Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23582 | 11 Jan 2026
Klinis : Pasien mengatakan sesak nafas,batuk berdahak, demam, nyeri ulu hati, mual setiap kali makan dan minum Tekanan darah : 130/80 mmhg, Nadi : 93 x/mnt, Respirasi 24 kali permenit, Suhu 38 derajat celsiu, SPo2 95 % Room Air
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pasien mempertahankan jalan napas yang paten, yang ditandai dengan: 1) Suara napas vesikuler/trakeobronkial, 2) Tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, mengi, stridor), 3) Laju napas dalam rentang normal sesuai usia, 4) Irama napas teratur, 5) Tidak ada sianosis, 6) Batuk efektif, 7) Ekspansi dada simetris, 8) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal, 9) Bebas dari dyspnea/ortopnea, dan 10) Produksi sputum sesuai dengan kondisi penyakit.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan bersihan jalan napas meliputi: 1) Monitor status pernapasan (suara napas, laju, irama, kedalaman, dan upaya pernapasan), 2) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (mis., kepala tempat tidur ditinggikan, posisi semi-Fowler/Fowler), 3) Ajarkan dan bantu teknik batuk efektif dan napas dalam, 4) Lakukan fisioterapi dada dan postural drainage jika diindikasikan, 5) Lakukan suction jalan napas jika diperlukan, 6) Kelola kebutuhan oksigen sesuai program terapi, 7) Dorong asupan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekresi (kecuali ada kontraindikasi), 8) Berikan terapi nebulizer/uap dan obat-obatan bronkodilator/mukolitik sesuai resep, 9) Monitor analisis gas darah dan saturasi oksigen, 10) Ajarkan pasien/keluarga tentang tanda dan gejala gangguan jalan napas yang perlu dilaporkan, dan 11) Ciptakan lingkungan yang bebas dari alergen/iritan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : Kontrol nyeri, yang ditandai dengan: 1) Mengungkapkan nyeri terkontrol, 2) Menunjukkan ekspresi wajah rileks, 3) Menunjukkan posisi tubuh rileks, 4) Berpartisipasi dalam aktivitas sesuai kemampuan, 5) Tanda vital dalam rentang normal, 6) Mengenali faktor pencetus nyeri, 7) Menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, 8) Melaporkan tidur/istirahat yang cukup, 9) Menunjukkan kemampuan koping yang positif, dan 10) Menggunakan analgesik sesuai anjuran.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Manajemen nyeri meliputi: 1) Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas, dan faktor pencetus/peringan), 2) Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan, 3) Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien, 4) Ajarkan penggunaan skala nyeri, 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya, 6) Lakukan tindakan nonfarmakologi (distraksi, relaksasi, kompres hangat/dingin, masase, posisi nyaman), 7) Kurangi faktor pencetus nyeri, 8) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri, 9) Berikan informasi tentang nyeri dan penatalaksanaannya, 10) Libatkan keluarga dalam manajemen nyeri, dan 11) Lakukan evaluasi berkelanjutan terhadap respons nyeri pasien.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0046
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh di atas rentang normal yang diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan antara produksi panas dan pengeluaran panas.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Kontrol suhu tubuh, yang ditandai dengan: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal, 2) Kulit hangat dan tidak kemerahan, 3) Nadi dan pernapasan dalam rentang normal, 4) Tidak ada menggigil, 5) Tingkat kesadaran baik (compos mentis), 6) Keseimbangan cairan tubuh adekuat (turgor kulit baik, mukosa bibir lembab), 7) Tidak ada kejang, 8) Menunjukkan perilaku untuk mencegah peningkatan suhu tubuh, dan 9) Melaporkan kenyamanan termal.
Kode SIKI: I.15001
Deskripsi : Manajemen hipertermia meliputi: 1) Monitor suhu tubuh secara berkala, 2) Observasi tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) dan status neurologis, 3) Berikan terapi pendinginan (kompres hangat/tepid sponge, selimut pendingin, lingkungan dingin), 4) Anjurkan pakaian tipis dan menyerap keringat, 5) Tingkatkan asupan cairan dan nutrisi sesuai toleransi, 6) Kolaborasi pemberian antipiretik sesuai resep, 7) Lakukan perawatan mulut dan kulit, 8) Monitor tanda-tanda dehidrasi, 9) Ajarkan pada pasien/keluarga tentang tanda dan gejala hipertermia serta cara penanganannya, 10) Identifikasi dan atasi faktor penyebab hipertermia jika memungkinkan, dan 11) Ciptakan lingkungan yang nyaman dan ventilasi yang baik.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status nutrisi membaik, yang ditandai dengan: 1) Berat badan dalam rentang normal, 2) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan, 3) Kadar albumin dalam rentang normal, 4) Kadar hemoglobin dalam rentang normal, 5) Tidak ada mual dan muntah, 6) Mukosa bibir lembab, 7) Turgor kulit baik, 8) Menunjukkan pengetahuan tentang pemilihan makanan sesuai kebutuhan, 9) Tidak ada kelelahan yang berlebihan, dan 10) Luka/lesi di mulut sembuh.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Manajemen nutrisi meliputi: 1) Kaji pola makan, asupan, dan kebiasaan makan, 2) Timbang berat badan secara teratur, 3) Monitor tanda-tanda klinis malnutrisi (turgor kulit, edema, kelemahan), 4) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet, 5) Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering, 6) Sajikan makanan dalam bentuk yang menarik dan sesuai selera, 7) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau, 8) Atasi gejala yang mengganggu asupan (mual, nyeri) sebelum waktu makan, 9) Berikan suplemen nutrisi oral sesuai anjuran, 10) Monitor nilai laboratorium terkait nutrisi (albumin, hemoglobin), 11) Ajarkan pasien/keluarga tentang pentingnya nutrisi dan pemilihan makanan, dan 12) Lakukan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan.
