Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23102 | 01 Dec 2025
Klinis : Pasien usia 62 tahun dengan keluhan pusing berputar, badan lemas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau fluktuasi tekanan darah arteri sistolik dan/atau diastolik dari rentang yang dianggap normal bagi individu, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 2401
Deskripsi : Tekanan Darah dalam Rentang Normal. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah sistolik dalam rentang target yang ditetapkan. 2) Tekanan darah diastolik dalam rentang target yang ditetapkan. 3) Denyut nadi dalam rentang normal. 4) Melaporkan tidak adanya pusing atau sakit kepala. 5) Melaporkan tidak adanya lemas. 6) Kulit hangat dan kering. 7) Membran mukosa lembab. 8) Mengidentifikasi faktor risiko ketidakstabilan tekanan darah. 9) Melakukan tindakan untuk mengontrol tekanan darah.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah. Tindakan keperawatan: 1) Identifikasi faktor risiko perubahan tekanan darah (misal: riwayat hipertensi, hipotensi, dehidrasi, penyakit jantung, efek pengobatan). 2) Kaji tekanan darah, denyut nadi, frekuensi napas, suhu, dan saturasi oksigen. 3) Kaji keluhan pusing, sakit kepala, lemas, mual, penglihatan kabur, atau palpitasi. 4) Kaji warna, kelembaban, dan suhu kulit. 5) Kaji status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, balance cairan). 6) Kaji respons emosional (cemas, takut). 7) Pantau hasil pemeriksaan penunjang terkait (seperti laboratorium). 8) Ajarkan pasien/keluarga cara memantau tekanan darah dan gejala yang perlu diwaspadai. 9) Anjurkan perubahan posisi bertahap (dari tidur ke duduk, lalu berdiri). 10) Kolaborasi pemberian terapi cairan atau obat-obatan sesuai resep. 11) Evaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan.
-
Article No. 23103 | 01 Dec 2025
Klinis : Pasien usia 62 tahun dengan keluhan pusing berputar, badan lemas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 00094
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau fluktuasi tekanan darah sistolik dan/atau diastolik dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. SLKI ini memiliki kriteria hasil: (1) Tekanan darah sistolik dan diastolik dalam rentang yang ditetapkan. (2) Nadi dalam rentang normal. (3) Tidak adanya keluhan pusing, sakit kepala, atau penglihatan kabur. (4) Kulit hangat, kering, dan warna kulit normal. (5) Keseimbangan cairan dan elektrolit adekuat. (6) Menunjukkan perilaku untuk mempertahankan tekanan darah dalam rentang normal. Pada pasien dengan keluhan pusing berputar (vertigo) dan lemas, tujuan utamanya adalah mencapai tekanan darah yang stabil dalam rentang aman untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi seperti sinkop atau cedera akibat jatuh. Pemantauan tekanan darah secara berkala sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dan terapi. Stabilitas tekanan darah juga mencerminkan keseimbangan sistem kardiovaskuler, volume cairan, dan respon terhadap pengobatan.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah. Intervensi ini meliputi pengukuran dan interpretasi tekanan darah sistolik dan diastolik untuk mendeteksi adanya perubahan atau penyimpangan dari rentang normal. Penjelasan: Pada pasien usia 62 tahun dengan pusing berputar dan lemas, pemantauan tekanan darah adalah intervensi keperawatan yang fundamental dan kritis. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah gejala tersebut disebabkan oleh hipotensi (misalnya ortostatik), hipertensi, atau fluktuasi tekanan darah. Teknik pengukuran harus akurat, mencakup pengukuran pada kedua lengan dan dalam berbagai posisi (berbaring, duduk, berdiri) jika dicurigai hipotensi ortostatik. Perawat harus menginterpretasikan hasil pengukuran dalam konteks riwayat kesehatan pasien, obat-obatan yang dikonsumsi (seperti antihipertensi atau diuretik), dan kondisi klinis lainnya. Data ini menjadi dasar untuk kolaborasi dengan tim medis dalam penyesuaian terapi, pemberian edukasi, dan intervensi lebih lanjut. Pemantauan yang rutin dan terdokumentasi dengan baik membantu dalam menilai tren tekanan darah, respon terhadap intervensi, dan mendeteksi dini adanya komplikasi potensial.
