Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23772 | 21 Jan 2026
Klinis : Pasien dibawa orangtuanya dengan keluhan kejang saat di rumah, selama <20 menit, kaku pada kaki dan tangan, mata ke atas. Demam sudah dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluhkan BAB cair selama 3 hari, hari ini BAB cair sebanyak 4x, ampas sedikit, warna kuning, darah (-). Setelah kejang, pasien merasa lemas hingga saat ini Pasien tampak sangat lemas GCS : E1V1M1 N : 188 x menit RR : 27x /menit Temp : 40.1 C SpO² : 95% RA BB : 6,6 Kg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral dan Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengancam kehidupan.
Kode SLKI: 2401
Deskripsi : Perfusi serebral: Tekanan darah sistolik dan diastolik dalam rentang yang diharapkan, nadi perifer teraba dan kuat, status neurologis dalam batas normal (GCS 15), tidak ada pusing, sakit kepala, atau perubahan perilaku. Pada kasus ini, SLKI ini menjadi tujuan yang ingin dicapai, namun kondisi pasien menunjukkan penyimpangan yang signifikan (GCS E1V1M1=3) yang mengindikasikan perfusi serebral yang sangat tidak efektif.
Kode SIKI: 3410, 3411, 3412, 3413, 3414, 3415, 3416, 3417
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk meningkatkan perfusi serebral meliputi: Memonitor status neurologis (GCS) secara ketat dan berkelanjutan (3410). Memonitor tanda-tanda vital termasuk tekanan darah, nadi, dan pernapasan (3411). Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena (3412). Memonitor nilai analisa gas darah dan saturasi oksigen (SpO2), menjaga jalan napas tetap paten dan memberikan oksigen sesuai kebutuhan (3413). Memonitor intake dan output cairan untuk menjaga keseimbangan cairan (3414). Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai resep seperti antikejang dan antipiretik (3415). Memberikan edukasi kepada keluarga tentang kondisi pasien dan tanda-tanda bahaya (3416). Menciptakan lingkungan yang tenang dan membatasi stimulasi berlebihan (3417).
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakmampuan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Regulasi suhu tubuh: Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5 – 37,5°C), kulit hangat dan kering, tidak menggigil, tidak berkeringat berlebihan. Pada pasien ini, suhu 40.1°C menunjukkan kegagalan regulasi suhu tubuh yang merupakan faktor pencetus kejang demam.
Kode SIKI: 3900, 3901, 3902, 3903, 3904, 3905, 3906
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi hipertermia meliputi: Memonitor suhu tubuh secara berkala (3900). Memberikan kompres hangat/tepid sponge pada area lipatan (aksila, lipat paha) dan dahi (3901). Menganjurkan pemberian cairan yang adekuat untuk mencegah dehidrasi (3902). Mengatur suhu lingkungan agar nyaman dan tidak panas (3903). Memberikan terapi oksigen jika diperlukan (3904). Kolaborasi pemberian obat antipiretik sesuai resep (3905). Memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang tata laksana demam di rumah dan tanda-tanda kejang (3906).
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Keseimbangan cairan: Tanda-tanda vital dalam batas normal, turgor kulit baik, membran mukosa lembab, produksi urin adekuat (>1-2 ml/kgBB/jam), tidak ada rasa haus berlebihan. Pasien dengan diare cair 4x/hari dan demam tinggi berisiko tinggi mengalami defisit volume cairan.
Kode SIKI: 4120, 4121, 4122, 4123, 4124, 4125
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah defisit cairan meliputi: Memonitor tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, mata cekung, ubun-ubun, produksi urin) (4120). Memonitor intake dan output cairan secara akurat (4121). Menganjurkan dan membantu pemberian cairan per oral atau intravena sesuai program rehidrasi (4122). Memonitor berat badan setiap hari (4123). Memonitor frekuensi dan konsistensi feses (4124). Kolaborasi pemberian terapi cairan dan obat antidiare sesuai resep (4125).
-
Article No. 23773 | 21 Jan 2026
Klinis : Pasien dibawa orangtuanya dengan keluhan kejang saat di rumah, selama <20 menit, kaku pada kaki dan tangan, mata ke atas. Demam sudah dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluhkan BAB cair selama 3 hari, hari ini BAB cair sebanyak 4x, ampas sedikit, warna kuning, darah (-). Setelah kejang, pasien merasa lemas hingga saat ini Pasien tampak sangat lemas GCS : E1V1M1 N : 188 x menit RR : 27x /menit Temp : 40.1 C SpO² : 95% RA BB : 6,6 Kg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral dan Risiko Syok
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: tingkat kesadaran membaik (GCS mendekati normal), tanda-tanda vital dalam rentang normal, tidak ada kejang berulang, dan fungsi neurologis membaik.
