Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24080 | 15 Feb 2026
Klinis : Seorang laki-laki usia 72 tahun dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit oleh keluarganya dengan keluhan tubuh terasa sangat dingin dan menggigil sejak dini hari. Keluarga mengatakan pasien tinggal sendiri di rumah sederhana di daerah pegunungan dengan suhu malam hari sekitar 18°C. Semalam terjadi hujan deras disertai angin kencang. Pasien ditemukan pagi hari dalam keadaan pakaian basah karena atap rumah bocor. Pasien mengeluh lemas dan sulit berdiri.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Suhu Tubuh: Hipotermia
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suhu tubuh inti yang tidak diinginkan akibat ketidakmampuan mempertahankan suhu tubuh normal dalam lingkungan yang dingin.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Suhu Tubuh Normal. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C) yang diukur secara akurat. 2) Kulit hangat dan kering saat diraba. 3) Tidak ada keluhan menggigil atau perasaan dingin yang berlebihan. 4) Tanda-tanda vital (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam rentang normal sesuai usia. 5) Tingkat kesadaran baik (compos mentis) dan tidak ada kebingungan. 6) Kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kelemahan ekstrem akibat dingin. 7) Pemahaman tentang faktor risiko dan upaya pencegahan hipotermia. Pada pasien lansia ini, tujuan utamanya adalah mengembalikan dan mempertahankan suhu tubuh inti ke rentang normal, menghilangkan menggigil, serta memastikan kondisi hemodinamik dan neurologis stabil.
Kode SIKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Hipotermia. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Pemantauan Ketat: Mengukur suhu tubuh inti (misal: melalui timpani atau rektal) secara berkala (setiap 15-30 menit hingga stabil) untuk mendeteksi tren penurunan atau peningkatan. Memantau tanda-tanda vital, status neurologis (tingkat kesadaran, kebingungan), dan warna/kondisi kulit secara kontinu. 2) Penghangatan Pasif dan Aktif: Segera menyingkirkan pakaian basah dan mengeringkan tubuh pasien. Memberikan selimut hangat dan kering untuk penghangatan pasif. Meningkatkan suhu ruangan di area perawatan pasien. Jika diperlukan berdasarkan protokol, dapat diterapkan penghangatan aktif eksternal (seperti selimut penghangat yang diatur suhunya) dengan hati-hati untuk menghindari pemanasan berlebihan atau injury kulit. Prinsip "rewarming" harus bertahap dan terkontrol. 3) Manajemen Lingkungan: Melindungi pasien dari paparan angin (draft) dan menjaga lingkungan tetap hangat serta kering. 4) Dukungan Nutrisi dan Cairan: Memberikan cairan hangat secara oral jika pasien sadar dan mampu menelan, untuk membantu meningkatkan suhu tubuh dari dalam dan mengatasi dehidrasi. Kolaborasi pemberian cairan intravena hangat jika diperlukan. 5) Pendidikan Kesehatan dan Pencegahan: Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang faktor risiko hipotermia pada lansia (penurunan metabolisme, lemak subkutan, respons vasokonstriksi). Memberikan edukasi tentang pentingnya mengenakan pakaian berlapis, menjaga rumah tetap hangat, segera mengganti pakaian basah, dan memastikan kecukupan nutrisi serta hidrasi. 6) Kolaborasi: Bekerja sama dengan tim medis untuk pemeriksaan laboratorium (seperti kadar glukosa, gas darah) dan terapi lebih lanjut jika hipotermia berat. 7) Keamanan dan Kenyamanan: Meminimalkan pergerakan dan manipulasi kasar pada pasien karena dapat memicu aritmia pada hipotermia. Memastikan posisi yang nyaman dan aman. Intervensi-intervensi ini bertujuan untuk menghentikan proses kehilangan panas, secara bertahap mengembalikan suhu tubuh normal, mencegah komplikasi (seperti syok, aritmia, frostbite), dan mencegah kekambuhan.
-
Article No. 24081 | 15 Feb 2026
Klinis : Seorang laki-laki usia 72 tahun dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit oleh keluarganya dengan keluhan tubuh terasa sangat dingin dan menggigil sejak dini hari. Keluarga mengatakan pasien tinggal sendiri di rumah sederhana di daerah pegunungan dengan suhu malam hari sekitar 18°C. Semalam terjadi hujan deras disertai angin kencang. Pasien ditemukan pagi hari dalam keadaan pakaian basah karena atap rumah bocor. Pasien mengeluh lemas dan sulit berdiri.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Suhu Tubuh: Hipotermia
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suhu tubuh inti di bawah rentang normal karena paparan lingkungan yang dingin, melebihi kemampuan tubuh untuk memproduksi panas.
Kode SLKI: 2201
Deskripsi : Suhu Tubuh dalam Rentang Normal. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: (1) Suhu tubuh dipertahankan dalam rentang 36,5°C – 37,5°C (aksila) atau setara; (2) Kulit teraba hangat dan kering; (3) Tidak ada keluhan menggigil atau perasaan dingin yang berlebihan; (4) Tanda-tanda vital (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam rentang normal untuk usia; (5) Tingkat kesadaran baik (compos mentis); (6) Pasien mampu menjelaskan faktor risiko dan upaya pencegahan hipotermia.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Hipotermia. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: (1) Memantau suhu tubuh secara berkala (setiap 30-60 menit hingga stabil) menggunakan termometer yang sesuai; (2) Memberikan penghangatan pasif dengan segera membuka pakaian basah dan mengeringkan tubuh pasien; (3) Memberikan penghangatan aktif bertahap menggunakan selimut hangat, penghangat ruangan, atau alat penghangat lainnya, hindari pemberian panas langsung/berlebihan pada ekstremitas; (4) Memantau tanda-tanda vital (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah) dan status neurologis (tingkat kesadaran) secara ketat untuk mendeteksi deteriorasi; (5) Memberikan cairan hangat per oral jika pasien sadar dan mampu menelan dengan aman; (6) Melakukan kolaborasi pemberian cairan intravena hangat jika diperlukan sesuai instruksi dokter; (7) Memposisikan pasien dengan nyaman untuk memfasilitasi sirkulasi dan menghindari kehilangan panas lebih lanjut; (8) Melindungi pasien dari paparan angin (draft) langsung di ruangan; (9) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang faktor risiko, tanda-tanda awal hipotermia, dan pentingnya menjaga kehangatan lingkungan serta penggunaan pakaian yang sesuai; (10) Merujuk atau berkolaborasi dengan tim medis untuk penanganan lebih lanjut jika hipotermia berat terdeteksi.
