Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24375 | 09 Mar 2026
Klinis : DEFISIT PERAWATAN DIRI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Perawatan Diri
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri adalah keadaan ketika individu mengalami atau berisiko mengalami ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri (mandi/higiene, berpakaian/berdandan, makan, toileting) secara mandiri dan memadai untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan kesejahteraannya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gangguan fisik (seperti kelemahan, nyeri, keterbatasan gerak), gangguan kognitif (seperti penurunan kesadaran, demensia, kebingungan), gangguan psikologis (seperti depresi, kurang motivasi), atau hambatan lingkungan. Dampaknya sangat luas, mulai dari menurunnya harga diri dan rasa malu, meningkatnya risiko infeksi dan luka kulit (seperti dekubitus), malnutrisi, dehidrasi, hingga penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Perawat berperan kritis dalam mengkaji penyebab yang mendasari, memberikan bantuan sesuai kebutuhan, memfasilitasi kemandirian semaksimal mungkin, dan mendidik pasien serta keluarganya untuk mengelola perawatan diri dengan aman dan efektif.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : SLKI L.1.1.1 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri mandi/higiene pasien. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat menunjukkan peningkatan dalam membersihkan tubuhnya secara mandiri atau dengan bantuan minimal, mempertahankan integritas kulit, dan melaporkan perasaan nyaman serta segar. Indikator pencapaiannya meliputi: pasien mampu mengidentifikasi bagian tubuh yang perlu dibersihkan; menggunakan air dan sabun dengan suhu yang tepat; melakukan gerakan membersihkan yang aman (misalnya, duduk di kursi mandi jika lemah); mengeringkan tubuh dengan benar, terutama area lipatan; serta memakai pakaian bersih dan kering. Perawat akan memfasilitasi dengan menyediakan alat bantu (kursi mandi, pegangan, spons panjang), mengatur lingkungan yang aman dan privat, serta memberikan panduan dan dukungan fisik sesuai tingkat kemampuan pasien. Pencapaian luaran ini secara signifikan mengurangi risiko infeksi, meningkatkan sirkulasi kulit, dan memperkuat rasa percaya diri serta kesejahteraan psikologis pasien.
Kode SIKI: I.1.1.1
Deskripsi : SIKI I.1.1.1 adalah intervensi keperawatan spesifik untuk membantu pasien memenuhi kebutuhan kebersihan diri dan kenyamanan. Intervensi ini dilaksanakan melalui serangkaian tindakan yang terstruktur dan berpusat pada pasien. Pertama, perawat mengkaji tingkat ketergantungan, kekuatan, rentang gerak, preferensi, dan hambatan yang dialami pasien. Kedua, perawat mempersiapkan lingkungan yang hangat, aman dari lantai licin, dan menjamin privasi. Ketiga, perawat menyediakan semua perlengkapan mandi (sabun, shampoo, handuk, pakaian ganti) dan alat bantu yang diperlukan dalam jangkauan pasien. Selama proses mandi, perawat memberikan instruksi yang jelas dan bertahap, mendorong partisipasi aktif pasien sesuai kemampuannya, dan memberikan bantuan fisik hanya untuk area yang benar-benar tidak dapat dijangkau oleh pasien. Perawat juga melakukan observasi terhadap kondisi kulit (warna, turgor, adanya lesi) selama memandikan. Setelah selesai, perawat membantu mengeringkan tubuh dengan menepuk-nepuk (tidak menggosok), memberikan lotion jika kulit kering, dan membantu berpakaian. Intervensi ini selalu disertai dengan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang teknik mandi yang aman, pentingnya kebersihan kulit dalam pencegahan infeksi, serta cara menggunakan alat bantu. Pendekatan yang menghormati dan empatik selama intervensi sangat penting untuk menjaga martabat pasien.
-
Article No. 24376 | 09 Mar 2026
Klinis : NYERI PADA HIPERTENSI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: NYERI PADA HIPERTENSI
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Pada pasien hipertensi, nyeri (terutama nyeri kepala yang berat, nyeri dada, atau nyeri punggung) dapat menjadi manifestasi dari peningkatan tekanan darah yang signifikan atau komplikasi seperti krisis hipertensi, diseksi aorta, atau iskemia jantung. Nyeri juga dapat menjadi faktor stres yang memperburuk tekanan darah, menciptakan siklus yang memperparah kondisi. Diagnosa ini menekankan pada respons individu terhadap sensasi nyeri yang dialami dalam konteks penyakit hipertensi, yang memerlukan manajemen komprehensif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Luaran yang diharapkan adalah nyeri pasien teratasi atau terkontrol. Kriteria luaran mencakup: (1) Skala nyeri menurun (dibuktikan dengan laporan verbal pasien atau skala penilaian nyeri), (2) Perilaku nyeri menurun (seperti wajah meringis, gelisah, postur melindungi area nyeri), (3) Tanda fisiologis terkait nyeri menurun (seperti tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas kembali ke rentang normal atau baseline pasien), (4) Pasien mampu menunjukkan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, dan (5) Pasien melaporkan peningkatan kenyamanan. Pada konteks hipertensi, luaran ini sangat kritis karena pengendalian nyeri berhubungan langsung dengan penurunan respons stres simpatis yang dapat menurunkan tekanan darah. Pemantauan tekanan darah menjadi bagian integral dari evaluasi keberhasilan manajemen nyeri, karena penurunan nyeri diharapkan berkorelasi dengan stabilitas hemodinamik.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : Manajemen Nyeri Akut. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan keperawatan untuk meringankan atau menghilangkan nyeri akut. Penjelasan rinci intervensi mencakup: (1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif meliputi lokasi, intensitas (menggunakan skala yang valid), karakter, durasi, faktor pencetus dan pereda, serta pengaruhnya terhadap fungsi dan tekanan darah. (2) Pantau tanda-tanda vital, khususnya tekanan darah dan denyut nadi, sebelum, selama, dan setelah intervensi nyeri, karena nyeri dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang berbahaya pada pasien hipertensi. (3) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dokter dengan mempertimbangkan interaksi obat dengan regimen antihipertensi dan memantau efek samping. (4) Lakukan intervensi non-farmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam, distraksi, terapi musik, atau kompres hangat/dingin sesuai indikasi untuk mengurangi ketegangan dan ansietas yang memperberat nyeri dan hipertensi. (5) Atur posisi pasien untuk meningkatkan kenyamanan dan sirkulasi. (6) Edukasi pasien dan keluarga tentang hubungan antara nyeri, stres, dan tekanan darah, serta pentingnya melaporkan nyeri segera untuk mencegah krisis hipertensi. (7) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. (8) Evaluasi efektivitas intervensi nyeri secara berkala dan sesuaikan pendekatan berdasarkan respons pasien. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan farmakologis dan non-farmakologis dengan pemantauan ketat terhadap status kardiovaskular, mengingat kondisi dasar hipertensi yang rentan terhadap fluktuasi akibat nyeri.