-
Article No. 23104 | 01 Dec 2025
Klinis : Gaya Hidup Tidak Sehat pada komunitas di kota yang menganggap begadang atau minum kopi sampai larut malam adalah tanda “Kerja keras”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Keseimbangan Energi
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Kondisi di mana individu atau komunitas berisiko mengalami ketidakseimbangan antara asupan energi (melalui nutrisi, stimulan) dengan pengeluaran energi (melalui aktivitas, metabolisme, dan pemulihan) yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : Setelah diberikan intervensi keperawatan, komunitas mampu mengidentifikasi perilaku yang menyebabkan ketidakseimbangan energi. Kriteria hasil meliputi: 1) Komunitas menyebutkan minimal tiga dampak negatif dari kebiasaan begadang dan konsumsi kafein berlebihan terhadap kesehatan fisik dan mental. 2) Komunitas mengungkapkan kesadaran akan adanya kontradiksi antara nilai "kerja keras" yang diagungkan dengan konsep produktivitas berkelanjutan yang memerlukan istirahat cukup. 3) Komunitas dapat menjelaskan hubungan antara pola tidur, asupan stimulan, dengan risiko penyakit seperti gangguan kardiovaskular, kecemasan, dan penurunan fungsi kognitif. 4) Terbentuknya kelompok diskusi dalam komunitas untuk membahas alternatif pola kerja yang lebih sehat.
Kode SIKI: I.1.1.1
Deskripsi : Intervensi untuk mengatasi risiko gangguan keseimbangan energi pada komunitas dengan budaya begadang dan minum kopi berlebihan meliputi: 1) **Pendidikan Kesehatan (Health Education)**: Menyelenggarakan penyuluhan tentang fisiologi tidur dan pentingnya siklus sirkadian, menjelaskan dampak kafein terhadap kualitas tidur dan tingkat stres, serta mengajarkan teknik manajemen waktu dan prioritas tugas untuk mengurangi kebutuhan begadang. Edukasi dilakukan dengan bahasa yang relevan dengan konteks pekerjaan mereka, menggunakan contoh konkret dampak kelelahan kronis terhadap keselamatan kerja dan kualitas keputusan. 2) **Penguatan dan Dukungan (Strengthening and Support)**: Memfasilitasi pembentukan kelompok dukungan sebaya (peer support group) dalam komunitas untuk saling mengingatkan tentang pentingnya istirahat, berbagi pengalaman mengatasi kebiasaan begadang, dan menciptakan norma sosial baru yang mendukung gaya hidup sehat. Perawat berperan sebagai fasilitator dan konsultan bagi kelompok ini. 3) **Konseling (Counseling)**: Melakukan konseling individu atau kelompok untuk mengeksplorasi keyakinan dan nilai yang mengaitkan begadang dengan etos kerja, membantu merekonstruksi pemahaman bahwa kerja keras yang cerdas adalah yang disertai dengan manajemen energi dan pemulihan yang optimal. Teknik konseling motivasional dapat digunakan untuk membangkitkan keinginan intrinsik untuk berubah. 4) **Kolaborasi (Collaboration)**: Berkolaborasi dengan pemimpin komunitas, perusahaan, atau tokoh kunci yang dihormati untuk mengkampanyekan "Budaya Kerja Sehat", misalnya dengan menetapkan kebijakan tidak mengirim email kerja di luar jam kantor, menyediakan area relaksasi non-kafein, atau mengadakan seminar tentang produktivitas dan kesehatan tidur. 5) **Survei dan Pemantauan Lingkungan (Surveillance and Environmental Monitoring)**: Melakukan asesmen sederhana terhadap pola tidur dan konsumsi kafein anggota komunitas secara anonim untuk dijadikan data dasar, kemudian memantau perubahan perilaku setelah intervensi dilakukan secara berkala. Intervensi ini dirancang tidak untuk menghakimi budaya yang ada, tetapi untuk memberdayakan komunitas dengan pengetahuan dan keterampilan agar dapat membuat pilihan yang lebih sehat tanpa meninggalkan nilai produktivitas yang mereka junjung.
