Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24513 | 17 Mar 2026
Klinis : nyeri dada hilang timbul, sesak napas (+) KU lemah, CM TD: 118/82 HR: 86 x/m RR: 22 x/m SB: 36.4 C SpO2: 98% on O2 NK JVP 5+3 RBH -/- WHZ -/-, S1S2 irregular, BJ (+) pansistolik edem -/- CKMB 47
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 0026 & 0029
Deskripsi Singkat: Berdasarkan data pasien dengan nyeri dada hilang timbul, sesak napas, bunyi jantung pansistolik, dan irama irregular, dua diagnosa keperawatan utama yang sangat relevan adalah Nyeri Akut (SDKI 0026) dan Penurunan Curah Jantung (SDKI 0029). Nyeri Akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan perkiraan akhir. Pada kasus ini, nyeri dada merupakan gejala utama yang memerlukan manajemen segera. Sementara itu, Penurunan Curah Jantung didefinisikan sebagai ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Hal ini didukung oleh temuan klinis seperti kelemahan (KU lemah), sesak napas (dapat mencerminkan kongesti paru atau hipoksia), bunyi jantung pansistolik (mengindikasikan kemungkinan regurgitasi katup, seperti mitral atau trikuspid), dan irama jantung yang irregular (aritmia), yang semuanya dapat menurunkan efisiensi pompa jantung.
Kode SLKI: 1402 & 0402
Deskripsi : Untuk diagnosa Nyeri Akut (SDKI 0026), hasil yang diharapkan adalah Kontrol Nyeri (SLKI 1402), yang didefinisikan sebagai tindakan personal untuk mengontrol nyeri. Tujuannya adalah agar pasien dapat melaporkan penurunan intensitas nyeri, menunjukkan perilaku nyaman, dan mampu menggunakan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri. Untuk diagnosa Penurunan Curah Jantung (SDKI 0029), hasil yang diharapkan adalah Status Sirkulasi (SLKI 0402), yang didefinisikan sebagai perjalanan darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan tubuh. Tujuan spesifiknya termasuk tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (TD, HR, RR), pengisian kapiler baik, haluaran urin adekuat, penurunan sesak napas, dan tidak adanya edema perifer. Pada pasien ini, targetnya adalah menstabilkan TD, mengontrol HR dan irama, mengurangi sesak napas, dan mempertahankan SpO2 yang adekuat tanpa bantuan oksigen berlebihan.
Kode SIKI: 3510 & 4201
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencapai SLKI tersebut meliputi: Manajemen Nyeri (SIKI 3510) yang didefinisikan sebagai tindakan mencegah, mengontrol, atau mengurangi nyeri. Ini mencakup tindakan seperti: 1) Melakukan pengkajian nyeri komprehensif (PQRST), 2) Memberikan terapi farmakologis analgesik sesuai instruksi dokter dengan mempertimbangkan kondisi kardiovaskular, 3) Mengajarkan dan membantu teknik non-farmakologis seperti relaksasi napas dalam dan distraksi, 4) Memposisikan pasien untuk kenyamanan, dan 5) Memonitor efek samping terapi. Untuk mendukung Status Sirkulasi, intervensi utamanya adalah Manajemen Curah Jantung (SIKI 4201), yang didefinisikan sebagai upaya meningkatkan aliran darah dan tekanan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Tindakannya meliputi: 1) Memonitor ketat tanda vital, status pernapasan, dan saturasi oksigen, 2) Mempertahankan pemberian oksigen sesuai kebutuhan (saat ini O2 NK), 3) Mengkaji bunyi jantung dan suara napas secara berkala, 4) Membatasi aktivitas fisik (tirah baring) untuk mengurangi beban kerja jantung sesuai kondisi KU lemah, 5) Memonitor balance cairan (masukan dan keluaran), 6) Memberikan obat-obatan kardiovaskular seperti diuretik, vasodilator, atau inotropik sesuai resep dokter, dan 7) Memberikan edukasi pada pasien untuk melaporkan segera jika nyeri dada atau sesak memberat. Intervensi ini dirancang untuk mengurangi beban jantung, meningkatkan efisiensi pompa, dan mengontrol gejala, sehingga curah jantung dapat membaik.
-
Article No. 24514 | 17 Mar 2026
Klinis : keluhan penurunan kesadaran (+) KU tampak sakit berat TD :130/85 N : 94 x/m RR : 22 x/m S : 36,1 C SPO2 : 97% DR 14/3/26 Hematokrit 35.4 Index Eritrosit MCV 86.7 MCH 29.3 MCHC 33.8 Lekosit 18.41 Trombosit 275 RDW-CV 14.28 MPV 5.41 Hitung Jenis Neutrofil 89.2 Limfosit 4.7 Monosit 5.5 Eosinofil 0.05 Basofil 0.6 Total Neutrofil 16.41 Total Lymphosit 0.86 Total Monosit 1.01 Total Eosinofil 0.01 Total Basofil 0.11 Gol. Darah (A B O) Golongan Darah O KIMIA KLINIK Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 161 Fungsi Hati AST (SGOT) 77 ALT (SGPT) 51 Fungsi Ginjal Ureum 36.4 Kreatinin 1.02 Darah Rutin Hemoglobin 11.97 Mata: CA -/-, SI +/+,pupil isokor +/+ Leher:pembesaran kelenjar getah bening (-) Thorax: Simetris ka/ki Paru: Sdv +/+, Wh -/- Rbh +/+ Abdomen: supel, BU (+) nyeri tekan epigastrium (+) Genitalia : Tidak ada kelainan Extremitas Superior: Akral hangat +/+, CRT <2detik, edema -/- Extremitas Inferior: Akral hangat +/+, CRT <2detik,edema -/-
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah yang menyebabkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolik otak.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Perfusi serebral membaik yang ditandai dengan: tingkat kesadaran membaik, fungsi kognitif membaik, tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, tidak ada/tidak meningkatnya defisit neurologis fokal, dan hasil pemeriksaan diagnostik membaik.
Kode SIKI: I.01290
Deskripsi : Mempertahankan jalan napas. I.08049: Memonitor status neurologis. I.08050: Memonitor tanda-tanda vital. I.01246: Mengelola terapi oksigen. I.08048: Memonitor perfusi jaringan. I.04016: Kolaborasi pemberian terapi intravena/obat sesuai resep. I.08060: Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium. I.09030: Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien/keluarga.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera (International Association for the Study of Pain); muncul tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dengan akhir yang dapat diperkirakan atau diperkirakan dalam waktu <3 bulan.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Kontrol nyeri yang ditandai dengan: nyeri terkontrol, nyeri menurun, skala nyeri menurun, tanda-tanda vital dalam rentang normal, tidak ada perilaku yang menunjukkan nyeri, dan mampu mengenali faktor pencetus dan cara mengatasi nyeri.
Kode SIKI: I.08047
Deskripsi : Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif. I.08044: Mengajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri. I.04016: Kolaborasi pemberian terapi intravena/obat analgesik sesuai resep. I.08045: Evaluasi efektivitas penanganan nyeri. I.09030: Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien/keluarga tentang manajemen nyeri.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.03132
Deskripsi : Perilaku pencegahan infeksi yang ditandai dengan: tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi, tanda-tanda vital dalam rentang normal, hasil laboratorium dalam rentang normal, menerapkan perilaku pencegahan infeksi, dan lingkungan bebas dari kontaminasi.
Kode SIKI: I.08026
Deskripsi : Mempertahankan teknik aseptik. I.08060: Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium (terutama leukosit 18.41 dan neutrofil 89.2 yang sangat tinggi). I.08050: Memonitor tanda-tanda vital termasuk suhu. I.01246: Mengelola terapi oksigen jika diperlukan. I.04016: Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai resep. I.09005: Melakukan cuci tangan. I.09030: Memberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan infeksi.