-
Article No. 23583 | 11 Jan 2026
Klinis : gangguan pola tidur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Gangguan Pola Tidur adalah keadaan di mana individu mengalami atau berisiko mengalami perubahan dalam kuantitas dan kualitas pola tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Perilaku Tidur. Deskripsi: Perilaku tidur pasien membaik dengan kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan peningkatan kualitas tidur (misalnya, merasa segar setelah bangun). 2) Pasien melaporkan peningkatan kuantitas tidur (misalnya, durasi tidur sesuai kebutuhan usia). 3) Pola tidur pasien teratur (misalnya, waktu tidur dan bangun konsisten). 4) Gejala gangguan tidur menurun (misalnya, sulit memulai tidur, sering terbangun, bangun terlalu dini). 5) Dampak gangguan tidur terhadap fungsi sehari-hari menurun (misalnya, kelelahan, kantuk di siang hari, lekas marah).
Kode SIKI: I.14666
Deskripsi : Manajemen Insomnia. Deskripsi: Intervensi keperawatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur, meliputi: 1) Kaji faktor-faktor yang mengganggu tidur pasien (fisik, psikologis, lingkungan, kebiasaan, pengobatan). 2) Monitor pola dan karakteristik tidur pasien (lama tidur, latensi tidur, frekuensi terbangun, kualitas subjektif). 3) Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (nyaman, tenang, gelap, suhu ruangan sesuai, ventilasi baik). 4) Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur (napas dalam, relaksasi otot progresif, imajinasi terbimbing, mendengarkan musik lembut). 5) Anjurkan untuk membatasi konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol terutama mendekati waktu tidur. 6) Anjurkan untuk membatasi asupan cairan berlebihan sebelum tidur untuk mengurangi kebangkitan ke kamar mandi. 7) Anjurkan aktivitas fisik rutin di siang hari dan hindari olahraga berat mendekati waktu tidur. 8) Anjurkan ritual sebelum tidur yang menenangkan (misalnya, mandi air hangat, membaca). 9) Ajarkan prinsip sleep hygiene (kebersihan tidur) seperti menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan aktivitas seksual, serta bangun dari tempat tidur jika tidak bisa tidur setelah 20 menit. 10) Kolaborasi dengan tim kesehatan untuk manajemen nyeri atau ketidaknyamanan yang mengganggu tidur. 11) Kolaborasi dengan tim kesehatan mengenai pengobatan insomnia jika diperlukan, termasuk edukasi tentang efek samping obat tidur. 12) Edukasi pasien dan keluarga tentang kebutuhan tidur normal dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Intervensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memodifikasi penyebab gangguan tidur, meningkatkan kebiasaan tidur yang sehat, dan mengurangi dampak negatif insomnia terhadap kesejahteraan pasien secara holistik. Pendekatan non-farmakologis menjadi pilihan pertama, dengan mempertimbangkan aspek psikologis seperti kecemasan tentang tidur itu sendiri yang sering memperparah kondisi. Perawat juga berperan dalam memberikan dukungan emosional dan meyakinkan pasien bahwa gangguan tidur dapat diatasi dengan perubahan perilaku dan lingkungan yang konsisten.
-
Article No. 23584 | 11 Jan 2026
Klinis : • RR: 36 x/menit • SpO₂: 82% • TD: 85/55 mmHg • Nadi: 135 x/menit • Kesadaran: gelisah luka tusuk terbuka di dada kiri udara keluar-masuk dari luka.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Perfusi Jaringan berhubungan dengan trauma dada terbuka (Open Pneumothorax/Tension Pneumothorax)
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas adalah keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan alveoli dan sistem kapiler paru untuk melakukan pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara adekuat. Pada kasus ini, luka tusuk dada terbuka dengan udara keluar-masuk menyebabkan kolapsnya paru (pneumotoraks), menghancurkan mekanisme tekanan negatif dada yang vital untuk ventilasi. Udara yang masuk ke rongga pleura melalui luka (sucking chest wound) mendorong paru-paru, mengurangi luas permukaan alveoli untuk pertukaran gas. Hal ini ditunjukkan secara klinis oleh takipnea (RR 36x/menit), hipoksemia berat (SpO2 82%), takikardia (Nadi 135x/menit), hipotensi (TD 85/55 mmHg), dan gelisah sebagai tanda awal hipoksia serebral. Gangguan perfusi jaringan juga terjadi karena penurunan curah jantung sekunder dari hipoksia, peningkatan tekanan intrathoraks yang mengganggu pengembalian vena ke jantung (preload), dan potensi syok hemoragik dari cedera pembuluh darah.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada pemulihan status pernapasan dan oksigenasi. Tujuan utamanya adalah mempertahankan atau mengembalikan pertukaran gas yang adekuat. Intervensi keperawatan yang kritis termasuk segera menutup luka dada terbuka dengan dressing tertutup di tiga sisi (occlusive dressing) untuk mencegah udara masuk lebih banyak saat inspirasi namun memungkinkan udara yang terperangkap keluar saat ekspirasi, mencegah berkembang menjadi pneumotoraks tansion yang lebih mengancam nyawa. Pemberian oksigen dengan aliran tinggi (non-rebreather mask) atau bahkan bantuan ventilasi jika diperlukan untuk mengatasi hipoksemia. Memantau secara ketat saturasi oksigen, frekuensi dan usaha napas, serta tanda-tanda sianosis. Posisi semi-Fowler jika memungkinkan untuk memudahkan ekspansi dada yang sehat. Kolaborasi segera untuk pemasangan WSD (Water Sealed Drainage) atau chest tube untuk mengeluarkan udara dari rongga pleura dan mereekspansi paru, serta resusitasi cairan dan obat-obatan untuk menstabilkan hemodinamik. Keberhasilan SLKI ini ditandai dengan perbaikan saturasi oksigen (>95%), frekuensi napas dalam rentang normal, pengembalian kesadaran penuh, dan stabilisasi tanda-tanda vital.