-
Article No. 23105 | 01 Dec 2025
Klinis : anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Anemia
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan komponen sel darah merah yang membawa oksigen.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik atau dipertahankan, ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam batas normal untuk usia; 2) Nadi perifer teraba kuat dan simetris; 3) Warna kulit dan membran mukosa normal/ tidak pucat atau sianosis; 4) Ekstremitas hangat; 5) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik; 6) Tidak mengeluh nyeri dada, palpitasi, atau dispnea saat aktivitas; 7) Tingkat kesadaran compos mentis; 8) Produksi urin adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam); 9) Nilai laboratorium (Hb, Ht) mendekati rentang normal.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen perfusi jaringan. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang komprehensif untuk memantau, meningkatkan, dan mempertahankan aliran darah yang adekuat ke jaringan perifer. Tindakan dimulai dengan pemantauan ketat tanda-tanda penurunan perfusi, seperti pucat, kulit dingin, nadi lemah, pengisian kapiler melambat (>3 detik), takikardia, hipotensi, dispnea, kelelahan, penurunan output urin, dan perubahan status mental. Pemantauan tanda vital dan oksimetri nadi dilakukan secara berkala. Pasien didorong untuk tirah baring atau membatasi aktivitas sesuai toleransi untuk mengurangi konsumsi oksigen tubuh. Posisi pasien diatur dengan elevasi kepala tempat tidur untuk memfasilitasi pernapasan dan sirkulasi, menghindari posisi yang menekan pembuluh darah. Dilakukan penjagaan suhu lingkungan agar tetap hangat untuk mencegah vasokonstriksi, menggunakan selimut jika diperlukan. Asupan nutrisi dan cairan dimonitor dan didukung, dengan mendorong konsumsi makanan kaya zat besi, asam folat, dan vitamin B12 (seperti daging merah, sayuran hijau, hati, kacang-kacangan) serta menjaga hidrasi yang adekuat sesuai kondisi jantung. Pemberian terapi oksigen sesuai indikasi dan resep untuk meningkatkan saturasi oksigen. Kolaborasi dalam pemberian transfusi darah atau produk darah sesuai protokol, dengan pemantauan ketat sebelum, selama, dan setelah transfusi terhadap reaksi transfusi. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab anemia, tanda-tanda penurunan perfusi yang harus diwaspadai, pentingnya diet dan terapi obat (seperti suplemen besi), serta teknik penghematan energi. Keamanan pasien dijaga karena risiko pusing dan sinkop akibat hipoksia serebral. Seluruh intervensi didokumentasikan dengan baik dan evaluasi respons pasien terhadap terapi dilakukan secara terus-menerus untuk mencapai hasil yang diharapkan yaitu perfusi jaringan yang adekuat.
-
Article No. 23106 | 01 Dec 2025
Klinis : _Keluhan Utama_ Penurunan kesadaran post KLL _RPS_ Pasien datang dengan penurunan kesadaran post KLL 1 jam SMRS. Saat pasien sedang membonceng sepeda motor, pasien tiba-tiba mengalami kejang dalam waktu yang tidak diketahui. Pasien kemudian terjatuh dari sepeda motor ke arah belakang. Setelah kejadian, pasien tidak bisa diajak berkomunukasi, mual (-), muntah (-). Oleh penolong, pasien dibawa ke IGD RSSP Sragen. Pasien kejang 1x di IGD selama 1 menit. _RPD_ Riwayat trauma (-) Riwayat operasi (-) Riwayat sistemik (-) Riwayat alergi (-) Riwayat Obat: (+) riwayat pasien menggunakan narkoba 4 th yll O : _Primary Survey_ A: Clear, Stable C-Spine B: Pengembangan dada simetris kanan = kiri, RR: 20x/menit, C: TD 144/88 mmHg, HR: 105x/menit, SpO2: 95% on room air D: GCS E4V2M5, pupil isokor (3mm/3mm), RC (+/+), lateralisasi (-) E: T: 36.3°C _Secondary Survey_ Kepala: hematom (+), VL uk 10x3 cm Mata: hematom periorbita (-/-), perdarahan subconjungtiva (-/-) Hidung: rhinorhea (+/+) Telinga: ottorhagia (-/+) Mulut: perdarahan (+), gigi tanggal (-) Wajah: multiple VE, VL uk 1x1 cm R. Mandibula (S) Leher: jejas (-) Thorax: jejas (-), nyeri tekan (-), krepitasi (-) Abdomen: jejas (-), nyeri tekan (-) Ekstremitas atas: VE (+), ROM bebas, akral hangat, CRT 2” Ekstremitas bawah: VE (+), ROM bebas, akral hangat, CRT 2” CT Scan Kepala 3D RSSP 30/11/25_ Kesan: ⁃ Hematoma extracranial di region parietalis sinistra • Intracerebral hemorrhagic contusional di lobus parietalis sinistra dengan perifocal oedema di sekitarnya * Oedema cerebri ⁃ Fraktur os zygomaticum sinistra _RO Thorax RSSP 30/11/25_ Kesan : - Pulmo dan besar cor normal - Tak tampak hematopneumothorax - Sistema tulang intact
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah yang adekuat ke jaringan otak yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolisme sel-sel otak.
Kode SLKI: L.14015
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, 2) Denyut nadi dalam rentang yang diharapkan, 3) Pernapasan dalam rentang yang diharapkan, 4) Status mental dalam rentang yang diharapkan, 5) Tidak ada peningkatan tekanan intrakranial, 6) Pupil isokor dan reaktif.
