Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 8550 | 11 Dec 2024
Klinis : Tingkat kesadaran masih sama, frekuensi napas 26 x/m, SpO2 94%. TD 110/80 x/m, T: 36,9C, Tidak ada darah atau cairan yang keluar dari hidung, mulut, telinga, dan lubang lainnya. Tidak terdapat luka pada bagian kepala dan wajah, terdapat deviasi trakea, JVP (-), terdapat jejas dibagian clavicula dextra dan costa 3 4, dada tidak simestris, suara napas vesikuler menjauh ke kanan, perkusi hipersonor kanan, tidak ada krepitasi/fraktur. SIS2 normal. Abdomen tidak ada distensi, bising usus 9 x/m, tidak ada nyeri tekan. Tidak ada luka/jejas pada bagian punggung. Terdapat luka lecet pada tangan kanan, terdapat luka terbuka dibagian tangan sinistra sudah dibalut, terdapat luka terbuka dan perdarahan di kaki sinistra sudah dihecting.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan (SIKI):
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Gangguan Pola Napas (00032) berhubungan dengan cedera pada thoraks ditandai dengan frekuensi napas 26 x/m, SpO2 94%.
2. Resiko Perdarahan (00206) berhubungan dengan luka terbuka di tangan sinistra dan kaki sinistra.
3. Risiko Infeksi (00004) berhubungan dengan adanya luka terbuka di tangan kanan, tangan sinistra, dan kaki sinistra.
Luaran/Output yang diharapkan (SLKI):
1. Pola Napas Efektif: Pasien akan menunjukkan frekuensi napas 12-20 x/menit dan SpO2 ≥ 95% setelah 2-3 hari perawatan.
2. Tidak Terjadi Perdarahan: Pasien akan bebas dari perdarahan setelah 2-3 hari perawatan.
3. Bebas Infeksi: Pasien akan bebas dari tanda-tanda infeksi setelah 3-5 hari perawatan.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Gangguan Pola Napas (00032):
a. Monitor status pernapasan (frekuensi, kedalaman, dan upaya napas).
b. Atur posisi semi fowler untuk memfasilitasi ekspansi paru.
c. Berikan oksigen sesuai indikasi untuk mempertahankan saturasi oksigen.
d. Lakukan fisioterapi dada untuk membantu drainase sekret.
2. Risiko Perdarahan (00206):
a. Kaji dan monitor tanda-tanda perdarahan.
b. Pertahankan balut yang ketat dan kering pada luka terbuka.
c. Berikan informasi kepada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda perdarahan.
d. Konsultasi dengan dokter untuk intervensi medis yang sesuai.
3. Risiko Infeksi (00004):
a. Kaji tanda-tanda infeksi pada luka (kemerahan, pembengkakan, panas, nyeri, dan eksudat).
b. Lakukan perawatan luka secara aseptik dan ganti balut sesuai indikasi.
c. Berikan antibiotik sesuai indikasi.
d. Edukasi pasien dan keluarga tentang perawatan luka yang benar.
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan SDKI dirumuskan berdasarkan data subjektif dan objektif yang ada. Gangguan Pola Napas (00032) terkait dengan adanya cedera pada thoraks yang ditandai dengan peningkatan frekuensi napas dan penurunan saturasi oksigen. Risiko Perdarahan (00206) terkait dengan adanya luka terbuka di tangan sinistra dan kaki sinistra. Risiko Infeksi (00004) terkait dengan adanya luka terbuka di tangan kanan, tangan sinistra, dan kaki sinistra.
Luaran/output yang diharapkan (SLKI) mencakup Pola Napas Efektif, Tidak Terjadi Perdarahan, dan Bebas Infeksi. Masing-masing luaran memiliki kriteria keberhasilan yang terukur dan dapat dicapai dalam waktu yang ditentukan.
Intervensi keperawatan (SIKI) dirancang untuk mencapai luaran yang diharapkan. Intervensi untuk Gangguan Pola Napas (00032) meliputi pemantauan status pernapasan, pengaturan posisi, oksigenasi, dan fisioterapi dada. Intervensi untuk Risiko Perdarahan (00206) meliputi pemantauan tanda-tanda perdarahan, perawatan luka, dan konsultasi dengan dokter. Intervensi untuk Risiko Infeksi (00004) meliputi pemantauan tanda-tanda infeksi, perawatan luka aseptik, pemberian antibiotik, dan edukasi pasien dan keluarga.
