Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23031 | 26 Nov 2025
Klinis : Ds : Pasien datang diantar keluarga dengan penurunan kesadaran sejak jam 09.00 WIB setelah kejang 5 kali dengan durasi 2 menit. Pasien tidak sadarkan diri, pasien tidak membuka mata spontan, hanya bangun dengan rangsang nyeri, muntah (+). Do: - Kes Coma - GCS E1 M1 VEtt - Score NIHSS (sulit dinilai) - TD 98/73 mmHg - HR 106x/menit - S 36,1°C - RR 22x/mnt - Spo2 100% on Venti - Pasien terpasang ETT dengan Ventilator mode VC – SIMV Peep 5, PS 10 FiO2 50%. - 12 Saraf kranial : Nervus. III, IV, VI : bulat midriasis, diameter 7 mm/ 7 mm, reaksi cahaya -/- - Kekuatan Otot : Taka 0 Taki 0 K. Kanan 0 K. Kiri 0 - Nilai MRS : 5 (Disabilitas Berat) : pasien memerlukan perawatan sepanjang waktu dan tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan. - Hasil CT Scan kepala polos: Perdarahan intraventricular (IVH) yang mengisi ventrikel lateral bilateral, ventrikel 3 danventrikel 4. Gliosis pada kortikal subkortikal lobus frontalis kanan (post ICH) Edema Cerebri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Disfungsi Neurologis Akut
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak
Kode SLKI: L.03106
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang yang ditetapkan, 2) Tekanan intrakranial dalam rentang normal, 3) Tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial, 4) Status neurologis stabil atau membaik, 5) Keseimbangan cairan dan elektrolit adekuat.
Kode SIKI: I.08031
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mendukung perfusi otak meliputi: 1) Memonitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan (GCS, pupil, tanda-tanda vital). 2) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat dengan kepala dalam posisi netral untuk memfasilitasi drainase vena. 3) Memonitor dan mempertahankan tekanan darah sistemik dalam parameter yang ditentukan untuk menjamin tekanan perfusi otak yang adekuat. 4) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit. 5) Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan dan pantau saturasi oksigen. 6) Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai indikasi (seperti osmotik diuretik). 7) Minimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (suara bising, prosedur yang tidak perlu). 8) Lakukan higiene oral dan perawatan ETT dengan teknik steril. 9) Kaji fungsi pernapasan dan setting ventilator secara berkala.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Ventilasi Spontan
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Pola napas menjadi efektif, ditandai dengan: 1) Frekuensi napas dalam rentang normal, 2) Irama napas teratur, 3) Penggunaan otot bantu napas tidak ada, 4) Bunyi napas bersih, 5) Gas darah arteri dalam rentang normal, 6) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.09012
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan pola napas yang efektif meliputi: 1) Memonitor frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan. 2) Auskultasi bunyi napas setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan. 3) Memonitor nilai analisa gas darah dan saturasi oksigen. 4) Mempertahankan jalan napas paten (suction sekresi sesuai indikasi dengan teknik steril). 5) Mempertahankan posisi semi fowler atau fowler untuk memudahkan ekspansi paru. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi oksigen dan manajemen ventilator. 7) Lakukan perawatan ETT dan ventilator untuk mencegah infeksi. 8) Lakukan fisioterapi dada jika memungkinkan. 9) Kaji kebutuhan akan bronkodilator atau obat lain sesuai kolaborasi.
Kondisi: Disabilitas Berat dan Kelemahan Otot Total
Kode SDKI: D.0093
Deskripsi Singkat: Risiko Sindrom Disuse
Kode SLKI: L.09226
Deskripsi : Sindrom disuse dapat dicegah, ditandai dengan: 1) Kekuatan otot terjaga, 2) Rentang gerak sendi dalam rentang fungsional, 3) Tidak terjadi kontraktur, 4) Status kulit utuh tanpa kemerahan atau ulkus dekubitus.
Kode SIKI: I.05214
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah sindrom disuse meliputi: 1) Lakukan latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM) pasif pada semua ekstremitas secara teratur. 2) Ubah posisi pasien setiap 2 jam (telentang, miring kanan, miring kiri) dengan teknik yang benar. 3) Gunakan bantal atau alat bantu untuk mempertahankan posisi anatomi dan mencegah kontraktur. 4) Lakukan perawatan kulit secara ketat, periksa area yang tertekan (tumit, sakrum, scapula) setiap kali reposisi. 5) Gunakan matras anti dekubitus untuk mengurangi tekanan. 6) Pertahankan kebersihan dan kekeringan kulit dari keringat, urine, atau feses. 7) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program mobilisasi dini jika kondisi memungkinkan. 8) Berikan nutrisi yang adekuat untuk mendukung integritas kulit dan jaringan.
Kondisi: Ketergantungan Total dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-hari
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri
Kode SLKI: L.02025
Deskripsi : Kemandirian dalam perawatan diri meningkat, ditandai dengan: 1) Kebutuhan kebersihan diri terpenuhi, 2) Kebutuhan eliminasi terpenuhi, 3) Kebutuhan nutrisi dan hidrasi terpenuhi, 4) Kebutuhan istirahat dan tidur terpenuhi.
