Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24398 | 10 Mar 2026
Klinis : hipertensi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang pakar keperawatan, saya akan menyajikan diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien dengan hipertensi.
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi untuk Pasien Hipertensi
Kondisi hipertensi merupakan faktor risiko signifikan untuk berbagai komplikasi kardiovaskular. Oleh karena itu, penanganan keperawatan berfokus pada pencegahan komplikasi, stabilisasi hemodinamik, dan edukasi pasien untuk manajemen diri. Berdasarkan kondisi pasien dengan hipertensi, diagnosa keperawatan yang paling relevan dan prioritas adalah Risiko Penurunan Curah Jantung, mengingat dampak langsung hipertensi terhadap beban kerja jantung dan potensi disfungsi miokard.
1. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
SDKI adalah panduan sistematis untuk mengidentifikasi dan menamai masalah kesehatan pasien yang dapat diatasi melalui intervensi keperawatan. Diagnosa ini menjadi dasar perencanaan asuhan keperawatan.
Kode
Diagnosa Keperawatan
Definisi
Faktor Risiko Terkait Hipertensi
D.0005
Risiko Penurunan Curah Jantung
Berisiko mengalami ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
- Peningkatan afterload: Hipertensi menyebabkan peningkatan resistensi vaskular sistemik (SVR), memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
- Peningkatan preload: Dapat terjadi pada hipertensi dengan retensi cairan.
- Penurunan kontraktilitas: Hipertensi kronis dapat menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri dan pada akhirnya disfungsi miokard.
- Perubahan frekuensi/irama jantung: Hipertensi dapat memicu aritmia atau takikardia kompensasi.
Penjelasan:
Diagnosa "Risiko Penurunan Curah Jantung" sangat relevan pada pasien hipertensi karena tekanan darah tinggi secara kronis meningkatkan beban kerja jantung (afterload). Jantung harus memompa lebih keras melawan resistensi yang lebih tinggi di pembuluh darah. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri (pembesaran otot jantung) dan pada akhirnya disfungsi diastolik atau sistolik, yang mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Pencegahan komplikasi ini adalah fokus utama asuhan keperawatan.
2. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)
SLKI adalah kriteria hasil yang diharapkan setelah dilakukan intervensi keperawatan. Luaran ini bersifat terukur dan menjadi indikator keberhasilan asuhan keperawatan.
Kode
Luaran Keperawatan
Definisi
Kriteria Hasil (Setelah Intervensi)
L.02008
Curah Jantung
Keadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Pasien menunjukkan perbaikan curah jantung dengan kriteria sebagai berikut (skala 1-5, dari menurun/memburuk ke meningkat/membaik):
- Kekuatan nadi perifer meningkat.
- Palpitasi menurun.
- Bradikardia/takikardia menurun.
- Gambaran EKG aritmia menurun.
- Lelah menurun.
- Edema menurun.
- Distensi vena jugularis menurun.
- Dispnea menurun.
- Tekanan darah (sistolik dan diastolik) membaik.
- Indeks Jantung membaik.
- Ejection Fraction membaik (jika diukur).
Penjelasan:
Luaran "Curah Jantung" dipilih karena secara langsung mengukur efisiensi fungsi pompa jantung. Kriteria hasil yang tertera mencakup indikator hemodinamik (tekanan darah, nadi), gejala subjektif (lelah, palpitasi, dispnea), dan tanda-tanda objektif (edema, distensi vena jugularis, gambaran EKG) yang semuanya mencerminkan status curah jantung dan perfusi jaringan. Perbaikan pada kriteria ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan telah efektif dalam mengelola risiko penurunan curah jantung akibat hipertensi.
Article No. 24399 | 10 Mar 2026
Klinis : Tn. Budi (45 tahun) bekerja sebagai operator mesin di pabrik tekstil, telah bekerja selama 20 tahun dan merokok 2 bungkus per hari sejak usia remaja, jarang olahraga, dan sering makan makanan tinggi lemak karena kebiasaan di lingkungan kerja. Ia tidak pernah memeriksakan kesehatan secara rutin karena merasa “kuat” dan tidak mau ambil cuti. Istrinya (Ny. Sinta) sering mengeluh Budi mudah lelah dan kadang nyeri dada, namun Budi mengabaikannya. Keluarga memiliki riwayat ayah Budi meninggal karena serangan jantung di usia 55 tahun. Saat ini Budi mengeluh sesak napas setelah bekerja berat, namun tetap menolak ke dokter.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Kardiak Output dan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Regimen Terapeutik
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Penurunan kardiak output teratasi dengan kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk klien, 2) Nadi perifer dapat teraba dan kuat, 3) Kulit hangat dan kering, 4) Pernapasan reguler dan tidak ada sesak napas, 5) Haluaran urine adekuat, 6) Status mental baik (tenang dan kooperatif).
Kode SIKI: I.01220
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan atau meningkatkan kardiak output dengan tindakan: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) dan status pernapasan (adanya sesak, sianosis). 2) Auskultasi bunyi jantung dan paru. 3) Monitor status hemodinamik (nadi perifer, pengisian kapiler, warna dan suhu kulit). 4) Monitor intake dan output cairan. 5) Monitor status mental dan tingkat kesadaran. 6) Kolaborasi pemberian terapi oksigen jika diperlukan. 7) Anjurkan tirah baring atau aktivitas sesuai toleransi. 8) Ajarkan klien dan keluarga untuk melaporkan gejala seperti nyeri dada, palpitasi, pusing, dan sesak napas.
Kondisi: Risiko Penurunan Kardiak Output dan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Regimen Terapeutik
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Pola dimana individu mengalami atau berisiko mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan program pengobatan ke dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai tujuan kesehatan.
Kode SLKI: L.18001
Deskripsi : Manajemen regimen terapeutik efektif dengan kriteria hasil: 1) Mengungkapkan kesadaran akan kebutuhan manajemen terapeutik, 2) Mengungkapkan kesadaran terhadap faktor risiko yang dimiliki, 3) Melaporkan peningkatan kemampuan dalam mengelola regimen terapeutik, 4) Memodifikasi gaya hidup untuk menurunkan faktor risiko, 5) Mematuhi program terapeutik yang direncanakan.