-
Article No. 24082 | 15 Feb 2026
Klinis : Seorang bayi perempuan usia 3 hari dibawa ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit oleh ibunya dengan keluhan tangan dan kaki terasa sangat dingin serta bayi tampak kurang aktif sejak pagi. Riwayat persalinan spontan di klinik bersalin pada usia kehamilan 37 minggu dengan berat lahir 2400 gram. Bayi diperbolehkan pulang 6 jam setelah lahir. Selama di rumah, bayi tidak dirawat dalam inkubator. Rumah keluarga berada di daerah dataran tinggi dengan suhu malam hari berkisar 18–20°C. Ibu mengatakan semalam bayi tidur tanpa kontak kulit (tidak dilakukan Kangaroo Mother Care) dan hanya dibedong tipis. Pagi hari bayi dimandikan pada suhu ruangan sekitar 20°C dan tidak segera dilakukan penghangatan optimal. Setelah mandi, bayi tampak lebih lemah dan menyusu kurang kuat. Di IGD rumah sakit, bayi tampak kurang aktif dan ekstremitas teraba dingin.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Suhu Tubuh: Hipotermia
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suhu tubuh inti di bawah rentang normal karena ketidakmampuan untuk mempertahankan atau memulihkan keseimbangan antara produksi panas dan kehilangan panas.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Suhu tubuh dipertahankan dalam rentang normal. Bayi baru lahir, terutama neonatus (usia 0-28 hari) dan khususnya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) seperti dalam kasus ini (2400 gram), memiliki risiko hipotermia yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh area permukaan tubuh yang relatif luas dibandingkan dengan massa tubuh, lapisan lemak subkutan yang tipis, dan sistem regulasi suhu yang belum matang. Kondisi pasien menunjukkan faktor risiko dan tanda awal hipotermia yang jelas. Faktor risikonya meliputi: usia kehamilan 37 minggu (mendekati cukup bulan tetapi belum optimal), berat badan 2400 gram (kategori BBLR), perawatan di rumah tanpa inkubator, lingkungan dingin (dataran tinggi dengan suhu 18-20°C), praktik perawatan yang tidak adekuat (tidur tanpa kontak kulit, bedong tipis, dan mandi pada suhu ruang tanpa penghangatan optimal). Tanda klinis yang dilaporkan seperti ekstremitas dingin, bayi tampak kurang aktif, lemah, dan menyusu kurang kuat merupakan manifestasi dari upaya tubuh menghemat panas (vasokonstriksi perifer) dan dampak dari suhu tubuh yang mulai menurun terhadap metabolisme dan energi. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah Risiko Ketidakseimbangan Suhu Tubuh: Hipotermia, karena meskipun sudah ada tanda dingin, data suhu tubuh inti (aksila/rektal) belum disebutkan, sehingga fokusnya adalah pada pencegahan penurunan lebih lanjut dan restorasi suhu normal.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan atau mengembalikan suhu tubuh dalam rentang normal. Intervensi keperawatan yang direncanakan harus komprehensif dan segera. Pertama, lakukan pengukuran suhu tubuh inti secara akurat (rektal/aksila) dan monitor secara berkala. Kedua, lakukan penghangatan segera dengan metode Kangaroo Mother Care (KMC) atau skin-to-skin contact yang intensif, di mana bayi hanya menggunakan popok dan topi, ditempelkan di dada ibu atau pengasuh dengan selimut menutupi kedua tubuhnya. Ini adalah metode penghangatan paling efektif dan stabil. Ketiga, hangatkan lingkungan dengan meningkatkan suhu ruangan (ideal 25-28°C), hindari angin atau aliran udara dingin, dan gunakan sumber panas radian (seperti lampu penghangas) dengan jarak aman (minimal 50 cm) dan pengawasan ketat untuk menghindari luka bakar atau dehidrasi. Keempat, keringkan dan ganti pakaian/bedong bayi dengan yang kering dan hangat segera jika basah. Kelima, atur posisi bayi dengan fleksi (posisi meringkuk) untuk mengurangi luas permukaan yang terpapar. Keenam, berikan nutrisi/pemberian ASI yang adekuat karena metabolisme untuk menghasilkan panas membutuhkan energi dan glukosa. Bantu ibu untuk menyusui dengan posisi yang nyaman dan aman selama KMC. Jika bayi terlalu lemah untuk menyusu langsung, berikan ASI perah dengan cara yang aman. Ketujuh, edukasi dan libatkan keluarga (khususnya ibu) tentang pentingnya menjaga kehangatan bayi baru lahir, teknik KMC yang benar, bahaya hipotermia, tanda-tanda hipotermia (dingin, lemas, tidak mau menyusu), dan pentingnya menghindari memandikan bayi hingga kondisi stabil dan dengan air hangat serta prosedur yang cepat. Intervensi ini harus didokumentasikan dan dievaluasi keberhasilannya dengan parameter suhu tubuh yang kembali normal (36.5-37.5°C), bayi lebih aktif, mampu menyusu dengan kuat, dan ekstremitas teraba hangat.