Keseluruhan asuhan keperawatan ini dirancang untuk mengatasi masalah kesehatan pasien secara komprehensif dan mencapai luaran yang diharapkan. -
Article No. 8551 | 11 Dec 2024
Klinis : Tingkat kesadaran masih sama, frekuensi napas 26 x/m, SpO2 94%. TD 110/80 x/m, T: 36,9C, Tidak ada darah atau cairan yang keluar dari hidung, mulut, telinga, dan lubang lainnya. Tidak terdapat luka pada bagian kepala dan wajah, terdapat deviasi trakea, JVP (-), terdapat jejas dibagian clavicula dextra dan costa 3 4, dada tidak simestris, suara napas vesikuler menjauh ke kanan, perkusi hipersonor kanan, tidak ada krepitasi/fraktur. SIS2 normal. Abdomen tidak ada distensi, bising usus 9 x/m, tidak ada nyeri tekan. Tidak ada luka/jejas pada bagian punggung. Terdapat luka lecet pada tangan kanan, terdapat luka terbuka dibagian tangan sinistra sudah dibalut, terdapat luka terbuka dan perdarahan di kaki sinistra sudah dihecting.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa pasien ini mengalami kondisi sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: S27.0
- Deskripsi: Pneumotoraks (Pneumothorax)
Penjelasan:
Pasien memiliki gejala-gejala yang menunjukkan adanya pneumotoraks, yaitu frekuensi napas yang meningkat (26x/menit), SpO2 yang rendah (94%), serta adanya deviasi trakea dan suara napas vesikuler yang menjauh ke arah kanan. Selain itu, dada pasien juga tidak simetris, yang merupakan salah satu tanda khas pneumotoraks.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 34.04
- Deskripsi: Pemasangan Tabung Dada (Insertion of Chest Tube)
Penjelasan:
Berdasarkan kondisi pasien yang menunjukkan adanya pneumotoraks, maka kemungkinan besar akan dilakukan tindakan pemasangan tabung dada (chest tube) untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di dalam rongga pleura dan memulihkan fungsi pernapasan. -
Article No. 8552 | 11 Dec 2024
Klinis : Tingkat kesadaran masih sama, frekuensi napas 26 x/m, SpO2 94%. TD 110/80 x/m, T: 36,9C, Tidak ada darah atau cairan yang keluar dari hidung, mulut, telinga, dan lubang lainnya. Tidak terdapat luka pada bagian kepala dan wajah, terdapat deviasi trakea, JVP (-), terdapat jejas dibagian clavicula dextra dan costa 3 4, dada tidak simestris, suara napas vesikuler menjauh ke kanan, perkusi hipersonor kanan, tidak ada krepitasi/fraktur. SIS2 normal. Abdomen tidak ada distensi, bising usus 9 x/m, tidak ada nyeri tekan. Tidak ada luka/jejas pada bagian punggung. Terdapat luka lecet pada tangan kanan, terdapat luka terbuka dibagian tangan sinistra sudah dibalut, terdapat luka terbuka dan perdarahan di kaki sinistra sudah dihecting.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, terima kasih atas informasi yang Anda berikan. Berdasarkan gejala dan temuan klinis yang Anda sampaikan, saya dapat memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: S27.1
- Deskripsi: Kontusio pulmonum (Kontusio paru).
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 34.21
- Deskripsi: Torakosintesis (Thoracentesis), dengan atau tanpa radiografi.
Penjelasan:
- Kode ICD-10 S27.1 (Kontusio pulmonum) sesuai dengan temuan klinis pada pemeriksaan fisik, yaitu adanya deviasi trakea, suara napas vesikuler menjauh ke kanan, dan perkusi hipersonor pada sisi kanan. Hal ini menunjukkan adanya kontusi atau cedera pada paru-paru.
- Kode ICD-9-CM 34.21 (Torakosintesis) dapat dipertimbangkan sebagai tindakan medis yang mungkin diperlukan untuk mengevaluasi dan menangani kontusi paru-paru, misalnya untuk pengambilan sampel cairan pleura atau drainase cairan.