-
Article No. 24515 | 17 Mar 2026
Klinis : pasien dengan penurunan kesadaran riw dm dan ht KU: lemah, Kes: Coma TD: 118/69 HR: 106 x/m S: 37,8 C RR: 34x/m SPO2: 99%
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Koma)
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan fungsi otak yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mempertahankan kesadaran terhadap diri sendiri dan lingkungan, serta ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Kesadaran kembali normal. Kriteria hasil: 1) Respon membuka mata spontan atau terhadap rangsang suara. 2) Respon motorik mengikuti perintah. 3) Respon verbal sesuai, dapat berkomunikasi dengan benar. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 5) Fungsi kognitif dan persepsi sensorik membaik.
Kode SIKI: I.15001
Deskripsi : Manajemen penurunan kesadaran. Intervensi: 1) Kaji tingkat kesadaran secara teratur menggunakan skala Glasgow Coma Scale (GCS). 2) Monitor dan catat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu, saturasi oksigen) setiap jam atau sesuai kondisi. 3) Pertahankan jalan napas paten, posisikan pasien dalam posisi semi atau miring untuk mencegah aspirasi dan memudahkan drainase sekret. 4) Lakukan penghisapan lendir secara teratur sesuai kebutuhan. 5) Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi dan program dokter untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 6) Kaji pola pernapasan (kecepatan, irama, kedalaman) dan adanya tanda distress pernapasan seperti takipnea (RR 34x/m seperti pada pasien), retraksi, atau sianosis. 7) Lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus dengan perubahan posisi setiap 2 jam dan penggunaan alas anti dekubitus. 8) Lakukan perawatan kebersihan diri (mandi, perawatan mulut, mata, dan kuku) secara pasif. 9) Berikan nutrisi sesuai program, baik melalui NGT (Nasogastric Tube) atau parenteral, dan pantau toleransinya. 10) Monitor balance cairan, input dan output setiap 24 jam. 11) Lakukan latihan rentang gerak pasif untuk mencegah kontraktur sendi. 12) Lindungi pasien dari cedera dengan memasang pengaman tempat tidur dan menjaga lingkungan aman. 13) Berikan komunikasi terapeutik kepada keluarga, jelaskan kondisi dan perkembangan pasien. 14) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai program dokter (misalnya, untuk mengontrol gula darah pada riwayat DM atau tekanan darah pada riwayat HT). 15) Monitor hasil pemeriksaan penunjang seperti gula darah, elektrolit, dan gas darah arteri. Penurunan kesadaran hingga koma merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan pendekatan sistematis dan komprehensif. Pada kasus ini, pasien dengan riwayat Diabetes Mellitus (DM) dan Hipertensi (HT) berisiko tinggi mengalami penurunan kesadaran akibat komplikasi seperti ketoasidosis diabetik, ensefalopati hipertensif, atau stroke. Tanda vital menunjukkan adanya takikardia (HR 106x/m) dan takipnea (RR 34x/m) yang dapat merupakan kompensasi tubuh terhadap stres metabolik (misalnya, akibat hiperglikemia) atau gangguan asam-basa. Suhu 37.8°C mengindikasikan kemungkinan infeksi atau respons inflamasi yang dapat memperburuk kondisi. Meskipun SpO2 99%, pola pernapasan yang cepat perlu diwaspadai sebagai tanda awal distress. Tujuan utama intervensi keperawatan adalah mempertahankan fungsi vital, mencegah komplikasi imobilisasi (seperti pneumonia aspirasi, dekubitus, kontraktur), dan memberikan dukungan kepada keluarga. Pemantauan neurologis berkelanjutan dengan GCS sangat krusial untuk mendeteksi perubahan sekecil apapun. Kerja sama tim multidisiplin (dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapi) sangat diperlukan untuk mencapai outcome yang optimal, yaitu kembalinya kesadaran pasien atau paling tidak, stabilisasi kondisi dan pencegahan komplikasi lebih lanjut.
-
Article No. 24516 | 17 Mar 2026
Klinis : pasien dengan penurunan kesadaran RPD/ DM dan HT KU: lemah, E4V1M5 TD: 145/86 HR: 98 S: 38 RR: 32 SPO2: 99% Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/-, pupil isokor 3mm/3mm, refleks kornea (+/+) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (+) Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (+) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik sde Refleks fisiologis: +3/+3//+3/+3 Refleks patologis: (-) Parese NC VII (-) Meningeal sign (-) lab 16/3/26 ur 120.0 kr 1.63 albumin 3.03 lab 17/3/26 hb 10.65 eritrosit 3.85 hmt 32.1 lekosit 9.55 trombosit 243 thorax: Kesan : - Bronchitis dan besar cor normal CT scan (-)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan neurologis.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi Serebral: Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima; Status neurologis stabil; Tekanan intrakranial dalam batas normal; Tidak ada tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial; Fungsi kognitif dan sensorimotor dipertahankan.
Kode SIKI: 3901
Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Kaji status neurologis secara teratur menggunakan skala koma Glasgow (GCS); Pantau dan catat tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) setiap 1-2 jam atau sesuai protokol; Observasi ukuran, kesamaan, dan reaksi pupil terhadap cahaya; Pantau kekuatan motorik dan sensasi pada keempat ekstremitas; Kaji adanya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala, muntah proyektil, perubahan kesadaran, atau parese; Kaji dan dokumentasi refleks patologis dan meningeal sign; Kolaborasi dalam pemantauan tekanan intrakranial jika diperlukan; Laporkan segera setiap penurunan GCS ≥2 poin atau perubahan neurologis lainnya.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons tubuh terhadap patogen.
Kode SLKI: 0501
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Tidak ada tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, panas, bengkak, nyeri, drainage purulen); Hasil laboratorium dalam batas normal; Teknik aseptik dipertahankan selama perawatan.
Kode SIKI: 3501
Deskripsi : Pengendalian Infeksi: Cuci tangan dengan teknik aseptik sebelum dan setelah melakukan tindakan; Gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai; Lakukan perawatan luka atau area invasif dengan teknik steril; Pantau tanda-tanda vital terutama suhu tubuh secara berkala; Kaji area kulit dan membran mukosa terhadap tanda-tanda infeksi; Pantau hasil laboratorium (seperti leukosit); Ajarkan keluarga/teman untuk mencuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien; Batasi pengunjung jika diperlukan; Kolaborasi pemberian terapi antibiotik sesuai program; Lakukan fisioterapi dada dan perubahan posisi untuk mencegah pneumonia; Pertahankan kebersihan area oral (mulut kering meningkatkan risiko infeksi).
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Status Pernapasan: Pola napas dalam rentang normal; Suara napas bersih; Tidak ada sianosis; Oksigenasi adekuat (SpO2 >95%); Tidak ada retraksi otot bantu pernapasan; Gas darah arteri dalam batas normal.
Kode SIKI: 3601
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Kaji pola, kedalaman, dan usaha pernapasan (frekuensi 32x/menit termasuk tachypnea); Auskultasi suara napas (ronkhi, wheezing) setiap 2-4 jam; Pantau saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus atau berkala; Posisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan 30-45 derajat jika tidak ada kontraindikasi; Lakukan fisioterapi dada dan suction jika diperlukan untuk mengeluarkan sekret; Ajarkan dan bantu latihan napas dalam jika pasien kooperatif; Berikan terapi oksigen sesuai program untuk mempertahankan SpO2 >95%; Kolaborasi pemberian nebulizer atau obat bronkodilator sesuai program; Lakukan perubahan posisi setiap 2 jam untuk mencegah atelektasis dan memobilisasi sekret; Kaji kebutuhan alat bantu jalan napas; Monitor analisa gas darah jika diperlukan.