-
Article No. 24083 | 15 Feb 2026
Klinis : Kondisi pasien Statis tidak terdapat perbaikan KU: sedang Kesadaran: CM, E4V5M6 Hemodinamik stabil R. Lumbalis I: Luka (+), Hiperemis (+), swelling (-) , sekret (-) P: NT (+) R. Gluteus I: : Luka post op tertutup verban (+), rembes (+) P: NT (+) _Laboratorium RSSP Sragen (04/02/26) → Lab Post Transfusi (05/02/26) *Hb 8.84 (L) → 11.08* AE 3.88 (L) → 4.45 Hmt 27.1 (L) → 34.5 *AL 23.79 (H) → 21.72* AT 471 (H) → 349 Ur 211.9 --> 156.2 (06/02) Cr 1.38 --> 0.98 (06/02) Lab post op (6/02/26) --> (8/02/26) Albumin 1.7 --> 2.0 _Ro Thorax RSSP_ Kesan : - Cardiomegali dan pulmo normal - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Integritas Jaringan Kulit
Kode SDKI: 0205
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen dan gangguan kontinuitas kulit atau struktur jaringan lunak yang berhubungan dengan luka terbuka (lumbalis) dan luka post operasi (gluteus) yang menunjukkan tanda inflamasi (hiperemis) dan rembes.
Kode SLKI: 2007
Deskripsi : SLKI 2007: Manajemen Luka. Tujuan keperawatan adalah luka menunjukkan proses penyembuhan tanpa tanda infeksi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Luka bersih, sekret berkurang atau tidak ada, dan tidak berbau; 2) Tanda-tanda inflamasi (seperti kemerahan/hiperemis, bengkak, nyeri, panas) berkurang atau hilang; 3) Tekstur jaringan granulasi baik (jika luka terbuka); 4) Tidak ada rembes yang berlebihan pada balutan; 5) Nilai laboratorium terkait infeksi (seperti leukosit/AL) dalam batas normal. Intervensi keperawatan difokuskan pada teknik perawatan luka aseptik, pemantauan tanda-tanda infeksi lokal dan sistemik, serta pemilihan balutan yang tepat untuk menyerap rembes dan mendukung lingkungan penyembuhan.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : SIKI 4410: Perawatan Luka. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan spesifik yang dilakukan perawat. Pertama, melakukan asesmen luka secara komprehensif termasuk lokasi, ukuran, kedalaman, jenis jaringan (nekrotik, granulasi, epitel), karakteristik sekret (jumlah, warna, konsistensi, bau), dan kondisi kulit sekitar. Kedua, melakukan perawatan luka dengan prinsip aseptik ketat, termasuk mencuci tangan, menggunakan alat steril, dan melakukan irigasi luka dengan larutan fisiologis yang sesuai. Ketiga, mendokumentasikan temuan dan perkembangan luka secara akurat. Keempat, mengajarkan pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan luka dan tanda-tanda infeksi yang perlu dilaporkan. Kelima, berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi antibiotik jika diperlukan, serta memastikan nutrisi pasien (terutama protein dan albumin) memadai untuk mendukung penyembuhan jaringan, mengingat albumin pasien masih rendah (2.0).
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 0602
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, atau intraselular yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi, adanya luka rembes, dan status hemodinamik yang perlu dipantau ketat meskipun saat ini dinyatakan stabil.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401: Manajemen Keseimbangan Cairan dan Elektrolit. Tujuannya adalah mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit yang adekuat. Kriteria hasil meliputi: 1) Tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan, suhu) dalam rentang normal yang diharapkan untuk pasien; 2) Mukosa membran lembab, turgor kulit baik; 3) Produksi urin adekuat (output sekitar 30-50 mL/jam atau sesuai kondisi ginjal), dengan nilai kreatinin yang menunjukkan perbaikan (seperti penurunan dari 1.38 ke 0.98); 4) Balance cairan (intake dan output) seimbang; 5) Tidak ada tanda dehidrasi atau kelebihan cairan (edema); 6) Nilai laboratorium terkait (seperti Hematokrit/Hmt, Natrium, Kalium) dalam batas normal atau menunjukkan tren perbaikan.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : SIKI 2120: Pemantauan Keseimbangan Cairan. Intervensi ini melibatkan pemantauan ketat dan tindakan untuk menjaga homeostasis cairan. Perawat akan: 1) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital secara berkala (setiap 2-4 jam atau sesuai protokol) untuk mendeteksi dini syok atau gangguan hemodinamik. 2) Mengukur dan mencatat secara akurat intake (cairan oral, infus, transfusi) dan output (urin, drain luka, rembes, muntah). 3) Memantau tanda klinis status cairan seperti turgor kulit, kelembaban mukosa, adanya edema, dan tekanan vena sentral (jika terpasang). 4) Memantau hasil laboratorium serial (seperti Hmt, Hb, ureum, kreatinin, elektrolit) untuk mengevaluasi respons terhadap terapi transfusi dan hidrasi. 5) Mengatur dan mempertahankan akses intravena untuk pemberian cairan atau obat sesuai kebutuhan. 6) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya pencatatan intake-output dan melaporkan tanda seperti sesak, bengkak, atau produksi urin yang menurun.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0719
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan durasi kurang dari 3 bulan, yang berhubungan dengan luka di daerah lumbalis dan gluteus post operasi, ditandai dengan laporan nyeri tekan (NT +) pada kedua lokasi.