Kode SIKI: I.05011
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri pasien meliputi: 1) Bantu memenuhi kebutuhan kebersihan diri secara total (mandi, perawatan mulut, perawatan kuku dan rambut). 2) Lakukan perawatan mata dan kulit sekitar untuk mencegah kekeringan dan iritasi. 3) Penatalaksanaan eliminasi (pemasangan dan perawatan kateter urine, pengelolaan BAB). 4) Bantu pemenuhan nutrisi melalui selang NGT (Nasogastric Tube) dengan memperhatikan formula, volume, dan frekuensi pemberian. 5) Kaji tanda-tanda intoleransi nutrisi (mual, distensi abdomen, residu lambung). 6) Ciptakan lingkungan yang nyaman untuk mendukung istirahat dan tidur dengan meminimalkan gangguan. 7) Libatkan keluarga dalam pendidikan mengenai perawatan pasien untuk mempersiapkan perawatan jangka panjang.
-
Article No. 23032 | 26 Nov 2025
Klinis : diagnosa pasien operasi dengan anstesi ragional, operasi debridement di cruris sinistra
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Luka Terbuka dan Infeksi pada Cruris Sinistra yang Mengharuskan Debridement
Kode ICD-10: S81.809A
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan luka terbuka yang tidak spesifik pada bagian bawah kaki kiri (cruris sinistra) yang memerlukan tindakan debridement, yaitu prosedur bedah untuk membersihkan dan mengangkat jaringan yang mati, rusak, atau terinfeksi untuk memungkinkan penyembuhan yang optimal. Tindakan ini dilakukan dengan anestesi regional, yang mematirasakan area tubuh tertentu. Kode ICD-10 S81.809A secara khusus mengklasifikasikan "Luka terbuka pada bagian lain dari tungkai bawah, kaki tidak ditentukan, luka terbuka, kunjungan awal". Kode ini berada dalam bab 'Cedera, keracunan dan akibat tertentu dari penyebab eksternal'. Kode 'S81' mencakup luka terbuka pada tungkai bawah, sementara subkategori '.809A' menentukan lokasi yang lebih umum pada tungkai bawah (tanpa menyebutkan pergelangan kaki atau kaki secara spesifik), jenis luka yang tidak ditentukan lebih lanjut, dan bahwa ini adalah kunjungan awal untuk perawatan cedera tersebut. Penggunaan kode ini sangat penting untuk dokumentasi medis, penagihan, dan perencanaan perawatan lanjutan pasien.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23033 | 26 Nov 2025
Klinis : diagnosa pasien operasi dengan anstesi ragional, operasi debridement di cruris sinistra
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Diagnosis keperawatan ini dipilih karena pasien menjalani operasi debridement pada cruris sinistra (tungkai kiri bawah) dengan anestesi regional. Prosedur pembedahan, terutama yang melibatkan ekstremitas bawah, secara intrinsik membawa risiko gangguan terhadap sirkulasi darah dan integritas pembuluh darah di area yang dioperasi. Anestesi regional dapat menyebabkan vasodilatasi atau mempengaruhi regulasi neurologis terhadap tonus pembuluh darah, yang berpotensi mengganggu perfusi. Debridement itu sendiri adalah tindakan untuk mengangkat jaringan nekrotik atau terinfeksi, yang sudah menunjukkan adanya kompromi perfusi sebelumnya. Kombinasi dari trauma bedah, efek anestesi, dan kondisi luka awal menciptakan kerentanan tinggi terhadap tidak tercapainya aliran darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan di sekitar area luka dan ekstremitas secara keseluruhan. Hal ini dapat bermanifestasi sebagai penurunan atau tidak adanya denyut nadi perifer, kulit yang dingin, pucat, sianosis, penurunan pengisian kapiler, edema, atau peningkatan nyeri. Tujuan utama perawatan keperawatan adalah untuk mempertahankan dan memantau perfusi jaringan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti nekrosis jaringan, delayed healing, atau infeksi.