-
Article No. 24377 | 09 Mar 2026
Klinis : TERAPEUTIK NYERI PADA HIPERTENSI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Terapeutik Nyeri pada Hipertensi
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Nyeri
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Medikasi
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI - 0028: Nyeri Akut): Definisi dari SDKI adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dan durasi kurang dari 3 bulan. Pada konteks pasien hipertensi, nyeri akut dapat muncul sebagai gejala komorbid (misalnya sakit kepala akibat peningkatan tekanan darah yang signifikan) atau sebagai kondisi penyerta lainnya. Penting untuk dicatat bahwa nyeri sendiri dapat memicu respons stres, melepaskan katekolamin yang menyebabkan vasokonstriksi dan peningkatan denyut jantung, sehingga berpotensi memperburuk kondisi hipertensi. Oleh karena itu, manajemen nyeri pada pasien hipertensi bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga sebagai bagian integral dari pengendalian tekanan darah. Diagnosa ini menekankan pada pengalaman subjektif pasien, sehingga asesmen yang komprehensif meliputi lokasi, durasi, kualitas, intensitas (menggunakan skala), dan faktor pencetus serta peredanya menjadi sangat krusial.
Luaran Keperawatan (SLKI - 1400: Manajemen Nyeri): SLKI ini didefinisikan sebagai tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi oleh individu. Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan adalah terkontrol atau terkelolanya nyeri akut pada pasien. Indikator pencapaiannya meliputi: pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (seperti relaksasi atau distraksi), melaporkan penurunan intensitas nyeri sesuai skala yang diukur, menunjukkan tanda-tanda vital yang stabil (terutama tekanan darah dan denyut nadi yang tidak meningkat akibat nyeri), serta tampak lebih tenang dan mampu beristirahat atau beraktivitas dengan lebih nyaman. Pada pasien hipertensi, pencapaian luaran ini memiliki dampak ganda: mengurangi penderitaan dan sekaligus membantu menstabilkan tekanan darah dengan memutus siklus nyeri-stres-hipertensi. Perawat akan memantau pencapaian luaran ini melalui evaluasi berkala terhadap laporan nyeri pasien dan parameter fisiologis.
Intervensi Keperawatan (SIKI - 4410: Manajemen Medikasi): SIKI ini didefinisikan sebagai pemberian obat-obatan yang diresepkan dan pemantauan terhadap respons pasien terhadap pemberian obat tersebut. Dalam menangani nyeri akut pada pasien hipertensi, intervensi ini menjadi sangat spesifik dan memerlukan kehati-hatian. Tindakan keperawatan meliputi: 1) Pemberian Obat Analgesik: Melakukan pemberian obat pereda nyeri sesuai resep dokter dengan memperhatikan jenis obat. Pemilihan analgesik mempertimbangkan kondisi hipertensi (misalnya, menghindari NSAID tertentu yang dapat mempengaruhi tekanan darah atau fungsi ginjal pada pasien hipertensi tertentu). 2) Pemantauan dan Edukasi: Memantau efektivitas obat (penurunan skala nyeri) dan efek sampingnya (seperti sedasi, pusing, atau efek gastrointestinal). Memantau tanda-tanda vital, khususnya tekanan darah, sebelum dan sesudah pemberian obat untuk mengidentifikasi pengaruh nyeri atau obat terhadap tekanan darah. 3) Kolinergik dan Edukasi: Mengajarkan pasien tentang tujuan pengobatan, dosis, jadwal, dan efek samping yang perlu diwaspadai. Menekankan pentingnya melaporkan nyeri yang tidak terkontrol dan tidak mengonsumsi obat tambahan tanpa konsultasi, terutama obat bebas yang mungkin mengandung zat yang dapat meningkatkan tekanan darah. 4) Kolaborasi: Berkolaborasi dengan dokter jika obat yang diberikan tidak efektif atau menimbulkan efek yang tidak diinginkan terhadap profil tekanan darah pasien. Intervensi ini bersifat komprehensif, menggabungkan keterampilan teknis pemberian obat dengan aspek pemantauan kritis dan edukasi untuk memastikan terapi nyeri yang aman dan efektif, sekaligus mendukung terapi utama hipertensi pasien.
-
Article No. 24378 | 09 Mar 2026
Klinis : Pasien anak usia 5 tahun 11 bulan dengan keluhan ibu anaknya kadang selera makannya buruk, jangan mau makan, kalau makan lambat sekali. Kognitif anak baik, motorik maupun sensorik. Anak dulu speech delay dan baru lancar bicara usia 4 tahun. Anak cadel dan gigi ompong. Anak sekarang sedang TK bermain. Mampu bersosialisasi baik dengan teman-teman dan mengikuti kegiatan pembelajaran. Anak mampu diarahkan. Vaksin hanya sampai usia 1,5 tahun Lk: 49 cm Lp: 52 cm Lila: 16 cm Pb: 106cm Bb: 17kg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Diagnosis keperawatan ini ditegakkan berdasarkan data bahwa pasien anak memiliki selera makan yang buruk, menolak makan, dan proses makan yang sangat lambat. Meskipun status gizi (berdasarkan berat badan 17 kg dan tinggi badan 106 cm untuk usia 5 tahun 11 bulan berada dalam batas normal-bawah), pola perilaku makan yang dilaporkan oleh ibu merupakan faktor risiko utama yang dapat menyebabkan asupan nutrisi menjadi tidak adekuat untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Riwayat vaksinasi yang tidak lengkap juga dapat menjadi indikator tidak optimalnya perhatian terhadap aspek kesehatan preventif, yang mungkin berkorelasi dengan pola asuh nutrisi. Data lingkar lengan atas (Lila) 16 cm termasuk dalam kategori normal, namun perlu pemantauan berkelanjutan mengingat pola makan yang bermasalah.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah Kebutuhan Nutrisi Terpenuhi. Pada pasien ini, tujuan spesifiknya adalah anak menunjukkan peningkatan perilaku makan yang adekuat, ditandai dengan: peningkatan frekuensi dan jumlah asupan makanan sesuai kebutuhan usia, berkurangnya penolakan saat waktu makan, durasi makan yang lebih efisien (tidak terlalu lambat), serta pertumbuhan (berat badan dan tinggi badan) yang tetap mengikuti jalur kurva pertumbuhan yang sesuai. Selain itu, orang tua (ibu) mampu mendeskripsikan jenis, porsi, dan frekuensi makanan yang sesuai untuk anak, serta menerapkan strategi untuk mengatasi kesulitan makan anak. Pemenuhan nutrisi juga akan mendukung perkembangan kognitif dan motorik yang sudah baik, serta kemampuan sosialisasinya di sekolah.
