas; 6) Memfasilitasi keluarga untuk mengakses layanan kesehatan (puskesmas) dengan mungkin mendampingi kunjungan pertama; 7) Membantu keluarga mengidentifikasi kekuatan internal (kebersamaan, kesabaran, agama) dan sumber eksternal (dukungan tetangga, layanan kesehatan); 8) Mendukung keluarga untuk membagi peran perawatan agar tidak membebani satu orang; serta 9) Memberikan reinforcement positif atas setiap kemajuan kecil dalam perawatan yang dilakukan keluarga.
Article No. 24806 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang wanita (38 th) dengan riwayat gastritis sering mengeluh nyeri ulu hati terutama saat telat makan atau stres. Pasien sering mengonsumsi kopi 4 gelas sehari dan suka makan pedas.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Tujuan keperawatan utama adalah mengatasi nyeri pasien. Luaran yang diharapkan adalah Tingkat Nyeri Terkontrol. Indikator luaran ini meliputi: (1) Melaporkan nyeri hilang/terkontrol; (2) Menunjukkan ekspresi wajah rileks; (3) Menunjukkan posisi tubuh nyaman; (4) Tanda vital dalam rentang normal; (5) Tidak menunjukkan perilaku melindungi area nyeri; dan (6) Mengikuti program penatalaksanaan nyeri. Pada pasien ini, targetnya adalah pasien dapat melaporkan penurunan atau hilangnya nyeri ulu hati, menunjukkan tanda-tanda fisik yang rileks, dan berpartisipasi dalam rencana perawatan untuk mengelola gastritisnya.
Kode SIKI: I.11021
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang direkomendasikan adalah Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis untuk melakukan asesmen nyeri secara komprehensif dan memberikan terapi non-farmakologis serta kolaborasi pemberian terapi farmakologis. Penjelasan rinci: Pertama, perawat melakukan asesmen nyeri secara komprehensif dengan menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) untuk menggali karakteristik nyeri ulu hati pasien, termasuk pemicu (telat makan, stres, makanan pedas/berkafein) dan cara meredakannya. Kedua, memberikan edukasi kesehatan yang mendalam tentang hubungan antara gaya hidup dan nyeri gastritis. Perawat akan menjelaskan patofisiologi sederhana bagaimana kopi (4 gelas/hari) merangsang asam lambung berlebih dan makanan pedas mengiritasi mukosa lambung yang sudah meradang, serta bagaimana stres memengaruhi sistem saraf enterik. Ketiga, menerapkan terapi non-farmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam atau distraksi untuk mengatasi nyeri yang dipicu stres. Keempat, berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian dan pemantauan efektivitas obat-obatan seperti antasida, H2 blocker, atau PPI sesuai resep. Kelima, membantu pasien mengidentifikasi dan memodifikasi faktor risiko dengan menyusun jadwal makan teratur (3x sehari dengan camilan sehat), merencanakan pengurangan konsumsi kopi secara bertahap (misal, menjadi 1-2 gelas/hari atau beralih ke decaf), serta mengurangi makanan pedas. Keenam, mengajarkan pasien untuk mengenali tanda-tanda awal nyeri dan tindakan mandiri yang dapat dilakukan. Intervensi ini bersifat holistik karena tidak hanya berfokus pada penghilangan gejala, tetapi juga pada modifikasi perilaku dan pemberdayaan pasien untuk mengelola kondisinya secara mandiri, sehingga mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup.
Article No. 24807 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang remaja (17 th) didiagnosa menderita gagal ginjal kronik dan harus menjalani hemodialisa seumur hidup. Pasien mengatakan, "Lebih baik saya mati saja daripada harus mencuci darah terus. Hidup saya sudah tidak ada gunanya."
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Bunuh Diri
Kode SDKI: 00146
Deskripsi Singkat: Risiko Bunuh Diri adalah keadaan dimana individu berisiko untuk mengakhiri hidupnya sendiri secara sengaja.
Kode SLKI: 4600A
Deskripsi : Pasien terlindung dari perilaku bunuh diri. Indikator yang relevan dalam konteks kasus ini meliputi: (4600A.1) Mengungkapkan perasaan dan pikiran; (4600A.2) Mengidentifikasi sumber-sumber harapan; (4600A.3) Mengidentifikasi alasan untuk hidup; (4600A.4) Mengungkapkan tidak ada keinginan untuk mati atau bunuh diri; (4600A.5) Menggunakan strategi koping yang adaptif; (4600A.6) Mendapatkan dukungan sosial; (4600A.7) Lingkungan aman dari alat/bahan yang dapat digunakan untuk melukai diri; (4600A.8) Mendapatkan terapi kognitif-perilaku; (4600A.9) Mendapatkan terapi modalitas keperawatan lainnya. Tujuan utama dari SLKI ini adalah memastikan keamanan pasien, mengurangi isolasi emosional, dan membangun kembali makna serta harapan hidup.