Kode SLKI: 0916
Deskripsi : Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dengan kode 0916 berfokus pada "Perfusi Jaringan Perifer". Luaran yang diharapkan adalah bahwa perfusi jaringan perifer klien dapat dipertahankan atau ditingkatkan. Indikator luaran untuk kondisi pasien ini meliputi: (1) Denyut nadi perifer (pada kaki yang tidak dioperasi dan, jika dapat diakses, di proximal dari area operasi) teraba kuat dan simetris. (2) Warna kulit ekstremitas, khususnya di area distal luka, pink dan tidak pucat atau sianosis. (3) Suhu kulit hangat pada palpasi, menunjukkan aliran darah yang adekuat. (4) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik, yang menandakan sirkulasi mikro yang baik. (5) Tidak adanya atau berkurangnya edema signifikan pada ekstremitas yang dioperasi, karena edema dapat meningkatkan tekanan jaringan dan mengganggu perfusi. (6) Tingkat nyeri yang dilaporkan pasien terkait iskemia (jika ada) menurun. (7) Tidak adanya tanda-tanda gangguan sensasi atau motorik yang baru yang dapat mengindikasikan kompresi saraf akibat edema atau gangguan perfusi. Pencapaian luaran ini dinilai secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan dan medis yang diberikan.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dengan kode 2610 adalah "Manajemen Perfusi Jaringan Perifer". Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis untuk meningkatkan atau mempertahankan aliran darah ke ekstremitas. Pada pasien pasca operasi debridement cruris sinistra, intervensi spesifik yang harus dilakukan meliputi: (1) Pemantauan status neurovaskuler secara ketat dan berkala (setiap 1-4 jam tergantung kondisi), meliputi penilaian denyut nadi (dorsalis pedis dan tibialis posterior), warna, suhu, pengisian kapiler, sensasi, dan motorik. Perbandingan dengan ekstremitas kontralateral (kanan) sangat penting untuk mendeteksi perubahan dini. (2) Memposisikan ekstremitas yang dioperasi sedikit elevasi (jika tidak ada kontraindikasi) untuk memfasilitasi drainase vena dan limfatik, sehingga mengurangi edema yang dapat menekan pembuluh darah. Namun, posisi harus dihindari jika dapat mengganggu suplai darah arteri. (3) Menghindari tekanan langsung pada area pembuluh darah besar, seperti lipatan paha, untuk mencegah obstruksi aliran darah. (4) Memberikan edukasi kepada pasien untuk tidak menyilangkan kaki atau menekuk lutut secara berlebihan. (5) Mempertahankan hidrasi adekuat dengan memantau asupan dan output cairan, karena dehidrasi dapat meningkatkan viskositas darah dan mengganggu aliran. (6) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena atau obat-obatan sesuai instruksi dokter jika diperlukan untuk mendukung volume sirkulasi dan tekanan darah. (7) Melakukan inspeksi terhadap balutan luka, memperhatikan apakah ada perdarahan aktif atau pembalut yang terlalu ketat yang dapat bertindak sebagai tourniquet. (8) Mendokumentasikan semua temuan dengan jelas dan melaporkan setiap perubahan status neurovaskuler yang meragukan atau memburuk kepada tim medis secara inmediat. Intervensi ini bertujuan untuk mendeteksi dini tanda-tanda gangguan perfusi dan mengambil tindakan korektif segera, sehingga mencegah kerusakan jaringan yang lebih luas dan mendukung proses penyembuhan luka pasca debridement.
-
Article No. 23034 | 26 Nov 2025
Klinis : DS: - DO: Pengkajian ABCD Nutrisi: - Antropometri (A) : a. Berat Badan : 38,1 kg b. Tinggi Badan : 161 cm c. IMT : 14,7 kg/m² → termasuk sangat kurus/severe thinness - Biokimia a. Hemoglobin: 5,9–7,5 g/dL → anemia berat b. Hematokrit: 18–24,3% → menurun c. Leukosit: 0,3–0,4 ×10³/uL → neutropenia berat d. Trombosit: 9–23 ×10³/uL → trombositopenia berat e. Natrium: 131 mmol/L → hiponatremia ringan f. Klorida: 97 mmol/L → rendah → menunjukkan status nutrisi dan imunologi sangat terganggu - Clinical Sign a. Tubuh tampak sangat kurus, pucat, lemas b. Hipertrofi gingiva, stomatitis, perdarahan gusi, cheilitis c. Luka mulut basah, bibir kering d. Nutrisi masuk melalui NGT - Dietary History a. Jenis diet di RS: susu cair melalui NGT sejak 22 November 2025 b. Asupan oral terbatas karena nyeri mulut & sulit mengunyah c. Masalah intake: tidak mampu makan per oral d. Rute nutrisi: enteral via NGT dan cairan IV
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Malnutrisi Energi Protein Berat dengan Komplikasi Hematologis dan Oral
Kode ICD-10: E43 (Marasmus yang tidak tergolongkan) dan D64.9 (Anemia, tidak tergolongkan)
Deskripsi Singkat : Pasien menunjukkan gambaran malnutrisi energi protein (MEP) berat yang diklasifikasikan sebagai marasmus berdasarkan IMT 14,7 kg/m² (sangat kurus). Kondisi gizi buruk ini diperberat oleh komplikasi hematologis yang signifikan berupa anemia berat (Hb 5,9–7,5 g/dL), neutropenia berat, dan trombositopenia berat, yang meningkatkan risiko infeksi dan perdarahan. Selain itu, ditemukan manifestasi oral yang khas dari defisiensi nutrisi, seperti stomatitis dan cheilitis, yang menyebabkan ketidakmampuan untuk asupan per oral sehingga memerlukan dukungan nutrisi enteral via NGT. Kode E43 mencerminkan keadaan kekurangan energi dan protein yang parah dan jelas (severe protein-energy malnutrition), sementara kode D64.9 mengidentifikasi adanya anemia yang merupakan komplikasi serius dari keadaan malnutrisi tersebut. Kombinasi kondisi ini menggambarkan suatu keadaan di mana defisiensi nutrisi yang ekstrem telah menyebabkan disfungsi sistem multipel, terutama sistem hematopoietik (pembentukan darah) dan integritas jaringan, yang memerlukan penanganan nutrisi dan medis yang intensif.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22980 | 25 Nov 2025
Klinis : Pasien usia 65 tahun masuk dengan diagnosa susp snh dengan keluhan batuk, mulut perot ke kanan baru malam ini, bicara pelo
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Komunikasi Verbal
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seseorang mengalami penurunan, keterlambatan, atau tidak mampu dalam menyampaikan atau mempertukarkan pikiran, ide, atau keinginan secara verbal (melalui kata-kata).