Kode SIKI: I.15002
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan kemampuan klien dalam mengelola program pengobatan dan perubahan gaya hidup dengan tindakan: 1) Identifikasi persepsi klien tentang penyakit, pengobatan, dan faktor risiko. 2) Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang kondisi kesehatan, faktor risiko (merokok, diet, kurang aktivitas, riwayat keluarga), dan konsekuensinya. 3) Ajarkan tentang tanda dan gejala yang perlu dilaporkan (nyeri dada, sesak napas, kelelahan ekstrem). 4) Bantu klien mengidentifikasi hambatan dalam mematuhi regimen terapeutik (misal: kepercayaan diri berlebihan, tuntutan kerja, kebiasaan lama). 5) Bantu klien dan keluarga untuk merencanakan modifikasi gaya hidup yang realistis (pengurangan rokok, pola makan, aktivitas fisik). 6) Libatkan keluarga (istri) sebagai pendukung dalam proses perubahan. 7) Rujuk ke tenaga kesehatan lain (dokter, ahli gizi) sesuai kebutuhan. 8) Berikan reinforcement positif atas setiap usaha perubahan yang dilakukan klien.
Article No. 24400 | 10 Mar 2026
Klinis : pasien dengan penurunan kesadaran RPD:riwayat transfusi darah 4 kantong 2 minggu yang lalu, batu empedu 2 tahun yang lalu , riwayat batu ginjal, dan stroke 2 tahun yang lalu KU lemah, GCS E3V2M4 TD: 135/90 HR: 132 RR: 32 S: 36.6 Spo2: 99% Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA +/+ Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK +/+ WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik Status Neurologis Sensorik sde motorik sde Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-) Nistagmus: (-) NIHSS: 33 --> 30 FR: riwayat stroke, jantung Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - cemas: - Komorbid: lab 08/03/26 hb 13.44 eritrosit 5.37 hmt 41.3 lekosit 9.12 trombosit 229 Na 135 K 4.6 Cl 103 Ca2+ 1.1 pH 7.59 GDS 133 SGOT 54 SGPT 30 ur 40.7 kr 0.82 CT scan Kesan : - Infark cerebri di periventrikel lateralis bilateral - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebeli Ro thorax Kesan : - Pulmo normal - Cardiomegali
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah yang mengancam kehidupan ke otak, yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis ireversibel. Kondisi ini sangat relevan mengingat pasien memiliki riwayat stroke dan temuan CT scan menunjukkan infark cerebri (stroke iskemik) baru di periventrikel lateralis bilateral. GCS E3V2M4=9 menunjukkan penurunan kesadaran yang signifikan, dan NIHSS 30 mengindikasikan defisit neurologis yang sangat berat. Tekanan darah 135/90 dan frekuensi jantung 132 (takikardia) dapat menjadi upaya kompensasi tubuh untuk mempertahankan perfusi otak, namun juga dapat menjadi tanda ketidakstabilan hemodinamik. Hiperventilasi (RR 32) dengan pH 7.59 (alkalosis respiratorik) sering terjadi pada peningkatan tekanan intrakranial atau sebagai respons terhadap hipoksia jaringan otak, yang semakin memperkuat diagnosis ini.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran (GCS) stabil atau membaik menuju nilai normal (15). 2) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien (misalnya, tekanan darah tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah yang dapat memperburuk perfusi, frekuensi jantung mendekati normal). 3) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat yang progresif atau muntah proyektil yang mengindikasikan peningkatan tekanan intrakranial. 4) Fungsi neurologis fokal (seperti yang diukur dengan NIHSS) stabil tanpa deteriorasi lebih lanjut. 5) Pernapasan dalam pola dan frekuensi normal, dengan analisis gas darah menunjukkan keseimbangan asam-basa yang adekuat. Tujuan jangka pendek adalah mencegah perluasan area infark dan melindungi jaringan otak yang masih sehat (penumbra) dengan memastikan suplai oksigen dan nutrisi yang adekuat.
Kode SIKI: I.05241
Deskripsi : 1) Memonitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan setiap jam atau sesuai protokol, termasuk GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, dan tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial. 2) Memonitor dan mencatat tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) serta saturasi oksigen (SpO2) secara teratur. 3) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 4) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan SpO2 > 95%. 5) Mengatur pemberian cairan intravena secara ketat sesuai program dokter untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit serta tekanan darah yang adekuat (misalnya, menjaga tekanan darah rata-rata/ MAP yang optimal untuk perfusi serebral). 6) Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai resep seperti antihipertensi, antiplatelet/antikoagulan, atau neuroprotektor. 7) Menjaga lingkungan tenang, mengurangi stimulasi yang tidak perlu, dan menghindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (seperti batuk kuat, mengejan, fleksi leher). 8) Memberikan edukasi dan dukungan emosional kepada keluarga mengenai kondisi pasien dan tujuan intervensi yang dilakukan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Pada pasien dengan penurunan kesadaran (GCS 9), refleks batuk dan kemampuan menelan sangat mungkin terganggu, meningkatkan risiko aspirasi sekret, saliva, atau makanan/minuman. Meskipun saat ini RR 32 dan SpO2 99%, pola napas yang cepat dan dangkal (didukung oleh adanya alkalosis respiratorik) dapat menjadi tanda awal kompensasi terhadap hipoksia atau akibat dari iritasi jalan napas oleh sekret yang tertahan. Riwayat stroke dan temuan cardiomegali pada thorax juga merupakan faktor risiko untuk gangguan fungsi pernapasan dan penumpukan sekret.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Jalan napas tetap paten, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih (vesikuler) tanpa suara tambahan seperti wheezing, ronki, atau stridor. 2) Frekuensi dan irama napas dalam rentang normal sesuai usia. 3) Saturasi oksigen (SpO2) dipertahankan dalam rentang normal (>95%) tanpa bantuan oksigen atau dengan bantuan minimal. 4) Tidak terdapat sekret yang menyumbat jalan napas (jalan napas bersih). 5) Analisis gas darah menunjukkan nilai dalam batas normal. Tujuan utamanya adalah mencegah komplikasi hipoksia, atelektasis, dan pneumonia aspirasi yang dapat memperburuk kondisi neurologis dan sistemik pasien.