Kode SIKI: I.1.1.1; I.1.1.2; I.1.1.5; I.1.1.6; I.1.1.7; I.1.1.8; I.1.1.9; I.1.1.10; I.1.1.11
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang komprehensif meliputi: 1) **Manajemen Nutrisi (I.1.1.1)**: Memantau asupan dan keluaran nutrisi, mencatat pola makan, dan menilai kesukaan makanan. 2) **Konsultasi Gizi (I.1.1.2)**: Merujuk atau berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menilai kebutuhan kalori dan zat gizi mikro, serta menyusun menu yang menarik dan sesuai. 3) **Modifikasi Perilaku (I.1.1.5)**: Memberikan pujian saat anak mau makan, tidak memaksa, dan menciptakan lingkungan makan yang menyenangkan tanpa distraksi (seperti TV atau gadget). 4) **Manajemen Lingkungan (I.1.1.6)**: Menata tempat makan yang nyaman, menggunakan peralatan makan dengan gambar/corak yang disukai anak. 5) **Pendidikan Kesehatan (I.1.1.7)**: Mengedukasi ibu tentang pentingnya nutrisi seimbang, porsi kecil tapi sering, dan tekstur makanan yang sesuai (mengingat gigi ompong dan kemungkinan kesulitan mengunyah). 6) **Dukungan Keluarga (I.1.1.8)**: Melibatkan ibu dan anggota keluarga lain untuk konsisten dalam pendekatan saat makan, serta memberikan dukungan emosional kepada ibu yang mungkin stres menghadapi perilaku makan anak. 7) **Manajemen Waktu Makan (I.1.1.9)**: Menetapkan jadwal makan teratur (3 kali utama dan 2 kali selingan) dengan durasi maksimal 30 menit per sesi makan. 8) **Peningkatan Nafsu Makan (I.1.1.10)**: Menganjurkan aktivitas fisik sebelum makan untuk merangsang lapar, dan menyajikan makanan dengan tampilan yang berwarna-warni dan menarik. 9) **Pemantauan Pertumbuhan (I.1.1.11)**: Melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. Selain itu, perlu intervensi tambahan terkait **Edukasi Imunisasi** untuk mengejar ketertinggalan vaksinasi sebagai bagian dari upaya kesehatan holistik. Pendekatan harus memperhatikan riwayat speech delay dan kondisi cadel, memastikan tidak ada masalah oromotor yang tersisa yang mempengaruhi proses mengunyah dan menelan, serta memanfaatkan kemampuan kognitif dan sosialisasi anak yang baik untuk proses edukasi.
-
Article No. 24379 | 09 Mar 2026
Klinis : Pasien anak usia 5 tahun 11 bulan dengan keluhan ibu anaknya kadang selera makannya buruk, jangan mau makan, kalau makan lambat sekali. Kognitif anak baik, motorik maupun sensorik. Anak dulu speech delay dan baru lancar bicara usia 4 tahun. Anak cadel dan gigi ompong. Anak sekarang sedang TK bermain. Mampu bersosialisasi baik dengan teman-teman dan mengikuti kegiatan pembelajaran. Anak mampu diarahkan. Vaksin hanya sampai usia 1,5 tahun Lk: 49 cm Lp: 52 cm Lila: 16 cm Pb: 106cm Bb: 17kg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan atau penurunan berat badan, ketidakseimbangan nutrisi, atau perubahan nilai laboratorium terkait nutrisi yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI: Status Nutrisi Dipertahankan. Tujuan akhir dari keperawatan adalah agar status nutrisi pasien dapat dipertahankan dalam batas normal atau membaik. Pada kasus anak ini, SLKI difokuskan pada pencapaian dan pemeliharaan status gizi yang adekuat sesuai usia, ditandai dengan peningkatan atau stabilisasi berat badan pada trajectory pertumbuhan yang diharapkan, peningkatan nafsu makan, dan peningkatan asupan nutrisi yang adekuat. Kriteria hasilnya meliputi: 1) Peningkatan berat badan sesuai dengan kurva pertumbuhan (BB/TB atau BB/U), 2) Lingkar lengan atas (LILA) dalam kategori normal (>13,5 cm), 3) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan harian, 4) Penurunan keluhan orang tua tentang kesulitan makan dan kecepatan makan, serta 5) Anak menunjukkan tanda-tanda klinis kecukupan nutrisi seperti energi yang cukup untuk beraktivitas dan kulit yang sehat.
Kode SIKI: I.12120
Deskripsi : SIKI: Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan ini melibatkan pemberian dukungan nutrisi melalui modifikasi diet, pendidikan, dan konseling untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Penjelasan rinci untuk kasus anak usia 5 tahun 11 bulan ini meliputi: 1) **Monitoring dan Assesmen Komprehensif**: Memantau berat badan, tinggi badan, LILA, dan lingkar kepala secara berkala. Menganalisis pola makan, riwayat pemberian makan, preferensi makanan, dan perilaku selama makan. Data antropometri pasien (BB 17 kg, PB 106 cm, Lila 16 cm) perlu diplot pada kurva WHO untuk menentukan status gizinya (diduga normal tetapi perlu dipantau trennya). 2) **Kolaborasi dengan Ahli Gizi**: Bekerjasama untuk menghitung kebutuhan kalori, protein, dan mikronutrien harian anak berdasarkan usia, berat badan, dan tingkat aktivitas. Merencanakan menu dengan porsi kecil namun sering, padat nutrisi, dan tekstur yang sesuai (mengingat gigi ompong). 3) **Intervensi Perilaku dan Lingkungan Makan**: Menciptakan lingkungan makan yang tenang, menyenangkan, bebas distraksi (seperti TV/gadget). Menerapkan jadwal makan teratur (3 kali utama dan 2 kali selingan) dengan durasi makan yang wajar (misal 30 menit). Menggunakan peralatan makan yang menarik dan porsi yang tidak menakutkan. Mendorong kemandirian makan sesuai kemampuan. 4) **Edukasi dan Dukungan kepada Orang Tua**: Memberikan penjelasan tentang pentingnya nutrisi untuk tumbuh kembang dan daya tahan tubuh, terutama terkait status imunisasi yang belum lengkap. Melatih orang tua teknik pemberian makan yang positif (tanpa paksaan, ancaman, atau iming-iming berlebihan). Memberikan informasi tentang pilihan makanan bergizi yang disukai anak dan cara mengatasi kebosanan makanan. Menekankan pentingnya kelengkapan imunisasi dan hubungannya dengan kesehatan umum dan nafsu makan. 5) **Stimulasi dan Kerjasama Interdisiplin**: Karena riwayat speech delay dan cadel, kolaborasi dengan terapis wicara mungkin diperlukan untuk menilai apakah ada masalah oromotor yang mempengaruhi proses mengunyah dan menelan, sehingga menyebabkan makan lambat. Memberikan stimulasi melalui aktivitas yang meningkatkan koordinasi otot mulut. 6) **Pemantauan Tumbuh Kembang**: Memantau pencapaian perkembangan lainnya (kognitif, motorik, sosial) yang dari data sudah baik, sebagai indikator tidak langsung bahwa masalah nutrisi belum berdampak sistemik namun perlu diintervensi agar tidak memburuk. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan aspek biologis (kebutuhan nutrisi, status gigi), perilaku (kebiasaan makan), perkembangan (riwayat speech delay), dan lingkungan (dukungan keluarga).