Kode SLKI: L.14019
Deskripsi : Perawat memfasilitasi komunikasi yang efektif. Tindakan keperawatan ini meliputi: 1) Mengidentifikasi penyebab dan faktor yang memperberat gangguan komunikasi, seperti kelemahan otot wajah dan mulut, gangguan saraf kranial, atau kelelahan. 2) Menciptakan lingkungan yang tenang dan bebas distraksi untuk memudahkan konsentrasi pasien. 3) Membangun metode komunikasi alternatif yang sesuai dengan kemampuan pasien, seperti menggunakan papan tulis, gambar, gerakan mata, isyarat tangan, atau aplikasi pada perangkat elektronik. 4) Memvalidasi dan mengkonfirmasi pemahaman terhadap pesan yang disampaikan pasien untuk mencegah kesalahpahaman, misalnya dengan mengulang pesan dan meminta pasien mengangguk atau menggeleng. 5) Berbicara dengan pelan, jelas, dan menggunakan kalimat pendek serta pertanyaan sederhana yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak". 6) Memberikan waktu yang cukup dan tidak terburu-buru bagi pasien untuk merespons, menunjukkan kesabaran dan empati selama proses komunikasi. 7) Melibatkan keluarga dan pengasuh dalam pelatihan teknik komunikasi yang efektif sehingga dapat berinteraksi dengan baik dengan pasien. 8) Melakukan kolaborasi dengan terapis wicara (speech therapist) untuk assessment dan terapi lebih lanjut guna memperbaiki kemampuan bicara. 9) Memantau dan mendokumentasikan perkembangan atau perubahan dalam kemampuan komunikasi pasien secara berkala.
Kode SIKI: I.13996
Deskripsi : Kemampuan pasien dalam berkomunikasi membaik. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: 1) Pasien mampu menyampaikan kebutuhan dasar, seperti rasa sakit, lapar, haus, atau keinginan untuk buang air kecil dan besar, menggunakan metode komunikasi verbal atau non-verbal yang telah disepakati. 2) Pasien dapat merespons pertanyaan sederhana dengan jawaban "ya" atau "tidak" secara konsisten, baik melalui ucapan, anggukan, gelengan kepala, atau isyarat mata. 3) Tingkat frustrasi dan kecemasan pasien akibat kesulitan berkomunikasi menurun secara signifikan, yang ditandai dengan ekspresi wajah yang lebih rileks dan berkurangnya gelisah. 4) Pasien dan keluarga menunjukkan pemahaman dan kemampuan dalam menggunakan alat atau teknik komunikasi alternatif yang telah diajarkan. 5) Terjadi peningkatan dalam partisipasi pasien dalam proses pengambilan keputusan terkait perawatan kesehatannya sendiri. 6) Keluarga melaporkan peningkatan kepuasan dalam berinteraksi dan memahami keinginan pasien. 7) Tidak terjadi kesalahpahaman yang signifikan antara pasien dengan tenaga kesehatan atau keluarga yang dapat berdampak pada keselamatan atau kenyamanan pasien.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seseorang mengalami keterbatasan kemampuan untuk bergerak secara mandiri dan bertujuan.