Kode SIKI: I.05006
Deskripsi : 1) Menilai status pernapasan (irama, kedalaman, usaha napas) dan suara napas secara berkala. 2) Memonitor saturasi oksigen secara terus menerus. 3) Melakukan fisioterapi dada dan jalan napas sesuai indikasi (seperti postural drainage, perkusi, dan vibrasi) dengan hati-hati mengingat kondisi neurologis akut. 4) Melakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas secara steril dan tepat indikasi berdasarkan adanya suara sekret atau penurunan saturasi. 5) Mempertahankan posisi semi-fowler atau lateral jika memungkinkan untuk mencegah aspirasi dan memudahkan ekspansi dada. 6) Kolaborasi pemberian terapi oksigen dan nebulizer sesuai program. 7) Melakukan oral hygiene secara teratur untuk mengurangi risiko infeksi dan aspirasi bakteri dari mulut. 8) Mengajarkan dan mendorong keluarga untuk melaporkan segera jika pasien terlihat sesak atau terdapat suara napas yang abnormal.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0067
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat membahayakan kesehatan, akibat dari faktor internal seperti penurunan kesadaran dan defisit neurologis. Pasien dengan GCS 9 (terutama komponen motorik M4: hanya menarik anggota gerak dari nyeri) memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk melindungi diri, mengubah posisi, atau merespons bahaya lingkungan. Nilai NIHSS yang sangat tinggi (30) mengindikasikan kelemahan atau kelumpuhan yang luas pada sisi tubuh, meningkatkan risiko jatuh dari tempat tidur, trauma, atau terpeleset. Disorientasi dan penurunan kesadaran juga dapat menyebabkan pasien menarik alat-alat infus atau selang lainnya.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien terbebas dari cedera, ditandai dengan: 1) Tidak terdapat tanda-tanda trauma fisik seperti memar, lecet, luka, atau fraktur. 2) Kulit utuh tanpa tanda tekanan (dekubitus). 3) Semua alat penunjang terpasang dengan aman dan tidak tercabut secara tidak sengaja. 4) Lingkungan perawatan aman dan bebas dari bahaya yang dapat menyebabkan cedera. Tujuan keperawatan adalah menciptakan lingkungan yang aman secara fisik dan pengawasan yang ketat untuk mencegah segala bentuk cedera tambahan yang dapat memperparah kondisi pasien.
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : 1) Menggunakan pengaman tempat tidur (side rail) yang selalu terpasang dalam posisi terangkat, terutama saat perawat atau keluarga tidak berada di samping pasien. 2) Mempertimbangkan penggunaan sarung tangan tanpa jari (mitten) atau alat restraint yang sangat hati-hati dan sesuai protokol (sebagai upaya terakhir) untuk mencegah pencabutan infus atau selang NGT. 3) Menempatkan bel pemanggil dan barang-barang kebutuhan pasien dalam jangkauan yang aman. 4) Memastikan lingkungan sekitar tempat tidur bersih, rapi, tidak licin, dan pencahayaan cukup. 5) Melakukan perubahan posisi pasien secara teratur dan aman (setiap 2 jam) dengan teknik yang benar untuk mencegah dekubitus dan kontraktur. 6) Selalu mengunci roda kursi atau tempat tidur sebelum memindahkan atau merawat pasien. 7) Menggunakan bantalan pelindung (seperti di tumit dan siku) untuk area tulang yang menonjol. 8) Memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya tidak meninggalkan pasien sendirian, cara memanggil bantuan, dan bahaya-bahaya yang perlu diwaspadai.
Article No. 24401 | 10 Mar 2026
Klinis : dada ampeg berkurang, sesak berkurang, nyeri ulu hati, sesak napas berkurang, batuk jarang, demam (-)(+) KU lemah, CM TD : 112/70 HR : 93 x/m RR : 20 x/m S : 36.3 SPO2 : 100% on O2 NK JVP 5+2 RBH -/- WHZ -/- edem -/- Na 139 K 4.9 Cl 108 CKMB 21 D-dimer: 1128.0 Status generalis Mata CA -/-, SI -/-, pupil isokor 3mm/3mm, RC +/+, Refleks kornea (+/+) mulut : trismus - leher : kaku kuduk - Thorax SDV +/+ rh -/-, wh -/-, cor S1-S2 reguler, BJ (-) Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext akral hangat (+/+), edem -/- Darah Rutin Hemoglobin 16.2 Eritrosit 7.04 Hematokrit 52.7 Index Eritrosit MCV 74.9 MCH 23 MCHC 30.7 Lekosit 6.62 Trombosit 158 RDW-CV 15.35 MPV 9.54 Hitung Jenis Neutrofil 64.4 Limfosit 17.1 Monosit 13.5 Eosinofil 3.61 Basofil 1.3 Total Neutrofil 4.26 Total Lymphosit 1.14 Total Monosit 0.89 Total Eosinofil 0.24 Total Basofil 0.09 Gol. Darah (A B O) KIMIA KLINIK ELEKTROLIT Natrium (Na) 134 Kalium (K) 7 Chlorida (Cl) 103 Calsium (Ca2+) 1 pH 7.5 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 164 Fungsi Hati Bilirubin Total 1.5 AST (SGOT) 71 ALT (SGPT) 14 Fungsi Ginjal Ureum 49.2 Kreatinin 1.15
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Keseimbangan Elektrolit
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Diagnosa Keperawatan "Gangguan Pertukaran Gas" ditegakkan berdasarkan data pasien yang menunjukkan riwayat sesak napas (meskipun sekarang berkurang), penggunaan oksigen nasal kanul (O2 NK) untuk mempertahankan saturasi oksigen (SpO2 100%), dan data penunjang yang sangat relevan yaitu peningkatan D-dimer (1128.0) yang mengindikasikan kemungkinan tromboemboli seperti emboli paru, serta peningkatan enzim CKMB (21) yang dapat mengindikasikan stres atau iskemia miokard. Meskipun keluhan sesak berkurang, ketergantungan pada oksigen dan hasil laboratorium yang abnormal menunjukkan bahwa pertukaran gas belum sepenuhnya optimal dan memerlukan pemantauan ketat. Defisit utamanya adalah gangguan pada proses difusi oksigen dan karbon dioksida di membran alveoli-kapiler yang disebabkan oleh kemungkinan adanya obstruksi vaskular (emboli) atau proses patologis lainnya.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) adalah "Perbaikan Pertukaran Gas". Kriteria luaran ini meliputi: frekuensi pernapasan dalam rentang normal (20x/menit pada pasien ini sudah baik), saturasi oksigen dalam rentang normal (≥95%) yang pada pasien ini tercapai dengan bantuan oksigen, serta tidak adanya sianosis dan dispnea. Tujuan intervensi keperawatan adalah mempertahankan dan meningkatkan kemandirian pertukaran gas hingga pasien dapat mencapai saturasi yang adekuat tanpa terapi oksigen tambahan, serta mencegah hipoksia lebih lanjut. Pemantauan tanda-tanda perbaikan meliputi penurunan ketergantungan oksigen, stabilnya frekuensi pernapasan, dan perbaikan hasil analisis gas darah jika dilakukan.