Semoga informasi ini dapat membantu. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 8553 | 11 Dec 2024
Klinis : Tingkat kesadaran masih sama, frekuensi napas 26 x/m, SpO2 94%. TD 110/80 x/m, T: 36,9C, Tidak ada darah atau cairan yang keluar dari hidung, mulut, telinga, dan lubang lainnya. Tidak terdapat luka pada bagian kepala dan wajah, terdapat deviasi trakea, JVP (-), terdapat jejas dibagian clavicula dextra dan costa 3 4, dada tidak simestris, suara napas vesikuler menjauh ke kanan, perkusi hipersonor kanan, tidak ada krepitasi/fraktur. SIS2 normal. Abdomen tidak ada distensi, bising usus 9 x/m, tidak ada nyeri tekan. Tidak ada luka/jejas pada bagian punggung. Terdapat luka lecet pada tangan kanan, terdapat luka terbuka dibagian tangan sinistra sudah dibalut, terdapat luka terbuka dan perdarahan di kaki sinistra sudah dihecting.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, dengan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis:
1. Kode ICD-10:
- Kode: S27.0
- Deskripsi: Pneumothorax traumatik
2. Kode ICD-9-CM Procedure:
- Kode: 34.04
- Deskripsi: Pemasangan pipa dada (Thoracostomy)
Penjelasan:
Berdasarkan gejala yang Anda sampaikan, yaitu adanya frekuensi napas yang cepat (26x/menit), SpO2 94%, adanya deviasi trakea, suara napas vesikuler menjauh ke kanan, dan perkusi hipersonor di sisi kanan, mengarah pada diagnosis pneumothorax traumatik (S27.0). Tindakan medis yang mungkin dilakukan adalah pemasangan pipa dada (thoracostomy) untuk mengatasi komplikasi akibat pneumothorax tersebut (kode ICD-9-CM 34.04). -
Article No. 8554 | 11 Dec 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan sesak nafas
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi pasien dengan keluhan sesak nafas:
Diagnosa Keperawatan yang sesuai berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah:
Pola Napas Tidak Efektif (00032)
Definisi: Ketidakmampuan untuk bernapas dengan mudah dan lancar.
Karakteristik Definisi:
- Perubahan frekuensi napas
- Perubahan irama napas
- Perubahan kedalaman napas
- Penggunaan otot tambahan untuk bernapas
- Sensasi sulit bernapas
Diagnosa ini sesuai dengan kondisi pasien yang datang dengan keluhan sesak napas, yang menunjukkan adanya perubahan pada pola napas.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan berdasarkan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah:
Pola Napas (0415)
Definisi: Kemampuan untuk bernapas secara efektif.
Kriteria Hasil:
- Frekuensi napas dalam rentang normal
- Irama napas dalam rentang normal
- Kedalaman napas dalam rentang normal
- Tidak menggunakan otot tambahan untuk bernapas
- Tidak ada sensasi sulit bernapas
Luaran ini sesuai dengan tujuan untuk mengatasi masalah pola napas tidak efektif pada pasien.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Intervensi Keperawatan yang diperlukan berdasarkan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah:
1. Manajemen Jalan Napas (6340)
- Identifikasi penyebab dan faktor yang memengaruhi jalan napas
- Posisikan pasien untuk memfasilitasi ventilasi
- Lakukan suction jika perlu
- Berikan oksigen sesuai kebutuhan
2. Manajemen Pernapasan (3390)
- Monitor frekuensi, kedalaman, dan irama napas
- Ajarkan teknik pernapasan dalam (seperti pursed-lip breathing)
- Kolaborasi pemberian bronkodilator atau diuretik jika perlu
3. Manajemen Kenyamanan Saluran Napas (3140)
- Identifikasi dan tangani penyebab ketidaknyamanan pernapasan
- Berikan humidifikasi oksigen jika perlu
- Lakukan suction sekret jika perlu
Intervensi-intervensi ini bertujuan untuk memfasilitasi ventilasi, meningkatkan pola napas, dan mengurangi ketidaknyamanan pernapasan, sehingga diharapkan dapat mencapai luaran yang diinginkan.
Penjelasan di atas mencakup Diagnosa Keperawatan SDKI, Luaran/Output SLKI, dan Intervensi Keperawatan SIKI yang sesuai untuk kondisi pasien dengan keluhan sesak napas. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. -
Article No. 8555 | 11 Dec 2024
Klinis : Tension pneumotorax
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi tension pneumothorax.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan penumpukan udara di ruang pleura.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Gangguan Pertukaran Gas: Ketidakmampuan mempertahankan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada level normal.
- Etiologi: Penumpukan udara di ruang pleura (tension pneumothorax).