Kode SLKI: L.04005
Deskripsi : Perawat mempertahankan atau meningkatkan mobilitas. Tindakan keperawatan ini meliputi: 1) Melakukan assessment terhadap kekuatan otot, tonus, rentang gerak sendi (ROM), dan koordinasi untuk mengidentifikasi tingkat keterbatasan mobilitas, dengan perhatian khusus pada sisi tubuh yang mengalami kelemahan (hemiparese/hemiplegia). 2) Melatih dan membantu pasien dalam melakukan latihan rentang gerak sendi (ROM) pasif, aktif asistif, atau aktif secara rutin untuk mencegah kekakuan sendi, kontraktur, dan atrofi otot. 3) Membantu dan mengajarkan teknik pemindahan tubuh (transfer) yang aman dari tempat tidur ke kursi atau sebaliknya, dengan menggunakan alat bantu jika diperlukan. 4) Memposisikan pasien dengan posisi tubuh yang anatomis dan nyaman, serta melakukan perubahan posisi secara teratur (setiap 2 jam) untuk mencegah dekubitus dan komplikasi imobilisasi lainnya. 5) Menggunakan alat bantu mobilitas seperti kursi roda, walker, atau tongkat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pasien, serta memastikan penggunaannya dengan benar. 6) Melakukan kolaborasi dengan fisioterapis untuk program latihan dan rehabilitasi yang lebih intensif guna memulihkan fungsi motorik. 7) Memodifikasi lingkungan untuk meminimalkan risiko jatuh, seperti memastikan lantai tidak licin, pencahayaan cukup, dan menyingkirkan barang-barang yang menghalangi jalan. 8) Memantau tanda-tanda komplikasi akibat imobilisasi, seperti trombosis vena dalam (DVT), emboli paru, atau infeksi pernapasan. 9) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya mobilisasi dini dan teknik perawatan di rumah untuk mendukung kemandirian pasien.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Mobilitas pasien meningkat. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: 1) Pasien mampu melakukan perubahan posisi di tempat tidur dengan bantuan minimal. 2) Pasien dapat duduk di tepi tempat tidur (dangling) tanpa merasa pusing atau kehilangan keseimbangan. 3) Pasien mampu melakukan transfer dari tempat tidur ke kursi dengan bantuan satu orang atau menggunakan alat bantu. 4) Kekuatan otot pada ekstremitas yang terdampak menunjukkan peningkatan, ditandai dengan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh melawan gravitasi atau bahkan melawan tahanan ringan. 5) Tidak terjadi kontraktur sendi atau ulkus dekubitus. 6) Pasien melaporkan peningkatan rasa percaya diri dan penurunan ketakutan untuk bergerak. 7) Pasien dan keluarga mendemonstrasikan kemampuan dalam melakukan teknik mobilisasi dan perawatan posisi yang benar.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seseorang berisiko mengalami ketidakmampuan membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Perawat mempertahankan bersihan jalan napas. Tindakan keperawatan ini meliputi: 1) Memantau status pernapasan secara ketat, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan suara napas (mengi, ronki, stridor) untuk mendeteksi dini akumulasi sekresi. 2) Melakukan auskultasi suara napas secara berkala untuk mengidentifikasi area yang mengalami penurunan atau tidak ada suara napas. 3) Memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memaksimalkan ekspansi paru dan memudahkan pengeluaran sekresi. 4) Melakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam (latihan batuk efektif) jika kondisi pasien memungkinkan. 5) Melakukan penghisapan lendir (suction) secara steril pada jalan napas atas dan bawah jika pasien menunjukkan ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekresi sendiri, ditandai dengan suara napas mengorok (gurgling) atau penurunan saturasi oksigen. 6) Mempertahankan hidrasi yang adekuat dengan pemberian cairan intravena atau per oral (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekresi sehingga lebih mudah dikeluarkan. 7) Mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan latihan batuk efektif, dengan mempertimbangkan kelemahan otot pernapasan dan risiko aspirasi. 8) Memantau nilai saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus dan memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi di atas 92%. 9) Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat bronkodilator atau mukolitik jika diperlukan. 10) Meningkatkan upaya pencegahan aspirasi, terutama karena adanya kelemahan otot wajah dan menelan, dengan memposisikan kepala sedikit elevasi selama makan dan memantau tanda-tanda tersedak.
Kode SIKI: I.13001
Deskripsi : Jalan napas pasien tetap paten. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: 1) Suara napas bersih, jernih, dan terdengar sama di kedua lapang paru. 2) Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda distress pernapasan seperti sianosis, penggunaan otot bantu napas, atau napas cuping hidung. 3) Saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal (≥95%) tanpa bantuan oksigen atau dengan bantuan oksigen sesuai target. 4) Sekresi jalan napas dapat dikeluarkan dengan batuk efektif atau suction, dan jumlah sekresi tidak berlebihan. 5) Tidak ada bunyi napas abnormal seperti ronki atau mengi yang mengindikasikan penumpukan sekresi. 6) Pasien mampu bernapas dengan tenang dan teratur tanpa merasa sesak.