Kondisi: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat jaringan perifer akibat penurunan suplai darah.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Status Sirkulasi Perifer: Denyut nadi perifer teraba kuat dan simetris; Warna kulit normal dan hangat; Pengisian kapiler < 2 detik; Tidak ada edema, nyeri, atau ulserasi; Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3101
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik: Pantau dan catat tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu secara teratur; Kaji kualitas denyut nadi perifer (radialis, dorsalis pedis) terhadap kekuatan dan kesamaan; Kaji warna, suhu, dan kelembaban kulit serta membran mukosa; Kaji waktu pengisian kapiler (CRT); Observasi adanya edema, ulkus, atau perubahan warna kulit (pucat, sianosis); Pantau keseimbangan cairan (intake dan output); Hindari tekanan langsung pada area yang berisiko iskemi; Anjurkan dan bantu perubahan posisi secara teratur; Lindungi ekstremitas dari cedera; Kolaborasi dalam pemberian terapi cairan atau obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah; Edukasi keluarga tentang tanda-tanda gangguan sirkulasi yang harus dilaporkan.
-
Article No. 24517 | 17 Mar 2026
Klinis : pasien dengan penurunan kesadaran HbsAg Positif (+) KU TSB, E1V1M1 TD : 147/86 mmHg N : 148 x/mnt S : 39.7 RR : 28 SPO2 98% Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/-, pupil isokor 3mm/3mm, refleks kornea (+/+) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (+) Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (+) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik sde Refleks fisiologis: +3/+3//+3/+3 Refleks patologis: (-) Parese NC VII (-) Meningeal sign (-) FUNGSI HATI SGOT 1760 (H) SGPT 340 (H) HbsAg Positif (+) lab 16/3/26 hb 10.01 eritrosit 3.59 hmt 27.8 lekosit 9.48 trombosit 22 (L) Na 128 K 4.5 Cl 97 Ca2+ 0.9 (L) pH 7.46
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran pada Pasien dengan Hepatitis Fulminan (HbsAg Positif) dan Trombositopenia Berat
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Serebral berhubungan dengan peningkatan tekanan intrakranial dan gangguan koagulasi (trombosit 22).
Kode SLKI: L.14039
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran tidak memburuk (E1V1M1 dipertahankan atau membaik). 2) Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan (TD, Nadi, RR). 3) Tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial (refleks fisiologis normal, refleks patologis negatif, pupil isokor). 4) Nilai laboratorium terkait (trombosit, elektrolit) mendekati normal.
Kode SIKI: I.14043
Deskripsi : 1. Monitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan (GCS, ukuran dan reaksi pupil, refleks, tanda meningeal, kekuatan motorik) setiap 1-2 jam atau sesuai protokol. 2. Monitor tanda-tanda vital (TD, Nadi, Suhu, RR, SpO2) setiap jam atau lebih sering jika tidak stabil. 3. Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat dengan kepala dan leher dalam posisi netral untuk memfasilitasi aliran darah vena jugularis. 4. Minimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (hindari suction yang tidak perlu, atur lingkungan tenang, lakukan perawatan secara terkumpul). 5. Kolaborasi pemberian terapi untuk menurunkan beban amonia dan faktor pencetus ensefalopati hepatik sesuai instruksi dokter. 6. Kolaborasi dalam pemantauan dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit (Na 128, Ca2+ 0.9). 7. Lakukan tindakan dengan hati-hati untuk mencegah perdarahan (injeksi IM, sikat gigi) akibat trombositopenia berat. 8. Observasi tanda-tanda perdarahan spontan (petekie, ekimosis, perdarahan gusi, epistaksis). 9. Kolaborasi dalam pemberian transfusi trombosit sesuai indikasi dan instruksi dokter. 10. Edukasi keluarga tentang kondisi pasien dan pentingnya meminimalkan gangguan serta melaporkan setiap perubahan yang mereka amati.
Kondisi: Penurunan Kesadaran pada Pasien dengan Hepatitis Fulminan (HbsAg Positif) dan Trombositopenia Berat
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi berhubungan dengan penurunan fungsi hati (SGOT/SGPT sangat tinggi) dan status imunologis yang terganggu (HbsAg +).
Kode SLKI: L.09008
Deskripsi : Risiko infeksi berkurang, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda infeksi tidak muncul (suhu tubuh dalam rentang normal, leukosit dalam batas normal). 2) Hasil kultur negatif. 3) Tanda-tanda vital dalam batas normal. 4) Tidak ada tanda sepsis.
Kode SIKI: I.00926
Deskripsi : 1. Monitor tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal setiap shift, termasuk suhu tubuh (saat ini 39.7°C), leukosit (9.48), karakteristik sputum, urine, dan warna/karakteristik cairan tubuh lainnya. 2. Lakukan cuci tangan dengan teknik aseptik sebelum dan setelah melakukan tindakan pada pasien. 3. Pertahankan teknik aseptik dan steril pada semua prosedur invasif (pemasangan infus, perawatan luka). 4. Lakukan perawatan kebersihan diri pasien (perawatan mulut, kulit, area perianal) secara optimal untuk mengurangi reservoir mikroorganisme. 5. Atur posisi pasien secara periodik dan lakukan fisioterapi dada pasif untuk mencegah stasis sekret dan pneumonia. 6. Tingkatkan nutrisi sesuai toleransi dan kondisi pasien untuk mendukung sistem imun. 7. Kolaborasi pemberian terapi antibiotik atau antivirus sesuai indikasi dan instruksi dokter. 8. Batasi pengunjung dan pastikan pengunjung dalam kondisi sehat serta menerapkan prosedur pencegahan infeksi. 9. Edukasi keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi dan tanda-tanda infeksi yang harus dilaporkan.
Kondisi: Penurunan Kesadaran pada Pasien dengan Hepatitis Fulminan (HbsAg Positif) dan Trombositopenia Berat
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolik (demam 39.7°C), penurunan asupan (penurunan kesadaran), dan gangguan fungsi hati.
Kode SLKI: L.03015
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi, ditandai dengan: 1) Asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan metabolik. 2) Status hidrasi adekuat (turgor kulit baik, mukosa bibir lembab). 3) Tidak terjadi penurunan berat badan yang signifikan. 4) Nilai laboratorium terkait nutrisi (albumin, hemoglobin) stabil atau membaik.
Kode SIKI: I.03027
Deskripsi : 1. Kaji status nutrisi pasien (BB, IMT, tanda klinis defisiensi) dan kemampuan menelan/refleks muntah. 2. Timbang berat badan pasien secara teratur jika memungkinkan. 3. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan nutrisi lain sesuai kondisi gagal hati dan katabolik tinggi. 4. Berikan nutrisi enteral (melalui NGT) dengan formula khusus sesuai resep, dimulai secara bertahap, dan monitor toleransi (residu lambung, distensi abdomen, diare). 5. Pertahankan kebersihan mulut sebelum dan sesudah pemberian nutrisi untuk meningkatkan kenyamanan dan mencegah infeksi. 6. Monitor status hidrasi (turgor kulit, mukosa bibir kering (+), balance cairan) dan kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai kebutuhan. 7. Posisikan pasien dengan kepala elevasi 30-45 derajat selama dan setelah pemberian nutrisi enteral untuk mencegah aspirasi. 8. Monitor parameter laboratorium terkait (Hb 10.01, albumin, elektrolit) dan laporkan setiap kelainan. 9. Observasi tanda-tanda perbaikan status nutrisi dan laporkan setiap komplikasi terkait nutrisi.
