Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24087 | 16 Feb 2026
Klinis : Pasien mengatakan demam naik turun dan kedua kaki bengkak disertai BAK berbusa dan keruh. Mengeluh perut terasa begah, sesak hilang timbul, sesak bertambah saat perut terasa begah, Riwayat mengonsumsi alkohol dan obat keras sejak lama, SpO2 93%, hippalbumin
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Sindrom Nefrotik dengan Gagal Ginjal Kronik dan Malnutrisi, disertai Gagal Jantung Kongestif dan Ketergantungan Zona
Kode ICD-10: N04.9 (Sindrom Nefrotik, tidak ditentukan) & N18.9 (Penyakit ginjal kronik, tidak ditentukan) & E43 (Malnutrisi energi-protein berat tidak ditentukan) & I50.9 (Gagal jantung, tidak ditentukan) & F19.20 (Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan multipel obat dan penggunaan zat psikoaktif lainnya, sindrom ketergantungan, tidak ditentukan)
Deskripsi Singkat : Deskripsi klinis mengarah pada komplikasi ginjal dan sistemik berat akibat penyakit ginjal kronik yang diperburuk oleh faktor toksik (alkohol/obat keras) dan malnutrisi. Gejala utama seperti edema (kaki bengkak), proteinuria berat (BAK berbusa), hipoalbuminemia, dan sesak (kemungkinan akibat efusi pleura atau gagal jantung) sangat khas untuk Sindrom Nefrotik (N04.9). Kondisi ini telah berkembang menjadi Penyakit Ginjal Kronik stadium lanjut (N18.9). Perut begah dan sesak yang memburuk bersamaan mengindikasikan kemungkinan asites dan gagal jantung kongestif (I50.9) sebagai komplikasi. Status gizi buruk (E43) ditunjukkan oleh temuan hippalbumin (hipoalbuminemia). Riwayat penggunaan alkohol dan obat keras yang lama menunjukkan sindrom ketergantungan zat (F19.20) sebagai faktor penyebab atau komorbid signifikan. Kode-kode ini merepresentasikan spektrum penyakit sistemik yang saling terkait, dimulai dari kerusakan ginjal yang menyebabkan kebocoran protein masif, penurunan albumin darah, edema, dan beban volume yang berujung pada komplikasi kardiovaskular dan nutrisi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24089 | 16 Feb 2026
Klinis : ketidakstabilan kadar glukosa darah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Risiko fluktuasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Pengendalian Glukosa Darah
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Pemantauan Glukosa Darah
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI - Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Kode SDKI 0007 dengan label "Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah" didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana individu berisiko atau sedang mengalami variasi kadar glukosa darah yang tidak terkendali, baik ke arah hiperglikemia (gula darah tinggi) maupun hipoglikemia (gula darah rendah), yang dapat mengancam kesehatan. Defisinya merujuk pada faktor-faktor yang menyebabkan kondisi ini, seperti pengetahuan yang kurang tentang manajemen diabetes, ketidakpatuhan terhadap terapi (diet, obat, aktivitas fisik), proses penyakit (misalnya infeksi, stres), atau ketidakmampuan dalam memantau tanda dan gejala fluktuasi glukosa. Diagnosa ini bersifat aktual atau risiko, dan menjadi fokus utama perawat untuk mencegah komplikasi akut seperti ketoasidosis diabetik, sindrom hiperglikemik hiperosmolar, atau syok hipoglikemik yang dapat berakibat fatal.
Luaran Keperawatan (SLKI - Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Kode SLKI 1401 "Pengendalian Glukosa Darah" adalah luaran yang diharapkan dimana pasien mampu mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan. Indikator luaran ini mencakup perilaku dan kondisi klinis, seperti: kadar glukosa darah puasa dan 2 jam postprandial dalam rentang normal/target, tidak adanya episode hipoglikemia atau hiperglikemia berat, pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi glukosa darah, serta kepatuhan terhadap rencana terapi. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah stabilitas metabolik, pencegahan komplikasi, dan peningkatan kualitas hidup pasien. Pencapaian luaran ini dinilai secara bertahap, dari status yang memburuk, berat, sedang, ringan, hingga tercapai dengan baik.
Intervensi Keperawatan (SIKI - Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Kode SIKI 4410 "Pemantauan Glukosa Darah" merupakan intervensi inti untuk menangani diagnosa ketidakstabilan glukosa darah. Deskripsi intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat, antara lain: (1) Mengajarkan dan memfasilitasi pasien/keluarga untuk melakukan pemantauan glukosa darah mandiri dengan teknik yang benar, termasuk cara menggunakan glukometer, pencatatan hasil, dan penanganan alat. (2) Memantau dan mencatat tanda-tanda vital serta gejala-gejala hipoglikemia (lemas, berkeringat, gemetar, lapar, penurunan kesadaran) dan hiperglikemia (poliuria, polidipsi, polifagi, lemas, mual). (3) Melakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan glukosa darah sesuai indikasi dan protokol. (4) Menginterpretasikan hasil pemantauan glukosa darah dan melaporkan temuan yang abnormal kepada tim kesehatan. (5) Mengkorelasikan hasil glukosa darah dengan asupan makanan, aktivitas fisik, dan pengobatan yang diterima pasien. (6) Memberikan pendidikan kesehatan tentang penyesuaian pola makan, aktivitas, dan obat berdasarkan hasil pemantauan. (7) Memastikan ketersediaan dan kesiapan alat penanganan darurat hipoglikemia (seperti glucagon kit atau makanan sumber gula sederhana). Intervensi ini bersifat kolaboratif dan edukatif, bertujuan tidak hanya untuk memantau tetapi juga memberdayakan pasien menjadi mitra aktif dalam mengelola kondisinya, sehingga ketidakstabilan dapat dikendalikan dan luaran pengendalian glukosa darah (SLKI 1401) dapat tercapai.
-
Article No. 24090 | 16 Feb 2026
Klinis : kESIAPAN PERSALINAN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: