Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24822 | 01 Apr 2026
Klinis : sesak napas berkurang, nyeri dada berkurang, nyeri ulu hati KU lemah, CM D : 94/65 HR : 65 RR : 16 S : 36.1 SpO2 : 98% on O2 NK GDS 162 mg/dl JVP 5+3 RBH +/+ min WHZ -/- pitting edem +/+ minimal EKG: Sinus Rhythm 80bpm, RAD, OMI anteroseptal, iskemik inferior Echo 27/2/26: HFrEF 35%, LVH
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah suatu keadaan dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit (cardiac output) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh atau kebutuhan oksigenasi jaringan. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti kelemahan (KU lemah), hipotensi (TD 94/65), takikardia atau bradikardia (HR 65), penurunan saturasi oksigen, dan tanda-tanda kongesti seperti peningkatan JVP (5+3), edema perifer (pitting edema +/+ minimal), dan ronki basah halus (RBH +/+). Pada pasien ini, kondisi ini didukung kuat oleh temuan echocardiogram yang menunjukkan gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang sangat rendah (HFrEF 35%) dan riwayat infark miokard (OMI anteroseptal). Penurunan curah jantung menyebabkan perfusi jaringan yang tidak adekuat, memicu mekanisme kompensasi neurohormonal yang justru memperberat kondisi, seperti retensi cairan dan vasokonstriksi.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 adalah Luaran Keperawatan dengan kriteria "Curah Jantung Meningkat". Tujuan dari intervensi keperawatan adalah untuk meningkatkan curah jantung ke tingkat yang memadai. Indikator luaran yang diharapkan meliputi: tekanan darah dalam rentang normal untuk pasien, denyut nadi kuat dan teratur dengan frekuensi normal, haluaran urine adekuat (>0,5 mL/kg/jam), kulit hangat dan kering, tanda-tanda kongesti vaskuler (seperti JVP, edema, ronki) berkurang atau hilang, status mental baik (orientasi baik), dan kapiler refill < 3 detik. Pada pasien ini, pencapaian luaran dinilai dari peningkatan tekanan darah, stabilisasi denyut jantung, berkurangnya sesak napas dan edema, serta produksi urine yang cukup.
Kode SIKI: I.11260
Deskripsi : SIKI I.11260 adalah Intervensi Keperawatan "Manajemen Curah Jantung". Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk memantau, mendukung, dan meningkatkan curah jantung. Tindakan spesifik yang harus dilakukan antara lain: memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen secara ketat; menilai status hemodinamik (seperti pengisian kapiler, suhu ekstremitas, dan produksi urine); memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan SpO2 > 95%; memantau hasil pemeriksaan diagnostik (EKG, enzim jantung, elektrolit); mengatur keseimbangan cairan dengan membatasi asupan cairan dan memantau balance cairan; memberikan terapi farmakologis sesuai resep (seperti diuretik untuk mengurangi edema dan preload, ACE inhibitor/ARB untuk afterload, beta blocker, dan digoxin) dengan memantau efek dan efek sampingnya; menempatkan pasien pada posisi yang meningkatkan kenyamanan pernapasan (misalnya semi-Fowler); memonitor tanda-tanda kelebihan cairan (edema, berat badan, bunyi napas); serta memberikan edukasi pada pasien tentang pentingnya diet rendah garam, pembatasan cairan, pemantauan gejala, dan kepatuhan pengobatan. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi beban kerja jantung, meningkatkan kontraktilitas, dan mengoptimalkan volume intravaskuler.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung singkat. Pada pasien ini, nyeri dilaporkan telah berkurang namun masih menjadi perhatian, terutama nyeri dada dan nyeri ulu hati. Penting untuk dicermati bahwa pada pasien dengan gagal jantung, nyeri ulu hati bisa menjadi manifestasi dari iskemia jantung (disekuivalen angina) atau kongesti hepatik. Data EKG yang menunjukkan iskemik inferior menguatkan bahwa nyeri yang dialami pasien berhubungan dengan kondisi jantungnya. Nyeri akut tidak hanya menyebabkan penderitaan tetapi juga memicu respons stres yang meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen miokard, sehingga dapat memperburuk kondisi gagal jantung. Penilaian nyeri meliputi lokasi, intensitas (skala), karakter, durasi, dan faktor pencetus serta pereda.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : SLKI L.10001 adalah Luaran Keperawatan dengan kriteria "Terkontrolnya Nyeri". Tujuan intervensi adalah agar nyeri pasien dapat dikontrol dengan baik. Indikator luaran yang diharapkan meliputi: pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala nyeri menurun), pasien menunjukkan perilaku nyaman (ekspresi wajah rileks, dapat beristirahat), tanda-tanda vital dalam rentang normal (tidak ada takikardi atau hipertensi respons terhadap nyeri), pasien mampu mengidentifikasi faktor pencetus dan cara mengatasi nyeri, serta pasien mendemonstrasikan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri. Pada kasus ini, targetnya adalah pasien melaporkan nyeri dada dan ulu hati hilang atau minimal (skala 0-2/10).
Kode SIKI: I.11030
Deskripsi : SIKI I.11030 adalah Intervensi Keperawatan "Manajemen Nyeri". Intervensi ini mencakup tindakan komprehensif untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan. Tindakan yang dilakukan antara lain: menilai karakteristik nyeri secara komprehensif dan berkala menggunakan skala yang valid; memberikan analgesik sesuai resep dokter (misalnya nitrat, morfin dengan hati-hati pada gagal jantung) dan memantau efektivitas serta efek sampingnya; menerapkan teknik non-farmakologis seperti relaksasi napas dalam, distraksi, dan lingkungan yang tenang; memposisikan pasien dengan nyaman; memantau tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik; mengajarkan pasien untuk segera melaporkan jika nyeri muncul; serta mengevaluasi respons pasien terhadap terapi nyeri yang diberikan. Pada konteks nyeri dada iskemik, memastikan pasien beristirahat total dan mengurangi ansietas juga merupakan bagian penting dari manajemen nyeri.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Pada pasien dengan gagal jantung, intoleransi aktivitas terutama disebabkan oleh penurunan curah jantung yang mengakibatkan suplai oksigen ke jaringan otot tidak mencukupi selama aktivitas. Gejala utamanya adalah kelemahan (KU lemah) dan sesak napas saat beraktivitas (walaupun saat ini dilaporkan berkurang). Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen ini menyebabkan kelelahan, dispnea, takikardi, dan mungkin peningkatan nyeri dada. Kondisi ini membatasi kemampuan pasien dalam perawatan diri dan meningkatkan ketergantungan.
Kode SLKI: L.09005
Deskripsi : SLKI L.09005 adalah Luaran Keperawatan dengan kriteria "Toleransi Aktivitas Meningkat". Tujuan intervensi adalah meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas secara bertahap tanpa menimbulkan gejala. Indikator luaran meliputi: pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri dengan bantuan minimal, pasien melaporkan penurunan keluhan sesak napas dan kelelahan saat aktivitas, tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan) stabil selama dan setelah aktivitas, serta pasien mampu mengidentifikasi aktivitas yang diperbolehkan dan tanda-tanda kelelahan yang harus diwaspadai.
Kode SIKI: I.09013
Deskripsi : SIKI I.09013 adalah Intervensi Keperawatan "Manajemen Energi". Intervensi ini bertujuan untuk membantu pasien dalam menghemat dan menggunakan energi secara optimal. Tindakan yang dilakukan meliputi: menilai respons pasien terhadap aktivitas (tanda vital, gejala); merencanakan jadwal aktivitas dan istirahat yang seimbang; mendorong aktivitas bertahap dimulai dari latihan rentang gerak pasif/aktif di tempat tidur, duduk di sisi tempat tidur, hingga berjalan singkat dengan pengawasan; mengajarkan teknik penghematan energi (seperti duduk saat mandi, menyisir rambut); membantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan; memantau adanya gejala intoleransi (dispnea, kelelahan ekstrem, takikardi, nyeri dada); serta memberikan edukasi tentang pentingnya istirahat dan menghindari aktivitas berat. Kolaborasi dengan fisioterapis juga dapat dipertimbangkan.
-
Article No. 24823 | 01 Apr 2026
Klinis : 31. Seorang pasien (30 th) dirawat dengan luka bakar luas di area dada dan kedua lengan. Pasien tampak sangat cemas dan berulang kali bertanya apakah lukanya akan meninggalkan bekas yang buruk. la menolak untuk bertemu dengan teman-temannya yang datang menjenguk.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah suatu keadaan di mana individu mengalami perasaan gelisah (kekhawatiran yang tidak pasti) dan aktivasi sistem saraf otonom sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik atau samar-samar. Pada kasus ini, ancaman tersebut berasal dari trauma luka bakar yang mengancam integritas kulit, citra tubuh, dan interaksi sosial pasien.
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : Ansietas teratasi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien mampu mengidentifikasi tanda dan gejala ansietas yang dialami. 2) Pasien melaporkan penurunan perasaan cemas baik secara subjektif maupun objektif (misalnya, pasien tampak lebih tenang, tidak gelisah). 3) Pasien menunjukkan kemampuan menggunakan strategi koping yang adaptif untuk mengelola kecemasannya. 4) Fungsi fisiologis yang terkait dengan ansietas (seperti tanda-tanda vital) berada dalam rentang yang diharapkan. 5) Pasien berpartisipasi dalam perawatan dan rencana pengobatan. Pada konteks pasien luka bakar, tujuan khususnya adalah pasien dapat mendiskusikan kekhawatiran mengenai bekas luka dan bersedia menerima kunjungan dari orang terdekat.
Kode SIKI: I.05024
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Intervensi keperawatan yang harus dilakukan mencakup: 1) Membina hubungan saling percaya dengan pendekatan yang tenang dan meyakinkan. 2) Mengkaji tingkat ansietas pasien, pemicu, dan respons fisiologis serta emosionalnya. 3) Mendengarkan secara aktif dan empatik terhadap ungkapan kekhawatiran pasien, termasuk ketakutan akan bekas luka dan penolakan terhadap teman. Validasi perasaan pasien bahwa perasaannya adalah wajar. 4) Memberikan informasi yang akurat dan jujur tentang proses penyembuhan luka bakar, perawatan luka, dan prospek jangka panjang mengenai bekas luka. Jelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan jaringan parut (seperti terapi tekanan, krim khusus) sebagai bentuk pemberdayaan. 5) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan terpimpin untuk mengurangi ketegangan. 6) Melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan perawatan sehari-hari untuk meningkatkan rasa kontrol. 7) Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan lain seperti dokter, ahli gizi, dan rehabilitasi medik untuk memastikan manajemen nyeri yang adekuat (karena nyeri dapat memperberat ansietas) dan dukungan nutrisi optimal untuk penyembuhan. 8) Memberikan dukungan psikososial dengan secara bertahap mendorong interaksi sosial, mungkin dimulai dengan kunjungan dari satu orang terdekat yang paling disukai pasien, dengan mempersiapkan kedua belah pihak terlebih dahulu. 9) Mengevaluasi efektivitas intervensi dan menyesuaikan pendekatan berdasarkan respons pasien.
-
Article No. 24824 | 01 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran rujukan rs sarilla. KU somnolent, sesak nafas, selulitis ekstremitas kanan atas terpasang MO, DC, NRM 15 lpm, NGT KU : Lemah Kes : CM , terpasang MO.DC.NGT,O2 5LPM TD : 164/76 HR : 84 RR : 24 S : 36.8 Spo2 : 97 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : terdapat selulitis, akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik sensorik: dbn motorik: lateralisasi (-) refleks fisiologis: +3/+3 // +3/+3 refleks patologis: (-/-// -/-) Nistagmus: (-) Lab 28/03 Hemoglobin 11.06 Lekosit 16.28 Trombosit 126 Neutrofil 95.8 Limfosit 1.7 Natrium (Na) 138 Kalium (K) 4.7 Chlorida (Cl) 110 Calsium (Ca2+) 1.3 pH 7.17 Glukosa Darah Sewaktu 181 AST (SGOT) 26 ALT (SGPT) 30 Ureum 154.1 (H) Kreatinin 5.70 (H)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan suhu tubuh yang tidak diinginkan, yaitu suhu tubuh yang berfluktuasi antara hipotermia dan hipertermia. Pada pasien ini, risiko ini tinggi karena adanya proses infeksi berat (selulitis dengan leukositosis dan neutrofilia tinggi, serta asidosis metabolik) yang dapat memicu hipertermia, sementara penurunan kesadaran dan status hemodinamik yang berubah dapat mengganggu mekanisme regulasi suhu.
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Intervensi keperawatan diarahkan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal melalui pemantauan ketat suhu tubuh secara berkala, mengatur suhu lingkungan ruangan agar nyaman, menghindari paparan angin langsung, serta mempertahankan kelembaban yang adekuat. Pada pasien dengan infeksi, pemantauan tanda-tanda peningkatan suhu (seperti kulit hangat, kemerahan) atau penurunan suhu (kulit dingin, pucat) sangat penting. Kolaborasi pemberian terapi antibiotik untuk mengatasi sumber infeksi (selulitis) merupakan tindakan kausatif utama untuk mencegah ketidakstabilan suhu ke arah hipertermia. Selain itu, menjaga kecukupan cairan melalui infus juga membantu dalam termoregulasi.
Kode SIKI: 3400
Deskripsi : Pemantauan Tanda Vital. Intervensi ini meliputi pengukuran dan interpretasi data fisiologis secara sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan status kesehatan klien dan mengevaluasi respons terhadap intervensi. Pada pasien ini, pemantauan suhu tubuh adalah fokus utama, dilakukan setidaknya setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi. Teknik pengukuran harus akurat (misalnya, aksila atau timpani dengan pertimbangan kondisi pasien). Data suhu dicatat dalam grafik untuk mengidentifikasi pola. Selain suhu, tanda vital lain (TD, HR, RR, SpO2) juga dipantau secara komprehensif karena perubahan pada parameter tersebut dapat berkaitan dengan respons sistemik terhadap infeksi dan ketidakstabilan suhu. Observasi terhadap kulit (kehangatan, warna, kelembaban) dan tingkat kesadaran juga bagian dari intervensi ini untuk mendeteksi dini perubahan status.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan patensi jalan napas. Pada pasien dengan penurunan kesadaran (somnolent), refleks batuk dan kemampuan untuk mengeluarkan sekresi sangat menurun. Pemasangan NGT juga dapat meningkatkan sekresi dan potensi aspirasi. Data RR 24x/menit dan riwayat sesak napas mengindikasikan upaya kompensasi untuk mempertahankan pertukaran gas.
Kode SLKI: 0810
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Tujuan intervensi adalah mempertahankan patensi jalan napas dan mencegah komplikasi seperti atelektasis atau pneumonia aspirasi. Intervensi meliputi posisi semi-fowler atau lateral jika memungkinkan untuk mencegah aspirasi dan memudahkan ekspansi dada. Dilakukan penghisapan lendir (suction) secara rutin dan bila diperlukan melalui jalan napas alami atau NGT dengan teknik steril. Fisioterapi dada seperti perkusi dan vibrasi dapat dipertimbangkan dengan hati-hati sesuai toleransi pasien. Pemantauan suara napas (ronki, wheezing) setiap shift sangat penting. Menjaga hidrasi adekuat (meski dengan batasan cairan karena gangguan ginjal) membantu mengencerkan sekret. Kolaborasi pemberian oksigen terapi sesuai order (5 LPM) untuk mempertahankan saturasi oksigen.
Kode SIKI: 3140
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan untuk mempertahankan patensi jalan napas dan meningkatkan pertukaran gas. Tindakan spesifik termasuk memastikan posisi kepala yang tepat (misalnya, chin lift atau jaw thrust jika diperlukan), menggunakan alat bantu jalan napas jika ada indikasi, serta melakukan suction orofaring/nasofaring secara terencana dan tepat indikasi. Pada pasien ini, suction harus dilakukan dengan hati-hati karena adanya penurunan kesadaran dan risiko trauma mukosa. Pemantauan karakteristik sekret (jumlah, warna, konsistensi) dilakukan setiap kali suction. Intervensi juga melibatkan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya melaporkan jika pasien terlihat sesak atau mengorok. Kolaborasi dengan tim medis untuk evaluasi lebih lanjut jika terdapat tanda distress pernapasan yang memberat.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen. Risiko ini sangat nyata pada pasien ini karena adanya: 1) Sumber infeksi aktif yaitu selulitis ekstremitas atas kanan, 2) Data laboratorium yang mendukung infeksi (Leukosit 16.28 ribu, Neutrofil 95.8%), 3) Adanya asidosis metabolik (pH 7.17) yang dapat mengganggu respons imun, 4) Adanya beberapa alat invasif (DC, NGT, MO) yang merupakan port de entri bagi mikroorganisme, dan 5) Kondisi umum lemah dan penurunan kesadaran yang mengurangi kemampuan pertahanan tubuh.
Kode SLKI: 0410
Deskripsi : Tidak terjadi infeksi nosokomial. Intervensi keperawatan difokuskan pada pencegahan penyebaran infeksi dan penambahan infeksi baru. Tindakan utama adalah penerapan prinsip aseptik dan antiseptik ketat pada semua prosedur, terutama perawatan luka selulitis, perawatan daerah pemasangan DC, NGT, dan MO. Cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien adalah hal mutlak. Memantau tanda-tanda infeksi (demam, peningkatan leukosit, perubahan karakteristik luka/drainase) secara berkala. Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program dan evaluasi respons terapi. Meningkatkan daya tahan tubuh pasien dengan memenuhi kebutuhan nutrisi melalui NGT dan istirahat yang cukup. Edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya kebersihan tangan dan membatasi kontak jika sedang sakit.
Kode SIKI: 6550
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Ini adalah intervensi untuk meminimalkan atau mencegah penyebaran infeksi dengan memutus rantai penularan. Tindakan spesifik meliputi: 1) Isolasi protektif jika diperlukan, 2) Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat seperti sarung tangan dan apron saat melakukan kontak dengan cairan tubuh pasien atau merawat luka, 3) Pengelolaan linen dan limbah medis yang tepat, 4) Desinfeksi dan sterilisasi peralatan yang digunakan, 5) Memastikan teknik dressing luka selulitis yang steril dan mengganti balutan sesuai jadwal atau bila basah/kotor, 6) Perawatan kateter dan selang NGT dengan teknik bersih, serta 7) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda lokal (kemerahan, bengkak, nyeri, pus) dan sistemik infeksi. Intervensi ini bersifat kolaboratif dan membutuhkan kepatuhan terhadap protokol yang berlaku di rumah sakit.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dari intensitas ringan hingga berat, dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 3 bulan. Pada pasien ini, nyeri akut sangat mungkin terjadi akibat kondisi selulitis pada ekstremitas atas. Selulitis adalah infeksi jaringan lunak yang menyebabkan peradangan, ditandai dengan nyeri, kemerahan, bengkak, dan hangat. Meskipun pasien somnolen, nyeri tetap dapat dirasakan dan dapat dimanifestasikan melalui perubahan tanda vital (seperti peningkatan TD), gelisah, atau ekspresi wajah. Pengelolaan nyeri penting untuk kenyamanan dan mengurangi stres fisiologis.
Kode SLKI: 1610
Deskripsi : Kontrol nyeri. Tujuan intervensi adalah mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dirasakan pasien. Langkah pertama adalah melakukan penilaian nyeri komprehensif menggunakan alat yang sesuai (misalnya, FLACC scale untuk pasien dengan penurunan kesadaran), menilai lokasi, karakteristik, dan faktor yang memperberat atau meringankan. Intervensi non-farmakologis dapat dilakukan seperti reposisi yang nyaman, mengistirahatkan ekstremitas yang terkena selulitis, dan memberikan lingkungan yang tenang. Kolaborasi pemberian analgesik sesuai order dokter, dengan mempertimbangkan fungsi ginjal pasien yang menurun (ureum dan kreatinin tinggi). Evaluasi efektivitas analgetik setelah pemberian obat dengan menilai kembali skala nyeri dan observasi tanda-tanda distress. Mendokumentasikan respons nyeri dan intervensi yang diberikan.
Kode SIKI: 1400
Article No. 24825 | 01 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran rujukan rs sarilla. KU somnolent, sesak nafas, selulitis ekstremitas kanan atas terpasang MO, DC, NRM 15 lpm, NGT KU : Lemah Kes : CM , terpasang MO.DC.NGT,O2 5LPM Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : terdapat selulitis, akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik sensorik: dbn motorik: lateralisasi (-) refleks fisiologis: +3/+3 // +3/+3 refleks patologis: (-/-// -/-) Nistagmus: (-) Lab 28/03 Hemoglobin 11.06 Lekosit 16.28 Trombosit 126 Neutrofil 95.8 Limfosit 1.7 Natrium (Na) 138 Kalium (K) 4.7 Chlorida (Cl) 110 Calsium (Ca2+) 1.3 pH 7.17 Glukosa Darah Sewaktu 181 AST (SGOT) 26 ALT (SGPT) 30 Ureum 154.1 (H) Kreatinin 5.70 (H)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi serebral efektif. Kriteria hasil: 1) Tingkat kesadaran sesuai dengan potensi perkembangan atau kondisi medis. 2) Fungsi kognitif sesuai dengan potensi perkembangan atau kondisi medis. 3) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima. 4) Tidak ada atau berkurangnya gejala peningkatan tekanan intrakranial (seperti sakit kepala, muntah proyektil, perubahan pupil). 5) Tekanan perfusi serebral dalam rentang normal. Pada pasien ini, tujuan SLKI adalah mempertahankan atau meningkatkan tingkat kesadaran dari somnolen menjadi lebih responsif, menjaga tanda vital stabil, dan mencegah deteriorasi neurologis lebih lanjut.
Kode SIKI: 3360
Deskripsi : Pemantauan Neurologis. Intervensi: 1) Kaji status neurologis secara teratur (tingkat kesadaran, GCS, ukuran dan reaksi pupil, fungsi motorik dan sensorik, refleks). 2) Pantau dan catat tanda-tanda vital (TD, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen. 3) Pertahankan kepatenan jalan napas, posisikan untuk memfasilitasi drainase sekret (jika aman), dan pantau kerja pernapasan mengingat pasien sesak dan menggunakan O2. 4) Kolaborasi pemberian oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi >95%. 5) Pantau hasil pemeriksaan laboratorium yang terkait (seperti elektrolit, gas darah asamosis pH 7.17, ureum/kreatinin tinggi) dan laporkan perubahan. 6) Minimalkan stimulasi yang berlebihan, ciptakan lingkungan tenang. 7) Lakukan perawatan dengan lembut untuk menghindari peningkatan tekanan intrakranial. 8) Kolaborasi dalam pemberian terapi medis sesuai instruksi (seperti koreksi asamosis, manajemen gagal ginjal). Intervensi ini ditujukan untuk mendeteksi dini perubahan status neurologis dan faktor-faktor yang memperburuk perfusi serebral seperti hipoksia atau gangguan metabolik (asidosis, uremia).
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil: 1) Jalan napas paten. 2) Suara napas bersih. 3) Frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang normal. 4) Mampu mengeluarkan sekret secara efektif. 5) Tidak ada atau berkurangnya suara napas abnormal (ronkhi, mengi). Pada pasien dengan penurunan kesadaran (somnolen) dan terpasang NGT, risiko aspirasi dan ketidakefektifan batuk sangat tinggi. SLKI bertujuan untuk mempertahankan suara napas bersih (SDV +/+), saturasi oksigen adekuat dengan bantuan O2 5 LPM, dan tidak ada akumulasi sekret yang signifikan.
Kode SIKI: 0480
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi: 1) Posisikan pasien semi-Fowler atau lateral jika memungkinkan dan aman untuk mencegah aspirasi dan memaksimalkan ekspansi dada. 2) Lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas secara rutin dan bila diperlukan, dengan teknik steril. 3) Auskultasi suara napas setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi adanya ronkhi atau penurunan suara napas. 4) Pantau frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan serta kerja otot bantu pernapasan. 5) Pertahankan kepatenan dan fungsi kanul oksigen (MO) dengan aliran 5 LPM. 6) Lakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika kondisi pasien memungkinkan dan tidak ada kontraindikasi. 7) Lakukan perawatan NGT dengan benar, pastikan posisi tetap dan fungsi dekompresi (DC) adekuat untuk mengurangi risiko aspirasi isi lambung. 8) Pantau saturasi oksigen secara terus menerus. 9) Kolaborasi pemberian nebulizer atau obat bronkodilator jika diperlukan. Intervensi ini penting karena pasien lemah dan somnolen tidak dapat membersihkan jalan napasnya sendiri secara mandiri.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Kriteria hasil: 1) Tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi. 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 3) Hasil laboratorium penunjang infeksi dalam batas normal. 4) Luka/selulitis menunjukkan tanda penyembuhan. Pada pasien ini, SLKI bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi selulitis dan sepsis, serta mencegah infeksi nosokomial terkait pemasangan alat (NGT, DC). Targetnya adalah menurunkan leukositosis (16.28) dan neutrofilia (95.8), mencegah demam, dan mengurangi tanda inflamasi pada selulitis.
Kode SIKI: 1880
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Intervensi: 1) Lakukan cuci tangan dengan teknik aseptik sebelum dan setelah melakukan tindakan. 2) Lakukan perawatan luka selulitis pada ekstremitas atas kanan dengan teknik steril: inspeksi luas dan karakteristik selulitis, bersihkan dengan larutan antiseptik sesuai protokol, dan balut dengan balutan steril. 3) Pantau tanda-tanda sistemik infeksi: suhu tubuh, peningkatan leukosit, dan tanda sepsis. 4) Lakukan perawatan pada area pemasangan NGT dan DC dengan menjaga kebersihan dan kekeringan. 5) Pertahankan teknik aseptik ketat pada semua prosedur invasif. 6) Kolaborasi pemberian antibiotik spektrum luas sesuai hasil kultur dan sensitivitas atau sesuai instruksi dokter. 7) Tingkatkan nutrisi melalui NGT untuk mendukung sistem imun. 8) Anjurkan dan bantu mobilisasi sesuai toleransi untuk meningkatkan sirkulasi. Intervensi ini krusial mengingat pasien memiliki sumber infeksi jelas (selulitis), leukosit sangat tinggi, dan kondisi umum lemah yang meningkatkan kerentanan.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 0101
Deskripsi : Status Nutrisi membaik. Kriteria hasil: 1) Berat badan stabil atau meningkat sesuai tujuan. 2) Asupan makanan dan cairan mencukupi kebutuhan. 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal (Hb, albumin). 4) Tidak menunjukkan tanda malnutrisi yang jelas. Pada pasien dengan kondisi akut, katabolik (infeksi, gagal ginjal), dan tergantung NGT, SLKI bertujuan untuk memastikan asupan kalori dan protein yang adekuat melalui NGT untuk mendukung penyembuhan, mencegah pemecahan protein lebih lanjut, dan memperbaiki kadar hemoglobin (11.06).
Kode SIKI: 1120
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi: 1) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menghitung kebutuhan kalori, protein, dan cairan pasien berdasarkan kondisi (gagal ginjal dengan ureum 154.1, kreatinin 5.70). 2) Berikan nutrisi enteral melalui NGT sesuai formula yang ditentukan (mungkin formula renal khusus), dengan metode pemberian kontinu atau bolus yang aman. 3) Elevasi kepala tempat tidur 30-45 derajat selama dan setelah pemberian nutrisi untuk mencegah aspirasi. 4) Pantau toleransi nutrisi: auskultasi bising usus (BU +), observasi distensi abdomen, keluhan mual, sisa lambung sebelum pemberian makan berikutnya. 5) Pantau status hidrasi dan elektrolit (Na, K, Cl). 6) Pantau berat badan secara berkala. 7) Lakukan perawatan kebersihan mulut (dbn) secara rutin untuk menjaga integritas mukosa dan kenyamanan. 8) Pantau nilai laboratorium terkait nutrisi dan fungsi ginjal. Intervensi ini vital karena status nutrisi yang baik diperlukan untuk melawan infeksi, menyembuhkan selulitis, dan memperbaiki status kesadaran.