Kode SLKI: 1701
<>Deskripsi : SLKI 1701: Kontrol Nyeri. Tujuan keperawatan adalah nyeri pasien dapat dikontrol hingga tingkat yang dapat ditoleransi atau hilang. Kriteria hasil yang diharapkan: 1) Skala nyeri pasien (menggunakan skala numerik, wajah, atau verbal) menurun ke tingkat yang ditargetkan (misalnya, dari skala 7 ke 3 atau kurang); 2) Ekspresi wajah pasien rileks, tidak meringis atau mengerut; 3) Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan cukup; 4) Pasien dapat melakukan aktivitas ringan atau mobilisasi sesuai instruksi tanpa dihambat nyeri yang berlebihan; 5) Tanda-tanda vital yang dapat dipengaruhi nyeri (seperti tekanan darah dan denyut nadi) stabil atau kembali ke baseline pasien; 6) Pasien melaporkan peningkatan kenyamanan.
Kode SIKI: 3450
Deskripsi : SIKI 3450: Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup pendekatan farmakologis dan non-farmakologis. Perawat akan: 1) Melakukan asesmen nyeri komprehensif secara rutin menggunakan skala yang sesuai (PQRST: Provocation, Quality, Region, Severity, Time), memperhatikan bahwa pasien dengan kesadaran CM (Confusion) mungkin memerlukan skala observasi perilaku. 2) Memberikan analgesik sesuai resep dokter secara tepat waktu, memantau efektivitas, dan efek sampingnya. 3) Menerapkan intervensi non-farmakologis seperti reposisi/pengaturan posisi yang nyaman (dengan hati-hati mengingat luka di gluteus dan lumbalis), teknik distraksi, relaksasi napas dalam, atau kompres (hangat/dingin) sesuai indikasi dan kondisi luka. 4) Melakukan kolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan regimen analgesik yang ada. 5) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri secara dini dan tidak menahannya, serta cara-cara non-obat untuk mengurangi ketidaknyamanan. 6) Meminimalkan faktor pencetus nyeri, seperti gerakan tiba-tiba atau tekanan langsung pada area luka selama perawatan.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0501
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi dan peningkatan kebutuhan untuk penyembuhan luka, ditandai dengan nilai albumin yang masih rendah (2.0 g/dL) meskipun telah ada peningkatan dari 1.7.
Kode SLKI: 1103
Deskripsi : SLKI 1103: Status Nutrisi. Tujuan keperawatan adalah status nutrisi pasien membaik untuk mendukung penyembuhan dan fungsi imun. Kriteria hasil meliputi: 1) Peningkatan berat badan atau berat badan stabil sesuai kondisi (jika tidak ada edema); 2) Nilai laboratorium terkait nutrisi (terutama albumin dan hemoglobin) menunjukkan tren peningkatan menuju batas normal (Albumin > 3.5 g/dL, Hb > 12 g/dL); 3) Asupan makanan dan cairan oral atau enteral mencukupi kebutuhan harian yang dihitung; 4) Tanda klinis seperti kekuatan otot, penyembuhan luka, dan integritas kulit menunjukkan perbaikan; 5) Tidak ada tanda-tanda defisiensi nutrisi spesifik yang nyata.
Kode SIKI: 1120
Deskripsi : SIKI 1120: Manajemen Nutrisi. Intervensi ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi secara ad
Article No. 24084 | 15 Feb 2026
Klinis : Halusinasi pendengaran terdengar suara2 di stasiun kereta dan merasakan goyangan seperti masih didalam kereta
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Halusinasi Pendengaran dan Kinestetik Pasca Perjalanan Kereta Api (Sensasi Hantu Kereta Api)
Kode ICD-10: F44.89
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan pengalaman persepsi sensorik yang tidak biasa, yaitu halusinasi pendengaran (mendengar suara-suara khas stasiun kereta) dan halusinasi kinestetik atau ilusi sensorik (merasakan sensasi goyangan tubuh seolah-olah masih berada di dalam kereta yang bergerak), yang terjadi setelah paparan berkepanjangan terhadap lingkungan dan getaran kereta api. Dalam konteks ICD-10, ini diklasifikasikan di bawah F44.89 (Gangguan Disosiatif dan Konversi Lainnya), karena gejala-gejala sensorik ini tidak disebabkan oleh gangguan psikotik akut (seperti skizofrenia) atau kondisi organik, tetapi lebih mengarah pada fenomena disosiatif atau gangguan konversi di mana stres atau kelelahan perjalanan termanifestasi sebagai gejala sensorik. Kode ini digunakan untuk gangguan disosiatif dengan gejala dominan sensorik yang tidak spesifik. Deskripsi alternatif yang lebih umum adalah "Sensasi Hantu" pasca rangsangan sensorik yang intens, mirip dengan "Sindrom Hantu Getaran" pada pengguna ponsel. Penting untuk menyingkirkan penyebab organik (seperti gangguan telinga bagian dalam, keracunan, atau kondisi neurologis) dan gangguan psikotik primer sebelum menetapkan kode ini. Gejala ini seringkali bersifat sementara dan terkait dengan kelelahan, dehidrasi, atau stres perjalanan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24085 | 15 Feb 2026
Klinis : An. R, berusia 3 tahun dibawa ibunya ke IGD rumah sakit dengan keluhan demam tinggi sejak pagi. Awalnya ibu mengira hanya kelelahan setelah bermain di luar rumah sehari sebelumnya. Anak masih mau makan sedikit, namun tampak lebih lemas dan tidak seaktif biasanya. Demam semakin tinggi, ibu mengukur suhu tubuh dengan termometer digital dan didapatkan suhu 39,5°C. Anak tampak rewel, wajah kemerahan (flushing), kulit terasa sangat panas saat diraba, dan bibir terlihat kering. Anak juga menolak minum dan tampak gelisah serta sesekali mengigau. Tidak terdapat riwayat kejang.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Suhu Tubuh dalam Rentang Normal
Kode SIKI: 3510, 0800, 6540
Deskripsi : 3510: Pemantauan Suhu Tubuh; 0800: Manajemen Cairan; 6540: Manajemen Hipertermia
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI - 00007: Hipertermia): Berdasarkan kondisi An. R, diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah Hipertermia. SDKI mendefinisikan Hipertermia sebagai suatu kondisi dimana suhu tubuh seseorang meningkat di atas rentang normal. Data pada kasus ini yang mendukung diagnosa ini adalah suhu tubuh yang terukur 39.5°C (jauh di atas normal 36.5-37.5°C), kulit terasa sangat panas saat diraba, wajah kemerahan (flushing), dan bibir kering. Gejala seperti rewel, gelisah, mengigau, lemas, dan penolakan minum merupakan manifestasi dari dampak hipertermia terhadap status neurologis dan hidrasi. Hipertermia pada anak, terutama usia 3 tahun, merupakan kondisi serius karena dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi dan berisiko kejang demam, meskipun dalam kasus ini belum ada riwayatnya. Fokus perawatan adalah menurunkan suhu inti tubuh ke rentang normal dan mencegah komplikasi.