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pertukaran Gas Membaik, dengan indikator seperti Frekuensi Napas dalam rentang normal, Saturasi Oksigen membaik, dan Analisis Gas Darah membaik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Manajemen Jalan Napas, Manajemen Oksigenasi, Manajemen Nyeri, Pemantauan Respirasi, dan Pemantauan Tanda-Tanda Vital.
- Tujuan Intervensi: Mempertahankan pertukaran gas, mencegah komplikasi, dan memberikan kenyamanan bagi pasien.
Sebagai perawat profesional, saya akan fokus pada upaya mengatasi gangguan pertukaran gas, memantau kondisi pasien secara ketat, dan berkolaborasi dengan tim medis untuk memberikan perawatan yang optimal bagi pasien dengan tension pneumothorax. -
Article No. 8556 | 11 Dec 2024
Klinis : Seorang laki-laki usia 35 tahun di Ruang rawat inap karena kecelakaan. Hasil pengkajian mengeluh nyeri pada kaki skala 3 dan tidak dapat digerakkan terlihat kelainan bentuk pada kaki kiri, terlihat ada luka kurang dari 2 cm di area yang nyeri, bengkak adanya pus. Suhu : 37.8°C, frekuensi nadi: 88x/mnt, TD: 120/90, frekuensi nafas: 25x/mnt, hasil foto rongent tampak patahan pada tulang Tibialis Sinistra, hasil lab lekosit 12.000mg/dl. Diagnose keperawatan yang menjadi prioritas pada kasus diatas adalah…
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat, diagnosa keperawatan prioritas yang dapat ditetapkan pada kasus di atas adalah:
1. Gangguan Mobilitas Fisik Berhubungan Dengan Fraktur pada Tulang Tibia Sinistra, Ditandai Dengan Ketidakmampuan Menggerakkan Kaki Kiri.
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Gangguan Mobilitas Fisik didefinisikan sebagai keterbatasan dalam melakukan pergerakan fisik yang disengaja dan terarah dari satu tempat ke tempat lain.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Luaran yang diharapkan adalah Pasien Dapat Mempertahankan Mobilitas Fisik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan adalah Manajemen Aktivitas, Manajemen Nyeri, serta Perawatan Fraktur.
Kondisi pasien di atas menunjukkan adanya fraktur pada tulang Tibia Sinistra, sehingga menyebabkan ketidakmampuan dalam menggerakkan kaki kiri. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan prioritas adalah Gangguan Mobilitas Fisik yang berhubungan dengan fraktur. -
Article No. 8557 | 11 Dec 2024
Klinis : Laki-laki, 50 tahun, dirawat di ruang rawat inap dengan keluhan lemas seluruh tubuhnya setelah melakukan kegiatan yang ringan. Dari hasil vital sign TD 120/80 mmHg, RR: 24x/mnt, Nadi: 106x/mnt, Suhu: 36,9°C, ekstremitas teraba agak dingin, klien tampak pucat. Hasil lab: didapatkan Hb: 8 gr/dl.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan: Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- SDKI: Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- SLKI: Peningkatan Asupan Nutrisi
- SIKI: Manajemen Nutrisi
Penjelasan:
Klien mengalami penurunan kadar hemoglobin (Hb 8 g/dl) yang menunjukkan adanya kekurangan nutrisi, khususnya zat besi. Hal ini dapat menyebabkan klien mengalami gejala kelelahan dan lemas seluruh tubuh. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah melakukan manajemen nutrisi, seperti mengkaji status gizi, memantau asupan nutrisi, dan memberikan edukasi terkait kebutuhan nutrisi yang adekuat.
2. Diagnosa Keperawatan: Penurunan Curah Jantung
- SDKI: Penurunan Curah Jantung
- SLKI: Peningkatan Perfusi Jaringan
- SIKI: Manajemen Sirkulasi
Penjelasan:
Berdasarkan data vital sign, klien mengalami peningkatan frekuensi nadi (106x/menit) yang dapat menunjukkan adanya penurunan curah jantung. Selain itu, ekstremitas yang teraba agak dingin dapat mengindikasikan adanya gangguan perfusi jaringan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah melakukan manajemen sirkulasi, seperti memantau tanda-tanda vital, mengevaluasi dan memantau status sirkulasi, serta memberikan intervensi untuk meningkatkan perfusi jaringan.