Kode SIKI: I.05280
Deskripsi : SIKI ini merupakan tindakan spesifik untuk mengatasi penyebab langsung gangguan pertukaran gas pada kasus ini, yaitu luka dada terbuka. Tindakan utamanya adalah "Penutupan Luka Dada Terbuka". Langkah-langkahnya dimulai dengan penilaian cepat lokasi dan karakter luka. Kemudian, dengan menggunakan bahan steril (atau bahan segera tersedia jika steril tidak ada), seperti bantalan kasa vaselin, bantalan aluminium foil, atau bahan plastik kedap udara, luka ditutup rapat. Dressing ini kemudian direkatkan kuat di ketiga sisinya, sementara satu sisi (biasanya bagian bawah) dibiarkan tidak direkat sepenuhnya. Prinsip ini memungkinkan udara yang terperangkap di dalam rongga pleura untuk keluar saat pasien ekshalasi (mencegah pneumotoraks tansion), tetapi mencegah udara luar masuk saat inhalasi. Tindakan ini harus dilakukan dengan cepat dan tepat, diikuti dengan pemantauan ketat terhadap respons pasien. Jika pasien memburuk (misalnya, sesak meningkat, hipotensi bertambah), dressing harus segera dibuka untuk melepaskan tekanan yang mungkin sudah menjadi tansion. SIKI ini selalu dikolaborasikan dengan persiapan tindakan definitif seperti pemasangan chest tube oleh dokter. Evaluasi dari tindakan ini adalah berkurangnya suara udara masuk-keluar dari luka, perbaikan distress pernapasan, dan stabilisasi hemodinamik sebagai jembatan menuju penanganan bedah atau invasif lebih lanjut.
-
Article No. 23585 | 11 Jan 2026
Klinis : Terlihat luka terbuka di dada kiri dengan udara keluar-masuk dari luka. Bunyi napas sangat menurun di sisi kiri. Data Klinis: • RR: 36 x/menit • SpO₂: 82% • TD: 85/55 mmHg • Nadi: 135 x/menit • Kesadaran: gelisah Data Tambahan: • Perdarahan sedang • Tidak ada riwayat penyakit • Luka ± 30 menit sebelum masuk IGD udara keluar-masuk dari luka.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Perfusi Jaringan berhubungan dengan trauma dada terbuka (Open Pneumothorax/Sucking Chest Wound) dan hipovolemia.
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas adalah keadaan dimana seseorang mengalami atau berisiko mengalami penurunan oksigenasi dan/atau peningkatan kadar karbon dioksida akibat ketidakefektifan ventilasi, difusi, atau perfusi. Pada kasus ini, kondisi ini terjadi karena adanya luka dada terbuka yang menyebabkan kolaps paru (pneumotoraks terbuka), sehingga udara masuk ke rongga pleura dan mengganggu mekanika pernapasan serta pertukaran gas. Ditandai dengan takipnea (RR 36x/menit), hipoksemia berat (SpO2 82%), gelisah (manifestasi hipoksia serebral), dan penurunan bunyi napas di sisi yang terkena.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI L.04001 adalah Status Pernapasan. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: frekuensi pernapasan dalam rentang normal (12-20x/menit), saturasi oksigen (SpO2) ≥95%, bunyi napas vesikuler dan simetris di kedua lapang paru, tidak ada sianosis, serta pasien tenang dan kooperatif. Intervensi keperawatan diarahkan untuk mencapai kriteria ini dengan menutup luka dada secara dini, memastikan patensi jalan napas, memberikan oksigenasi yang adekuat, dan memantau status pernapasan secara ketat. Pencapaian SLKI ini akan menunjukkan resolusi dari pneumotoraks terbuka dan pemulihan fungsi pertukaran gas.
Kode SIKI: I.08009
Deskripsi : SIKI I.08009 adalah Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan pertukaran gas optimal. Langkah-langkah spesifik pada kasus ini adalah: 1) Segera menutup luka dada terbuka dengan balutan oklusif (dokter akan memasang chest tube nantinya) untuk mencegah masuknya udara lebih banyak dan mengubah pneumotoraks terbuka menjadi tertutup. 2) Memposisikan pasien semi-Fowler atau miring ke sisi yang sehat (jika tidak ada cedera spinal) untuk memudahkan ekspansi paru yang sehat. 3) Memberikan oksigen dengan aliran tinggi (non-rebreather mask) untuk mengatasi hipoksemia berat. 4) Mempersiapkan alat bantu napas dan tindakan intubasi jika kegagalan napas memburuk. 5) Memantau terus menerus frekuensi, irama, kedalaman pernapasan, saturasi oksigen, dan bunyi napas. 6) Kolaborasi pemberian analgesik untuk mengurangi nyeri yang dapat menghambat pernapasan, serta kolaborasi untuk pemasangan selang dada (chest tube) dan resusitasi cairan. Intervensi ini bersifat penyelamatan jiwa dan harus dilakukan dengan cepat dan tepat untuk mencegah berkembang menjadi tension pneumothorax atau gagal napas total.