Luaran Keperawatan (SLKI - 1401: Suhu Tubuh dalam Rentang Normal): SLKI yang ditetapkan untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi adalah "Suhu Tubuh dalam Rentang Normal" dengan kode 1401. Luaran ini didefinisikan sebagai kondisi dimana suhu tubuh klien berada dalam batas yang ditetapkan. Kriteria hasil yang diharapkan untuk An. R meliputi: (1) Suhu tubuh turun dan stabil dalam rentang 36.5-37.5°C yang diukur secara akurat, (2) Tanda-tanda vital lain (nadi, pernapasan) stabil, (3) Tanda-tanda fisik hipertermia menghilang (kulit tidak lagi terasa panas secara berlebihan, wajah tidak kemerahan), (4) Anak tampak lebih nyaman, tidak rewel atau gelisah, dan (5) Status hidrasi membaik yang ditandai dengan bibir lembab dan keinginan untuk minum. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan yang diberikan efektif.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Untuk mencapai luaran SLKI 1401, diperlukan intervensi keperawatan yang spesifik dan terukur. SIKI yang relevan meliputi:
1. 3510: Pemantauan Suhu Tubuh - Intervensi ini melibatkan pengukuran dan analisis suhu tubuh untuk mendeteksi perubahan. Pada An. R, perawat akan melakukan pemantauan suhu secara berkala (misal setiap 1-2 jam) menggunakan termometer yang terkalibrasi, mencatat pola demam, serta mengobservasi tanda-tanda penyerta seperti menggigil atau diaforesis (berkeringat). Pemantauan ketat penting untuk mengevaluasi respons terhadap terapi dan mendeteksi dini jika demam semakin tinggi.
2. 0800: Manajemen Cairan - Hipertermia menyebabkan peningkatan kehilangan cairan melalui evaporasi dan diaforesis, berisiko menyebabkan dehidrasi. Tanda dehidrasi awal sudah terlihat pada An. R, yaitu bibir kering dan penolakan minum. Intervensi manajemen cairan mencakup upaya meningkatkan asupan cairan oral secara persuasif dan kreatif (misal menggunakan sedotan, gelas favorit, cairan dingin), memantau tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, produksi urin, mukosa membran), dan berkolaborasi untuk pemberian cairan intravena jika asupan oral tidak memadai. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
3. 6540: Manajemen Hipertermia - Ini adalah intervensi inti. Meliputi tindakan untuk mengurangi suhu tubuh tinggi dan memberikan kenyamanan. Tindakan yang dapat dilakukan antara lain: (a) Lingkungan: mengatur suhu ruangan, mengurangi selimut atau pakaian tebal, (b) Pendinginan Fisik: kompres hangat (bukan air dingin/es) di area lipatan pembuluh darah besar (ketiak, lipat paha) dan dahi, mandi air hangat, (c) Farmakologis: berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian antipiretik seperti parasetamol atau ibuprofen dengan dosis sesuai berat badan, dan (d) Istirahat: mengurangi aktivitas untuk menurunkan produksi panas metabolik. Seluruh tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan anak, serta edukasi kepada ibu tentang tata laksana demam di rumah.
Ketiga intervensi ini saling terkait dan dilaksanakan secara simultan. Pemantauan (3510) memberikan data untuk menilai efektivitas Manajemen Hipertermia (6540) dan Manajemen Cairan (0800). Pendekatan holistik ini bertujuan tidak hanya menurunkan angka suhu di termometer, tetapi juga mengatasi dampak sistemik dari hipertermia dan mencegah komplikasi, sehingga kondisi An. R dapat pulih dengan aman.
Article No. 24086 | 15 Feb 2026
Klinis : Halusinasi pendengaran terdengar suara2 di stasiun kereta dan merasakan goyangan seperti masih didalam kereta
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Halusinasi Pendengaran dan Persepsi Sensorik
Kode SDKI: 0902
Deskripsi Singkat: Perubahan persepsi sensorik: halusinasi pendengaran dan kinestetik yang menyebabkan klien mendengar suara-suara di stasiun kereta dan merasakan sensasi goyangan seperti berada dalam kereta, yang tidak sesuai dengan realitas objektif eksternal.