-
Article No. 24483 | 16 Mar 2026
Klinis : Seorang bayi perempuan usia 8 hari dibawa kerumah sakit dengan keluhan badan kuning setelah perawatan. Bayi lahir spontan dari ibu G1P1A0H1 dengan bantuan bidan. Ibu dengan riwayat hepatitis A. Berdasarkan hasil pengkajian didapatkan data BB bayi 2100 gram, usia pada waktu pengkajian 8 hari. Bayi terlihat kuning (Kramer 3 – 4) dengan hasil pemeriksaan bilirubin total 17,5 mg/dL. Pemeriksaan tanda vital (nadi: 132 x/menit, nafas: 40 x/menit, suhu: 37,8°C). Saat pengkajian fisik, bayi dilakukan foto terapi 2 lampu. Bayi terlihat gelisah, sering menangis dan terlihat haus ketika diberi minum. Kulit bayi terlihat terkelupas dan kering serta teraba hangat.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Tinggi Hiperbilirubinemia / Ikterus Neonatorum
Kode SDKI: D.0024
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kadar bilirubin dalam darah pada periode neonatal yang dapat menyebabkan kernikterus dan kerusakan neurologis permanen.
Kode SLKI: L.08046
Deskripsi : Penurunan kadar bilirubin. Kriteria hasil: 1) Kadar bilirubin total dalam batas normal sesuai usia, 2) Tidak ada tanda-tanda kernikterus, 3) Warna kulit dan sklera normal, 4) Asupan nutrisi adekuat, 5) Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai.
Kode SIKI: I.01230
Deskripsi : Manajemen Hiperbilirubinemia. Intervensi keperawatan: 1) Monitor ketat tanda vital (suhu, nadi, pernapasan) setiap 2-4 jam untuk mendeteksi dini komplikasi seperti infeksi atau dehidrasi yang dapat memperburuk ikterus. 2) Lakukan pengukuran kadar bilirubin serum secara serial sesuai protokol atau instruksi dokter (misalnya setiap 12-24 jam) untuk menilai efektivitas terapi. 3) Lakukan fototerapi dengan tepat: a. Pastikan area kulit bayi terpapar sinar maksimal dengan menanggalkan pakaian dan menggunakan penutup mata khusus untuk melindungi retina. b. Ubah posisi bayi secara berkala (telentang, tengkurap dengan pengawasan, miring) untuk memastikan paparan merata. c. Monitor suhu tubuh bayi untuk mencegah hipertermia atau hipotermia akibat paparan lampu. d. Jaga jarak aman antara bayi dan sumber cahaya sesuai spesifikasi alat. 4) Tingkatkan asupan cairan untuk meningkatkan ekskresi bilirubin: a. Berikan ASI atau susu formula lebih sering (setiap 2-3 jam). b. Observasi tanda-tanda dehidrasi seperti turgor kulit menurun, fontanel cekung, dan output urin berkurang (popok kering kurang dari 6 kali/hari). c. Catat intake dan output cairan secara akurat. 5) Lakukan perawatan kulit: a. Rawat kulit kering dan terkelupas dengan pelembab yang aman untuk bayi baru lahir. b. Hindari penggunaan losion atau minyak yang dapat menghalangi sinar fototerapi. c. Observasi integritas kulit terhadap iritasi atau ruam. 6) Berikan kenyamanan dan mengurangi stimulasi: a. Swaddling (bedong) yang longgar untuk mengurangi gelisah. b. Atur lingkungan yang tenang, redupkan cahaya ruangan di luar fototerapi. c. Lakukan sentuhan terapeutik dan gendong saat bayi keluar dari fototerapi untuk pemberian makan. 7) Edukasi orang tua: a. Jelaskan penyebab kuning pada bayi, tujuan fototerapi, dan pentingnya asupan cairan. b. Demonstrasikan perawatan bayi selama fototerapi dan cara menyusui yang efektif. c. Berikan dukungan emosional, yakinkan bahwa ikterus umum terjadi namun memerlukan penanganan serius. 8) Monitor tanda-tanda bahaya (warning signs) seperti letargi, tangisan melengking (high-pitched cry), hipotoni atau hipertoni, kejang, dan penurunan refleks hisap yang dapat mengindikasikan kernikterus, dan segera laporkan. 9) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi adjuvan seperti imunoglobulin intravena (jika dicurigai inkompatibilitas darah) atau pertukaran transfusi jika kadar bilirubin sangat tinggi dan tidak responsif dengan fototerapi.
-
Article No. 24484 | 16 Mar 2026
Klinis : PAsien mengatakan adanya nyeri saat ganti perban diarea luke post operasi DO: 1. luka operasi tampak baik, kering, jahitan rapat, tidak adanya nanah maupun darah 2. tampaka lesi kemerahan di area perban 3. lesi luka soeertu kecet berwarna putih tidak ada darah namun perih 5. pasuen tampak meringis saat perban dibuka dan apabila terkena alkohol dan betadine
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri yang dirasakan pasien. Intervensi ini meliputi pengkajian nyeri yang komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas), serta faktor presipitasi. Perawat mengajarkan dan menggunakan metode farmakologis (pemberian analgesik sesuai program) dan non-farmakologis (teknik distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing) untuk menurunkan persepsi nyeri. Selain itu, perawat mengevaluasi keefektifan intervensi yang diberikan dan memodifikasi rencana sesuai kebutuhan untuk mencapai tingkat kenyamanan yang diinginkan pasien. Dalam konteks luka, kontrol nyeri juga mencakup teknik perawatan luka yang lembut dan meminimalkan trauma selama prosedur.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Tingkat Kontrol Nyeri. Suatu kondisi dimana nyeri dapat dikendalikan atau ditoleransi oleh individu. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien mampu melaporkan berkurangnya atau hilangnya nyeri (skala nyeri menurun), menunjukkan tanda-tanda perilaku nyeri berkurang (tidak meringis, gelisah, atau menangis), mampu beristirahat dan tidur dengan cukup, serta mampu melakukan aktivitas yang diinginkan tanpa hambatan nyeri yang signifikan. Pasien juga menunjukkan pemahaman tentang faktor pemicu nyeri dan metode penanganannya. Pada kasus ini, hasil yang diharapkan adalah pasien tidak lagi meringis saat perban dibuka dan selama perawatan luka, serta melaporkan penurunan rasa perih saat larutan antiseptik diaplikasikan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan. Pada pasien dengan luka post operasi, integritas kulit yang terganggu menjadi port de entry utama bagi mikroorganisme.
Kode SLKI: 1920
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Tindakan untuk mencegah dan menangani infeksi. Intervensi ini mencakup pemantauan tanda-tanda infeksi lokal (seperti kemerahan yang meluas, bengkak, panas, nyeri, pus) dan sistemik (demam). Perawat menerapkan dan mengajarkan prinsip aseptik ketat selama perawatan luka, termasuk teknik cuci tangan yang benar, penggunaan alat steril, dan pembuangan balutan lama yang tepat. Perawat juga memantau dan merawat luka sesuai kondisi, memastikan luka tetap kering dan bersih, serta memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda infeksi yang perlu diwaspadai dan pentingnya menjaga kebersihan. Meskipun luka tampak kering dan rapat, adanya lesi kemerahan di area perban dan luka lecet memerlukan kewaspadaan ekstra untuk mencegah infeksi sekunder.
Kode SIKI: 2820
Deskripsi : Status Pengendalian Infeksi. Suatu kondisi dimana infeksi dapat dicegah atau dikendalikan. Kriteria hasil meliputi: tidak adanya tanda-tanda infeksi pada luka (nanah, kemerahan yang bertambah, bengkak, demam). Luka menunjukkan proses penyembuhan yang normal (granulasi, epitelisasi). Pasien dan keluarga menunjukkan perilaku yang mendukung pencegahan infeksi, seperti tidak menyentuh luka dengan tangan kotor dan melaporkan segera jika ada perubahan pada luka. Pada kasus ini, hasil yang diharapkan adalah lesi kemerahan di area perban tidak berkembang menjadi infeksi dan luka operasi utama tetap dalam kondisi baik tanpa nanah.