Kode SIKI: 4601
Deskripsi : Intervensi untuk Risiko Bunuh Diri. Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: (4601.1) Kaji risiko bunuh diri (ide, rencana, alat, intensi, riwayat percobaan); (4601.2) Lakukan kontrak tidak bunuh diri (suicide precaution agreement); (4601.3) Temani/awasi ketat sesuai tingkat risiko; (4601.4) Amankan lingkungan dari alat/bahan berbahaya; (4601.5) Berikan terapi modalitas keperawatan: terapi suportif; (4601.6) Libatkan keluarga dalam pengawasan dan pemberian dukungan; (4601.7) Kolaborasi pemberian farmakoterapi (jika diperlukan); (4601.8) Kolaborasi rujuk ke profesional kesehatan mental (psikiater, psikolog); (4601.9) Ajarkan strategi koping dan teknik manajemen stres. Dalam kasus remaja dengan GGK ini, intervensi harus sangat sensitif. Pengkajian mendalam terhadap pernyataan "lebih baik mati" sangat kritis untuk memahami tingkat keputusasaan dan niatnya. Kontrak tidak bunuh diri menjadi dasar komitmen verbal atau tertulis untuk tidak melukai diri dan memberitahu perawat/keluarga jika ide tersebut muncul. Pengawasan dan pengamanan lingkungan adalah tindakan protektif langsung. Terapi suportif dengan pendekatan empati dan tanpa menghakimi sangat penting untuk membangun hubungan terapeutik. Perawat perlu mendengarkan aktif, mengakui penderitaan pasien, dan tidak menyangkal perasaannya. Melibatkan keluarga untuk meningkatkan sistem pendukung dan mengedukasi mereka tentang tanda-tanda peringatan adalah langkah krusial. Kolaborasi dengan psikiater mungkin diperlukan untuk evaluasi lebih lanjut dan manajemen depresi atau gangguan penyesuaian. Selain itu, intervensi harus diintegrasikan dengan edukasi dan dukungan mengenai penyakit ginjal kronik dan hemodialisa, membantu remaja menemukan makna baru dan tujuan hidup meski dengan kondisi kronisnya, serta menghubungkannya dengan kelompok pendukung (support group) pasien muda dengan kondisi serupa untuk mengurangi perasaan terisolasi.
Article No. 24808 | 31 Mar 2026
Klinis : Mrs. Siti, a 75-year-old woman, is admitted to the hospital with complaints of chronic pain in her lower back and joints. She has a history of osteoarthritis and hypertension. Mrs. Siti reports difficulty performing activities of daily living due to her pain, which has been progressively worsening over the past year. Assessment: Nursing assessment reveals a limited range of motion, joint stiffness, and increased blood pressure readings. Mrs. Siti’s pain is rated 7 out of 10 on the scale. Vital signs are within normal limits except for elevated blood pressure.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Kronis
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang berlangsung atau berulang selama lebih dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Deskripsi: Tindakan keperawatan untuk meminimalkan atau meringankan nyeri. Intervensi ini mencakup: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif meliputi lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas serta faktor presipitasi. 2) Mengobservasi petunjuk non-verbal dari ketidaknyamanan, terutama pada pasien yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik. 3) Memastikan pemberian analgesik sesuai resep dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 4) Mengajarkan dan mendukung penggunaan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri seperti distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing, terapi musik, atau aplikasi panas/dingin. 5) Melakukan reposisi dan mobilisasi pasien dengan teknik yang tepat untuk meningkatkan kenyamanan. 6) Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri, rencana pengobatan, dan tujuan pengendalian nyeri. 7) Mengevaluasi dan mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi pengurangan nyeri. Pada kasus Mrs. Siti, intervensi ini akan fokus pada penilaian nyeri osteoartritisnya yang kronis, memastikan regimen obat nyeri (mungkin OAINS dengan pertimbangan hipertensi) diberikan dengan tepat, serta mengajarkan teknik pengalihan dan modifikasi aktivitas untuk mengatasi nyeri saat melakukan ADL.
Kode SIKI: 080101
Deskripsi : Kemampuan Mengontrol Nyeri. Kriteria hasil: Pasien menunjukkan kemampuan dalam mengontrol nyeri. Indikator yang dapat diobservasi meliputi: 1) Pasien mampu melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala nyeri turun dari 7 menjadi ≤4, misalnya). 2) Pasien mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang dipelajari untuk mengatasi nyeri. 3) Pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan gangguan nyeri yang minimal. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan (peningkatan tekanan darah akibat nyeri dapat terkontrol). 5) Ekspresi wajah dan bahasa tubuh menunjukkan kenyamanan (tidak meringis, tidak gelisah). 6) Pasien melaporkan peningkatan kualitas tidur dan istirahat. 7) Pasien mengungkapkan pemahaman tentang rencana manajemen nyeri jangka panjang. Untuk Mrs. Siti, hasil yang diharapkan adalah ia dapat melaporkan penurunan skala nyeri, menunjukkan penggunaan teknik relaksasi atau distraksi saat nyeri meningkat, dan mampu melakukan aktivitas perawatan diri dengan lebih mandiri karena nyeri yang lebih terkendali.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433