Kode SLKI: 0902
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kontrol Halusinasi". Tujuan akhirnya adalah klien dapat mengontrol halusinasinya. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Klien dapat mengenali tanda-tanda awal munculnya halusinasi (misalnya, perasaan cemas, kesepian). 2) Klien dapat melaporkan kepada perawat atau keluarga ketika halusinasi muncul. 3) Klien dapat menggunakan teknik distraksi atau koping untuk mengalihkan perhatian dari halusinasi, seperti beraktivitas fisik, berkomunikasi dengan orang lain, atau mendengarkan musik. 4) Klien dapat membedakan antara rangsangan nyata dan halusinasi. 5) Klien menunjukkan penurunan frekuensi, durasi, dan intensitas pengalaman halusinasi. 6) Klien mampu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan tanpa terganggu oleh halusinasi. Pencapaian SLKI ini diukur melalui observasi perilaku, laporan klien, dan kemampuan klien dalam menjalankan fungsi sosialnya.
Kode SIKI: 0902
Deskripsi : SIKI untuk "Kontrol Halusinasi" terdiri dari intervensi keperawatan yang terstruktur. Pertama, Membangun Hubungan Terapeutik dengan pendekatan empati dan tidak menghakimi untuk menciptakan rasa aman dan kepercayaan. Kedua, Observasi Perilaku Halusinasi dengan cermat, mencatat pemicu, frekuensi, durasi, dan respons emosional klien. Ketiga, Orientasi Realitas dengan lembut dan tanpa konfrontasi, mengingatkan klien pada waktu, tempat, dan orang, serta menyatakan bahwa perawat tidak mendengar atau merasakan hal yang sama. Keempat, Meningkatkan Kontrol Diri Klien dengan melatih teknik menghentikan halusinasi (misalnya, menyuruh suara untuk pergi), teknik distraksi (mengajak bicara, aktivitas fisik, mendengarkan musik), dan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan. Kelima, Memberikan Aktivitas Terstruktur yang menyita perhatian dan melibatkan interaksi sosial untuk mengurangi kesempatan klien berhalusinasi. Keenam, Kolaborasi dengan tim medis untuk terapi farmakologi dan dengan keluarga untuk memberikan dukungan dan pengawasan di rumah. Ketujuh, Pendidikan Kesehatan pada klien dan keluarga tentang kondisi, pengobatan, cara mengenali tanda awal, dan teknik koping yang efektif. Semua intervensi dilakukan dengan prinsip menjaga keselamatan klien dan orang lain, serta mempromosikan kemandirian klien dalam mengelola gejala.
Article No. 24054 | 15 Feb 2026
Klinis : Ny. D berusia 44 tahun, pekerjaan sebagai pegawai PPPK di perpustakaan wilayah Aceh, belum menikah, beragama Islam, dan tinggal di Kuta Alam. Pasien datang dengan keluhan lemas, tidak mampu beraktivitas, nyeri tekan pada perut, merasakan perutnya sedikit membesar, dan pusing. Pasien mengatakan susah BAB (BAB 2-3 hari bahkan lebih) dan sulit untuk tidur. Pasien sebelumnya berobat ke praktik dokter dan didiagnosis mioma uteri dan rencana operasi. Pasien tampak pucat, konjungtiva anemis, perut tampak membesar dan lemah. Pasien masuk dengan HB 3, nadi teraba lemah, akral dingin, bibir pucat, dan tidak ada mual atau muntah. TTV: TD: 143/91, N: 73x/m, RR: 19x/m, N: 35,9, TB: 168, BB: 58.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif dan Risiko Syok Hipovolemik
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke ekstremitas yang dapat mengancam kehidupan, terkait dengan kehilangan darah aktif atau kehilangan komponen darah.
Kode SLKI: L.14018
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Nadi perifer teraba kuat dan reguler, 3) Warna kulit dan membran mukosa normal, 4) Ekstremitas hangat, 5) Capillary refill waktu < 3 detik, 6) Tidak ada pusing, 7) Tingkat kesadaran baik.
Kode SIKI: I.14059
Deskripsi : Manajemen perdarahan. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda perdarahan (pucat, takikardia, hipotensi, penurunan kesadaran), 2) Monitor tanda vital dan capillary refill time, 3) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai program, 4) Kolaborasi pemberian transfusi komponen darah sesuai indikasi, 5) Atur posisi pasien untuk optimalkan sirkulasi (misalnya, trendelenburg modifikasi jika diperlukan), 6) Jaga kehangatan tubuh pasien, 7) Batasi aktivitas fisik, 8) Kolaborasi dalam pemberian terapi oksigen, 9) Edukasi pasien dan keluarga untuk melaporkan segera jika terjadi pusing, lemas bertambah, atau berkunang-kunang. Diagnosa ini dipilih karena pasien menunjukkan tanda-tanda anemia berat (Hb 3 gr/dL) yang sangat signifikan, kemungkinan besar akibat perdarahan kronis dari mioma uteri. Tanda seperti konjungtiva anemis, pucat, akral dingin, nadi lemah, dan lemas ekstrem mengindikasikan perfusi jaringan yang sangat terganggu dan risiko tinggi syok hipovolemik. Kondisi ini mengancam jiwa dan menjadi prioritas utama penanganan sebelum rencana operasi. Tindakan fokus pada resusitasi cairan, persiapan transfusi darah, dan pemantauan ketat untuk mencegah syok.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi.