-
Article No. 24380 | 09 Mar 2026
Klinis : pasien dengan penurunan kesadaran RPD:riwayat transfusi darah 4 kantong 2 minggu yang lalu, batu empedu 2 tahun yang lalu , riwayat batu ginjal, dan stroke 2 tahun yang lalu KU lemah, GCS E3V2M4 TD:220/110 N;119 S:36,2 RR:21 SPO2:97 Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA +/+ Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK +/+ WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik ,motorik 2/2, sensorik sde Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik motorik 2/2, sensorik sde Status Neurologis Sensorik sde motorik sde Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-) Nistagmus: (-) NIHSS: 33 FR: riwayat stroke, jantung Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - cemas: - Komorbid: lab 08/03/26 hb 13.44 eritrosit 5.37 hmt 41.3 lekosit 9.12 trombosit 229 Na 135 K 4.6 Cl 103 Ca2+ 1.1 pH 7.59 GDS 133 SGOT 54 SGPT 30 ur 40.7 kr 0.82 CT scan Kesan : - Infark cerebri di periventrikel lateralis bilateral - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebeli Ro thorax Kesan : - Pulmo normal - Cardiomegali
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E3V2M4=9) pada Infark Cerebri dengan Hipertensi Emergensi
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Penurunan Kesadaran didefinisikan sebagai keadaan berkurangnya kemampuan seseorang untuk menerima rangsangan dari lingkungan dan memberikan respons yang sesuai, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Pada kasus ini, pasien dengan GCS 9 (E3V2M4) termasuk dalam kategori penurunan kesadaran sedang. Kondisi ini disebabkan oleh infark cerebri bilateral yang luas (NIHSS 33 menunjukkan defisit neurologis berat) dan diperberat oleh krisis hipertensi (TD 220/110 mmHg). Mekanisme patofisiologinya melibatkan gangguan perfusi dan iskemia jaringan otak, edema serebri, serta peningkatan tekanan intrakranial yang mengganggu fungsi sistem aktivasi retikularis batang otak dan korteks serebri. Faktor risiko yang mendukung adalah riwayat stroke sebelumnya, kemungkinan penyakit jantung (cardiomegali), dan riwayat transfusi yang dapat berkontribusi pada keadaan hiperkoagulasi.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Tingkat Kesadaran Membaik. Luaran ini menargetkan perbaikan status kesadaran pasien menuju GCS 15 (sadar penuh dan berorientasi). Kriteria hasilnya meliputi: 1) Peningkatan skor GCS, khususnya komponen verbal dan motorik; 2) Kemampuan memberikan respons yang sesuai terhadap perintah verbal dan rangsangan nyeri; 3) Pemulihan orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu; serta 4) Penurunan tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala atau muntah proyektil. Pencapaian luaran ini bergantung pada keberhasilan penanganan penyebab primer (mengontrol tekanan darah, terapi stroke iskemik akut jika memungkinkan, dan manajemen edema otak) serta pencegahan komplikasi sekunder seperti infeksi, hipoksia, atau ketidakseimbangan elektrolit yang dapat memperburuk kesadaran.
Kode SIKI: I.05295
Deskripsi : Pemantauan Tingkat Kesadaran. Intervensi ini melibatkan pengamatan sistematis dan kontinu terhadap status neurologis pasien. Kegiatan spesifik meliputi: 1) Pemeriksaan Glasgow Coma Scale (GCS) secara berkala (setiap 1-2 jam atau sesuai protokol) dengan pencatatan yang akurat untuk komponen mata (E), verbal (V), dan motorik (M). 2) Pemantauan tanda-tanda vital (TD, N, RR, S, SpO2) karena fluktuasinya dapat mempengaruhi perfusi serebral. Tekanan darah yang sangat tinggi (220/110) memerlukan penurunan bertahap dan terkontrol untuk mencegah iskemia lebih lanjut. 3) Observasi ukuran pupil (isokor 3mm/3mm), reaksi cahaya (+/+), dan pergerakan bola mata untuk mendeteksi tanda herniasi batang otak. 4) Pemantauan pola napas (RR 21) untuk identifikasi pola pernapasan patologis seperti Cheyne-Stokes atau neurogenik hiperventilasi. 5) Observasi respons motorik dan sensorik ekstremitas (motorik 2/2, sensorik sde) untuk mendeteksi perubahan atau defisit baru. 6) Kolaborasi dalam pemantauan tekanan intrakranial jika diperlukan. 7) Dokumentasi temuan secara komprehensif dan pelaporan segera setiap penurunan GCS ≥2 poin atau perubahan neurologis fokal. Intervensi ini juga mencakup edukasi keluarga tentang tanda-tanda yang perlu diperhatikan dan pentingnya stimulasi sensorik yang tepat.
-
Article No. 24381 | 09 Mar 2026
Klinis : pasien dengan penurunan kesadaran RPD:riwayat transfusi darah 4 kantong 2 minggu yang lalu, batu empedu 2 tahun yang lalu , riwayat batu ginjal, dan stroke 2 tahun yang lalu KU lemah, GCS E3V2M4 Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA +/+ Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK +/+ WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik ,motorik 2/2, sensorik sde Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik motorik 2/2, sensorik sde Status Neurologis Sensorik sde motorik sde Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-) Nistagmus: (-) NIHSS: 33 FR: riwayat stroke, jantung Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - cemas: - Komorbid: lab 08/03/26 hb 13.44 eritrosit 5.37 hmt 41.3 lekosit 9.12 trombosit 229 Na 135 K 4.6 Cl 103 Ca2+ 1.1 pH 7.59 GDS 133 SGOT 54 SGPT 30 ur 40.7 kr 0.82 CT scan Kesan : - Infark cerebri di periventrikel lateralis bilateral - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebeli Ro thorax Kesan : - Pulmo normal - Cardiomegali
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Gangguan Kesadaran) pada Pasien Pasca Stroke Infark dengan Komorbid
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan respon individu terhadap rangsangan lingkungan yang dapat bervariasi dari kebingungan hingga koma, ditandai dengan perubahan status mental, penurunan skor GCS, dan ketidakmampuan mempertahankan perhatian.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kesadaran membaik. Ditandai dengan: 1) Skor GCS meningkat atau mencapai maksimal (15); 2) Respon terhadap rangsangan verbal dan nyeri sesuai; 3) Orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu membaik; 4) Kemampuan mengikuti perintah sederhana; 5) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan kesadaran. Kegiatan meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan status neurologis (GCS, pupil, tanda vital) secara berkala; 2) Mempertahankan jalan napas paten dan oksigenasi adekuat; 3) Memposisikan pasien dengan posisi kepala agak tinggi 30 derajat (kecuali kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran darah serebral; 4) Memberikan rangsangan sensorik yang terarah (auditori, taktil) dengan memperkenalkan diri, menyebutkan nama, tempat, dan waktu setiap berinteraksi; 5) Menghindari overstimulasi dengan memberikan lingkungan tenang; 6) Melindungi pasien dari cedera (pemasangan pengaman tempat tidur, menghindari restraint); 7) Melakukan mobilisasi bertahap sesuai toleransi untuk mencegah komplikasi tirah baring; 8) Kolaborasi pemberian terapi sesuai program medis (farmakologi, fisioterapi); 9) Edukasi keluarga tentang cara berkomunikasi dan merangsang pasien dengan aman.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan ketidakadekuatan nutrisi dan oksigen untuk memenuhi kebutuhan metabolik jaringan otak.