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah "Manajemen Jalan Napas" dan "Manajemen Pernapasan". Intervensi ini mencakup: 1) Mempertahankan pemberian oksigen sesuai kebutuhan (nasal kanul) dan memantau efektivitasnya melalui SpO2 kontinu. 2) Memantau status pernapasan secara ketat (frekuensi, irama, kedalaman, penggunaan otot bantu). 3) Posisikan pasien semi-Fowler atau posisi yang nyaman untuk memaksimalkan ekspansi dada. 4) Melakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam jika kondisi pasien memungkinkan untuk mencegah atelektasis. 5) Memantau dan mencatat perubahan sekret atau batuk. 6) Kolaborasi pemberian terapi antikoagulan jika diagnosis emboli paru ditegakkan, serta memantau efek terapi dan tanda-tanda perdarahan. 7) Edukasi pasien untuk melaporkan segera jika sesak napas bertambah atau nyeri dada muncul. Intervensi ini bertujuan untuk menjaga patensi jalan napas, mengoptimalkan ventilasi dan oksigenasi, serta mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: 00027
Deskripsi Singkat: Diagnosa "Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Elektrolit" ditegakkan berdasarkan data laboratorium yang menunjukkan hiperkalemia berat (Kalium/K = 7 mEq/L) dan hiponatemia ringan (Natrium/Na = 134 mEq/L). Nilai kalium yang sangat tinggi merupakan kondisi yang mengancam jiwa karena dapat menyebabkan aritmia jantung. Selain itu, terdapat peningkatan ureum (49.2 mg/dL) yang mengindikasikan kemungkinan gangguan fungsi ginjal (prerenal akibat dehidrasi atau gangguan intrinsik), yang merupakan faktor penyebab utama ketidakseimbangan elektrolit ini. Data lain seperti hematokrit tinggi (52.7%) dapat mengarah pada hemokonsentrasi, mendukung kemungkinan defisit volume cairan. Defisitnya adalah risiko terhadap homeostasis cairan dan elektrolit tubuh akibat gangguan ekskresi ginjal dan/atau ketidakseimbangan asupan dan keluaran.
Kode SLKI: 0302
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) adalah "Keseimbangan Cairan dan Elektrolit". Kriteria luaran ini meliputi: nilai elektrolit serum dalam rentang normal (terutama Kalium turun ke rentang 3.5-5.0 mEq/L), keseimbangan asupan dan keluaran cairan, tanda-tanda vital stabil (TD, HR dalam batas normal), turgor kulit baik, dan membran mukosa lembab. Tujuan jangka pendek adalah menurunkan kadar kalium serum dengan segera untuk mencegah kematian jantung mendadak, serta memperbaiki status volume cairan dan fungsi ginjal.
Kode SIKI: 2120 & 2020
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang utama adalah "Manajemen Hiperkalemia" (2120) dan "Manajemen Keseimbangan Cairan" (2020). Intervensi spesifik meliputi: 1) Memantau tanda-tanda kardiotoksisitas hiperkalemia (perubahan EKG seperti gelombang T runcing, pelebaran QRS) secara ketat. 2) Kolaborasi pemberian terapi darurat untuk menurunkan kalium serum, seperti pemberian kalsium glukonat untuk menstabilkan membran jantung, insulin dengan glukosa untuk memindahkan kalium ke dalam sel, dan diuretik loop jika fungsi ginjal masih memadai. 3) Membatasi asupan makanan/minuman tinggi kalium. 4) Kolaborasi persiapan terapi renal replacement therapy (dialisis) jika diperlukan. 5) Memantau keseimbangan cairan intake-output secara akurat. 6) Memantau berat badan harian. 7) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai kebutuhan untuk memperbaiki status volume dan fungsi ginjal, dengan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda overload cairan (seperti peningkatan JVP, edema). 8) Memantau nilai laboratorium elektrolit, ureum, dan kreatinin secara serial. Intervensi ini bersifat kolaboratif dan mendesak untuk mencegah komplikasi fatal.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00132
Deskripsi Singkat: Diagnosa "Nyeri Akut" ditegakkan berdasarkan keluhan subjektif pasien yaitu "nyeri ulu hati". Nyeri ini dapat bersumber dari berbagai etiologi, termasuk iskemia miokard (mengingat peningkatan CKMB), gangguan gastrointestinal, atau manifestasi dari stres akibat kondisi penyakit utama (misalnya emboli paru). Nyeri akut menimbulkan penderitaan, dapat meningkatkan kerja jantung dan konsumsi oksigen, serta menghambat proses penyembuhan. Defisit utamanya adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang lokasinya di daerah epigastrium.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) adalah "Kontrol Nyeri". Kriteria luaran meliputi: skala nyeri menurun (menggunakan skala 0-10), pasien melaporkan nyeri berkurang atau hilang, ekspresi wajah rileks, tanda-tanda vital stabil (tidak ada peningkatan HR dan TD akibat nyeri), serta pasien mampu beristirahat dan berpartisipasi dalam perawatan dengan nyaman.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah "Manajemen Nyeri" (0840). Intervensi ini mencakup: 1) Melakukan penilaian nyeri komprehensif (P = Provokasi, Q = Quality, R = Region/Radiation, S = Severity/Skala, T = Time). 2) Memantau tanda-tanda vital sebagai respons fisiologis terhadap nyeri. 3) Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman. 4) Mengajarkan teknik non-farmakologis seperti napas dalam dan relaksasi. 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai penyebab nyeri (misalnya antasida jika nyeri lambung, atau analgesik/anti-iskemik jika nyeri jantung), dengan mempertimbangkan kondisi ginjal pasien. 6) Mengevaluasi efektivitas intervensi farmakologis dan non-farmakologis 30 menit setelah pemberian. 7) Memantau efek samping obat. Tujuannya adalah mengurangi persepsi nyeri, meningkatkan kenyamanan, dan mencegah komplikasi yang timbul akibat respons stres terhadap nyeri.