-
Article No. 22981 | 25 Nov 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0123
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Manajemen Infeksi
Kode SIKI: I.01241
Deskripsi : Edukasi Pencegahan Infeksi
Kondisi: Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Pemeliharaan Bersihan Jalan Napas
Kode SIKI: I.00895
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas
Kondisi: Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Nutrisi Tidak Seimbang: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: L.06005
Deskripsi : Status Nutrisi
Kode SIKI: I.08006
Deskripsi : Manajemen Nutrisi
-
Article No. 22983 | 25 Nov 2025
Klinis : Data Subjektif : - mengeluh tidak nyaman - mengeluh lebih cepat lelah - mengeluh badan pegal-pegal saat bangun tidur - mengeluh sulit tidur Data Objektif : - pasien tampak gelisah - pola eliminasi berubah dengan seringnya buang air kecil - postur tubuh berubah dikarenakan hamil trimester 3
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0718
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera (Asosiasi Internasional untuk Studi Nyeri); tiba-tiba atau lambat dan intensitasnya mulai dari ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 4501
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Mencegah, mengurangi, atau menghilangkan rasa sakit. Tindakan keperawatan untuk SLKI 4501 (Manajemen Nyeri) sangat komprehensif dan berfokus pada pendekatan holistik. Langkah pertama dan terpenting adalah melakukan penilaian nyeri yang menyeluruh dan berkelanjutan. Perawat akan menggunakan alat yang sesuai (seperti skala numerik, wajah, atau deskriptif) untuk menilai karakteristik nyeri, termasuk lokasi, intensitas, kualitas, durasi, dan faktor yang memperberat atau meringankan. Penilaian ini juga mempertimbangkan ekspresi verbal dan non-verbal pasien, mengingat keluhan "badan pegal-pegal" dan "tidak nyaman" adalah indikator kunci. Setelah penilaian, perawat akan menerapkan intervensi non-farmakologis yang sesuai. Ini dapat termasuk terapi dingin atau hangat pada area yang pegal, memposisikan pasien dengan nyaman dengan menggunakan bantal penyangga untuk mengakomodasi perubahan postur tubuh akibat kehamilan trimester ketiga, serta teknik relaksasi seperti napas dalam atau distraksi (misalnya, mendengarkan musik, guided imagery) untuk mengalihkan perhatian dari ketidaknyamanan. Perawat juga akan mengajarkan teknik-teknik ini kepada pasien dan keluarganya agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam manajemen nyeri. Selain itu, perawat akan berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik yang aman sesuai indikasi dan kondisi kehamilan, serta memantau efektivitas dan efek sampingnya. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang rencana penanganan nyeri, penyebab nyeri, dan kapan harus melaporkan nyeri yang tidak terkendali merupakan bagian integral dari SLKI ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kenyamanan, mengurangi distress, dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien meskipun dalam kondisi hamil tua.
Kode SIKI: 3501
Deskripsi : Manajemen Kecemasan: Meminimalkan kecemasan. Tindakan keperawatan untuk SIKI 3501 (Manajemen Kecemasan) ditujukan untuk mengurangi perasaan gelisah, ketakutan, dan kekhawatiran yang dialami pasien, sebagaimana terlihat dari penampilannya yang gelisah dan keluhan sulit tidur. Intervensi dimulai dengan membangun hubungan terapeutik yang mendukung. Perawat akan mendengarkan secara aktif dan empatik semua keluhan pasien, termasuk ketidaknyamanan, kelelahan, dan kesulitan tidur, untuk menunjukkan penerimaan dan pemahaman. Perawat akan menciptakan lingkungan yang tenang dan menenangkan, misalnya dengan mengurangi kebisingan, mengatur pencahayaan, dan memastikan privasi. Untuk mengatasi sulit tidur, perawat dapat menerapkan intervensi manajemen tidur, seperti menciptakan rutinitas waktu tidur, menawarkan minuman hangat non-kafein sebelum tidur, dan mengajarkan teknik relaksasi progresif atau imajinasi terbimbing untuk menenangkan pikiran. Perawat juga akan mendorong ekspresi perasaan, membantu pasien mengidentifikasi sumber kecemasannya (seperti kekhawatiran akan persalinan atau perubahan tubuh), serta memberikan informasi yang akurat dan jujur tentang kondisinya untuk mengurangi kecemasan akibat ketidaktahuan. Membantu pasien mengidentifikasi mekanisme koping yang positif dan mendukung spiritualitas pasien sesuai dengan keyakinannya juga merupakan bagian dari intervensi ini. Dengan mengurangi kecemasan, diharapkan kualitas tidur pasien membaik, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi keluhan kelelahan dan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi nyeri dan ketidaknyamanan lainnya.