Kode SLKI: L.09002
Deskripsi : Perfusi serebral tetap adekuat. Ditandai dengan: 1) Status neurologis stabil atau membaik (GCS, NIHSS); 2) Tanda vital dalam rentang normal yang dapat diterima; 3) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat, mual, muntah proyektil; 4) Fungsi kognitif dan sensorimotor membaik atau tidak memburuk.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan perfusi serebral. Kegiatan meliputi: 1) Memantau status neurologis (GCS, pupil, kekuatan motorik) dan skor NIHSS secara ketat dan berkala; 2) Memantau dan mempertahankan tanda vital, terutama tekanan darah, dalam parameter target yang ditetapkan (biasanya tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah); 3) Mempertahankan posisi kepala agak tinggi 15-30 derajat dengan alignment tulang belakang leher yang baik; 4) Menghindari manuver valsava, batuk berlebihan, dan fleksi/ekstensi leher berlebihan; 5) Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit (memantau asupan-output, nilai laboratorium Na, K); 6) Memberikan oksigenasi adekuat sesuai kebutuhan; 7) Mengurangi stimulasi lingkungan yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (cahaya, suara); 8) Kolaborasi dalam pemberian terapi farmakologi sesuai program (seperti antihipertensi, neuroprotektor); 9) Memantau hasil pemeriksaan penunjang (CT scan ulang jika diperlukan).
Kondisi: Risiko Disfungsi Neuromuskuloskeletal
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko kerusakan atau gangguan pada sistem saraf, otot, dan rangka yang dapat mengakibatkan keterbatasan mobilitas, kelemahan, atau paralisis.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Fungsi neuromuskuloskeletal membaik. Ditandai dengan: 1) Kekuatan otot membaik atau kembali normal; 2) Rentang gerak sendi dalam batas normal/fungsional; 3) Tidak terjadi kontraktur atau atrofi otot; 4) Kemampuan melakukan aktivitas fungsional sehari-hari meningkat.
Kode SIKI: I.10001
Deskripsi : Intervensi untuk mencegah disfungsi neuromuskuloskeletal. Kegiatan meliputi: 1) Melakukan asesmen kekuatan otot (skala 0-5) dan tonus otot secara berkala; 2) Melakukan latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM) pasif pada ekstremitas yang lemah dan aktif-assistif pada yang kuat; 3) Memposisikan pasien dengan posisi anatomi dan alignment tubuh yang benar, menggunakan bantal untuk penyangga; 4) Mengubah posisi pasien secara teratur setiap 2 jam; 5) Mengaplikasikan alat bantu seperti splint atau bantal untuk mencegah foot drop dan kontraktur; 6) Melakukan mobilisasi dini bertahap (dari baring, duduk di tepi tempat tidur, berdiri, hingga ambulasi sesuai toleransi dan kondisi neurologis); 7) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program latihan yang terstruktur; 8) Memantau dan mencegah komplikasi imobilisasi seperti DVT (dengan ROM, stocking elastis) dan dekubitus (dengan perawatan kulit dan perubahan posisi).
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat menyebabkan respons imun dan mengganggu homeostasis tubuh.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Infeksi tidak terjadi. Ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal; 2) Tidak ada tanda-tanda inflamasi lokal (kemerahan, bengkak, nyeri, panas, pus) atau sistemik (demam, leukositosis); 3) Hasil kultur negatif; 4) Luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Intervensi untuk mencegah infeksi. Kegiatan meliputi: 1) Menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik ketat dalam semua prosedur invasif (perawatan luka, suction, kateter); 2) Mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien; 3) Memantau tanda-tanda infeksi (suhu, leukosit, karakter sputum/urin) setiap hari; 4) Melakukan perawatan kebersihan diri pasien (oral hygiene, perawatan kulit) secara rutin; 5) Melakukan fisioterapi dada (jika kondisi memungkinkan) dan suction untuk mencegah pneumonia aspirasi dan pneumonia hipostatik; 6) Mengelola alat invasif (seperti kateter urine, NGT) dengan perawatan yang tepat dan mencabut segera jika tidak diperlukan; 7) Memberikan nutrisi adekuat untuk mendukung sistem imun; 8) Mengkolaborasikan pemberian antibiotik profilaksis jika diindikasikan; 9) Membatasi pengunjung yang sakit dan menggunakan APD jika diperlukan.