Article No. 24826 | 01 Apr 2026
Klinis : Seorang ibu (20 th) merasa sangat sedih dan sering menangis tanpa sebab yang jelas setelah melahirkan bayinya seminggu yang lalu. Ia mengatakan merasa takut tidak bisa menjadi ibu yang baik dan merasa tidak memiliki ikatan emosional dengan bayinya. Pasien tampak kurang memperhatikan perawatan diri dan bayinya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Ikatan Ibu-Bayi / Gangguan Ikatan Ibu-Bayi
Kode SDKI: D.0186
Deskripsi Singkat: Risiko atau keadaan terganggunya proses pembentukan hubungan emosional dan afektif yang saling menguntungkan antara ibu dan bayinya, yang dapat berdampak pada perkembangan bayi dan kesehatan mental ibu.
Kode SLKI: L.03164
Deskripsi : Ibu mampu membentuk ikatan dengan bayinya. Kriteria Hasil: 1) Ibu mengungkapkan perasaan positif terhadap bayinya. 2) Ibu melakukan kontak mata dengan bayi. 3) Ibu menyentuh dan mengelus bayi. 4) Ibu menanggapi isyarat bayi (seperti menangis). 5) Ibu memberikan sentuhan kulit ke kulit (skin to skin). 6) Ibu memberikan perawatan dasar bayi (memandikan, mengganti popok, menyusui/memberi makan). 7) Ibu menyebutkan nama bayi. 8) Ibu berbicara atau bersenandung untuk bayi.
Kode SIKI: I.01254
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan ikatan ibu-bayi. Tindakan Keperawatan: 1) Kaji faktor-faktor yang mempengaruhi ikatan ibu-bayi (misalnya, persalinan traumatis, riwayat depresi, kurangnya dukungan sosial, kondisi bayi). 2) Observasi interaksi ibu dengan bayi (kontak mata, sentuhan, respon terhadap tangisan). 3) Berikan pendidikan kesehatan tentang perubahan emosi pasca melahirkan (baby blues, depresi postpartum) untuk menormalisasi perasaan ibu. 4) Fasilitasi kontak kulit ke kulit (skin to skin) sesegera dan sesering mungkin. 5) Ajarkan ibu untuk mengenali dan menanggapi isyarat bayi (tanda lapar, tidak nyaman, ingin digendong). 6) Anjurkan ibu untuk berbicara, menyanyi, atau membacakan cerita untuk bayi. 7) Bantu ibu dalam melakukan perawatan bayi (menyusui, memandikan, memijat bayi) dengan pendampingan, bukan mengambil alih. 8) Berikan pujian atas usaha dan hal positif yang telah ibu lakukan untuk bayinya. 9) Libatkan anggota keluarga (suami, orang tua) untuk memberikan dukungan emosional dan praktis. 10) Ciptakan lingkungan yang tenang dan privat untuk mendukung interaksi. 11) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan jiwa (psikolog/psikiater) jika ditemukan tanda-tanda depresi postpartum yang berat. 12) Rujuk ke kelompok pendukung (support group) ibu postpartum jika tersedia.
Article No. 24827 | 01 Apr 2026
Klinis : Seorang laki-laki (48 th) dengan BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) mengeluh buang air kecil tidak puas dan terasa menetes di akhir. Pasien merasa ingin berkemih sangat sering namun urin yang keluar hanya sedikit-sedikit. Pada pemeriksaan palpasi, kandung kemih teraba penuh dan tegang di area suprapubik.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Retensi Urin
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih secara sempurna yang ditandai dengan distensi kandung kemih, ketidaknyamanan suprapubik, dan keluaran urin sedikit atau tidak ada.
Kode SLKI: L.03112
Deskripsi : Pasien mampu mengosongkan kandung kemih secara adekuat dengan kriteria hasil: 1) Keluaran urin adekuat sesuai dengan asupan cairan, 2) Tidak ada distensi kandung kemih, 3) Tidak ada ketidaknyamanan pada area suprapubik, 4) Pasien melaporkan pengosongan kandung kemih yang tuntas, dan 5) Sisa urin post-voiding < 100 ml.
Kode SIKI: I.01253
Deskripsi : Intervensi untuk memfasilitasi pengosongan kandung kemih dan mencegah komplikasi retensi urin. Intervensi ini meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan pola berkemih, termasuk frekuensi, jumlah, warna, dan keluhan (seperti perasaan tidak puas, menetes, atau nyeri). 2) Melakukan palpasi dan perkusi area suprapubik secara teratur untuk mendeteksi distensi kandung kemih. 3) Mengajarkan dan mendorong teknik berkemih yang efektif, seperti posisi duduk yang rileks, memberikan privasi, dan teknik Valsalva atau Crede yang aman jika diindikasikan (dengan hati-hati pada pasien BPH karena dapat meningkatkan obstruksi). 4) Memfasilitasi latihan otot dasar panggul jika sesuai. 5) Mengatur asupan cairan dengan pola teratur, menghindari konsumsi kafein dan alkohol yang berlebihan karena bersifat diuretik dan iritan. 6) Mempertahankan lingkungan yang mendukung untuk eliminasi (toilet yang mudah diakses, pencahayaan cukup). 7) Melakukan kateterisasi urin sesuai indikasi dan protokol untuk mengatasi retensi akut, dengan teknik aseptik ketat. 8) Jika terpasang kateter, lakukan perawatan kateter dan pemantauan output urin secara ketat. 9) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi farmakologi (seperti alpha-blocker) sesuai resep dan memantau efek serta efek sampingnya. 10) Memberikan pendidikan kesehatan tentang kondisi BPH, faktor pemicu retensi, tanda-tanda komplikasi (seperti infeksi, gagal ginjal), dan pentingnya kontrol rutin. 11) Mendorong aktivitas fisik sesuai toleransi untuk mencegah konstipasi yang dapat memperburuk gejala. 12) Memantau tanda-tanda infeksi saluran kemih dan komplikasi lain dari retensi urin. Intervensi ini dilakukan dengan pendekatan holistik, menghargai martabat pasien, dan memberdayakan pasien untuk mengelola gejalanya.