3. Diagnosa Keperawatan: Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Intoleransi Aktivitas
- SLKI: Peningkatan Toleransi Aktivitas
- SIKI: Manajemen Aktivitas
Penjelasan:
Klien mengalami keluhan lemas seluruh tubuhnya setelah melakukan kegiatan yang ringan, yang dapat menunjukkan adanya intoleransi aktivitas. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah melakukan manajemen aktivitas, seperti mengkaji kemampuan aktivitas, memantau respons aktivitas, dan memberikan intervensi untuk meningkatkan toleransi aktivitas.
Secara keseluruhan, penerapan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia dapat membantu dalam menegakkan diagnosa keperawatan yang sesuai dan memberikan intervensi yang tepat untuk mengatasi kondisi klien. -
Article No. 8558 | 11 Dec 2024
Klinis : pasien datang setelah kecelakaan lalu lintas, tampak keluar darah dari hidung, suara nafas gurgling, terdapat luka lebam di dahi dada dan kedua tangan, terdapat luka lecet pada kedua kaki, luka robekan pada mulut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Pendarahan Aktif
- SDKI: Pendarahan Aktif
- SLKI: Hemodinamik Stabil
- SIKI: Manajemen Perdarahan
2. Gangguan Jalan Napas
- SDKI: Gangguan Jalan Napas
- SLKI: Permeabilitas Jalan Nafas
- SIKI: Manajemen Jalan Napas
3. Kerusakan Integritas Kulit
- SDKI: Kerusakan Integritas Kulit
- SLKI: Integritas Jaringan
- SIKI: Perawatan Luka
Penjelasan Singkat:
1. Pendarahan Aktif:
- Pasien mengalami pendarahan aktif dari hidung, yang dapat mengancam keselamatan pasien.
- Tujuan perawatan adalah mencapai hemodinamik stabil dengan manajemen perdarahan yang efektif.
- Intervensi keperawatan dapat meliputi pengontrolan perdarahan, pemberian cairan/obat-obatan, dan pemantauan tanda-tanda vital.
2. Gangguan Jalan Napas:
- Pasien mengalami gangguan jalan napas yang ditandai dengan suara nafas gurgling, yang dapat mengancam fungsi pernapasan.
- Tujuan perawatan adalah mempertahankan permeabilitas jalan napas yang efektif.
- Intervensi keperawatan dapat mencakup pembebasan jalan napas, pemberian oksigen, dan manajemen sekresi/lendir.
3. Kerusakan Integritas Kulit:
- Pasien memiliki luka-luka di beberapa bagian tubuh, seperti luka lebam, lecet, dan robekan pada kulit.
- Tujuan perawatan adalah memperbaiki integritas jaringan kulit yang rusak.
- Intervensi keperawatan dapat meliputi perawatan luka, pencegahan infeksi, dan promosi penyembuhan.
Dalam memberikan perawatan, perawat harus mempertimbangkan pendekatan holistik, berpusat pada pasien, dan kolaborasi dengan tim multidisiplin untuk memastikan pemulihan yang optimal bagi pasien. -
Article No. 8559 | 11 Dec 2024
Klinis : Tn. A datang ke klinik Syifa' dengan keluhan gatal-gatal di leher belakang, ditemukan terdapat bercak merah, bersisik dan lebar putih berlapis. Pasien mengeluh tidak nyaman akan kondisi saat ini, pasien tampak gelisah karena kondisinya, TD: 140/80, N 90x/menit.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan memperhatikan kondisi yang Anda paparkan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas
Penjelasan:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diinginkan atau diperlukan secara mandiri.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Kemampuan individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dilakukan untuk membantu pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Pada kasus ini, pasien tampak gelisah dan tidak nyaman dengan kondisinya, sehingga dapat mempengaruhi toleransi aktivitas sehari-hari.
2. Gangguan Kenyamanan: Pruritus
Penjelasan:
- SDKI: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kulit.
- SLKI: Kemampuan individu untuk merasakan kenyamanan dalam konteks fisiologis dan psikologis.
- SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk membantu pasien dalam mengatasi rasa gatal yang dialami.
Pada kasus ini, pasien mengeluhkan gatal-gatal di leher belakang, yang dapat mengganggu kenyamanan pasien.
Berdasarkan data yang diberikan, intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Manajemen Aktivitas: Membantu pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan kemampuannya.
2. Manajemen Pruritus: Memberikan informasi dan edukasi mengenai pengelolaan rasa gatal, serta intervensi yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa gatal, seperti penggunaan obat topikal, kompres dingin, atau terapi non-farmakologis.
Diharapkan dengan intervensi keperawatan yang tepat, pasien dapat meningkatkan kenyamanan dan toleransi aktivitasnya.