Kode SIKI: I.14067
Deskripsi : 1. Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen secara berkala. 2. Monitor status neurologis (tingkat kesadaran/GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, tanda-tanda peningkatan TIK seperti muntah proyektil, sakit kepala) secara ketat dan berkala. 3. Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat dengan kepala dan leher dalam posisi netral (align) untuk memfasilitasi aliran balik vena dan menurunkan tekanan intrakranial. 4. Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 5. Lakukan tindakan keperawatan dengan pendekatan minimal handling untuk menghindari peningkatan tekanan intrakranial. 6. Monitor balance cairan (intake dan output) secara ketat. 7. Kolaborasi dalam pemberian terapi obat-obatan sesuai program (seperti osmotik diuretik, antikejang). 8. Berikan lingkungan yang tenang, hindari faktor pencetus kejang seperti stimulasi berlebihan. 9. Kaji dan dokumentasi karakteristik kejang jika terjadi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Nyeri teratasi, ditandai dengan: 1) Ekspresi wajah rileks, 2) Melaporkan nyeri berkurang/hilang, 3) Skala nyeri menurun, 4) Tanda vital dalam rentang normal, 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.03023
Deskripsi : 1. Kaji nyeri secara komprehensif meliputi lokasi (kepala, wajah, ekstremitas), karakteristik, intensitas (skala 0-10), durasi, dan faktor pencetus/penghilang. 2. Observasi tanda-tanda nonverbal nyeri seperti gelisah, wajah meringis, postur tubuh melindungi area tertentu, perubahan tanda vital (peningkatan TD dan HR). 3. Atur posisi pasien senyaman mungkin, berikan bantalan penyangga pada area yang nyeri jika memungkinkan. 4. Lakukan teknik non-farmakologi seperti distraksi, lingkungan yang tenang, dan sentuhan terapeutik. 5. Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program dokter (baik non-opioid atau opioid) dengan mempertimbangkan status neurologis pasien. 6. Evaluasi efektivitas dan efek samping intervensi penghilang nyeri yang diberikan. 7. Berikan edukasi kepada keluarga tentang tanda nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran dan pentingnya melaporkan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons tubuh terhadap patogen atau toksin yang berasal dari lingkungan internal atau eksternal.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Risiko infeksi tidak terjadi, ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (kemerahan, bengkak, nyeri, panas, pus) pada area luka atau fraktur terbuka, 3) Hasil laboratorium dalam rentang normal, 4) Drainase luka tidak purulen.
Kode SIKI: I.15016
Deskripsi : 1. Monitor tanda-tanda vital terutama suhu tubuh setiap 4 jam atau sesuai protokol. 2. Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik pada luka di kepala, mulut, dan ekstremitas. Perhatikan tanda infeksi seperti eritema, edema, drainase purulen, dan bau tidak sedap. 3. Lakukan perawatan kebersihan diri (mandi, perawatan mulut) untuk mempertahankan integritas kulit dan membran mukosa sebagai pertahanan pertama. 4. Monitor tanda-tanda meningitis seperti kaku kuduk, fotofobia, dan penurunan kesadaran lebih lanjut (mengingat adanya rhinorrhea dan otorrhea yang mengindikasikan kebocoran CSS). 5. Kolaborasi pemberian antibiotik profilaksis sesuai program dokter. 6. Pertahankan teknik aseptik ketat pada semua prosedur invasif (seperti akses infus). 7. Anjurkan dan bantu latihan napas dalam serta perubahan posisi untuk mencegah komplikasi pernapasan.
Kondisi: Kerusakan Integritas Jaringan
Kode SDKI: D.0066
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada membran mukosa, kornea, atau integumen (kulit, jaringan subkutan, dan fascia).
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Integritas jaringan membaik, ditandai dengan: 1) Luka bersih dan tidak ada tanda infeksi, 2) Luka menyatu, 3) Kulit sekitar luka utuh, 4) Tidak ada drainage.
Kode SIKI: I.08025
Deskripsi : 1. Kaji luas, kedalaman, karakteristik luka (hematoma, laserasi, abrasi) dan kondisi kulit di seluruh tubuh. 2. Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik, gunakan larutan dan balutan yang sesuai. 3. Ubah posisi pasien secara berkala dengan teknik yang benar untuk menghindari tekanan pada area luka dan mencegah dekubitus. 4. Gunakan bantalan pelindung pada tonjolan tulang dan area yang tertekan. 5. Pertahankan kebersihan kulit, jaga agar tetap kering dan bersih dari kontaminasi cairan tubuh (darah, saliva). 6. Monitor area fraktur zygomaticum untuk tanda-tanda pembengkakan atau deformitas yang bertambah. 7. Kolaborasi dengan tim gizi untuk memastikan asupan protein dan vitamin C yang adekuat untuk penyembuhan jaringan. 8. Lindungi area luka dari trauma lebih lanjut.