Kode SLKI: L.03006
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Ekspresi wajah rileks, 2) Melaporkan nyeri berkurang/hilang (skala 0-3), 3) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan, 4) Tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.03029
Deskripsi : Manajemen nyeri. Tindakan keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (P, Q, R, S, T: Provokasi, Quality, Region, Severity, Time), 2) Ajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri (napas dalam, distraksi, relaksasi), 3) Atur posisi yang nyaman untuk pasien, 4) Lakukan kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi, 5) Evaluasi efektivitas dan efek samping intervensi pengurangan nyeri, 6) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik, 7) Ciptakan lingkungan yang tenang. Diagnosa ini didukung oleh keluhan pasien "nyeri tekan pada perut". Nyeri pada mioma uteri dapat terjadi akibat penekanan, degenerasi, atau torsio. Nyeri akut juga dapat memperburuk respons stres tubuh yang sudah dalam kondisi anemia. Manajemen nyeri penting untuk meningkatkan kenyamanan, mengurangi ansietas, dan memungkinkan pasien beristirahat dengan lebih baik sebelum menjalani tindakan operasi.
Kondisi: Konstipasi
Kode SDKI: D.0033
Deskripsi Singkat: Penurunan frekuensi buang air besar dari biasanya disertai dengan pengeluaran feses yang keras atau kering, dan/atau rasa tidak puas setelah buang air besar.
Kode SLKI: L.04005
Deskripsi : Eliminasi feses membaik. Kriteria hasil: 1) Feses lunak dan berbentuk, 2) Frekuensi BAB sesuai pola normal individu, 3) Tidak mengedan saat BAB, 4) Tidak ada nyeri/ketidaknyamanan saat BAB, 5) Tidak distensi abdomen.
Kode SIKI: I.04022
Deskripsi : Manajemen konstipasi. Tindakan keperawatan: 1) Kaji pola eliminasi biasa dan karakteristik feses, 2) Anjurkan peningkatan asupan cairan jika tidak terkontraindikasi, 3) Anjurkan peningkatan asupan serat sesuai toleransi, 4) Anjurkan aktivitas fisik ringan sesuai kondisi (misalnya, ambulasi di ruangan), 5) Ajarkan teknik pijat abdomen lembut searah jarum jam, 6) Kolaborasi pemberian laksatif atau pelunak feses sesuai indikasi, 7) Monitor distensi abdomen dan bising usus, 8) Sediakan privasi dan waktu yang cukup saat pasien ingin BAB. Diagnosa ini langsung diangkat dari keluhan pasien "susah BAB (BAB 2-3 hari bahkan lebih)". Konstipasi pada pasien ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor: efek penekanan massa mioma pada usus, imobilisasi relatif akibat lemas dan anemia, serta kemungkinan perubahan asupan makanan dan cairan. Konstipasi dapat memperberat rasa tidak nyaman di perut dan mempengaruhi nafsu makan serta kualitas tidur.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0062
Deskripsi Singkat: Gangguan pada kuantitas dan kualitas tidur (waktu, periode, istirahat) yang menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09008
Deskripsi : Perilaku tidur membaik. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan perasaan istirahat setelah tidur, 2) Durasi dan kualitas tidur sesuai kebutuhan, 3) Tanda vital dalam rentang normal, 4) Tidak terlihat lelah.
Kode SIKI: I.09024
Deskripsi : Manajemen gangguan tidur. Tindakan keperawatan: 1) Kaji kebiasaan dan pola tidur pasien di rumah, 2) Identifikasi faktor penyebab gangguan tidur (nyeri, ansietas, ketidaknyamanan, lingkungan), 3) Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (reduksi cahaya, kebisingan, suhu nyaman), 4) Atur jadwal aktivitas dan istirahat, 5) Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur, 6) Batasi asupan kafein di sore/malam hari, 7) Kolaborasi pemberian obat untuk memfasilitasi tidur jika diperlukan, 8) Minimalkan gangguan selama jam tidur (pengaturan jadwal pemeriksaan TTV). Diagnosa ini berdasarkan keluhan pasien "sulit untuk tidur". Gangguan tidur dapat dipicu oleh multiple faktor: nyeri abdomen, kecemasan akan diagnosis mioma dan rencana operasi, ketidaknyamanan akibat konstipasi dan perut membesar, serta efek fisiologis dari anemia berat seperti pusing dan malaise. Tidur yang tidak adekuat dapat menghambat proses penyembuhan dan memperburuk toleransi pasien terhadap kondisi anemianya.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman samar atau takut disertai respons otonom (sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan khawatir karena antisipasi bahaya.
Kode SLKI: L.12001
Deskripsi : Kontrol ansietas. Kriteria hasil: 1) Ekspresi wajah rileks, 2) Mengungkapkan ansietas berkurang, 3) Tanda vital dalam rentang normal, 4) Dapat beristirahat dengan tenang.