Kondisi: Defisit Volume Cairan berhubungan dengan kehilangan darah aktif (perdarahan sedang).
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Defisit Volume Cairan adalah keadaan dimana seseorang mengalami atau berisiko mengalami penurunan volume sirkulasi intravaskuler, interstitial, dan/atau intraseluler. Pada kasus ini, defisit volume cairan terutama disebabkan oleh kehilangan darah aktif (perdarahan sedang) dari luka, yang mengakibatkan hipovolemia. Kondisi ini diperberat oleh respons tubuh terhadap trauma dan stres. Ditandai dengan tanda-tanda syok hipovolemik awal seperti takikardia (nadi 135x/menit), hipotensi (TD 85/55 mmHg), dan penurunan kesadaran (gelisah). Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa tubuh berusaha mengkompensasi penurunan volume darah dengan meningkatkan denyut jantung untuk mempertahankan curah jantung.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : SLKI L.06001 adalah Status Kardiovaskuler. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah sistolik dalam rentang normal (≥90 mmHg untuk kasus ini sebagai target minimal), denyut nadi 60-100x/menit, pengisian kapiler < 3 detik, produksi urine ≥0.5 mL/kgBB/jam, serta kulit hangat dan kering. Tujuan intervensi adalah mengembalikan volume sirkulasi yang adekuat untuk memastikan perfusi jaringan ke organ vital (otak, jantung, ginjal). Pencapaian SLKI ini menunjukkan terkoreksinya defisit volume cairan dan terpulihkannya hemodinamik yang stabil.
Kode SIKI: I.10017
Deskripsi : SIKI I.10017 adalah Resusitasi Cairan. Intervensi ini merupakan tindakan agresif untuk mengembalikan volume cairan intravaskuler yang hilang. Langkah-langkah spesifiknya adalah: 1) Segera memasang akses intravena dengan kanula ukuran besar (minimal 2 jalur) untuk memungkinkan pemberian cairan dan darah dengan cepat. 2) Memberikan cairan kristaloid isotonik (seperti NaCl 0.9% atau Ringer Laktat) secara bolus sesuai protokol syok hipovolemik, biasanya 500-1000 mL sebagai tantangan cairan awal, sambil memantau respons hemodinamik. 3) Kolaborasi segera untuk pemeriksaan golongan darah dan crossmatch serta mempersiapkan pemberian transfusi darah atau komponennya, karena kehilangan cairan berasal dari darah. 4) Memantau ketat tanda-tanda vital (TD, nadi, RR) setiap 5-15 menit selama resusitasi aktif. 5) Memasang kateter urin untuk memantau output urine sebagai indikator perfusi ginjal. 6) Mengontrol sumber perdarahan dengan penekanan langsung atau balutan tekan pada luka yang berdarah, sambil menunggu penanganan definitif. Tindakan resusitasi cairan harus dilakukan bersamaan dengan penanganan gangguan pernapasan, karena keduanya saling mempengaruhi dalam siklus oksigenasi dan perfusi.
-
Article No. 23586 | 11 Jan 2026
Klinis : pasien post craniotomy diagnosa keperawatannya apa saja
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke jaringan otak yang dapat mengakibatkan ketidakpuasan terhadap kebutuhan oksigen dan nutrisi.
Kode SLKI: 2401
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik. Hal ini ditandai dengan: 1) Tekanan intrakranial dalam rentang normal; 2) Tekanan perfusi serebral dalam rentang normal; 3) Tidak ada/tidak memburuknya defisit neurologis fokal; 4) Tingkat kesadaran sesuai dengan kondisi atau membaik; 5) Tanda-tanda vital dalam rentang normal; 6) Keseimbangan cairan dan elektrolit adekuat; 7) Nilai analisa gas darah dalam batas normal.