-
Article No. 22984 | 25 Nov 2025
Klinis : Dehidrasi pada Anak dengan Diare Akut 24 Seorang anak laki-laki usia 4 tahun mengalami diare cair 8 kali per hari disertai muntah 3 kali sejak 2 9 hari terakhir. Anak tampak lemas, tidak mau makan, menangis tanpa air mata, dan berat badannya turun 2 kg. Pada pemeriksaan, mata tampak cekung, bibir kering, turgor kulit jelek, tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 120 kali/menit, dan kesadaran apatis. Hasil laboratorium menunjukkan natrium 148 mmol/L dan BUN 28 mg/dL.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Dehidrasi pada Anak dengan Diare Akut
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SLKI: B.1.1.1.1
Deskripsi : Manajemen Defisit Volume Cairan
Kode SIKI: B.1.1.1.1.1 - B.1.1.1.1.9
Deskripsi : Diagnosa keperawatan utama yang relevan untuk pasien ini adalah "Risiko Defisit Volume Cairan" dengan kode SDKI B.1.1.1. Diagnosa ini didefinisikan sebagai keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami kehilangan cairan vaskular, interstitial, atau intraselular, yang dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan perfusi jaringan, dan gangguan fungsi organ. Pada kasus anak ini, kondisi "risiko" telah berubah menjadi "aktual" atau "nyata" yang ditunjukkan oleh berbagai tanda dan gejala klinis. Kehilangan cairan yang masif melalui diare cair 8 kali sehari dan muntah 3 kali telah mengakibatkan ketidakseimbangan antara asupan dan output cairan. Manifestasi klinis seperti menangis tanpa air mata, mata cekung, dan bibir kering merupakan indikator klasik dehidrasi. Turgor kulit yang jelek menunjukkan penurunan elastisitas kulit akibat kehilangan cairan interstitial. Secara sistemik, kondisi ini ditandai dengan hipotensi (TD 80/50 mmHg), takikardia (nadi 120x/menit) sebagai upaya kompensasi jantung untuk mempertahankan tekanan darah dan perfusi organ, serta penurunan kesadaran (apatis) yang mengindikasikan gangguan perfusi serebral. Data laboratorium seperti natrium 148 mmol/L menunjukkan hipernatremia, yang sering terjadi pada dehidrasi hipertonik dimana kehilangan air relatif lebih besar daripada kehilangan natrium, sedangkan peningkatan BUN (28 mg/dL) mencerminkan penurunan perfusi ginjal dan hemokonsentrasi. Penurunan berat badan 2 kg secara akut sangat signifikan pada anak dan secara kasar setara dengan kehilangan 2 liter cairan tubuh, mengkonfirmasi beratnya defisit volume yang terjadi.
Kondisi: Dehidrasi pada Anak dengan Diare Akut
Kode SDKI: B.3.1.1
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: B.3.1.1.1
Deskripsi : Manajemen Nyeri
Kode SIKI: B.3.1.1.1.1 - B.3.1.1.1.11
Deskripsi : Diagnosa keperawatan "Nyeri Akut" dengan kode SDKI B.3.1.1 juga sangat relevan, meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam keluhan utama. Diare akut pada anak seringkali disertai dengan kram atau nyeri perut yang disebabkan oleh peningkatan motilitas usus, inflamasi dinding usus, atau spasme otot polos usus. Nyeri ini bersifat akut karena onsetnya baru (2 hari) dan berkaitan dengan proses penyakit yang aktif. Pada anak usia 4 tahun, ekspresi nyeri mungkin tidak selalu verbal. Perilaku seperti menangis, lemas, tidak mau makan, dan rewel dapat menjadi indikator nonverbal dari pengalaman nyeri. Ketidaknyamanan abdominal dapat memperburuk muntah dan menurunkan keinginan anak untuk minum, sehingga secara tidak langsung memperberat kondisi dehidrasi. Manajemen nyeri pada konteks ini menjadi penting bukan hanya untuk kenyamanan pasien, tetapi juga untuk memfasilitasi terapi rehidrasi. Jika anak terus menerus menangis dan gelisah karena nyeri, upaya pemberian cairan baik oral maupun intravena dapat terhambat. Oleh karena itu, intervensi untuk mengurangi nyeri merupakan bagian integral dari penatalaksanaan holistik anak dengan diare akut dan dehidrasi.
Kondisi: Dehidrasi pada Anak dengan Diare Akut
Kode SDKI: A.2.1.2
Deskripsi Singkat: Kecemasan
Kode SLKI: A.2.1.2.1
Deskripsi : Manajemen Kecemasan
Kode SIKI: A.2.1.2.1.1 - A.2.1.2.1.9
Deskripsi : Diagnosa "Kecemasan" dengan kode SDKI A.2.1.2 dapat dialami oleh anak maupun keluarganya. Pada anak, kecemasan muncul akibat perasaan tidak nyaman dari gejala yang dialami (nyeri, lemas, mual), lingkungan rumah sakit yang asing, dan prosedur medis yang mungkin menakutkan (seperti pemasangan infus). Perubahan status mental menjadi "apatis" bisa juga mengandung komponen ketakutan atau withdrawal sebagai respons terhadap stres fisik dan psikologis. Perilaku "tidak mau makan" dan menangis tidak hanya mencerminkan ketidaknyamanan fisik tetapi juga distress emosional. Di sisi lain, orang tua atau pengasuh anak juga sangat rentan mengalami kecemasan yang tinggi. Menyaksikan anak mereka yang biasanya aktif menjadi lemas, tidak mau makan, dan mengalami penurunan berat badan yang signifikan dalam waktu singkat dapat menimbulkan perasaan khawatir, takut, dan tidak berdaya. Kecemasan orang tua ini, jika tidak dikelola, dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memberikan dukungan dan kenyamanan yang optimal bagi anak, serta menghambat pemahaman mereka terhadap informasi dan edukasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu, intervensi keperawatan harus mencakup upaya untuk mengurangi kecemasan baik pada anak maupun keluarganya.