Kondisi: Kerusakan Integritas Kulit
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Gangguan pada epidermis dan/atau dermis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor internal (seperti imobilisasi, status nutrisi buruk) atau faktor eksternal (seperti pembedahan, trauma, iritasi). Pada pasien ini, kerusakan kulit terjadi akibat insisi bedah (luka operasi) dan iritasi atau reaksi terhadap plester/perban (lesi kemerahan dan lecet).
Kode SLKI: 0903
Deskripsi : Perawatan Luka. Tindakan untuk memfasilitasi penyembuhan luka dan mencegah komplikasi. Intervensi ini meliputi pengkajian luka secara teratur (ukuran, kedalaman, drainage, jaringan sekitar), pemilihan balutan yang tepat sesuai kondisi luka (misalnya, balutan non-iritan untuk kulit yang sensitif di sekitar luka), serta teknik perawatan luka yang tepat untuk meminimalkan trauma dan nyeri. Perawat juga melindungi kulit sekitar luka dari kerusakan lebih lanjut (misalnya dengan barrier film atau skin prep) dan memberikan edukasi tentang perawatan luka di rumah. Dalam kasus ini, perawat perlu mempertimbangkan kemungkinan iritasi kontak dari perban atau antiseptik yang digunakan.
Kode SIKI: 1103
Deskripsi : Status Penyembuhan Luka: Epitelialisasi. Suatu kondisi dimana luka mengalami proses penyembuhan dengan pembentukan jaringan epitel baru. Kriteria hasil meliputi: luka menunjukkan penurunan ukuran, adanya jaringan granulasi yang sehat (berwarna merah muda), dan pembentukan jaringan epitel baru di tepi luka. Kulit di sekitar luka utuh, tidak kemerahan, atau teriritasi. Tidak ada drainage yang purulen. Pada kasus ini, tujuan jangka pendek adalah mencegah perluasan lesi kemerahan dan lecet di sekitar luka, serta memastikan luka operasi utama tetap tertutup dan kering menuju penyembuhan sempurna.
-
Article No. 24485 | 16 Mar 2026
Klinis : PAsien mengatakan adanya nyeri saat ganti perban diarea luke post operasi DO: 1. luka operasi tampak baik, kering, jahitan rapat, tidak adanya nanah maupun darah 2. tampaka lesi kemerahan di area perban 3. lesi luka soeertu kecet berwarna putih tidak ada darah namun perih 5. pasuen tampak meringis saat perban dibuka dan apabila terkena alkohol dan betadine
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan yang komprehensif yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan sensasi nyeri yang dialami pasien. Fokus utamanya adalah pada penilaian nyeri yang komprehensif dan berkelanjutan, termasuk lokasi, karakteristik, intensitas (menggunakan skala yang valid), faktor pencetus, dan faktor pereda. Perawat kemudian merencanakan dan melaksanakan intervensi farmakologis (sesuai instruksi dokter, seperti pemberian analgesik) dan non-farmakologis. Intervensi non-farmakologis sangat relevan dalam kasus ini, seperti teknik distraksi (mengalihkan perhatian pasien saat pergantian balutan), relaksasi (napas dalam), atau terapi kognitif. Selain itu, SLKI ini juga mencakup edukasi kepada pasien tentang sifat nyerinya, cara melaporkan nyeri, dan metode penanganan mandiri yang aman. Evaluasi keberhasilan intervensi dilakukan dengan menilai kembali intensitas nyeri setelah tindakan dilakukan. Pada kasus pasien dengan luka operasi, kontrol nyeri juga melibatkan teknik perawatan luka yang tepat dan lembut untuk meminimalkan trauma selama prosedur.
Kode SIKI: 3402
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Meminimalkan nyeri pada pasien yang mengalami nyeri berat. Kriteria hasil ini mengukur sejauh mana nyeri akut pasien dapat dikendalikan. Indikator yang relevan untuk kasus ini antara lain: (1) Pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri setelah dilakukan intervensi, misalnya dari skala 7 menjadi 3 pada skala 0-10. (2) Pasien menunjukkan perilaku nyeri yang berkurang, seperti tidak lagi meringis, tubuh lebih rileks, dan mampu berkooperasi selama prosedur perawatan luka. (3) Pasien dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu dan meredakan nyerinya (misalnya, menyentuh luka memicu nyeri, sedangkan teknik napas dalam dapat meredakannya). (4) Pasien mampu menggunakan setidaknya satu metode non-farmakologis untuk mengatasi nyeri secara mandiri. (5) Tanda-tanda fisiologis yang terkait dengan nyeri (seperti takikardia atau tekanan darah meningkat) menurun atau kembali ke baseline setelah intervensi. Pencapaian SIKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan (SLKI) yang diberikan efektif dalam mengelola pengalaman nyeri akut pasien, sehingga meningkatkan kenyamanan dan memfasilitasi proses penyembuhan.
-
Article No. 24486 | 16 Mar 2026
Klinis : TGL MRS: 18 Februari 2026 TGL. PENGKAJIAN: 24 Februari 2026 WAKTU: 02.10 SUKU: Batak NAMA: Tn. S AGAMA: Protestan USIA: 74 Tahun PENDIDIKAN: SMA JENIS KELAMIN: Laki - Laki PEKERJAAN: Wiraswasta ALAMAT: Kab. Sidoarjo DIAGNOSA MEDIS: Peritonitis Akut + Melena + Hiponatremi + AKI dd ACKD + Anemia SUMBER BIAYA: BPJS NRM: 000029XXX RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG: Pasien rujukan dari RSU BUNDA SIDOARJO tgl 18 feb 2026 dirawat di UGD lalu dirujuk untuk penatalaksanaan selanjutnya. Pasien datang dengan keluhan nyeri perut sejak 2 hari disertai perut membesar. Nyeri perut dirasakan di seluruh lapang perut namun saat di UGD sudah dirasakan berkurang. Pasien Tidak bisa bab dan kentut 2 hari ini. Pasien juga Tidak bisa BAK 2 hari ini namun setelah dipasang selang kateter urin bisa keluar namun hanya sedikit dan pekat. Ada mual sempat muntah 1 kali namun tidak ada muntah darah atau hitam. Pasien juga ada BAB hitam 3 hari lalu sebanyak 2 kali, BAB seperti petis jumlah dikatakan cukup banyak. Badan lemas, nafsu makan menurun. Tidak ada demam, tidak batuk, tidak sesak. Pada saat pengkajian pasien dirawat hari ke 6. hari ke 5 post op laparotomi repair primer duodenum + omental patch pindahan dari ruang ICU 3hari yll. Pasien mengeluh sesak (+), nyeri perut berkurang, mual (+) merasa ingin muntah, BAB 1x jumlah sedikit. Keluhan Demam, sesak, dada berdebar disangkal RIWAYAT PENYAKIT DAHULU: 1. Pernah dirawat: Tidak Bulan/Tahun : - Diagnosa : - 2. Riwayat penyakit kronik dan menular: Tidak Bila iya, Jenis penyakit: - 3. Riwayat kontrol : - Riwayat penggunaan obat : - 4. Riwayat alergi: Obat ya tidak jenis…………………… Makanan ya tidak jenis…………………… Lain-lain ya tidak jenis…………………… 5. Riwayat operasi: Ya/Tidak Kapan : …………………… Jenis operasi : …………………… 6. Lain-lain: Riwayat Post KLL 1 minggu yang lalu di jalan. Saat itu masih bisa berjalan dan duduk normal. Saat ini jika berjalan terasa sakit