-
Article No. 23107 | 01 Dec 2025
Klinis : anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Anemia
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Penurunan jumlah sel darah merah dan/atau konsentrasi hemoglobin yang mengakibatkan penurunan kapasitas pembawa oksigen darah.
Kode SLKI: L.03103
Deskripsi : Perawatan Anemia. Intervensi keperawatan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan/atau konsentrasi hemoglobin, serta mengelola gejala dan komplikasi anemia. Tindakan meliputi: 1) Memantau tanda dan gejala anemia (kelelahan, pucat, takikardia, sesak napas, pusing, sakit kepala, intoleransi aktivitas). 2) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (kadar hemoglobin, hematokrit, indeks eritrosit, retikulosit, feritin, vitamin B12, asam folat). 3) Mengatur dan memantau pemberian terapi sesuai penyebab (suplemen zat besi oral/parenteral, vitamin B12, asam folat, transfusi darah, erythropoiesis-stimulating agents/ESA). 4) Memberikan edukasi tentang diet kaya zat besi, vitamin B12, dan asam folat (daging merah, hati, sayuran hijau, kacang-kacangan, sereal fortifikasi). 5) Mengajarkan teknik menghemat energi dan manajemen kelelahan (prioritas aktivitas, istirahat yang cukup, teknik relaksasi). 6) Meningkatkan toleransi aktivitas secara bertahap dengan latihan sesuai toleransi. 7) Mencegah cedera terkait pusing dan kelemahan (lingkungan aman, bantuan saat ambulasi, perubahan posisi bertahap). 8) Memberikan edukasi tentang efek samping suplemen (konstipasi, feses hitam, mual) dan cara mengatasinya. 9) Melakukan kolaborasi dengan ahli gizi dan dokter untuk penatalaksanaan komprehensif. 10) Memberikan dukungan psikososial terkait dampak kronis anemia terhadap kualitas hidup.
Kode SIKI: I.01295
Deskripsi : Manajemen Transfusi Darah. Intervensi keperawatan dalam pemberian produk darah dan pemantauan respons serta komplikasi pada pasien. Tindakan meliputi: 1) Memverifikasi order transfusi dan informed consent. 2) Memeriksa dan mencocokkan produk darah dengan identitas pasien (nama, nomor rekam medis, golongan darah, nomor unit darah) secara ketat oleh dua perawat. 3) Memantau tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah) sebelum memulai transfusi, 15 menit setelah dimulai, dan secara berkala sesuai protokol. 4) Menggunakan jalur intravena dan set transfusi yang sesuai (dengan filter). 5) Memulai transfusi dengan kecepatan lambat (misal, 2 ml/menit) selama 15 menit pertama dan mengawasi ketat reaksi transfusi. 6) Memantau tanda-tanda reaksi transfusi (demam, menggigil, urtikaria, gatal, sesak napas, nyeri dada/punggung, hipotensi, hemoglobinuria). 7) Menghentikan transfusi segera jika dicurigai terjadi reaksi, menjaga patensi IV dengan NaCl 0,9%, dan melaporkan ke dokter. 8) Mengatur kecepatan transfusi sesuai order dan toleransi pasien, biasanya diselesaikan dalam waktu 2-4 jam per unit. 9) Mendokumentasikan semua langkah, waktu mulai dan selesai, volume yang diberikan, respons pasien, dan tanda vital. 10) Membuang peralatan transfusi yang telah digunakan sesuai prosedur pencegahan infeksi. 11) Memberikan edukasi pada pasien tentang tujuan transfusi dan gejala yang harus dilaporkan selama dan setelah prosedur.