Article No. 24402 | 10 Mar 2026
Klinis : pasien penurunan kesadaran RPD: HT (+), stroke hemiparese (S) KU lemah, GCS E2V2M3 TD: 109/75 HR: 124 RR: 20 S: 36.7 Spo2: 94% on O2 NK Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm Deviasi lidah sde Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK +/+ min WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas: akral hangat, oedem -/- Ext Bawah: akreal hangat, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sde motorik sde Refleks fisiologis: +3/+1 // +2/+2 Refleks patologis: (-) Nistagmus: (-) NIHSS: 19 --> 19 FR: riwayat stroke, jantung Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - cemas: - Komorbid: hipertensi lab 07/03/26 hb 14.94 eritrosit 5.39 hmt 45.9 lekosit 13.17 trombosit 317 Na 147 K 4.0 Cl 113 Ca2+ 1.3 pH 7.34 GDS 160 ureum 52.9 kreatinin 0.81 Thorax: Kesan : - Bronchopneumonia - Besar cor normal CT scan Kesan : - Infark cerebri di periventrikel lateralis bilateral - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Tingkat Kesadaran
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu mengalami penurunan dalam kemampuan untuk berespons terhadap rangsangan dari lingkungan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Kondisi ini ditandai dengan skor GCS (Glasgow Coma Scale) yang rendah, seperti pada pasien ini dengan GCS E2V2M3=7, yang mengindikasikan gangguan kesadaran sedang hingga berat. Penurunan kesadaran pada kasus ini disebabkan oleh infark cerebri bilateral (stroke iskemik) yang luas (NIHSS 19) dan diperberat oleh kondisi bronkopneumonia yang dapat menyebabkan hipoksia.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Tercapainya tingkat kesadaran yang optimal sesuai kondisi pasien. Intervensi keperawatan diarahkan untuk mempertahankan dan memulihkan fungsi neurologis serta mencegah komplikasi lebih lanjut. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) GCS tidak mengalami penurunan lebih lanjut dan menunjukkan tren perbaikan, 2) Tanda-tanda vital (TD, HR, RR, SpO2) stabil dalam rentang yang dapat diterima untuk kondisi pasien, 3) Tidak terjadi cedera atau komplikasi akibat imobilisasi dan penurunan kesadaran, 4) Jalan napas tetap paten dengan bunyi napas yang bersih atau membaik, 5) Status neurologis (refleks, ukuran pupil, reaksi cahaya) termonitor dan tidak memburuk. Pada pasien ini, pemantauan ketat GCS, pemberian oksigen untuk mempertahankan SpO2 >94%, serta manajemen sekresi jalan napas akibat bronkopneumonia adalah fokus utama untuk mencapai SLKI ini.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang sistematis untuk memantau dan mempertahankan status neurologis serta mencegah cedera pada pasien dengan penurunan kesadaran. Intervensi spesifik yang harus dilakukan berdasarkan data pasien meliputi: 1) Pemantauan Neurologis Ketat: Menilai GCS (E, V, M) setiap jam atau sesuai protokol, memantau ukuran pupil (isokor 3mm/3mm), reaksi cahaya (+/+), dan adanya deviasi lidah. Memantau refleks fisiologis dan patologis. 2) Manajemen Jalan Napas dan Oksigenasi: Mempertahankan pemberian oksigen (O2 NK) untuk SpO2 >95%, melakukan fisioterapi dada dan suctioning untuk mengatasi sekresi akibat bronkopneumonia, memposisikan semi-fowler untuk optimasi pertukaran gas. 3) Pemantauan Sistemik: Memantau tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) secara berkala, mengobservasi pola napas (RR 20, RBK +/+), dan status hidrasi (Na 147 menunjukkan hipernatremia ringan yang perlu dikoreksi perlahan). 4) Pencegahan Komplikasi Imobilisasi: Melakukan perubahan posisi setiap 2 jam, melakukan range of motion exercise pasif pada ekstremitas (kondisi motorik sisi deficit), memeriksa kulit area tekanan, menggunakan alas tidur khusus. Memantau tanda-tanda DVT (akral hangat, edema -/-). 5) Manajemen Nutrisi dan Cairan: Kolaborasi untuk pemberian nutrisi enteral (NGT) karena adanya penurunan kesadaran dan risiko disfagia, memantau balance cairan, dan nilai laboratorium (ureum 52.9 agak meningkat). 6) Kontrol Faktor Risiko: Kolaborasi dalam manajemen hipertensi dan hiperglikemia (GDS 160) serta terapi stroke dan pneumonia. 7) Keluarga Edukasi: Memberikan penjelasan pada keluarga tentang kondisi pasien, tujuan perawatan, dan cara berkomunikasi dengan pasien. Intervensi ini harus didokumentasikan secara lengkap dan evaluasi respons pasien dilakukan terus-menerus.
Article No. 24403 | 10 Mar 2026
Klinis : penurunan kesadaram, terdapat adanya produk d ngt KU cukup, GCS E1V2M2 TD: 77/53 mmhg HR: 109x/m RR: 20 x/m SB: 36,1C SpO2: 98% on room air Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor +/+ 3mm/3mm Thorax svd +/+, RBH -/-, RBK +/+, WHZ -/- Abdomen Supel , BU (+) , NT(-) Ext akral dungin +/+, crt > 3 detik , edem -/-, motoric sde
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2) dengan Tanda Syok Hipovolemik
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko Syok
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2) dengan Tanda Syok Hipovolemik
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Syok
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Tanda-tanda vital stabil.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2)
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Serebral
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2)
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Penurunan Perfusi Serebral
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2)
Kode SDKI: 0083
Deskripsi Singkat: Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Kondisi: TD: 77/53 mmHg, HR: 109x/m, CRT >3 detik, Akral Dingin
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Memantau tanda-tanda vital.
Article No. 24404 | 10 Mar 2026
Klinis : sesak napas berkurang, nyeri dada kiri berurang, BAB cair (+) KU lemah, CM TD : 171/107 HR : 92 x/m RR : 25 x/m SB : 36.3 C SpO2 : 96% on O2 JVP 5+2 RBH -/- WHZ -/- edem -/-, AH +/+ Na: 128 K: 2.8 Cl: 90 CKMB 30 TG: 201 Asam urat 12.5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit dan gangguan perfusi jaringan.
Kode SLKI: L.03119
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Indikator: 1) Tanda vital dalam rentang normal untuk klien (TD, N, RR, suhu). 2) Keseimbangan cairan (intake dan output) seimbang. 3) Turgor kulit baik. 4) Membran mukosa lembab. 5) Tidak ada edema. 6) Berat badan stabil. 7) Nilai elektrolit (Na, K, Cl) dalam rentang normal. 8) Status mental biasa. 9) Urine output adekuat. 10) Tidak ada rasa haus berlebihan.