Article No. 24828 | 01 Apr 2026
Klinis : Seorang anak (10 th) dengan talasemia mayor tampak sangat lemas dan tidak bersemangat untuk bermain. Ia harus menjalani transfusi darah rutin setiap bulan dan merasa bosan dengan lingkungan rumah sakit. Anak tersebut bertanya, "Kapan aku bisa sembuh total seperti teman-teman yang lain?"
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakberdayaan dan Keputusasaan
Kode SDKI: D.0067
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakberdayaan adalah keadaan di mana individu mengalami atau berisiko mengalami persepsi kurangnya kendali atau pengaruh pribadi terhadap situasi atau peristiwa yang berhubungan dengan kesehatan, yang dapat disertai dengan keputusasaan.
Kode SLKI: L.03131
Deskripsi : Deskripsi SLKI L.03131 adalah Klien mampu mengenali kemampuan diri. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Klien mengungkapkan perasaan memiliki kendali terhadap situasi; 2) Klien mengidentifikasi pilihan yang tersedia; 3) Klien berpartisipasi dalam perawatan diri sesuai kemampuan; 4) Klien mengekspresikan harapan untuk masa depan; dan 5) Klien menunjukkan minat untuk terlibat dalam aktivitas yang bermakna.
Kode SIKI: I.05087
Deskripsi : Deskripsi SIKI I.05087 adalah Manajemen Ketidakberdayaan. Intervensi keperawatan ini meliputi: 1) Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan perasaan klien, termasuk rasa bosan, frustrasi, dan pertanyaan tentang kesembuhan; 2) Bantu klien mengidentifikasi aspek situasi yang dapat dikendalikan (misalnya, memilih tangan untuk transfusi, memilih aktivitas selama transfusi) versus yang tidak dapat dikendalikan; 3) Libatkan klien dalam pengambilan keputusan terkait perawatan sesuai usia dan kondisi; 4) Ajarkan teknik distraksi dan manajemen waktu selama prosedur rutin; 5) Fasilitasi ekspresi perasaan melalui media bermain, menggambar, atau bercerita; 6) Kolaborasi dengan keluarga dan tim kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang lebih menyenangkan dan mengurangi kesan monoton rumah sakit; 7) Bantu klien menetapkan tujuan jangka pendek yang realistis (misalnya, menyelesaikan puzzle selama transfusi) dan apresiasi pencapaiannya; 8) Jelaskan penyakit dan rencana pengobatan dengan bahasa yang sesuai usia untuk meningkatkan pemahaman dan rasa kontrol; 9) Fasilitasi pertemuan dengan anak lain dengan kondisi serupa yang telah beradaptasi dengan baik (peer support) jika memungkinkan; dan 10) Tingkatkan spiritualitas dan harapan sesuai keyakinan klien.
Article No. 24829 | 01 Apr 2026
Klinis : Seorang ibu (20 th) merasa sangat sedih dan sering menangis tanpa sebab yang jelas setelah melahirkan bayinya seminggu yang lalu. Ia mengatakan merasa takut tidak bisa menjadi ibu yang baik dan merasa tidak memiliki ikatan emosional dengan bayinya. Pasien tampak kurang memperhatikan perawatan diri dan bayinya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Ikatan antara Ibu dan Bayi / Gangguan Proses Menjadi Orang Tua
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya gangguan dalam membentuk hubungan saling percaya dan saling memberi antara orang tua dan bayi/anak, yang dapat mengganggu proses pengasuhan dan perkembangan anak.
Kode SLKI: 4302A
Deskripsi : Ibu mampu mengidentifikasi perasaan dan pikiran terkait peran sebagai orang tua. Ibu melaporkan perasaan sedih, takut, atau cemas yang dialami setelah melahirkan. Ibu mengungkapkan kekhawatiran mengenai kemampuan mengasuh bayi. Ibu menunjukkan kesediaan untuk membicarakan perasaannya. Ibu mengenali adanya perubahan emosi yang dialami. Ibu mengakui adanya kesulitan dalam memulai interaksi dengan bayi. Ibu dapat menyebutkan setidaknya satu hal positif tentang dirinya atau bayinya.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Intervensi Keperawatan: Fasilitasi Ikatan antara Orang Tua dan Bayi. Tindakan keperawatan yang dilakukan meliputi: (1) Menciptakan lingkungan yang tenang, nyaman, dan privat untuk mendukung interaksi ibu dan bayi. (2) Mengobservasi dan mendokumentasi perilaku ibu dan bayi selama interaksi (kontak mata, sentuhan, suara). (3) Mendorong ibu untuk melakukan kontak kulit ke kulit (skin to skin) dengan bayi jika memungkinkan. (4) Membantu ibu mengenali dan menanggapi tanda-tanda atau isyarat yang diberikan oleh bayi (seperti tangisan, gerakan). (5) Mendorong ibu untuk berbicara, menyentuh, dan memeluk bayinya. (6) Melibatkan ibu dalam perawatan bayi (memandikan, mengganti popok, menyusui) dengan memberikan bimbingan dan dukungan tanpa mengambil alih. (7) Memberikan pendidikan kesehatan tentang perubahan emosi pasca melahirkan (baby blues) dan kapan harus mencari bantuan lebih lanjut. (8) Memvalidasi perasaan ibu bahwa perasaan campur aduk setelah melahirkan adalah hal yang umum dialami. (9) Memberikan pujian atas upaya dan keberhasilan sekecil apa pun yang dilakukan ibu dalam merawat bayinya. (10) Mendorong partisipasi dan dukungan dari pasangan atau anggota keluarga lainnya dalam proses pengasuhan. (11) Melakukan skrining awal untuk mendeteksi tanda-tanda depresi postpartum. (12) Merujuk ke tenaga profesional kesehatan jiwa (psikolog/psikiater) jika ditemukan tanda-tanda gangguan mood yang lebih berat. Tujuan dari intervensi ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam peran barunya, memperkuat ikatan emosional dengan bayi, dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti depresi postpartum yang dapat mengganggu proses pengasuhan dan perkembangan bayi.