pada paha kanan. terdapat memar dipinggang kanan, sempat berobat ke RSDS hanya diberikan anti nyeri lalu KRS. Riwayat MRS Sebelumnya disangkal RIWAYAT KELUARGA: Riwayat penyakit serupa dalam keluarga disangkal KELUHAN UTAMA: Nyeri perut PRA-OPERASI PASCA OPERASI VITAL SIGN: JENIS TINDAKAN OPERASI: laparotomi repair primer duodenum + omental patch FUNCTIONAL CAPACITY: TANGGAL TINDAKAN: 19 februari 2026 ANASTESI: General anastesi VITAL SIGN: TD = 155/74 mmHg N = 115 x/mnt RR = 23 x/mnt GCS : E = 4 V = 5 M = 6 Suhu tubuh = 36.2 °C SP02 = 97% 02 nasal 3lpm B1 (BREATH) RESPIRATORY ASSESSMENT: RR 23x/mnt (takipnea), spO2 97% 02 nasal 3lpm.pernapasan pursed-lip breathing (+), tidak ada retraksi otot dada, suara napas vesikuler, tidak ada ronchi/wheezing B2 (BLOOD) CARDIOVASCUL AR ASSESSMENT: TD 155/74 mmHg, Nadi : 115xmnt. CRT<2 detik, tanpa support obat, akral hangat kering merah B3 (BRAIN) NEUROLOGICAL ASSESSMENT: GCS 456 Pupil isokor diameter 3mm/3mm Refleksi cahaya +/+ Orientasi baik B4 (BOWEL) PAIN ASSESSMENT: P : Post Operasi Q : Tumpul R : Abdomen, S : 5 T : Hilang Timbul Mual (+), Peristaltik usus 8x/mnt. Residu lambung 25cc warna hijau per 8 jam. BAB 1x jumlah sedikit. Terpasang NGT no.16 buka tutup untuk diet B5 (BLADDER) FLUID AND ELECTROLYTE BALANCE ASSESSMENT Input : Oral : diet susu 300cc, terpasang NGT no 16 Parenteral : 2000cc/24 jam Output : Urine : 1200cc/24 jam B6 (BONE) ACTIVITY AND MOBILITY ASSESSMENT ADL total dibantu keluarga. Mobilisasi terbatas akibat nyeri pada perut pasca operasi. Bersikap protektif saat bergerak. SKIN WOUND AND SURGICAL SITE ASSESSMENT Luka operasi abdomen midline + 15 cm, tidak merembes. Terdapat kemerahan dan eksudat kekuningan pada area luka Terpasang drain pada abdomen dengan produksi cairan berwarna kuning jumlah +50cc. Balutan bersih dan kering. Resiko infeksi tinggi (WBC 17.16x 103/uL, Neut 91%) PSYCHOSOCIAL -SPRITUAL ASSESSMENT PSYCHOSOCIAL- SPRITUAL ASSESSMENT Pasien mampu mengontrol emosi dengan baik. Pasien mendapat dukungan penuh dari keluarga dan Pasien menganggap penyakit sebagai ujian PERSONAL HYGIENE PERSONAL HYGIENE Sikat Gigi Dibantu Berpakaian Dibantu Mandi Dibantu Menyisir Rambut Dibantu PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK: PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK: 1. Femur AP (Anterior Posterior) Lateral, Dextra (18/2/2026) : Foto femur kanan tak tampak kelainan 2. Thorax AP/PA (19/2/2026) : - Cor dan pulmo tak tampak kelainan - Terpasang CVC dengan tip distal setinggi VTh 5 sisi kanan - Terpasang ETT dengan tip distal setinggi VTh 3 dengan jarak +/- 6,03 cm dari carina 3. Pelvis AP (Anterior Posterior) (26/2/2026) : foto pelvis tak tampak kelainan 4. Laboratorium (18/2/2026) : BUN 66,6 SK 2.77 Natrium 122 5. Laboratorium (19/2/2026) : BUN 66,6 SK 1.77 Natrium 133 Hb 9.0 Leukosit 16.6 Eritrosit 2.94 Albumin 3.01 Natrium 136 6. BGA (19/2/2026) pH 7.406 PO2 67.8 PCO2 40.6 HCO3 26.6 BE 1.0 P/F rasio 205.9 (gagal nafas ringan) 7. DL (20/2/2026) post Transfusi PRC 2 kolf dan WB 2 Kolf Hb 10 Wbc 17.16 Neut 91 Limf 5 Plt 247 8. Laboratorium (21/2/2026) Na 141 K 4.3 Cl 107 Alb 2.74 TERAPI TERAPI (24/2/2026) 1. Inf Bfluid 1500cc/24jam 2. Inf Amiparen 500cc/24 jam 3. IV Ceftriaxone 2x1gr 4. IV Dofen 3x1 amp 5. IV metoclopramide 3x10mg 6. P.O Sucralfat Syr 3c1 7. IV Omeprazole 2x40mg 8. IV Metronidazole 3x500mg 9. IV VIT K 3x1 10. IV Asam traneksamat 3x500 mg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien bebas dari tanda dan gejala infeksi.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : 1. Pantau tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal (demam, kemerahan, nyeri, bengkak, drainage purulen). 2. Lakukan teknik aseptik dan antiseptik pada semua prosedur invasif. 3. Pertahankan teknik cuci tangan yang benar sebelum dan sesudah kontak dengan pasien. 4. Pantau hasil pemeriksaan laboratorium yang mengindikasikan infeksi (seperti leukositosis, peningkatan neutrofil). 5. Lakukan perawatan luka dengan teknik steril. 6. Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi serta kapan harus melaporkan. 7. Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program. 8. Tingkatkan asupan nutrisi untuk mendukung sistem imun. 9. Batasi pengunjung jika diperlukan. 10. Pertahankan kebersihan lingkungan sekitar pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi, dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Tingkat nyeri pasien terkontrol.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : 1. Kaji nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas menggunakan skala nyeri, dan faktor pencetus/pereda). 2. Observasi tanda-tanda nonverbal ketidaknyamanan (perubahan tanda vital, gelisah, ekspresi wajah, postur tubuh protektif). 3. Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk meningkatkan kenyamanan. 4. Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (teknik napas dalam, distraksi, relaksasi). 5. Lakukan reposisi dengan teknik yang tepat untuk mengurangi tekanan pada area nyeri. 6. Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 7. Berikan informasi tentang penyebab nyeri dan penatalaksanaannya. 8. Libatkan keluarga dalam upaya penanganan nyeri. 9. Evaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan.
Kondisi: Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam regulasi cairan dan elektrolit tubuh.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit pasien adekuat.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : 1. Pantau status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, produksi urin, berat badan). 2. Pantau tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan, suhu) secara berkala. 3. Hitung dan dokumentasikan keseimbangan cairan (intake dan output) secara akurat setiap 24 jam. 4. Kolaborasi pemantauan hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, BUN, kreatinin, hematokrit). 5. Atur pemberian cairan intravena sesuai program terapi. 6. Observasi tanda dan gejala ketidakseimbangan elektrolit khususnya hiponatremi (lemah, mual, kebingungan) dan hipernatremi. 7. Kolaborasi pemberian terapi penggantian elektrolit jika diperlukan. 8. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan cairan dan tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan. 9. Pantau drainase luka dan karakteristik cairan drain. 10. Evaluasi respons pasien terhadap terapi cairan yang diberikan.
Kondisi: Gangguan Eliminasi Urine
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam proses pengeluaran urine.