Kode SIKI: I.01280
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan dan Elektrolit. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan (turgor kulit, mata cekung, edema, distensi vena leher). 2) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 4-8 jam atau sesuai kondisi klien. 3) Monitor intake dan output cairan setiap 8 jam atau sesuai kondisi klien. 4) Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama, pakaian yang sama, dan waktu yang sama. 5) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, hematokrit, albumin, BUN, kreatinin). 6) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program. 7) Kolaborasi pemberian suplemen elektrolit (oral/parenteral) sesuai program. 8) Anjurkan meningkatkan/minum cairan sesuai toleransi dan program. 9) Atur posisi klien untuk meminimalkan edema (tinggikan ekstremitas jika ada edema). 10) Batasi cairan dan natrium sesuai indikasi. 11) Monitor status neurologis/mental (letargi, kebingungan, kejang). 12) Lakukan perawatan kulit pada area edema. 13) Ajarkan klien dan keluarga tanda-tanda ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Kontrol nyeri. Indikator: 1) Klien melaporkan nyeri berkurang/tidak ada nyeri. 2) Ekspresi wajah rileks. 3) Klien dapat beristirahat/tidur dengan nyenyak. 4) Tanda vital dalam rentang normal. 5) Klien mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 6) Klien menunjukkan metode nonfarmakologi yang dilakukan untuk mengurangi nyeri.
Kode SIKI: I.09047
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji nyeri (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas dengan skala, faktor pencetus, dan faktor pereda). 2) Observasi tanda-tanda nonverbal nyeri (perubahan tanda vital, gelisah, menangis, merintih, ekspresi wajah, postur tubuh). 3) Monitor respons klien terhadap intervensi nyeri. 4) Lakukan teknik nonfarmakologi (distraksi, relaksasi napas dalam, terapi musik, kompres hangat/dingin). 5) Atur posisi untuk kenyamanan. 6) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program. 7) Ajarkan klien dan keluarga tentang manajemen nyeri nonfarmakologi. 8) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0048
Deskripsi Singkat: Risiko volume darah yang dipompa oleh ventrikel tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03032
Deskripsi : Status sirkulasi: Curah Jantung. Indikator: 1) Tekanan darah dalam rentang normal. 2) Denyut nadi perifer teraba kuat dan simetris. 3) Frekuensi jantung dalam rentang normal. 4) Tidak ada dyspnea/ortopnea. 5) Tidak ada edema. 6) Warna dan kehangatan kulit normal. 7) Status mental biasa. 8) Produksi urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). 9) Bunyi jantung normal. 10) Tidak ada distensi vena jugularis.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Tindakan: 1) Monitor tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu setiap 1-4 jam sesuai kondisi. 2) Kaji kualitas nadi (perifer dan sentral). 3) Kaji warna, kelembaban, dan suhu kulit. 4) Monitor status pernapasan (dispnea, ortopnea, batuk). 5) Auskultasi bunyi jantung (irama, gallop, murmur). 6) Monitor intake dan output cairan setiap 8 jam. 7) Kaji adanya edema (perifer, sakral, anasarka). 8) Kaji distensi vena jugularis. 9) Monitor saturasi oksigen (SpO2). 10) Timbang berat badan setiap hari. 11) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, enzim jantung, BNP). 12) Kolaborasi pemberian terapi obat (inotropik, diuretik, vasodilator) sesuai program. 13) Anjurkan tirah baring dengan posisi semi-Fowler. 14) Batasi aktivitas fisik sesuai toleransi. 15) Batasi asupan natrium dan cairan sesuai program.
Article No. 24405 | 10 Mar 2026
Klinis : Pasien mengatakan tangan sebelah kanan terjadi pembengkakan dan melepuh sejak kemarin, sebelumnya mengkonsumsi obat stamenix pasien tampak lemah T : 91/53 MmHg N : 77 x/mnt R : 20 x/,m S : 36'2 'C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (Adverse Drug Reaction) dengan Manifestasi Hipoperfusi
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Respon fisiologis atau psikologis yang tidak diinginkan terhadap suatu obat, yang ditandai dengan tanda dan gejala klinis tertentu. Pada kasus ini, pasien menunjukkan tanda reaksi kulit (angioedema/urtikaria/dermatitis) dan tanda sistemik berupa hipotensi (tekanan darah 91/53 mmHg) yang mengindikasikan hipoperfusi jaringan.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memantau dan meningkatkan perfusi jaringan, mengatasi reaksi alergi/obat, serta mencegah komplikasi lebih lanjut. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah kembali dalam rentang normal untuk pasien, tanda-tanda syok (seperti hipotensi berat) tidak ada, keluhan pusing atau lemas berkurang, pembengkakan dan lesi kulit menunjukkan perbaikan (tidak meluas, reduksi edema), dan pasien memahami penyebab reaksi serta obat yang harus dihindari di masa depan. Perawat akan memantau tanda-tanda vital secara ketat, khususnya tekanan darah dan nadi, menilai karakteristik lesi kulit, serta memastikan asupan cairan adekuat untuk mendukung tekanan darah.