Kode SIKI: 3401, 3402, 3403, 3404, 3405, 3406, 3407, 3408, 3409, 3410, 3411, 3412, 3413, 3414, 3415, 3416, 3417, 3418, 3419, 3420, 3421, 3422, 3423, 3424, 3425, 3426, 3427, 3428, 3429, 3430, 3431, 3432, 3433, 3434, 3435, 3436, 3437, 3438, 3439, 3440, 3441, 3442, 3443, 3444, 3445, 3446, 3447, 3448, 3449, 3450, 3451, 3452, 3453, 3454, 3455, 3456, 3457, 3458, 3459, 3460, 3461, 3462, 3463, 3464, 3465, 3466, 3467, 3468, 3469, 3470, 3471, 3472, 3473, 3474, 3475, 3476, 3477, 3478, 3479, 3480, 3481, 3482, 3483, 3484, 3485, 3486, 3487, 3488, 3489, 3490, 3491, 3492, 3493, 3494, 3495, 3496, 3497, 3498, 3499, 3500, 3501, 3502, 3503, 3504, 3505, 3506, 3507, 3508, 3509, 3510, 3511, 3512, 3513, 3514, 3515, 3516, 3517, 3518, 3519, 3520, 3521, 3522, 3523, 3524, 3525, 3526, 3527, 3528, 3529, 3530, 3531, 3532, 3533, 3534, 3535, 3536, 3537, 3538, 3539, 3540, 3541, 3542, 3543, 3544, 3545, 3546, 3547, 3548, 3549, 3550, 3551, 3552, 3553, 3554, 3555, 3556, 3557, 3558, 3559, 3560, 3561, 3562, 3563, 3564, 3565, 3566, 3567, 3568, 3569, 3570, 3571, 3572, 3573, 3574, 3575, 3576, 3577, 3578, 3579, 3580, 3581, 3582, 3583, 3584, 3585, 3586, 3587, 3588, 3589, 3590, 3591, 3592, 3593, 3594, 3595, 3596, 3597, 3598, 3599, 3600
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mendukung SLKI 2401 sangat luas dan komprehensif, mencakup pemantauan neurologis ketat (GCS, pupil, tanda-tanda vital, TIK), manajemen posisi kepala (biasanya 30 derajat), pemberian terapi oksigen dan obat-obatan sesuai resep (seperti diuretik osmotik, antikejang), manajemen nyeri dan agitasi untuk mencegah peningkatan TIK, manajemen keseimbangan cairan dan elektrolit, pencegahan komplikasi imobilisasi, serta edukasi keluarga tentang tanda-tanda bahaya dan proses perawatan. Pemantauan berkelanjutan terhadap output drain, kondisi luka operasi, dan fungsi pernapasan juga merupakan bagian integral. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan optimal untuk penyembuhan otak pasca operasi dengan meminimalkan faktor yang dapat meningkatkan tekanan atau mengurangi aliran darah ke otak.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Nyeri teratasi. Hal ini ditandai dengan: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang/hilang; 2) Skala nyeri menurun; 3) Perilaku nyeri menurun; 4) Tanda vital dalam rentang normal; 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: 1401, 1402, 1403, 1404, 1405, 1406, 1407, 1408, 1409, 1410, 1411, 1412, 1413, 1414, 1415, 1416, 1417, 1418, 1419, 1420, 1421, 1422, 1423, 1424, 1425, 1426, 1427, 1428, 1429, 1430, 1431, 1432, 1433, 1434, 1435, 1436, 1437, 1438, 1439, 1440, 1441, 1442, 1443, 1444, 1445, 1446, 1447, 1448, 1449, 1450, 1451, 1452, 1453, 1454, 1455, 1456, 1457, 1458, 1459, 1460, 1461, 1462, 1463, 1464, 1465, 1466, 1467, 1468, 1469, 1470, 1471, 1472, 1473, 1474, 1475, 1476, 1477, 1478, 1479, 1480, 1481, 1482, 1483, 1484, 1485, 1486, 1487, 1488, 1489, 1490, 1491, 1492, 1493, 1494, 1495, 1496, 1497, 1498, 1499, 1500
Deskripsi : Manajemen nyeri pasca kraniotomi bersifat multidimensi dan kritis. Intervensi dimulai dengan penilaian nyeri yang komprehensif dan sering menggunakan skala yang sesuai (misalnya, Numeric Rating Scale/NRS), terutama karena pasien mungkin memiliki gangguan komunikasi. Pemberian analgesik farmakologis sesuai resep dokter (seperti opioid, NSAID, atau antikonvulsan untuk nyeri neuropatik) dengan mempertimbangkan efek samping terhadap status neurologis (misalnya, sedasi berlebihan). Dilakukan juga intervensi non-farmakologis seperti pengaturan posisi yang nyaman (menghindari fleksi leher berlebihan), teknik relaksasi, distraksi, dan penciptaan lingkungan yang tenang. Penting untuk memantau efektivitas analgetik dan efek sampingnya. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahannya juga merupakan bagian dari intervensi, karena nyeri yang tidak terkontrol dapat menyebabkan agitasi dan peningkatan tekanan intrakranial.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya patogen masuk ke dalam tubuh, ditandai dengan faktor risiko seperti prosedur invasif, kerusakan integritas kulit, dan penurunan sistem imun.
Kode SLKI: 2201
Deskripsi : Risiko infeksi tidak terjadi. Hal ini ditandai dengan: 1) Tidak ada tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, bengkak, nyeri, drainase purulen); 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal; 3) Hasil laboratorium dalam batas normal; 4) Luka bersih dan kering.