Kode SLKI: L.05001
Deskripsi : Eliminasi urine pasien adekuat.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : 1. Pantau produksi urine (jumlah, warna, kejernihan, bau) setiap jam atau sesuai kebutuhan. 2. Hitung dan catat balance cairan secara akurat. 3. Kaji keluhan disuria, urgensi, atau retensi urine. 4. Lakukan perawatan kateter dengan teknik steril untuk mencegah infeksi. 5. Pertahankan sistem drainase urine tetap tertutup dan tidak tersumbat. 6. Observasi tanda-tanda infeksi saluran kemih. 7. Kolaborasi pemantauan fungsi ginjal (BUN, kreatinin). 8. Anjurkan intake cairan yang adekuat sesuai kondisi dan program terapi. 9. Ajarkan pasien dan keluarga tentang perawatan kateter jika akan dipasang dalam jangka panjang. 10. Evaluasi pola eliminasi urine setelah kateter dilepas.
Kondisi: Risiko Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: D.0064
Deskripsi Singkat: Kerentanan terhadap gangguan pada kulit yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Integritas kulit pasien utuh.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : 1. Kaji kulit secara teratur (warna, kelembaban, suhu, turgor, adanya kemerahan, lesi). 2. Lakukan perawatan kulit dengan menjaga kebersihan dan kekeringan. 3. Ubah posisi pasien secara teratur untuk mengurangi tekanan pada tonjolan tulang. 4. Gunakan alat bantu (bantal, matras khusus) untuk mengurangi tekanan. 5. Pertahankan linen tempat tidur tetap kering, bersih, dan bebas dari kerutan. 6. Lakukan perawatan luka operasi dengan teknik aseptik/steril. 7. Observasi luka operasi terhadap tanda-tanda infeksi (kemerahan, bengkak, nyeri, drainage purulen). 8. Monitor status nutrisi (khususnya protein dan albumin) untuk mendukung penyembuhan luka. 9. Ajarkan pasien dan keluarga untuk melaporkan setiap perubahan pada kulit atau luka. 10. Kolaborasi pemberian nutrisi yang adekuat untuk penyembuhan jaringan.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0008
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Mobilitas fisik pasien optimal sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : 1. Kaji tingkat ketergantungan dalam aktivitas (ADL) menggunakan skala yang tepat. 2. Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan (mandi, berpakaian, kebersihan mulut). 3. Rencanakan dan bantu latihan rentang gerak (ROM) aktif/pasif sesuai toleransi. 4. Bantu dan ajarkan teknik mobilisasi bertahap (duduk di tepi tempat tidur, berdiri, berjalan) dengan mempertimbangkan nyeri dan kelemahan. 5. Kolaborasi pemberian analgesik sebelum mobilisasi jika diperlukan. 6. Gunakan alat bantu mobilitas jika tersedia dan sesuai. 7. Anjurkan posisi yang nyaman dan aman saat istirahat di tempat tidur. 8. Monitor respons pasien terhadap aktivitas (tanda vital, kelelahan, nyeri). 9. Libatkan keluarga dalam membantu mobilisasi dengan teknik yang benar. 10. Berikan motivasi dan dukungan untuk meningkatkan kemandirian secara bertahap.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang tidak jelas dan tidak nyaman sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: L.12001
Desk
Article No. 24487 | 16 Mar 2026
Klinis : TGL MRS: 18 Februari 2026 TGL. PENGKAJIAN: 24 Februari 2026 WAKTU: 02.10 SUKU: Batak NAMA: Tn. S AGAMA: Protestan USIA: 74 Tahun PENDIDIKAN: SMA JENIS KELAMIN: Laki - Laki PEKERJAAN: Wiraswasta ALAMAT: Kab. Sidoarjo DIAGNOSA MEDIS: Peritonitis Akut + Melena + Hiponatremi + AKI dd ACKD + Anemia SUMBER BIAYA: BPJS NRM: 000029XXX RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG: Pasien rujukan dari RSU BUNDA SIDOARJO tgl 18 feb 2026 dirawat di UGD lalu dirujuk untuk penatalaksanaan selanjutnya. Pasien datang dengan keluhan nyeri perut sejak 2 hari disertai perut membesar. Nyeri perut dirasakan di seluruh lapang perut namun saat di UGD sudah dirasakan berkurang. Pasien Tidak bisa bab dan kentut 2 hari ini. Pasien juga Tidak bisa BAK 2 hari ini namun setelah dipasang selang kateter urin bisa keluar namun hanya sedikit dan pekat. Ada mual sempat muntah 1 kali namun tidak ada muntah darah atau hitam. Pasien juga ada BAB hitam 3 hari lalu sebanyak 2 kali, BAB seperti petis jumlah dikatakan cukup banyak. Badan lemas, nafsu makan menurun. Tidak ada demam, tidak batuk, tidak sesak. Pada saat pengkajian pasien dirawat hari ke 6. hari ke 5 post op laparotomi repair primer duodenum + omental patch pindahan dari ruang ICU 3hari yll. Pasien mengeluh sesak (+), nyeri perut berkurang, mual (+) merasa ingin muntah, BAB 1x jumlah sedikit. Keluhan Demam, sesak, dada berdebar disangkal RIWAYAT PENYAKIT DAHULU: 1. Pernah dirawat: Tidak Bulan/Tahun : - Diagnosa : - 2. Riwayat penyakit kronik dan menular: Tidak Bila iya, Jenis penyakit: - 3. Riwayat kontrol : - Riwayat penggunaan obat : - 4. Riwayat alergi: Obat ya tidak jenis…………………… Makanan ya tidak jenis…………………… Lain-lain ya tidak jenis…………………… 5. Riwayat operasi: Ya/Tidak Kapan : …………………… Jenis operasi : …………………… 6. Lain-lain: Riwayat Post KLL 1 minggu yang lalu di jalan. Saat itu masih bisa berjalan dan duduk normal. Saat ini jika berjalan terasa sakit pada paha kanan. terdapat memar dipinggang kanan, sempat berobat ke RSDS hanya diberikan anti nyeri lalu KRS. Riwayat MRS Sebelumnya disangkal RIWAYAT KELUARGA: Riwayat penyakit serupa dalam keluarga disangkal KELUHAN UTAMA: Nyeri perut PRA-OPERASI PASCA OPERASI VITAL SIGN: JENIS TINDAKAN OPERASI: laparotomi repair primer duodenum + omental patch FUNCTIONAL CAPACITY: TANGGAL TINDAKAN: 19 februari 2026 ANASTESI: General anastesi VITAL SIGN: TD = 155/74 mmHg N = 115 x/mnt RR = 23 x/mnt GCS : E = 4 V = 5 M = 6 Suhu tubuh = 36.2 °C SP02 = 97% 02 nasal 3lpm B1 (BREATH) RESPIRATORY ASSESSMENT: RR 23x/mnt (takipnea), spO2 97% 02 nasal 3lpm.pernapasan pursed-lip breathing (+), tidak ada retraksi otot dada, suara napas vesikuler, tidak ada ronchi/wheezing B2 (BLOOD) CARDIOVASCUL AR ASSESSMENT: TD 155/74 mmHg, Nadi : 115xmnt. CRT<2 detik, tanpa support obat, akral hangat kering merah B3 (BRAIN) NEUROLOGICAL ASSESSMENT: GCS 456 Pupil isokor diameter 3mm/3mm Refleksi cahaya +/+ Orientasi baik B4 (BOWEL) PAIN ASSESSMENT: P : Post Operasi Q : Tumpul R : Abdomen, S : 5 T : Hilang Timbul Mual (+), Peristaltik usus 8x/mnt. Residu lambung 25cc warna hijau per 8 jam. BAB 1x jumlah sedikit. Terpasang NGT no.16 buka tutup untuk diet B5 (BLADDER) FLUID AND ELECTROLYTE BALANCE ASSESSMENT Input : Oral : diet susu 300cc, terpasang NGT no 16 Parenteral : 2000cc/24 jam Output : Urine : 1200cc/24 jam B6 (BONE) ACTIVITY AND MOBILITY ASSESSMENT ADL total dibantu keluarga. Mobilisasi terbatas akibat nyeri pada perut pasca operasi. Bersikap protektif saat bergerak. SKIN WOUND AND SURGICAL SITE ASSESSMENT Luka operasi