-
Article No. 23108 | 01 Dec 2025
Klinis : esak (+) Nyeri ulu hati (+) BAK nyeri O : KU Lemah, CM TD : 168/97 HR : 58 RR : 14 S : 36.3 SpO2 : 95 Mata : CA -/-, SI -/- Mulut :lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), pucat (-) Thorax : simetris, retraksi -/- Paru : SDV +/+, rhonki -/-, wheezing +/+ Jantung : BJ I-II regular, murmur - Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), NT (-) Eks. superior : akral hangat +/+, oedem -/- Eks. inferior : akral hangat +/+, oedem -/- Lab 29/11/25 - Hb: 9.31 - AE: 3.16 - Hmt: 27.3 - AL: 6.81 - AT: 152 - GDS: 98 - UR: 173.3 - CR: 10.81 - SGOT: 30 - SGPT: 51 - Gol. darah B Lab 29/11/25 post HD - Hb: 8.46 - AE: 2.93 - Hmt: 25.2 - AL: 7.73 - AT: 137 - GDS: 98 - UR: 79.2 - CR: 5.10 - albumin 4.10 GDS 1/12/25 69 mg/dL Rontgen thorax 29/11/25 Kesan : - Oedema Pulmonum - Efusi pleura bilateral - Cardiomegali
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan/atau mengurangi nyeri yang dirasakan pasien. Intervensi keperawatan meliputi: melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, faktor pencetus dan pereda); memantau dan mendokumentasikan intensitas nyeri dengan menggunakan skala yang sesuai; memberikan terapi farmakologis (analgesik) sesuai resep dan memantau efek samping; menerapkan intervensi non-farmakologis (teknik relaksasi, distraksi, terapi musik, kompres hangat/dingin, reposisi); menciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang; serta mengedukasi pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala nyeri menurun); pasien menunjukkan tanda-tanda nyeri berkurang (wajah rileks, tidak gelisah, tanda vital dalam rentang normal); pasien mampu beristirahat dan tidur dengan cukup; pasien menunjukkan pemahaman dan partisipasi dalam metode non-farmakologis untuk mengatasi nyeri; serta pasien menyatakan kepuasan terhadap manajemen nyeri yang diberikan.
Kondisi: Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan tubuh dan suplai cairan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Manajemen Cairan: Tindakan untuk mempromosikan keseimbangan cairan dan mencegah komplikasi akibat kelebihan atau kekurangan cairan. Intervensi keperawatan meliputi: memantau status cairan (balance cairan, berat badan harian, turgor kulit, mukosa mulut, edema); memantau tanda vital dan saturasi oksigen; memantau hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin, hematokrit); membatasi asupan cairan sesuai program terapi; memberikan terapi diuretik sesuai resep dan memantau respons; melakukan auskultasi paru untuk mendeteksi adanya ronki/bunyi tambahan; memposisikan pasien dengan kepala lebih tinggi untuk memfasilitasi pernapasan; serta mengedukasi pasien dan keluarga tentang pembatasan cairan dan tanda-tanda kelebihan cairan.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Manajemen Cairan: Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: keseimbangan cairan masuk dan keluar mendekati seimbang sesuai target; berat badan stabil (tidak terjadi peningkatan berat badan yang signifikan); tanda vital dalam rentang normal (TD, HR, RR); tidak ada atau berkurangnya edema perifer dan edema paru (ronki negatif, saturasi oksigen adekuat); turgor kulit dan kelembaban membran mukosa baik; serta hasil laboratorium (seperti natrium, ureum) menunjukkan perbaikan atau dalam batas yang dapat diterima.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.01001
Deskripsi : Manajemen Energi: Tindakan untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan mengurangi kelelahan. Intervensi keperawatan meliputi: memantau respons pasien terhadap aktivitas (tanda vital, dyspnea, kelelahan); mendorong istirahat yang adekuat sebelum dan setelah aktivitas; membantu pasien dalam merencanakan dan memprioritaskan aktivitas; memberikan bantuan dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan; mengatur lingkungan untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan; memberikan oksigen tambahan jika diperlukan; serta mengedukasi pasien dan keluarga tentang teknik penghematan energi dan pentingnya keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.
Kode SIKI: I.01001
Deskripsi : Manajemen Energi: Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan toleransi aktivitas. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri dengan bantuan minimal; pasien melaporkan penurunan keluhan sesak napas dan kelelahan saat beraktivitas; tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) stabil selama dan setelah aktivitas; pasien menunjukkan partisipasi dalam perencanaan aktivitas; serta pasien memahami dan menerapkan prinsip penghematan energi.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Manajemen Pernapasan: Tindakan untuk mempromosikan dan mempertahankan pola pernapasan yang efektif serta pertukaran gas yang adekuat. Intervensi keperawatan meliputi: memantau frekuensi, irama, kedalaman pernapasan dan upaya pernapasan; memantau saturasi oksigen secara berkala; melakukan auskultasi bunyi napas untuk mengidentifikasi adanya bunyi tambahan (wheezing, ronki); memposisikan pasien untuk memaksimalkan ekspansi dada (semi-fowler/fowler); mendorong latihan napas dalam dan batuk efektif jika memungkinkan; memberikan terapi oksigen sesuai indikasi dan resep; memberikan obat bronkodilator atau lainnya sesuai resep dan memantau efeknya; serta mengedukasi pasien tentang pentingnya melaporkan sesak napas.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Manajemen Pernapasan: Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pola napas. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: frekuensi pernapasan dalam rentang normal; saturasi oksigen dipertahankan >95%; bunyi napas bersih atau berkurangnya bunyi tambahan (wheezing/ronki); pasien tidak menunjukkan tanda distress pernapasan (retraksi, penggunaan otot bantu); pasien mampu menunjukkan posisi yang nyaman untuk bernapas; serta pasien melaporkan penurunan sensasi sesak napas.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko untuk diserang oleh organisme patogen.