Kode SIKI: 2201, 2202, 2203, 2204, 2205, 2206, 2207, 2208, 2209, 2210, 2211, 2212, 2213, 2214, 2215, 2216, 2217, 2218, 2219, 2220, 2221, 2222
Article No. 23587 | 11 Jan 2026
Klinis : pasien post craniotomy diagnosa keperawatannya apa saja
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke jaringan otak yang dapat mengakibatkan ketidakadekuatan oksigen dan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme sel.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik atau tetap adekuat. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan dan memantau perfusi serebral yang adekuat. Intervensi utama meliputi pemantauan ketat status neurologis (tingkat kesadaran, GCS, ukuran dan reaksi pupil, fungsi motorik dan sensorik) secara berkala. Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 15-30 derajat (kecuali kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. Memantau dan mempertahankan tekanan darah dalam parameter yang ditetapkan untuk menjamin tekanan perfusi serebral yang adekuat. Menghindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial seperti mengejan, batuk kuat, atau fleksi/rotasi leher yang berlebihan. Memastikan oksigenasi yang adekuat dengan memantau saturasi oksigen dan analisis gas darah. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit untuk mencegah edema serebral. Kolaborasi dalam pemberian terapi osmotik atau hiperventilasi sesuai instruksi jika terdapat tanda peningkatan tekanan intrakranial. Edukasi keluarga tentang tanda-tanda penurunan neurologis yang harus segera dilaporkan.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk memantau dan mempertahankan perfusi serebral. Perawat melakukan pengkajian neurologis secara komprehensif dan teratur menggunakan alat seperti Glasgow Coma Scale (GCS). Memantau tanda-tanda vital dengan fokus pada tekanan darah, nadi, dan pola pernapasan. Mengatur posisi pasien dengan kepala sedikit ditinggikan dan leher dalam posisi netral. Memantau intake dan output cairan secara ketat. Mengobservasi dan mendokumentasikan setiap perubahan status neurologis, seperti sakit kepala, muntah proyektil, penurunan kesadaran, perubahan ukuran pupil, atau kelemahan anggota gerak. Melakukan manajemen nyeri yang adekuat untuk mencegah respons stres yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial. Melakukan suction dengan teknik steril dan cepat hanya jika diperlukan, dengan pre-oksigenasi. Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemantauan tekanan intrakranial jika dipasang monitor. Memberikan edukasi dan dukungan emosional kepada keluarga, menjelaskan tujuan perawatan dan tanda-tanda bahaya. Semua tindakan dilakukan dengan lembut untuk meminimalkan rangsangan yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan perkiraan waktu penyembuhan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tingkat nyeri pasien berkurang atau terkontrol. Tujuan keperawatan adalah mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Intervensi dimulai dengan pengkajian nyeri komprehensif menggunakan skala yang sesuai (numerik, wajah, verbal) meliputi lokasi, intensitas, karakter, durasi, dan faktor pemicu serta pereda. Memberikan farmakoterapi analgesik sesuai resep (seperti opioid, NSAID) dengan tepat waktu, memantau efektivitas dan efek samping. Menerapkan intervensi non-farmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam, distraksi, musik terapi, atau kompres dingin/panas sesuai indikasi pada area sekitar luka (bukan di atas tulang kraniotomi). Mengatur lingkungan yang tenang dan nyaman, mengurangi kebisingan dan cahaya berlebih. Memodifikasi posisi dengan bantuan bantal untuk menopang dan menyangga tubuh tanpa menekan area operasi. Melakukan perawatan luka dengan teknik aseptik dan lembut untuk meminimalkan nyeri prosedural. Mengajarkan pasien dan keluarga untuk melaporkan nyeri sebelum menjadi berat. Mengevaluasi respons pasien terhadap intervensi pengelolaan nyeri dan mendokumentasikannya secara berkala.
Kode SIKI: 1400
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk manajemen nyeri. Perawat mengkaji nyeri secara holistik setiap kali berinteraksi dan sebelum-sesudah tindakan. Menggunakan alat skala nyeri yang valid dan konsisten. Memberikan obat sesuai jadwal atau PRN, menjelaskan manfaat dan efek samping yang mungkin. Menerapkan teknik non-farmakologi seperti sentuhan terapeutik, imajinasi terbimbing, atau reposisi. Memastikan istirahat yang cukup dengan mengatur jadwal aktivitas dan istirahat. Melindungi area luka dari tekanan atau sentuhan tidak sengaja. Berkolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkendali dengan regimen analgesik yang ada. Mendokumentasikan karakteristik nyeri, intervensi yang diberikan, dan respons pasien terhadap intervensi tersebut. Memberikan validasi dan dukungan emosional bahwa nyeri adalah pengalaman nyata dan manajemennya adalah bagian penting dari perawatan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons tubuh terhadap patogen.
Kode SLKI: 1800
Deskripsi : Infeksi tidak terjadi. Tujuan keperawatan adalah mencegah terjadinya infeksi, khususnya infeksi luka operasi dan meningitis. Intervensi keperawatan difokuskan pada teknik aseptik ketat selama perawatan luka dan semua prosedur invasif. Memantau tanda-tanda vital terutama suhu tubuh, sebagai indikator dini infeksi. Mengobservasi karakteristik luka (warna, bau, adanya drainage, kondisi tepi luka) dan tanda-tanda iritasi meningeal seperti kaku kuduk, fotofobia, atau sakit kepala hebat. Melakukan perawatan luka sesuai protokol dengan mengganti balutan secara steril. Mempertahankan integritas sistem drainase jika ada (misal, drain Jackson-Pratt), memastikan patensi dan mengukur output. Menerapkan pencegahan infeksi nosokomial dengan cuci tangan yang efektif sebelum dan setelah kontak dengan pasien. Memastikan kebutuhan nutrisi dan hidrasi terpenuhi untuk mendukung sistem imun. Melakukan perawatan kebersihan diri pasien secara teratur. Mengajarkan pasien dan keluarga untuk tidak menyentuh area luka atau balutan, serta melaporkan segera jika ada tanda kemerahan, bengkak, nyeri, demam, atau drainage yang berbau dari luka. Membatasi pengunjung yang sakit. Kolaborasi pemberian antibiotik profilaksis atau terapi sesuai resep.