abdomen midline + 15 cm, tidak merembes. Terdapat kemerahan dan eksudat kekuningan pada area luka Terpasang drain pada abdomen dengan produksi cairan berwarna kuning jumlah +50cc. Balutan bersih dan kering. Resiko infeksi tinggi (WBC 17.16x 103/uL, Neut 91%) PSYCHOSOCIAL -SPRITUAL ASSESSMENT PSYCHOSOCIAL- SPRITUAL ASSESSMENT Pasien mampu mengontrol emosi dengan baik. Pasien mendapat dukungan penuh dari keluarga dan Pasien menganggap penyakit sebagai ujian PERSONAL HYGIENE PERSONAL HYGIENE Sikat Gigi Dibantu Berpakaian Dibantu Mandi Dibantu Menyisir Rambut Dibantu PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK: PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK: 1. Femur AP (Anterior Posterior) Lateral, Dextra (18/2/2026) : Foto femur kanan tak tampak kelainan 2. Thorax AP/PA (19/2/2026) : - Cor dan pulmo tak tampak kelainan - Terpasang CVC dengan tip distal setinggi VTh 5 sisi kanan - Terpasang ETT dengan tip distal setinggi VTh 3 dengan jarak +/- 6,03 cm dari carina 3. Pelvis AP (Anterior Posterior) (26/2/2026) : foto pelvis tak tampak kelainan 4. Laboratorium (18/2/2026) : BUN 66,6 SK 2.77 Natrium 122 5. Laboratorium (19/2/2026) : BUN 66,6 SK 1.77 Natrium 133 Hb 9.0 Leukosit 16.6 Eritrosit 2.94 Albumin 3.01 Natrium 136 6. BGA (19/2/2026) pH 7.406 PO2 67.8 PCO2 40.6 HCO3 26.6 BE 1.0 P/F rasio 205.9 (gagal nafas ringan) 7. DL (20/2/2026) post Transfusi PRC 2 kolf dan WB 2 Kolf Hb 10 Wbc 17.16 Neut 91 Limf 5 Plt 247 8. Laboratorium (21/2/2026) Na 141 K 4.3 Cl 107 Alb 2.74 TERAPI TERAPI (24/2/2026) 1. Inf Bfluid 1500cc/24jam 2. Inf Amiparen 500cc/24 jam 3. IV Ceftriaxone 2x1gr 4. IV Dofen 3x1 amp 5. IV metoclopramide 3x10mg 6. P.O Sucralfat Syr 3c1 7. IV Omeprazole 2x40mg 8. IV Metronidazole 3x500mg 9. IV VIT K 3x1 10. IV Asam traneksamat 3x500 mg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri terkontrol. 2) Mengenali faktor penyebab. 3) Melaporkan tidak adanya perilaku nyeri. 4) Mendemonstrasikan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. 5) Menggunakan analgesik sesuai resep. 6) Mempertahankan tanda vital dalam rentang yang diharapkan. 7) Mempertahankan pola tidur yang adekuat.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas menggunakan skala 0-10, waktu, faktor pencetus dan pereda). 2) Monitor tanda-tanda vital dan respons nonverbal terhadap nyeri. 3) Ajarkan teknik nonfarmakologis (nafas dalam, distraksi, reposisi). 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi dan evaluasi efektivitas serta efek samping. 5) Lakukan reposisi dengan teknik yang tepat. 6) Ciptakan lingkungan yang nyaman. 7) Ajarkan untuk melaporkan nyeri segera. Pada kasus Tn. S, nyeri abdomen pasca operasi dengan skala 5, karakter tumpul dan hilang timbul menjadi fokus. Intervensi mencakup pengkajian berkala, pemberian analgesik (IV Dofen) sesuai program, serta edukasi dan bantuan dalam mobilisasi untuk mengurangi nyeri gerak.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.14012
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria hasil: 1) Tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi. 2) Nilai laboratorium dalam batas normal. 3) Melakukan perilaku pencegahan infeksi. 4) Luka menunjukkan penyembuhan. 5) Suhu tubuh dalam batas normal.
Kode SIKI: I.14030
Deskripsi : Manajemen Luka. Intervensi: 1) Kaji luka (lokasi, ukuran, warna, adanya eksudat, bau, tanda inflamasi). 2) Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik. 3) Ganti balutan sesuai kebutuhan atau protokol. 4) Pertahankan drainase luka paten jika terpasang. 5) Monitor tanda sistemik infeksi (demam, leukositosis). 6) Kolaborasi pemberian antibiotik. Pada Tn. S, risiko sangat tinggi karena adanya luka operasi abdomen dengan eksudat kekuningan dan kemerahan, terpasang drain, serta data lab leukosit 17.16 dan neutrofil 91%. Intervensi ketat perawatan luka, monitoring drain, dan memastikan pemberian antibiotik (Ceftriaxone, Metronidazole) tepat waktu sangat krusial.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pemeliharaan bersihan jalan napas. Kriteria hasil: 1) Suara napas bersih. 2) Mampu mengeluarkan sekret efektif. 3) Tidak menunjukkan tanda distress pernapasan. 4) Nilai GDA dalam batas normal.
Kode SIKI: I.04003
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi: 1) Kaji frekuensi, irama, kedalaman pernapasan dan suara napas. 2) Posisikan semi fowler/fowler. 3) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 4) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 5) Lakukan penghisapan lendir jika diperlukan. 6) Monitor saturasi oksigen dan GDA. Tn. S menunjukkan takipnea (RR 23x/menit) dengan pursed-lip breathing dan riwayat gagal napas ringan (P/F ratio 205.9). Mobilitas terbatas meningkatkan risiko retensi sekret. Intervensi fokus pada posisi, latihan napas, dan monitoring ketat status pernapasan.
Kondisi: Volume Cairan Berisiko Kurang
Kode SDKI: D.0026
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, atau intraselular.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam batas normal. 2) Turgor kulit baik. 3) Membran mukosa lembab. 4) Balance cairan seimbang. 5) Elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi: 1) Monitor tanda vital dan status hidrasi (turgor, mukosa). 2) Monitor balance cairan (input-output) ketat. 3) Ukur berat badan harian. 4) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program. 5) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, BUN, kreatinin). Meski balance cairan Tn. S tampak positif, ia memiliki riwayat AKI (BUN/SK tinggi), hiponatremia, dan output urin yang awalnya sedikit-pekat. Residu NGT 25cc dan mual juga berisiko mengurangi intake. Intervensi membutuhkan monitoring ketat balance cairan, respon terapi cairan (Bfluid), dan fungsi ginjal.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Perilaku peningkatan toleransi aktivitas. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan energi. 2) Mendemonstrasikan peningkatan toleransi aktivitas. 3) Tanda vital dalam batas normal selama dan setelah aktivitas.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (nadi, RR, tekanan darah). 2) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai toleransi. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup. 4) Jadwalkan aktivitas bertahap. 5) Bantu mobilisasi bertahap (duduk di tepi tempat tidur, berdiri, ambulasi). Tn. S dengan ADL total dibantu, lemas, anemia (Hb 9-10), status pasca operasi mayor, dan takikardia (Nadi 115) jelas mengalami intoleransi aktivitas. Intervensi bertahap, bantuan penuh dalam ADL, dan monitoring tanda vital selama aktivitas diperlukan untuk mencegah kelelahan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433