-
Article No. 24382 | 09 Mar 2026
Klinis : dada ampeg, sesak berkurang KU lemah, CM TD : 122/79 HR : 92 RR : 17 S : 36.1 SPO2 :99 on O2 NK JVP 5+2 RBH -/- WHZ -/- edem +/+ Na 139 K 4.9 Cl 108 CKMB 21
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah keadaan dimana volume darah yang dipompa oleh ventrikel per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh atau kebutuhan perfusi jaringan. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara adekuat, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti gangguan kontraktilitas miokard, perubahan preload atau afterload, atau gangguan irama jantung. Pada pasien dengan kondisi gagal jantung, penurunan curah jantung seringkali merupakan masalah utama yang mendasari berbagai manifestasi klinis.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : SLKI L.03102 berfokus pada Pemantauan Curah Jantung. Tujuan dari kriteria hasil ini adalah untuk memastikan bahwa status hemodinamik pasien dipantau secara ketat dan berkelanjutan untuk mendeteksi dini adanya penurunan atau perubahan yang signifikan. Implementasinya melibatkan pengukuran dan pencatatan parameter-parameter vital yang berkaitan langsung dengan fungsi pompa jantung, seperti tekanan darah (TD: 122/79), denyut jantung (HR: 92), dan saturasi oksigen (SPO2: 99% dengan O2). Pengamatan terhadap tanda-tanda klinis seperti kelemahan (KU lemah), sesak napas (dada ampeg, sesak berkurang), dan peningkatan tekanan vena jugularis (JVP 5+2) juga merupakan bagian integral dari pemantauan ini. Parameter laboratorium seperti elektrolit (Na 139, K 4.9, Cl 108) dan enzim jantung (CKMB 21) turut memberikan informasi pendukung tentang lingkungan metabolik dan adanya kemungkinan kerusakan miokard. Pemantauan yang cermat memungkinkan perawat untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan dan melakukan penyesuaian rencana keperawatan sesuai kebutuhan.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : SIKI I.08021 adalah Intervensi Manajemen Curah Jantung. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang terencana dan sistematis untuk mengoptimalkan volume darah, kontraktilitas miokard, dan pengurangan beban kerja jantung, sehingga tujuan akhirnya adalah meningkatkan curah jantung. Tindakan spesifik yang dilakukan berdasarkan kondisi pasien meliputi: 1) Memantau status hemodinamik dan pernapasan secara ketat (TD, HR, RR, SPO2, JVP, keluhan sesak). 2) Mengatur posisi pasien untuk memfasilitasi pernapasan dan sirkulasi, seperti posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi. 3) Mengelola terapi oksigen sesuai order (pada kasus ini, O2 nasal kanul dengan hasil SPO2 99%) dan memantau efektivitasnya. 4) Membatasi aktivitas fisik sesuai toleransi pasien (mengingat KU lemah) untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard dan mencegah kelelahan. 5) Memantau keseimbangan cairan dengan ketat melalui balance cairan, pemantauan berat badan harian, dan tanda-tanda kelebihan cairan seperti edema (edem +/+) dan peningkatan JVP. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi farmakologis sesuai resep (seperti diuretik, inotropik, vasodilator) dan memantau efek serta efek sampingnya. 7) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya pembatasan asupan garam, pemantauan gejala memburuk, dan istirahat yang cukup. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan aspek teknis pemantauan dengan aspek perawatan langsung dan edukasi, yang semuanya ditujukan untuk mendukung fungsi jantung yang optimal dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
-
Article No. 24383 | 09 Mar 2026
Klinis : pasien penurunan kesadaran RPD: HT (+), stroke hemiparese (S) KU lemah, GCS E2V2M3 TD: 119/77 HR: 120 RR: 38 S: 36.2 Spo2: 97% on O2 NK Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm Deviasi lidah sde Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK +/+ min WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas motorik 3/1, sensorik sde Ext Bawah motorik 3/1, sensorik sde Status Neurologis Sensorik sde motorik lateralisasi dextra Refleks fisiologis: +3/+1 // +2/+2 Refleks patologis: (-) Nistagmus: (-) NIHSS: 19 FR: riwayat stroke, jantung Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - cemas: - Komorbid: hipertensi lab 07/03/26 hb 14.94 eritrosit 5.39 hmt 45.9 lekosit 13.17 trombosit 317 Na 147 K 4.0 Cl 113 Ca2+ 1.3 pH 7.34 GDS 160 ureum 52.9 kreatinin 0.81 Thorax: Kesan : - Bronchopneumonia - Besar cor normal CT scan Kesan : - Infark cerebri di periventrikel lateralis bilateral - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E2V2M3) pada Pasien dengan Infark Cerebri dan Bronchopneumonia
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi serebral berhubungan dengan gangguan suplai darah otak (infark cerebri) dan peningkatan kebutuhan metabolik (demam, infeksi).
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran stabil atau membaik (GCS tidak menurun), 2) Tanda vital dalam batas yang dapat diterima (TD, HR, RR), 3) Tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial yang baru (misalnya, pupil isokor dan reaktif seperti pada pasien ini), 4) Fungsi neurologis fokal tidak memburuk. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah mencegah penurunan lebih lanjut dan mempertahankan kondisi neurologis yang stabil. Parameter seperti GCS, ukuran dan reaksi pupil, serta tanda vital (terutama pola pernapasan) akan dimonitor ketat. Peningkatan suhu tubuh dan infeksi bronchopneumonia menjadi faktor risiko yang harus dikelola karena dapat meningkatkan kebutuhan oksigen otak dan memperburuk edema serebral.
Kode SIKI: I.09059
Deskripsi : 1) Memonitor dan mendokumentasikan tingkat kesadaran (GCS) secara berkala, minimal setiap 2-4 jam atau sesuai protokol, termasuk respons mata (E), verbal (V), dan motorik (M). 2) Memonitor dan mendokumentasikan tanda-tanda neurologis fokal: kekuatan motorik (saat ini 3/1), deviasi lidah, refleks patologis, serta tanda peningkatan TIK seperti sakit kepala, muntah proyektil, atau perubahan pupil. 3) Memonitor dan mendokumentasikan tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) secara ketat. Takipnea (RR 38) dan takikardia (HR 120) dapat mencerminkan kompensasi terhadap hipoksia serebral atau respons terhadap infeksi dan demam. 4) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena serebral. 5) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan (Spo2 97% dengan O2) dan terapi medis untuk mengelola infeksi (bronchopneumonia), hiperglikemia (GDS 160), dan keseimbangan elektrolit (Na 147). 6) Meminimalkan stimulasi yang tidak perlu, ciptakan lingkungan tenang. 7) Melakukan perawatan dengan teknik yang tidak meningkatkan tekanan intrakranial (misalnya, menghindari manuver valsava). 8) Kolaborasi dalam pemantauan hasil pemeriksaan penunjang seperti CT scan ulang atau laboratorium. Intervensi ini bertujuan untuk mengoptimalkan suplai oksigen ke otak, mengurangi beban metabolik, dan mendeteksi dini setiap perubahan status neurologis.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penurunan refleks batuk dan menelan (disfagia - disingkirkan namun perlu waspada), serta adanya sekret berlebih akibat bronchopneumonia.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Jalan napas tetap paten dan bersih, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih (ronkhi basah saat ini "+/+"), 2) Tidak ada sianosis, 3) Saturasi oksigen dalam batas normal (≥95%), 4) Tidak ada tanda distress pernapasan yang meningkat. Pada pasien dengan penurunan kesadaran dan kelemahan otot, kemampuan untuk membersihkan sekret secara mandiri sangat terbatas. Adanya bronchopneumonia memperberat kondisi karena produksi sputum yang meningkat. Tujuan SLKI adalah mempertahankan jalan napas yang bersih dan mencegah komplikasi seperti atelektasis atau pneumonia yang lebih berat. Pemantauan suara napas, frekuensi dan irama pernapasan (RR 38), serta saturasi oksigen menjadi indikator kunci.