Kode SLKI: L.19001
Deskripsi : Pencegahan Infeksi: Tindakan untuk mencegah dan mengurangi risiko infeksi. Intervensi keperawatan meliputi: mempertahankan teknik aseptik ketat selama prosedur invasif (perawatan akses HD, kateter); memantau tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, drainage, peningkatan leukosit); melakukan perawatan kebersihan diri (oral hygiene, perawatan kulit) untuk pasien; mendorong nutrisi adekuat untuk mendukung sistem imun; membatasi pengunjung yang sakit; melakukan vaksinasi sesuai protokol; memastikan lingkungan yang bersih; serta mengedukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda infeksi dan pentingnya melaporkan gejala tersebut.
Kode SIKI: I.19001
Deskripsi : Pencegahan Infeksi: Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk meminimalkan risiko infeksi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tidak ada tanda-tanda infeksi sistemik atau lokal; jumlah leukosit dalam batas normal; akses hemodialisis atau luka bersih, kering, tanpa tanda inflamasi; pasien dan keluarga dapat mendemonstrasikan perilaku pencegahan infeksi (cuci tangan, perawatan luka); serta kepatuhan terhadap protokol pencegahan infeksi.
-
Article No. 23109 | 01 Dec 2025
Klinis : penurunan kesadaran perbaikan O : KU lemah E3V5M6 TD 125/71 mmHg N 102 x/menit S 36,2 'C RR 20 x/menit SpO2 96% NRM mata: CA +/+, SI -/-, rf pupil +, 3mm/3mm mulut: lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) N. XII thorax: simetris, retraksi (-) jantung: S1S2 regular, murmur (-), gallop (-) paru: SDV +/+, rbh -/-, rbk -/-, wheezing -/- abdomen: supel, BU + dbn, timpani +, NT (-) ext atas: akral hangat +/+, oedem -/- ext bawah: akral hangat +/+, oedem -/- Kekuatan motorik: 4/4/4 - 2/2/2, 4/4/4 - 2/2/2 Refleks fisiologis: +1/+1/+1/+1 Refleks patologis: (-/-/-/-) Sensibilitas: (menurun/menurun/menurun/menurun) Parese N. VII NIHSS: 0 -> 0 -> 22 -> 3 Komplikasi tirah baring: dekubitus Hasil lab: Ureum 51.4 H Kreatinin 0.74 Hasil CT: Kesan : - Atrofi cerebri - Tak tampak massa, perdarahan, infark intracerebri maupun intracerebelli Hasil rontgen: Kesan : - Pneumonia bilateral - Besar cor normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0134
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons tubuh terhadap patogen.
Kode SLKI: L.03120
Deskripsi : Tanda-tanda infeksi tidak terjadi.
Kode SIKI: I.01340
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah terjadinya infeksi melalui pengendalian sumber infeksi, peningkatan pertahanan tubuh, dan pemutusan rantai penularan.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Jalan napas paten.
Kode SIKI: I.00050
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan jalan napas paten dan mencegah komplikasi akibat ketidakefektifan bersihan jalan napas.
Kondisi: Risiko Kerusakan Integritas Kulit
Kode SDKI: D.0061
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya perubahan pada kulit yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.06005
Deskripsi : Integritas kulit terjaga.
Kode SIKI: I.00610
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah kerusakan integritas kulit.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0045
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Mobilitas fisik meningkat.
Kode SIKI: I.00450
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk meningkatkan mobilitas fisik.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.02001
Deskripsi : Nyeri terkontrol.
Kode SIKI: I.00290
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri.