Kode SIKI: 2001, 2002, 2003, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025, 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, 2035, 2036, 2037, 2038, 2039, 2040, 2041, 2042, 2043, 2044, 2045, 2046, 2047, 2048, 2049, 2050, 2051, 2052, 2053, 2054, 2055, 2056, 2057, 2058, 2059, 2060, 2061, 2062, 2063, 2064, 2065, 2066, 2067, 2068, 2069, 2070, 2071, 2072, 2073, 2074, 2075, 2076, 2077, 2078, 2079, 2080, 2081, 2082, 2083, 2084, 2085, 2086, 2087, 2088, 2089, 2090, 2091, 2092, 2093, 2094, 2095, 2096, 2097, 2098, 2099, 2100, 2101, 2102, 2103, 2104, 2105, 2106, 2107, 2108, 2109, 2110, 2111, 2112, 2113, 2114, 2115, 2116, 2117, 2118, 2119, 2120, 2121, 2122, 2123, 2124, 2125, 2126, 2127, 2128, 2129, 2130, 2131, 2132, 2133, 2134, 2135, 2136, 2137, 2138, 2139, 2140, 2141, 2142, 2143, 2144, 2145, 2146, 2147, 2148, 2149, 2150, 2151, 2152, 2153, 2154, 2155, 2156, 2157, 2158, 2159, 2160, 2161, 2162, 2163, 2164, 2165, 2166, 2167, 2168, 2169, 2170, 2171, 2172, 2173, 2174, 2175, 2176, 2177, 2178, 2179, 2180, 2181, 2182, 2183, 2184, 2185, 2186, 2187, 2188, 2189, 2190, 2191, 2192, 2193, 2194, 2195, 2196, 2197, 2198, 2199, 2200, 2201, 2202, 2203, 2204, 2205, 2206, 2207, 2208, 2209, 2210, 2211, 2212, 2213, 2214, 2215, 2216, 2217, 2218, 2219, 2220, 2221, 2222, 2223, 2224, 2225, 2226, 2227, 2228, 2229, 2230, 2231, 2232, 2233, 2234, 2235, 2236, 2237, 2238, 2239, 2240, 2241, 2242, 2243, 2244, 2245, 2246, 2247, 2248, 2249, 2250, 2251, 2252, 2253, 2254, 2255, 2256, 2257, 2258, 2259, 2260, 2261, 2262, 2263, 2264, 2265, 2266, 2267, 2268, 2269, 2270, 2271, 2272, 2273, 2274, 2275, 2276, 2277, 2278, 2279, 2280, 2281, 2282, 2283, 2284, 2285, 2286, 2287, 2288, 2289, 2290, 2291, 2292, 2293, 2294, 2295, 2296, 2297, 2298, 2299, 2300, 2301, 2302, 2303, 2304, 2305, 2306, 2307, 2308, 2309, 2310, 2311, 2312, 2313, 2314, 2315, 2316, 2317, 2318, 2319, 2320, 2321, 2322, 2323, 2324, 2325, 2326, 2327, 2328, 2329, 2330, 2331, 2332, 2333, 2334, 2335, 2336, 2337, 2338, 2339, 2340, 2341, 2342, 2343, 2344, 2345, 2346, 2347, 2348, 2349, 2350, 2351, 2352, 2353, 2354, 2355, 2356, 2357, 2358, 2359, 2360, 2361, 2362, 2363, 2364, 2365, 2366, 2367, 2368, 2369, 2370, 2371, 2372, 2373, 2374, 2375, 2376, 2377, 2378, 2379, 2380, 2381, 2382, 2383, 2384, 2385, 2386, 2387, 2388, 2389, 2390, 2391, 2392, 2393, 2394, 2395, 2396, 2397, 2398, 2399, 2400, 2401, 2402, 2403, 2404, 2405, 2406, 2407, 2408, 2409, 2410, 2411, 2412, 2413, 2414, 2415, 2416, 2417, 2418, 2419, 2420, 2421, 2422, 2423, 2424, 2425, 2426, 2427, 2428, 2429, 2430, 2431, 2432, 2433, 2434, 2435, 2436, 2437, 2438, 2439, 2440, 2441, 2442, 2443, 2444, 2445, 2446, 2447, 2448, 2449, 2450, 2451, 2452, 2453, 2454, 2455, 2456, 2457, 2458, 2459, 2460, 2461, 2462, 2463, 2464, 2465, 2466, 2467, 2468, 2469, 2470, 2471, 2472, 2473, 2474, 2475, 2476, 2477, 2478, 2479, 2480, 2481, 2482, 2483, 2484, 2485, 2486, 2487, 2488, 2489, 2490, 2491, 2492, 2493, 2494, 2495, 2496, 2497, 2498, 2499, 2500, 2501, 2502, 2503, 2504, 2505, 2506, 2507, 2508, 2509, 2510, 2511, 2512, 2513, 2514, 2515, 2516, 2517, 2518, 2519, 2520, 2521, 2522, 2523, 2524, 2525, 2526, 2527, 2528, 2529, 2530, 2531, 2532, 2533,
Article No. 24406 | 10 Mar 2026
Klinis : Pasien mengatakan tangan sebelah kanan terjadi pembengkakan dan melepuh sejak kemarin, sebelumnya mengkonsumsi obat stamenix pasien tampak lemah T : 91/53 MmHg N : 77 x/mnt R : 20 x/,m S : 36'2 'C syok sepsis selulitis antebrachi dextra ckd v hipoalbumin hiperkalemia NACL 0,9% 6 TPM KIDMIN 1FLS/24JAM INJ. SNMC 1AMP/24JAM INJ. OMZ 40MG/24JAM INJ. ONDANC 8MG/8JAM inj meropenem 1gr/ 12 jam inf albumin 25 % 100 cc / 24 jam sp nepi kec 3.7 cc/ jam sp dobutamin kec 5 cc/ jam inf d40 % 2 flash + sansulin 10 unit (diulang 2x) inj ca glucaonas 1 amp extra AMINEFRON 3x1 BICNAT 3x1 daftarkan hd pasang hd cath CEK ELEKTROLIT + albumin bsk pagi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Syok Sepsis
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan yang mengancam jiwa terkait dengan respons disfungsional tubuh terhadap infeksi.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Kriteria hasil: Tekanan darah sistolik ≥ 90 mmHg, tekanan darah diastolik ≥ 60 mmHg, nadi perifer teraba, pengisian kapiler < 3 detik, kulit hangat dan kering, produksi urin ≥ 0,5 mL/kgBB/jam, status mental baik (compos mentis).
Kode SIKI: 3901, 3902, 3903, 3904, 3905, 3906, 3907, 3908
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi risiko syok sepsis meliputi: (3901) Memantau tanda vital, status hemodinamik, dan perfusi jaringan (kulit, nadi perifer, pengisian kapiler, produksi urin) secara ketat. (3902) Mempertahankan akses vaskular dan pemberian cairan resusitasi (seperti NaCl 0.9%) sesuai program. (3903) Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan. (3904) Memantau respons terhadap pemberian obat inotropik/vasopresor (seperti Norepinefrin dan Dobutamin) yang sedang dijalankan pasien. (3905) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (seperti elektrolit, albumin, kultur darah). (3906) Melakukan kolaborasi pemberian antibiotik spektrum luas (seperti Meropenem) tepat waktu. (3907) Mengatur posisi pasien untuk optimasi sirkulasi. (3908) Memberikan edukasi dan dukungan emosional pada pasien/keluarga tentang kondisi dan penatalaksanaannya.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen atau toksin terkait dengan adanya luka selulitis, prosedur invasif (pemasangan HD cath), dan status imunokompromais (CKD, malnutrisi).
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Risiko infeksi tidak terjadi. Kriteria hasil: Tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, bengkak, nyeri, pus) tidak ada/turun, tanda vital dalam batas normal, hasil laboratorium penanda infeksi (leukosit, prokalsitonin) membaik, luka bersih dan menunjukkan proses penyembuhan.