Kode SIKI: 3401, 3402, 3403, 3404, 3405, 3406, 3407, 3408
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral meliputi: (3401) Memonitor status neurologis (GCS) secara ketat dan berkelanjutan untuk mendeteksi perubahan sedini mungkin. (3402) Memonitor tanda-tanda vital (TD, Nadi, Suhu, Pernapasan) secara teratur, mengingat pasien dengan suhu sangat tinggi (40.1°C) dan takikardia (N:188x/menit) berisiko tinggi terhadap penurunan perfusi. (3403) Mempertahankan jalan napas paten dengan posisi yang tepat dan siap melakukan suction untuk mencegah hipoksia yang memperburuk kerusakan otak. (3404) Memberikan oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen (SpO2) optimal >95%. (3405) Mengatur posisi kepala tempat tidur 15-30 derajat (kecuali ada kontraindikasi syok) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. (3406) Meminimalkan stimulasi lingkungan (suara, cahaya, sentuhan yang tidak perlu) untuk mencegah peningkatan tekanan intrakranial dan memicu kejang. (3407) Memonitor dan mengelola kejang dengan pemberian obat antikonvulsan sesuai instruksi dokter dan melindungi pasien dari cedera selama kejang. (3408) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit, mengingat pasien juga mengalami diare yang dapat menyebabkan dehidrasi dan memperburuk perfusi serebral.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal, ditandai dengan: suhu tubuh 36,5-37,5°C, kulit hangat dan tidak berkeringat, serta tidak ada menggigil.
Kode SIKI: 3901, 3902, 3903, 3904, 3905, 3906
Deskripsi : Intervensi untuk menurunkan suhu tubuh dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti kejang berulang meliputi: (3901) Memonitor suhu tubuh secara teratur untuk mengevaluasi efektivitas intervensi penurunan panas. (3902) Memberikan terapi kompres hangat/tepid sponge terutama pada area lipatan (aksila, lipat paha) dan dahi untuk meningkatkan pelepasan panas secara konduksi dan evaporasi. (3903) Memberikan lingkungan yang nyaman (sirkulasi udara baik, suhu ruangan sejuk, pakaian tipis dan menyerap keringat). (3904) Meningkatkan asupan cairan secara oral atau parenteral sesuai kondisi untuk mencegah dehidrasi dan membantu regulasi suhu. (3905) Memberikan terapi farmakologis (antipiretik) sesuai instruksi dokter, seperti parasetamol, dengan dosis tepat berdasarkan berat badan (6,6 kg). (3906) Memonitor tanda-tanda kejang karena hipertermia merupakan faktor pencetus utama pada pasien ini, dan segera lakukan tindakan jika kejang muncul.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, atau intraselular.
Kode SLKI: 1501
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai, ditandai dengan: turgor kulit baik, membran mukosa lembab, produksi urin adekuat (>1-2 ml/kgBB/jam), tanda-tanda vital stabil, dan tidak ada peningkatan frekuensi diare.
Kode SIKI: 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006
Deskripsi : Intervensi untuk mencegah dan mengatasi defisit volume cairan akibat kombinasi hipertermia dan diare akut meliputi: (2001) Memonitor tanda-tanda dehidrasi seperti turgor kulit, mata cekung, ubun-ubun (pada bayi), dan keadaan membran mukosa mulut. (2002) Memonitor asupan dan haluaran cairan secara akurat, termasuk mencatat frekuensi, volume, dan karakteristik BAB cair. (2003) Memonitor tanda-tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah) sebagai indikator status volume cairan. (2004) Memberikan cairan rehidrasi oral (seperti oralit) atau terapi rehidrasi intravena sesuai instruksi dokter dan kondisi pasien. (2005) Memberikan nutrisi sesuai toleransi, melanjutkan ASI/pemberian makan secara bertahap setelah kondisi membaik. (2006) Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium (seperti elektrolit dan hematokrit) untuk menilai derajat dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0036
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Cedera tidak terjadi, ditandai dengan: tidak ada trauma fisik selama perawatan, kulit utuh, dan tidak ada kejadian jatuh atau benturan.
Kode SIKI: 6501, 6502, 6503, 6504
Deskripsi : Intervensi untuk melindungi pasien dari cedera, terutama terkait dengan risiko kejang berulang dan penurunan kesadaran (GCS: E1V1M1=3) meliputi: (6501) Menggunakan pengaman tempat tidur (side rail) yang selalu terpasang dan dalam posisi terangkat untuk mencegah pasien terjatuh. (6502) Menjaga lingkungan aman dari benda-benda tajam atau keras di sekitar pasien. (6503) Jika kejang terjadi, lakukan tindakan dengan mempertahankan jalan napas, membaringkan pasien pada posisi miring, melonggarkan pakaian, dan tidak memasukkan apapun ke dalam mulut. (6504) Mendampingi pasien terus-menerus mengingat kondisi kesadaran yang sangat menurun, untuk mengantisipasi kejang dan mencegah aspirasi.
-
Article No. 23774 | 21 Jan 2026
Klinis : perfusi perifer tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html