Article No. 24830 | 01 Apr 2026
Klinis : pasien mengatakan hamil 12 minggu ppt positif, mengeluh mual muntah terutama pada pagi hari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual dan Muntah pada Kehamilan (Nausea and Vomiting of Pregnancy / NVP)
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko mual dan muntah berhubungan dengan perubahan fisiologis kehamilan.
Kode SLKI: L.14045
Deskripsi : SLKI L.14045: Manajemen Mual dan Muntah. Tujuan luaran keperawatan adalah pasien dapat mengontrol atau mengurangi gejala mual dan muntah. Luaran yang diharapkan meliputi: 1) Pasien mampu mengidentifikasi faktor pemicu mual dan muntah, seperti bau tertentu, makanan berminyak, atau kekosongan lambung. 2) Pasien mampu menerapkan strategi non-farmakologis untuk mengatasi mual, seperti mengonsumsi makanan kecil dan sering (biskuit kering sebelum bangun tidur), menghindari makanan berlemak dan pedas, memastikan ventilasi udara yang baik, serta teknik relaksasi napas dalam. 3) Pasien menunjukkan tanda-tanda hidrasi yang adekuat seperti mukosa bibir lembab, turgor kulit baik, dan produksi urin yang cukup. 4) Pasien melaporkan penurunan frekuensi dan keparahan mual serta muntah. 5) Pasien mempertahankan atau meningkatkan berat badan sesuai dengan usia kehamilan. 6) Pasien mengungkapkan perasaan nyaman yang meningkat dan penurunan kecemasan terkait gejala yang dialami. Pencapaian luaran ini dinilai secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan.
Kode SIKI: I.13379
Deskripsi : I.13379: Manajemen Mual dan Muntah. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan sistematis untuk membantu pasien mengatasi mual dan muntah. Pertama, lakukan pengkajian komprehensif meliputi frekuensi, durasi, pemicu, karakteristik muntah, serta tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Kedua, berikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyebab fisiologis mual muntah dalam kehamilan (pengaruh hormon hCG dan estrogen) serta meyakinkan bahwa kondisi ini umum terjadi pada trimester pertama. Ketiga, ajarkan dan anjurkan modifikasi diet, seperti pola makan kecil tapi sering (6 kali sehari), mengonsumsi makanan kering dan hambar (biskuit, roti panggang) saat bangun pagi, menghindari makanan berbau tajam dan berlemak, serta mengonsumsi cairan di sela waktu makan bukan bersamaan dengan makanan padat. Keempat, anjurkan teknik non-farmakologis seperti akupresur pada titik Neiguan (P6), aromaterapi (seperti lemon atau peppermint), istirahat yang cukup, dan bangun dari tempat tidur secara perlahan. Kelima, pantau status hidrasi dengan menilai tanda vital, turgor kulit, membran mukosa, dan balance cairan. Keenam, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian terapi farmakologis (seperti vitamin B6 atau antiemetik yang aman untuk kehamilan) jika gejala berat dan tidak terkontrol dengan intervensi non-farmakologis. Ketujuh, berikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan koping, karena stres dapat memperburuk gejala. Intervensi ini harus didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk menilai kemajuan pasien dan menentukan kebutuhan modifikasi rencana asuhan.
Article No. 24831 | 01 Apr 2026
Klinis : pasien mengatakan hamil 12 minggu ppt positif, mengeluh mual muntah terutama pada pagi hari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hiperemesis Gravidarum
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Mual dan muntah berlebihan selama kehamilan yang mengakibatkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan penurunan berat badan.
Kode SLKI: L.08101
Deskripsi : Mual dan muntah terkontrol. Kriteria hasil: 1) Pasien mampu mengidentifikasi faktor pencetus mual dan muntah. 2) Pasien mampu menerapkan strategi untuk mengatasi mual dan muntah. 3) Frekuensi dan intensitas mual dan muntah menurun. 4) Tanda-tanda dehidrasi tidak ada. 5) Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. 6) Asupan nutrisi dan hidrasi adekuat. 7) Berat badan stabil atau sesuai perkembangan kehamilan.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : Manajemen Mual dan Muntah. Intervensi keperawatan: 1) Kaji frekuensi, durasi, jumlah, dan karakteristik muntah serta faktor pencetusnya. 2) Monitor tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa, produksi urin, berat badan) dan ketidakseimbangan elektrolit. 3) Anjurkan untuk makan dalam porsi kecil tapi sering (6-8 kali/hari) dengan makanan tinggi karbohidrat dan rendah lemak. 4) Anjurkan untuk mengonsumsi makanan kering (biskuit, roti kering) sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari. 5) Anjurkan untuk menghindari makanan berlemak, berminyak, pedas, dan berbau tajam. 6) Anjurkan untuk meningkatkan asupan cairan di sela-sela waktu makan, bukan bersamaan dengan makan. 7) Anjurkan untuk istirahat yang cukup dan menghindari kelelahan. 8) Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi untuk mengatasi mual. 9) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis (seperti vitamin B6, antiemetik) sesuai resep dokter. 10) Berikan dukungan psikologis dan edukasi bahwa kondisi ini umum terjadi namun dapat dikelola. 11) Anjurkan untuk duduk atau berjalan perlahan setelah makan, hindari langsung berbaring. 12) Monitor asupan dan output cairan secara ketat. 13) Lakukan perawatan mulut setelah muntah untuk mengurangi rasa tidak nyaman. 14) Fasilitasi lingkungan yang nyaman, bebas dari bau yang memicu mual.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433