Kode SIKI: 6550
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk pengendalian infeksi. Perawat menerapkan prinsip aseptik medis dan bedah dalam semua tindakan. Melakukan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda sistemik dan lokal infeksi. Melakukan perawatan luka dengan teknik steril: mencuci tangan, menggunakan alat steril, membuka balutan lama, membersihkan luka dengan larutan antiseptik sesuai protokol, mengaplikasikan balutan baru yang kering dan steril. Mengelola drainase luka dengan mengosongkan reservoir, mengukur, dan mendokumentasikan karakteristik drainase tanpa menyentuh area penghubung yang steril. Mempertahankan garis infus atau kateter dengan perawatan rutin dan mengganti sesuai kebijakan. Mendorong latihan napas dalam dan batuk efektif dengan memegang bantalan di atas luka (jika diizinkan) untuk mencegah infeksi pernapasan. Mengatur lingkungan yang bersih dan higienis di sekitar pasien. Mendokumentasikan semua temuan dan tindakan pencegahan infeksi. Memberikan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi dan tanda-tanda yang harus diwaspadai.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri.
Kode SLKI: 0207
Deskripsi : Mobilitas pasien meningkat atau optimal sesuai kondisi. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan fungsi muskuloskeletal, mencegah komplikasi imobilisasi (dekubitus, kontraktur, trombosis), dan meningkatkan kemandirian bertahap. Intervensi dimulai dengan penilaian kekuatan otot, rentang gerak (ROM), dan koordinasi. Melakukan latihan rentang gerak pasif atau aktif asistif pada ekstremitas yang terganggu dan yang tidak, secara teratur. Mengubah posisi pasien setiap 2 jam dengan teknik yang aman, melindungi area operasi kepala. Menerapkan penggunaan bantal, guling, atau matras khusus untuk menopang posisi anatomi dan mencegah tekanan pada tonjolan tulang. Melakukan mobilisasi bertahap sesuai protokol dokter, dari duduk di tepi tempat tidur, berdiri, hingga berjalan dengan bantuan. Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program rehabilitasi yang terstruktur. Mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan. Memantau tanda-t
Article No. 23588 | 11 Jan 2026
Klinis : Pasien mengatakan BAB cair sudah 8x sejak kemarin Pasien tampak lemas TD : 155/96 mmhg RR : 20 x/m S: 36.8oc N: 90 x/m SPO2: 99% GCS : 15 E4M5 V6 Kesadaran : Composmentis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diare
Kode SDKI: 00013
Deskripsi Singkat: Pengeluaran feses cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam 24 jam.
Kode SLKI: 0400
Deskripsi : Manajemen Diare. Tujuan: Diare dapat teratasi. Kriteria Hasil: 1. Frekuensi defekasi dalam batas normal. 2. Konsistensi feses normal. 3. Tidak ada atau berkurangnya nyeri/kram abdomen. 4. Tanda-tanda dehidrasi tidak ada. 5. Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen Diare. Tindakan: 1. Identifikasi faktor penyebab diare. 2. Observasi frekuensi, volume, konsistensi, warna, dan bau feses. 3. Observasi tanda dan gejala dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa, produksi urin, rasa haus, perubahan kesadaran, tanda vital). 4. Observasi tanda dan gejala ketidakseimbangan elektrolit (kelemahan otot, kram, perubahan irama jantung). 5. Kolaborasi pemberian terapi cairan dan elektrolit sesuai program. 6. Anjurkan meningkatkan asupan cairan oral (air putih, oralit, cairan elektrolit) jika tidak ada kontraindikasi. 7. Anjurkan menghindari makanan dan minuman yang merangsang peristaltik usus (makanan pedas, berlemak, berkafein, susu) sesuai kondisi. 8. Anjurkan makan dengan porsi kecil tapi sering. 9. Ajarkan dan anjurkan menjaga higiene perianal (membersihkan dengan air dan sabun lembut, dikeringkan, gunakan pelindung kulit jika perlu). 10. Monitor tanda vital dan status hidrasi. 11. Kolaborasi pemberian farmakoterapi sesuai indikasi (antidiare, antibiotik). 12. Edukasi pasien/keluarga tentang penyebab, pencegahan, dan penanganan diare di rumah.