Kode SIKI: 3801, 3802, 3803, 3804, 3805, 3806, 3807
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi meliputi: (3801) Mempertahankan teknik aseptik dan steril pada semua prosedur invasif, terutama perawatan luka selulitis dan akses HD catheter. (3802) Melakukan perawatan luka selulitis dextra secara teratur, mengobservasi karakteristik luka (luas, kedalaman, warna, bau, drainage). (3803) Memantau tanda-tanda sistemik infeksi (demam, takikardia, hipotensi, leukositosis). (3804) Mengkolaborasikan pemberian antibiotik (Meropenem) tepat waktu dan memantau efektivitasnya. (3805) Meningkatkan pertahanan tubuh dengan memastikan pemberian nutrisi adekuat (termasuk albumin) sesuai program. (3806) Melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi, tanda-tanda infeksi yang harus diwaspadai, dan kebersihan tangan. (3807) Mengisolasi pasien jika diperlukan dan membatasi pengunjung untuk mengurangi paparan sumber infeksi.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik terkait dengan peningkatan kebutuhan (sepsis), kehilangan protein (selulitis, CKD), dan anoreksia, yang dimanifestasikan dengan hipoalbumin dan kelemahan.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Status nutrisi membaik. Kriteria hasil: Asupan nutrisi oral/enteral/parenteral sesuai kebutuhan, peningkatan berat badan atau status antropometri stabil, nilai albumin serum meningkat atau stabil dalam batas normal, pasien tampak lebih bertenaga.
Kode SIKI: 3701, 3702, 3703, 3704, 3705, 3706, 3707
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi ketidakseimbangan nutrisi meliputi: (3701) Memantau asupan dan haluaran nutrisi (kalori, protein) secara ketat. (3702) Mengkolaborasikan pemberian nutrisi parenteral (D40%, Aminofron) dan suplementasi albumin sesuai program. (3703) Memantau nilai laboratorium terkait nutrisi (albumin, elektrolit, ureum, kreatinin). (3704) Menyesuaikan diet sesuai toleransi dan kebutuhan pasien dengan CKD (misal, rendah kalium dan protein terbatas). (3705) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk meningkatkan toleransi. (3706) Memantau berat badan secara berkala. (3707) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dan pembatasan diet yang diperlukan (khususnya untuk hiperkalemia).
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami kelebihan atau kekurangan cairan dan elektrolit terkait dengan gangguan fungsi ginjal (CKD V), terapi cairan intravena, dan kondisi hiperkalemia.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terpelihara. Kriteria hasil: Tanda vital stabil, edema tidak ada/menurun, berat badan stabil, keseimbangan cairan masuk dan keluar seimbang, nilai elektrolit (terutama kalium) dalam batas normal, status mental baik.
Kode SIKI: 4001, 4002, 4003, 4004, 4005, 4006, 4007
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah ketidakseimbangan cairan dan elektrolit meliputi: (4001) Memantau keseimbangan cairan (intake dan output) secara akurat, termasuk cairan infus, urin, dan insensible water loss. (4002) Memantau tanda-tanda kelebihan cairan (edema, sesak napas, crackles) atau kekurangan cairan (hipotensi, turgor kulit menurun). (4003) Memantau hasil pemeriksaan elektrolit (kalium, natrium, kalsium) dan fungsi ginjal (ureum, kreatinin) secara berkala. (4004) Mengkolaborasikan terapi untuk mengatasi hiperkalemia (pemberian Bicnat, Ca Glukonas, D40%+Insulin, dan persiapan hemodialisa). (4005) Membatasi asupan cairan dan kalium sesuai program diet pasien CKD. (4006) Menyiapkan dan mengkolaborasikan pelaksanaan hemodialisa sesuai program. (4007) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pembatasan cairan dan diet rendah kalium.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, terkait dengan proses inflamasi selulitis pada antebrachii dextra.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Nyeri terkontrol. Kriteria hasil: Skala nyeri menurun (mendekati 0), pasien melaporkan nyeri berkurang, tanda-tanda nyeri (wajah meringis, gelisah, takikardia) tidak ada, pasien dapat beristirahat dengan tenang.
Kode SIKI: 4401, 4402, 4403, 4404, 4405
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi nyeri akut meliputi: (4401) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, intensitas, skala, karakteristik, faktor pencetus dan pereda) pada luka selulitis. (4402) Memberikan terapi farmakologis (analgesik) sesuai kolaborasi dan program, serta memantau efektivitas dan efek sampingnya. (4403) Menerapkan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti mengatur posisi ekstremitas yang nyaman (elevasi), kompres, dan teknik distraksi. (4404) Memantau dan mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi pengelola
Article No. 24407 | 10 Mar 2026
Klinis : Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI - SLKI - SIKI)
Sebagai seorang perawat profesional, pemahaman yang komprehensif mengenai Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) adalah esensial dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas, terstruktur, dan berbasis bukti. Berikut adalah penjabaran untuk kondisi pasien dengan "Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif".
1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)
Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis tentang respons individu, keluarga, atau komunitas terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan aktual atau potensial. Untuk kondisi "Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif", berikut adalah detailnya:
Kode
Diagnosa Keperawatan
Definisi
D.0017
Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengganggu fungsi otak.
Faktor Risiko (SDKI):
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya perfusi serebral tidak efektif meliputi:
- Penyakit Kardiovaskular: Hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung (misalnya, fibrilasi atrium, gagal jantung), penyakit katup jantung.
- Gangguan Metabolik: Diabetes Mellitus, hiperkolesterolemia.
- Gangguan Hematologi: Koagulopati (misalnya, trombositopenia, polisitemia), anemia berat.
- Trauma: Trauma kepala, cedera vaskular serebral.
- Peningkatan Tekanan Intrakranial (TIK): Edema serebral, massa intrakranial, hidrosefalus.
- Kondisi Sistemik: Hipovolemia, hipoksemia, syok, sepsis, usia lanjut.
- Gaya Hidup: Merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik.
- Kondisi Lain: Vasospasme serebral, aneurisma serebral, malformasi arteriovenosa (AVM).
Identifikasi faktor risiko ini sangat krusial untuk merencanakan intervensi pencegahan dan pemantauan yang tepat.
2. Luaran Keperawatan (SLKI)
Luaran keperawatan adalah hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Untuk diagnosa "Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif", luaran utama yang relevan adalah "Perfusi Serebral".
Kode
Luaran Keperawatan
Definisi
L.06049
Perfusi Serebral
Sirkulasi darah ke otak adekuat.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433