Kode SIKI: I.06015
Deskripsi : 1) Auskultasi suara napas setiap 4-8 jam untuk mendeteksi adanya penumpukan sekret (ronkhi/wheezing). 2) Memonitor frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan. Takipnea (RR 38) dapat merupakan tanda kompensasi atau distress. 3) Memonitor saturasi oksigen secara berkala dengan pulse oximetry. 4) Melakukan fisioterapi dada (chest physiotherapy) seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage sesuai kondisi dan toleransi pasien. 5) Melakukan suction atau penghisapan lendir dari jalan napas atas (orofaring/nasofaring) bila diperlukan, dengan teknik steril dan hati-hati untuk mencegah stimulasi berlebihan. 6) Posisikan pasien dengan posisi semi fowler atau miring untuk memudahkan drainase sekret dan ekspansi paru. 7) Kolaborasi pemberian nebulizer atau obat bronkodilator sesuai program dokter. 8) Ajarkan keluarga untuk mengenali tanda sumbatan jalan napas (suara napas grok-grok, sesak). Intervensi ini sangat krusial mengingat kombinasi antara gangguan neurologis dan infeksi pernapasan akut pada pasien.
Kondisi: Risiko Disfungsi Neuromuskuler dan Mobilitas Fisik Terganggu
Kode SDKI: D.0067
Deskripsi Singkat: Risiko disfungsi neuromuskuler dan mobilitas fisik terganggu berhubungan dengan kelemahan hemiparese (motorik 3/1), penurunan kesadaran, dan tirah baring lama.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Fungsi neuromuskuler dan mobilitas fisik optimal sesuai kondisi, ditandai dengan: 1) Tidak terjadi kontraktur sendi, 2) Kekuatan otot tidak semakin menurun, 3) Tidak terjadi komplikasi imobilisasi seperti dekubitus atau trombosis vena dalam (DVT), 4) Rentang gerak sendi dipertahankan. Pasien dengan stroke hemiparese dan GCS rendah sangat rentan terhadap komplikasi imobilisasi. Tujuan SLKI adalah mempertahankan integritas kulit, mencegah kontraktur, dan mempertahankan fungsi neuromuskuler yang masih ada. Pencegahan DVT juga penting mengingat adanya kelemahan ekstremitas dan imobilisasi, walaupun dalam data disebutkan "-", pencegahan tetap harus dilakukan.
Kode SIKI: I.09029
Deskripsi : 1) Melakukan latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM) pasif pada ekstremitas yang lemah dan aktif pada yang sehat, minimal 2x sehari. 2) Mengatur posisi tubuh dengan alignment yang benar, menggunakan bantal untuk penyangga. Ubah posisi secara teratur setiap 2 jam. 3) Melakukan perawatan kulit dengan cermat, menjaga kebersihan dan kekeringan, terutama pada area tekanan (tumit, sakrum, scapula). 4) Mengaplikasikan alat bantu pencegahan DVT seperti stockings elastis (anti emboli stockings) atau alat kompresi pneumatik intermiten sesuai protokol. 5) Kolaborasi pemberian antikoagulan profilaksis DVT jika diindikasikan. 6) Memposisikan ekstremitas dalam posisi fungsional (misalnya, tangan tidak dalam posisi fleksi berlebihan, kaki netral). 7) Melakukan stimulasi sensorik dan motorik ringan sesuai respon pasien. Intervensi ini bersifat preventif untuk meminimalkan dampak negatif dari imobilisasi jangka panjang dan mendukung proses rehabilitasi neurologis di masa yang akan datang.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Risiko infeksi berhubungan dengan adanya port de entri (jalan napas akibat pneumonia, mungkin pemasangan infus), penurunan kesadaran, dan status imun yang mungkin terganggu.
Kode SLKI: L.25001
Deskripsi : Infeksi tidak terjadi atau terkontrol, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda infeksi (demam, lekositosis) menurun atau tidak muncul, 2) Hasil pemeriksaan penunjang (seperti radiologi) menunjukkan perbaikan, 3) Tidak muncul infeksi baru (misalnya, ISK, infeksi luka). Pasien sudah memiliki infeksi aktif yaitu bronchopneumonia (lekosit 13.17) dan berisiko tinggi untuk infeksi lainnya seperti pneumonia nosokomial, infeksi saluran kemih (dari kateter jika terpasang), atau sepsis. Tujuan SLKI adalah mengontrol infeksi yang sudah ada dan mencegah infeksi sekunder.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : 1) Memonitor tanda-tanda infeksi: suhu tubuh (saat ini 36.2, perlu diwaspadai peningkatan), jumlah leukosit, karakter sputum, dan warna urine. 2) Menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik ketat dalam semua prosedur invas
Article No. 24384 | 09 Mar 2026
Klinis : S/ pasien rujukan dari RS PKU Muhammadiyah Sragen dengan penurunan kesadaran sejak 2 hari yang lalu, sulit diajak komunikasi, mual (-), muntah (-), sesak napas (-), nyeri dada (-), terdapat luka di kaki kiri RPD: DM dan stroke O/ KU cukup, GCS E1V2M2 TD: 102/63 mmhg HR: 109x/m RR: 20 x/m SB: 36,1C SpO2: 98% on room air Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor +/+ 3mm/3mm Thorax svd +/+, RBH -/-, RBK +/+, WHZ -/- Abdomen Supel , BU (+) , NT(-) Ext akral dungin +/+, crt > 3 detik , edem -/-, motoric sde
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Penurunan kesadaran adalah keadaan berkurangnya kemampuan seseorang untuk berespons terhadap rangsangan dari lingkungan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Pada pasien ini, kondisi ini ditandai dengan GCS E1V2M2 (total 5), yang mengindikasikan penurunan kesadaran berat (stupor atau koma). Pasien sulit diajak komunikasi dan memiliki riwayat stroke, yang merupakan faktor risiko utama untuk gangguan neurologis ini. Penurunan kesadaran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk komplikasi stroke baru, gangguan metabolik (seperti hipoglikemia atau ketoasidosis diabetik), infeksi sistemik, atau peningkatan tekanan intrakranial. Kondisi ini merupakan ancaman langsung terhadap kehidupan karena dapat menyebabkan kegagalan fungsi protektif jalan napas, aspirasi, dan gangguan fungsi vital lainnya. Perawat perlu memantau dan mempertahankan fungsi vital, melindungi jalan napas, dan mengidentifikasi penyebab yang mendasari secara kolaboratif.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : SLKI 0901 berfokus pada pemantauan status neurologis untuk mendeteksi perubahan secara dini. Pada pasien ini, implementasinya meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan tingkat kesadaran (GCS: Eye, Verbal, Motor) secara berkala (setiap 1-2 jam atau sesuai protokol) untuk mendeteksi perburukan atau perbaikan. 2) Memantau ukuran, kesamaan, dan reaksi pupil terhadap cahaya (pupil isokor 3mm/3mm, reaksi positif). 3) Mengobservasi tanda-tanda vital (TD, HR, RR, Suhu, SpO2) untuk mengidentifikasi ketidakstabilan yang berkaitan dengan gangguan neurologis atau sistemik. 4) Memantau fungsi motorik dan sensorik ekstremitas (dari data: motoric sde perlu diklarifikasi lebih lanjut). 5) Memantau tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala, muntah proyektil, atau perubahan pola napas. Pemantauan yang ketat dan teratur sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas terapi dan menentukan kebutuhan intervensi lebih lanjut.