-
Article No. 23110 | 01 Dec 2025
Klinis : Anak mengalami batuk berdahak, terutama terasa mengganggu pada waktu-waktu tertentu Anak tampak kurang nyaman menjelang waktu istirahat (gelisah / sering batuk ketika posisi hendak tidur). Pola tidur terdokumentasi “sedikit terganggu karena batuk” TTV dalam batas normal (RR 28x/menit, nadi 100x/menit), menunjukkan masalah utama adalah kenyamanan tidur, bukan gangguan ventilasi berat
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Batuk produktif dengan gangguan tidur pada anak
Kode ICD-10: R05.9
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan seorang anak yang mengalami batuk berdahak (produktif) yang menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu pola tidur, terutama saat menjelang atau dalam posisi berbaring. Tanda-tanda vital (TTV) seperti laju pernapasan (RR 28x/menit) dan nadi (100x/menit) berada dalam batas normal untuk usia anak, mengindikasikan bahwa masalah utamanya adalah kenyamanan dan gangguan tidur, bukan kegawatan pernapasan atau ventilasi yang berat. Batuk yang memburuk pada malam hari atau saat berbaring sering dikaitkan dengan kondisi seperti postnasal drip atau iritasi saluran napas. Kode ICD-10 R05.9 merupakan kode dari bab "Gejala dan Tanda" yang mengindikasikan "Batuk, tidak spesifik". Kode ini digunakan ketika batuk merupakan gejala utama yang memerlukan perhatian medis atau pencatatan, tetapi penyebab pastinya (seperti infeksi saluran pernapasan akut spesifik, asma, atau alergi) belum ditetapkan atau dikonfirmasi dalam konteks pencatatan ini. Penggunaan kode gejala seperti ini tepat dalam dokumentasi awal atau ketika fokus penanganan adalah pada manajemen gejala untuk meningkatkan kenyamanan pasien.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23111 | 01 Dec 2025
Klinis : Anak mengalami batuk berdahak, terutama terasa mengganggu pada waktu-waktu tertentu Anak tampak kurang nyaman menjelang waktu istirahat (gelisah / sering batuk ketika posisi hendak tidur). Pola tidur terdokumentasi “sedikit terganggu karena batuk” TTV dalam batas normal (RR 28x/menit, nadi 100x/menit), menunjukkan masalah utama adalah kenyamanan tidur, bukan gangguan ventilasi berat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: L.14034
Deskripsi : SLKI L.14034 adalah "Pola Tidur". Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: klien dapat menunjukkan pola tidur yang adekuat (ditandai dengan jumlah jam tidur sesuai usia, bangun tidur dengan perasaan segar, dan tidak adanya tanda-tanda gangguan tidur seperti mengantuk di siang hari, gelisah, atau kesulitan mempertahankan tidur). Dalam konteks anak dengan batuk, tujuan utamanya adalah meminimalkan gangguan batuk terhadap kontinuitas dan kualitas tidur, sehingga anak dapat melalui siklus tidur dengan lebih nyenyak dan bangun dalam kondisi yang lebih baik untuk pemulihan.
Kode SIKI: I.14058
Deskripsi : SIKI I.14058 adalah "Manajemen Tidur". Intervensi keperawatan ini meliputi serangkaian tindakan untuk memfasilitasi durasi dan kualitas tidur yang optimal. Penjelasan rinci untuk kondisi anak dengan batuk berdahak yang mengganggu tidur adalah sebagai berikut: Pertama, perawat melakukan **pengkajian pola tidur** dengan mendetail, termasuk waktu tidur biasa, rutinitas sebelum tidur, faktor yang memperberat (seperti batuk pada posisi tertentu), dan dampaknya terhadap siang hari. Pada kasus ini, dokumentasi "sedikit terganggu karena batuk" menjadi titik awal. Kedua, perawat berkolaborasi dengan keluarga untuk **menciptakan lingkungan tidur yang kondusif**, seperti mengatur suhu ruangan, pencahayaan redup, dan kebisingan minimal. Ketiga, **modifikasi posisi** sangat krusial. Karena batuk sering muncul saat hendak tidur (biasanya posisi telentang yang memudahkan dahak mengalir ke faring), perawat dapat mengajarkan atau membantu anak tidur dengan posisi kepala lebih tinggi (menggunakan bantal tambahan) atau posisi miring untuk mengurangi refleks batuk. Keempat, **intervensi non-farmakologis untuk batuk** seperti memberikan air hangat atau madu (jika usia aman) sebelum tidur, melakukan teknik drainase postural atau perkusi sesuai anjuran (jika dahak banyak), serta memastikan obat batuk yang diresepkan dokter telah diminum tepat waktu sebelum jam tidur. Kelima, **menetapkan rutinitas waktu tidur** yang menenangkan, seperti membacakan cerita atau mendengarkan musik lembut, untuk mengalihkan perhatian dari sensasi ingin batuk dan mengurangi kecemasan menjelang tidur. Keenam, **edukasi kepada orang tua** tentang hubungan antara batuk dan tidur, pentingnya konsistensi rutinitas, serta cara mengobservasi tanda-tanda gangguan pernapasan yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Seluruh intervensi ini bertujuan memutus siklus "batuk-gelisah-tidur terganggu-lemas-batuk" sehingga kualitas tidur membaik, yang pada akhirnya mendukung proses penyembuhan dan kenyamanan anak secara holistik. Monitoring TTV yang normal (RR 28x/menit untuk anak adalah batas atas normal/ringan, nadi normal) menegaskan bahwa fokus intervensi adalah pada manajemen kenyamanan dan pola tidur, bukan pada kegawatan pernapasan.