Article No. 23589 | 11 Jan 2026
Klinis : Perempuan, 22 tahun, dibawa ke IGD setelah jatuh dari lantai 2, fraktur terbuka femur kiri, nyeri hebat, pusing, pucat, dingin, berkeringat, gelisah.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, SDKI, SLKI, SIKI Berdasarkan PPNI
Berdasarkan kondisi pasien perempuan, 22 tahun, yang dibawa ke IGD setelah jatuh dari lantai 2 dengan fraktur terbuka
Article No. 23570 | 10 Jan 2026
Klinis : Data Subjektif : - Pasien mengatakan batuk terasa berdahak namun sulit sekali keluar. - Tadi pagi mau di cek dahak tapi yang keluar hanya setitik putih kental. - Pasien mengeluhkan sesak napas - Pasien mengatakan anaknya merupakan perokok aktif dari SMP (kurang lebih 15 tahun) (pasien perokok pasif) Data Obyektif : - Pasien sering batuk tidak efektif(tidak mampu mengeluarkan dahak) - Pernapasan 28x/menit, ireguler, dan nampak gelisah - TD 145/92 mmHg - Nadi 101 x/m - Suhu 38,50C - Spo2 90%, - Tampak retraksi supraklavikula dan suprasternal - CRT < 2 detik, - Auskultasi terdengar suara wheziing dan ronchi - Hasil Ro Thorax tanggal 5 Desember 2025 o Kedua apex pulmo tenang o Corakan bronchovaskuler pulmo bilateral meningkat kasar o Tampak opasitas pulmo bilateral o Pleural space bilateral tak melebar o Hemidiafragma bilateral licin dan tak mendatar o Cor, CTR>0,56 o Sistema tulang yang tervisualisasi intake o Kesan : Bronchopneumonia bilateral
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI - SLKI - SIKI)
Article No. 23571 | 10 Jan 2026
Klinis : ata Subjektif : - Pasien mengatakan batuk terasa berdahak namun sulit sekali keluar. - Tadi pagi mau di cek dahak tapi yang keluar hanya setitik putih kental. - Pasien mengeluhkan sesak napas - Pasien mengatakan anaknya merupakan perokok aktif dari SMP (kurang lebih 15 tahun) (pasien perokok pasif) Data Obyektif : - Pasien sering batuk tidak efektif(tidak mampu mengeluarkan dahak) - Pernapasan 28x/menit, ireguler, dan nampak gelisah - TD 145/92 mmHg - Nadi 101 x/m - Suhu 38,50C - Spo2 90%, - Tampak retraksi supraklavikula dan suprasternal - CRT < 2 detik, - Auskultasi terdengar suara wheziing dan ronchi - Hasil Ro Thorax tanggal 5 Desember 2025 o Kedua apex pulmo tenang o Corakan bronchovaskuler pulmo bilateral meningkat kasar o Tampak opasitas pulmo bilateral o Pleural space bilateral tak melebar o Hemidiafragma bilateral licin dan tak mendatar o Cor, CTR>0,56 o Sistema tulang yang tervisualisasi intake o Kesan : Bronchopneumonia bilateral
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pasien menunjukkan perbaikan dalam bersihan jalan napas, ditandai dengan: (1) Suara napas bersih/basah berkurang, (2) Batuk efektif, (3) Sekret dapat dikeluarkan, (4) Tidak ada sianosis, (5) Tidak ada dispnea, (6) Tidak ada gelisah, (7) Tidak ada penggunaan otot bantu napas, (8) Frekuensi napas dalam rentang normal, (9) Irama napas teratur, (10) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08070
Deskripsi : Intervensi untuk memfasilitasi pembersihan sekret dari jalan napas, meliputi: (1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas), (2) Auskultasi suara napas, (3) Identifikasi faktor penyebab ketidakefektifan bersihan jalan napas, (4) Pertahankan posisi semifowler/fowler sesuai toleransi, (5) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif, (6) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, dan vibrasi) sesuai indikasi, (7) Kelola kebutuhan oksigenasi sesuai program, (8) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan, (9) Berikan terapi nebulizer sesuai program, (10) Anjurkan intake cairan adekuat sesuai toleransi dan batasan, (11) Monitor karakteristik sputum, (12) Ajarkan tanda dan gejala infeksi saluran pernapasan, (13) Kolaborasi pemberian obat sesuai program (bronkodilator, mukolitik, ekspektoran, antibiotik).
Kondisi: Pertukaran Gas Terganggu
Kode SDKI: D.0009
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Pasien menunjukkan perbaikan dalam pertukaran gas, ditandai dengan: (1) Saturasi oksigen dalam rentang normal, (2) Gas darah arteri dalam rentang normal, (3) Frekuensi napas dalam rentang normal, (4) Irama napas teratur, (5) Tidak ada sianosis, (6) Tidak ada dispnea, (7) Tidak ada gelisah, (8) Tidak ada penurunan kesadaran, (9) Tidak ada penggunaan otot bantu napas.
Kode SIKI: I.08071
Deskripsi : Intervensi untuk memaksimalkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida, meliputi: (1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas), (2) Auskultasi suara napas, (3) Monitor tanda-tanda hipoksia/hipoksemia (gelisah, perubahan kesadaran, sianosis, takikardi), (4) Monitor saturasi oksigen (SpO2) secara berkala, (5) Pertahankan posisi semifowler/fowler sesuai toleransi, (6) Kelola pemberian oksigen sesuai program (alat, flow rate), (7) Lakukan suction jika diperlukan, (8) Anjurkan dan bantu latihan napas dalam, (9) Monitor hasil analisa gas darah (jika tersedia), (10) Kolaborasi pemberian terapi nebulizer dan obat sesuai program (bronkodilator).
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat:
Kode SLKI: L.04003
Deskripsi : Pasien menunjukkan perbaikan pola napas, ditandai dengan: (1) Frekuensi napas dalam rentang normal, (2) Irama napas teratur, (3) Kedalaman napas adekuat, (4) Tidak ada dispnea, (5) Tidak ada penggunaan otot bantu napas, (6) Tidak ada gelisah, (7) Tidak ada sianosis, (8) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08072
Deskripsi : Intervensi untuk memfasilitasi pernapasan yang adekuat, meliputi: (1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas), (2) Identifikasi faktor penyebab pola napas tidak efektif, (3) Pertahankan posisi yang nyaman untuk bernapas (semifowler/fowler), (4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan bibir mengerucut (pursed-lip breathing), (5) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman, (6) Kelola kebutuhan oksigenasi sesuai program, (7) Monitor saturasi oksigen (SpO2), (8) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan, (9) Kolaborasi pemberian obat sesuai program (bronkodilator).
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433