Kode SIKI: 0901
Deskripsi : SIKI 0901 mencakup tindakan pemantauan neurologis yang spesifik. Tindakan yang dilakukan perawat meliputi: 1) Menilai GCS (E1V2M2) dengan alat yang valid dan konsisten, mencatat setiap komponen secara terpisah. 2) Memeriksa pupil menggunakan penlight dalam ruangan redup, mencatat ukuran (dalam mm), bentuk, kesamaan (isokor), dan kecepatan reaksi terhadap cahaya. 3) Memeriksa tanda-tanda vital (TD 102/63 mmHg, HR 109x/m, RR 20x/m, Suhu 36.1°C, SpO2 98%) dan mencatatnya pada grafik pemantauan neurologis. 4) Melakukan pemeriksaan neurologis fokal sederhana seperti kekuatan genggaman, mengangkat tungkai, dan respons terhadap nyeri (misalnya, tekanan kuku). 5) Memposisikan kepala pasien sedikit elevasi (30 derajat) jika tidak ada kontraindikasi, untuk memfasilitasi drainase vena dan menurunkan tekanan intrakranial. 6) Mempertahankan lingkungan yang tenang untuk menghindari stimulasi berlebihan yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial. 7) Berkolaborasi dalam pemberian terapi oksigen jika diperlukan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 8) Mendokumentasikan semua temuan secara akurat dan komprehensif untuk komunikasi tim kesehatan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Risiko infeksi adalah keadaan di mana individu rentan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan. Pada pasien ini, faktor risiko utama adalah adanya luka di kaki kiri. Luka merupakan port de entri bagi mikroorganisme. Risiko ini diperberat oleh kondisi dasar pasien, yaitu Diabetes Mellitus (DM), di mana hiperglikemia dapat mengganggu fungsi sel darah putih (leukosit) dan sirkulasi, sehingga menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan menyembuhkan luka. Selain itu, status imobilisasi akibat penurunan kesadaran dan riwayat stroke dapat meningkatkan risiko infeksi lain seperti pneumonia aspirasi dan infeksi saluran kemih. Tanda vital seperti suhu 36.1°C masih normal, namun takikardia (HR 109x/m) bisa menjadi tanda awal respons sistemik terhadap stres atau infeksi. Tujuan keperawatan adalah mencegah terjadinya infeksi dengan mengendalikan faktor risiko dan memantau tanda-tanda dini infeksi.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : SLKI 2001 bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi melalui pengendalian faktor risiko. Implementasinya pada pasien ini meliputi: 1) Melindungi pasien dari paparan patogen dengan menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik ketat, terutama saat melakukan perawatan luka. 2) Mempertahankan integritas kulit dan membran mukosa dengan perawatan kulit yang baik, perubahan posisi teratur (reposisi) untuk mencegah dekubitus, dan perawatan mulut. 3) Memantau tanda-tanda vital, khususnya suhu tubuh, untuk mendeteksi demam sebagai indikator infeksi. 4) Memantau karakteristik luka di kaki kiri (seperti kemerahan, bengkak, nyeri, panas, adanya pus/drainase, dan bau) setiap kali melakukan perawatan. 5) Meningkatkan pertahanan alamiah tubuh dengan memastikan kebutuhan nutrisi dan hidrasi terpenuhi, serta mengendalikan kadar gula darah secara kolaboratif. 6) Mencegah infeksi nosokomial dengan cuci tangan yang benar sebelum dan setelah kontak dengan pasien.
Kode SIKI: 4208
Deskripsi : SIKI 4208 berfokus pada tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi. Tindakan spesifik yang dilakukan perawat adalah: 1) Melakukan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau handrub berbasis alkohol sesuai 5 momen WHO. 2) Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai (sarung tangan steril) saat melakukan perawatan luka. 3) Melakukan perawatan luka di kaki kiri dengan teknik aseptik: membersihkan luka dengan larutan antiseptik yang sesuai, membalut dengan balutan steril, dan mendokumentasikan kondisi luka. 4) Melakukan reposisi pasien minimal setiap 2 jam untuk mencegah tekanan pada kulit dan meningkatkan sirkulasi. 5) Melakukan perawatan kebersihan diri pasien (mandi di tempat tidur) untuk menjaga kebersihan kulit. 6) Memantau dan mendokumentasikan suhu tubuh secara teratur. 7) Melakukan perawatan mulut untuk mencegah stomatitis dan pneumonia aspirasi. 8) Mengajarkan (jika pasien dapat berespons) atau menginformasikan kepada keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi. 9) Berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian antibiotik profilaksis atau terapi jika diperlukan.
Kondisi: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Perfusi perifer tidak efektif adalah keadaan dimana penurunan suplai darah ke ekstremitas mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen dan nutrisi pada tingkat jaringan. Pada pasien ini, kondisi ini ditandai dengan temuan ekstremitas akral dingin (+/+), capillary refill time (CRT) > 3 detik, dan adanya luka di kaki kiri. CRT yang memanjang merupakan indikator langsung dari perlambatan aliran darah kapiler. Faktor penyebabnya multifaktorial: 1) Riwayat Diabetes Mellitus yang dapat menyebabkan angiopati perifer dan neuropati, 2) Kemungkinan dehidrasi atau syok (ditunjukkan oleh tekanan darah 102/63 mmHg yang cenderung rendah dan takikardia 109x/m sebagai kompensasi), 3) Imobilisasi akibat penurunan kesadaran yang mengurangi pompa otot betis (sirkulasi vena), dan 4) Riwayat stroke yang mungkin mempengaruhi regulasi vasomotor sentral. Perfusi yang buruk akan memperlambat penyembuhan luka dan meningkatkan risiko nekrosis jaringan serta infeksi.
Kode SLKI: 0802
Deskripsi : SLKI 0802 bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan perfusi jaringan perifer. Implementasi pada pasien ini meliputi: 1) Memantau status perfusi perifer dengan menilai warna kulit, suhu, CRT, dan denyut nadi perifer (seperti dorsalis pedis dan tibialis posterior) secara berkala. 2) Mempertahankan atau meningkatkan curah jantung dengan memastikan kecukupan cairan intravaskuler melalui pemberian cairan intravena sesuai kolaborasi. 3) Melindungi ekstremitas dari cedera lebih lanjut, terutama area yang sudah memiliki luka dan perfusi buruk. 4) Meningkatkan aliran darah vena dengan melakukan mobilisasi pasif (range of motion/ROM) pada ekstremitas jika kondisi pasien memungkinkan, atau elevasi ekstremitas bawah (kecuali jika ada kontraindikasi seperti edema berat atau kondisi arteri). 5) Memantau tanda-tanda vital untuk menilai status hemodinamik secara keseluruhan. 6) Memantau karakteristik luka sebagai indikator tidak langsung dari kecukupan perfusi.
Kode SIKI: 0801
<
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433