-
Article No. 22985 | 25 Nov 2025
Klinis : Dehidrasi pada Anak dengan Diare Akut 24 Seorang anak laki-laki usia 4 tahun mengalami diare cair 8 kali per hari disertai muntah 3 kali sejak 2 9 hari terakhir. Anak tampak lemas, tidak mau makan, menangis tanpa air mata, dan berat badannya turun 2 kg. Pada pemeriksaan, mata tampak cekung, bibir kering, turgor kulit jelek, tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 120 kali/menit, dan kesadaran apatis. Hasil laboratorium menunjukkan natrium 148 mmol/L dan BUN 28 mg/dL.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Dehidrasi Hipertonik Berat pada Anak dengan Diare Akut
Kode ICD-10: A09.0
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan seorang anak laki-laki berusia 4 tahun yang mengalami dehidrasi berat dengan tipe hipertonik (hipernatremia) sebagai komplikasi dari diare akut yang diduga infeksius. Gejala klinis seperti diare cair frekuensi tinggi, muntah, lemas, penurunan berat badan yang signifikan (2 kg), mata cekung, bibir kering, turgor kulit yang kembali sangat lambat (jelek), tekanan darah rendah (hipotensi), nadi cepat (takikardia), dan kesadaran apatis merupakan tanda-tanda dehidrasi berat yang mengancam jiwa. Hasil laboratorium yang menunjukkan natrium 148 mmol/L (di atas normal) mengkonfirmasi dehidrasi hipertonik, di mana kehilangan air relatif lebih besar daripada kehilangan natrium. Peningkatan BUN (Blood Urea Nitrogen) juga mendukung diagnosis dehidrasi dan penurunan fungsi ginjal perfusif. Kode ICD-10 A09.0 secara spesifik digunakan untuk "Diare dan gastroenteritis yang diduga infeksius", yang merupakan penyebab utama dari kondisi dehidrasi berat ini. Kode ini tepat karena merujuk pada etiologi gastroenteritis infeksius akut yang menyebabkan diare dan muntah, yang pada akhirnya mengakibatkan komplikasi dehidrasi berat dengan karakteristik elektrolit yang spesifik (hipernatremia). Penanganan kondisi ini memerlukan resusitasi cairan yang hati-hati dan terukur di rumah sakit untuk memperbaiki defisit cairan dan mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit secara bertahap, mencegah komplikasi neurologis yang dapat terjadi akibat pergeseran osmolaritas yang cepat di otak.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 22986 | 25 Nov 2025
Klinis : Ini Case nya ya Sofi 1. Seorang pasien laki laki, usia 37 tahun dirawat di ruangan Interne RS A dengan Flu Burung, pasien seorang Karyawan peternakan, pasien mengeluh Demam. suhu tubuh 38.5 C, sakit kepala, sakit di tenggorokan dan sulit menelan serta nyeri pada Otot Tugas mhs : 1. Identifikasi pengkajian yang harus dilengkapi 2. Analis pemeriksaan penunjang yang harus dilengkapi pada pasien 3. Runuskanlah 3 Diagnosis Keperawatan beserta Intervensinya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI
Berdasarkan kasus pasien laki-laki usia 37 tahun dengan Flu Burung, karyawan peternakan, mengeluh demam (38.5 C), sakit kepala, sakit tenggorokan, sulit menelan, dan nyeri otot, berikut adalah identifikasi pengkajian, pemeriksaan penunjang, dan perumusan diagnosis keperawatan beserta intervensinya sesuai standar PPNI (SDKI, SLKI, SIKI).
1. Identifikasi Pengkajian yang Harus Dilengkapi
Untuk melengkapi data pengkajian pada pasien ini, perawat perlu melakukan pengkajian yang komprehensif meliputi:
Riwayat Kesehatan:
- Riwayat penyakit dahulu (komorbiditas seperti asma, PPOK, diabetes, penyakit jantung).
- Riwayat alergi (obat, makanan).
- Riwayat imunisasi (terutama vaksin influenza).
- Riwayat kontak dengan unggas sakit/mati atau lingkungan peternakan yang tidak higienis.
- Riwayat perjalanan ke daerah endemik Flu Burung.
- Riwayat pengobatan yang sedang atau pernah dijalani.
- Riwayat merokok atau konsumsi alkohol.
Pola Fungsional Gordon:
- Pola Nutrisi-Metabolik: Berat badan sebelum sakit dan saat ini, tinggi badan, nafsu makan, mual/muntah, intake cairan (jumlah dan jenis), turgor kulit, kondisi membran mukosa (kering/lembab), adanya penurunan berat badan yang signifikan.
- Pola Eliminasi: Frekuensi, warna, konsistensi BAK dan BAB.
- Pola Aktivitas-Latihan: Tingkat aktivitas sebelum dan saat sakit, adanya kelemahan umum, sesak napas saat aktivitas ringan.
- Pola Tidur-Istirahat
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433