Kode SIKI: I.12031
Deskripsi : Manajemen ansietas. Tindakan keperawatan: 1) Kaji tingkat ansietas dan respons fisiologis (tanda vital), 2) Dengarkan keluhan dan perasaan pasien dengan penuh perhatian, 3) Berikan informasi yang jelas dan jujur tentang kondisi penyakit, rencana operasi, dan prosedur yang akan dijalani, 4) Ajarkan teknik relaksasi (napas dalam, relaksasi otot progresif), 5) Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan emosional, 6) Fasilitasi kebutuhan spiritual pasien (mendoakan, membaca Al-Qur'an), 7) Rujuk ke tenaga kesehatan spiritual jika diperlukan. Diagnosa ini bersifat potensial atau aktual. Dapat diasumsikan pasien mengalami ansietas terkait dengan kondisi sakitArticle No. 24055 | 15 Feb 2026
Klinis : Ny. D berusia 44 tahun, pekerjaan sebagai pegawai PPPK di perpustakaan wilayah Aceh, belum menikah, beragama Islam, dan tinggal di Kuta Alam. Pasien datang dengan keluhan lemas, tidak mampu beraktivitas, nyeri tekan pada perut, merasakan perutnya sedikit membesar, dan pusing. Pasien mengatakan susah BAB (BAB 2-3 hari bahkan lebih) dan sulit untuk tidur. Pasien sebelumnya berobat ke praktik dokter dan didiagnosis mioma uteri dan rencana operasi. Pasien tampak pucat, konjungtiva anemis, perut tampak membesar dan lemah. Pasien masuk dengan HB 3, nadi teraba lemah, akral dingin, bibir pucat, dan tidak ada mual atau muntah. TTV: TD: 143/91, N: 73x/m, RR: 19x/m, N: 35,9, TB: 168, BB: 58.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Anemia Berat Akibat Perdarahan Kronis (Mioma Uteri)
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Penurunan kapasitas darah untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh yang berhubungan dengan kehilangan darah kronis akibat mioma uteri, ditandai dengan lemas, pucat (konjungtiva anemis, bibir pucat), pusing, nadi lemah, akral dingin, dan hasil laboratorium Hb 3 gr/dL.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (TD: 110-130/70-90 mmHg, Nadi: 60-100x/menit kuat dan teratur). 2) Mukosa bibir lembab. 3) Turgor kulit baik (kembali < 2 detik). 4) Produksi urine adekuat (0,5-1 mL/kgBB/jam). 5) Kadar hemoglobin meningkat mendekati nilai normal (≥12 gr/dL). 6) Kulit hangat dan kering. 7) Pasien melaporkan penurunan keluhan pusing dan lemas. Pada kasus Ny. D, tujuan utamanya adalah stabilisasi hemodinamik melalui transfusi darah dan pemantauan ketat untuk mencegah syok hipovolemik lebih lanjut, serta mempersiapkan kondisi optimal untuk tindakan operasi.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : Manajemen transfusi darah. Intervensi keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) sebelum, selama, dan setelah transfusi. 2) Lakukan pemasangan akses intravena dengan kateter ukuran adekuat. 3) Verifikasi order transfusi dan kesesuaian produk darah (darah lengkap atau packed red cells) dengan data pasien bersama petugas lain sesuai protokol. 4) Lakukan pemeriksaan awal tanda-tanda reaksi transfusi (gatal, sesak, demam, nyeri). 5) Atur kecepatan transfusi sesuai order (biasanya lambat di awal). 6) Pantau ketat keluaran urine sebagai indikator perfusi ginjal. 7) Observasi terus tanda-tanda perdarahan lebih lanjut atau syok. 8) Berikan edukasi pada pasien tentang tujuan dan tanda-tanda bahaya transfusi. 9) Kolaborasi pemberian terapi oksigen jika diperlukan. 10) Dokumentasi lengkap setiap tahapan transfusi. Intervensi ini krusial untuk mengatasi ancaman nyawa akibat anemia berat (Hb 3) pada Ny. D.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0021
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, berhubungan dengan tekanan mioma pada organ sekitarnya dan distensi abdomen, ditandai dengan laporan verbal nyeri tekan pada perut, ekspresi wajah menahan sakit, dan perilaku melindungi area abdomen.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan penurunan skala nyeri (menggunakan skala 0-10) menjadi ≤3. 2) Ekspresi wajah rileks. 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 4) Pasien mampu beristirahat dan tidur dengan cukup. 5) Pasien mampu menunjukkan teknik non-farmakologi yang digunakan untuk mengurangi nyeri. Tujuan untuk Ny. D adalah mengurangi ketidaknyamanan sebelum operasi, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi stres yang dapat memperburuk kondisi hemodinamiknya.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : Manajemen nyeri. Intervensi keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri komprehensif (P, Q, R, S, T: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, Waktu). 2) Ajarkan teknik relaksasi napas dalam dan distraksi. 3) Bantu posisi yang nyaman, misalnya semi-Fowler. 4) Lakukan kolaborasi pemberian analgesik sesuai order (mempertimbangkan kondisi anemia), evaluasi efektivitas dan efek samping. 5) Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah intervensi. 6) Berikan kompres hangat pada abdomen jika tidak ada kontraindikasi (seperti perdarahan aktif). 7) Kurangi rangsangan lingkungan yang dapat meningkatkan stres. 8) Edukasi pasien tentang hubungan nyeri dengan penyakitnya dan pentingnya melaporkan nyeri. Intervensi ini membantu mengelola nyeri tekan yang dialami Ny. D secara holistik.
Kondisi: Konstipasi
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Penurunan frekuensi defekasi dan/atau pengeluaran feses yang keras dan kering, berhubungan dengan imobilitas relatif, nyeri, dan kemungkinan efek tekanan mioma pada usus, ditandai dengan laporan pasien sulit BAB (2-3 hari atau lebih), perut terasa membesar, dan nyeri tekan.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Eliminasi fekal. Kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan peningkatan frekuensi defekasi sesuai pola normalnya. 2) Konsistensi feses lunak dan mudah dikeluarkan. 3) Pasien tidak mengeluh kembung atau rasa penuh di perut. 4) Bunyi usus dalam rentang normal (5-35 kali/menit). 5) Pasien mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah konstipasi (seperti meningkatkan asupan cairan dan serat jika memungkinkan). Mengingat rencana operasi, tujuan jangka pendek adalah memfasilitasi eliminasi yang lebih nyaman untuk mengurangi distensi dan ketidaknyamanan tambahan.
Kode SIKI: I.04121
Deskripsi : Manajemen konstipasi. Intervensi keperawatan: 1) Kaji pola eliminasi biasa, kebiasaan, dan karakteristik feses terakhir. 2) Auskultasi bising usus. 3) Anjurkan peningkatan asupan cairan secara bertahap sesuai toleransi dan kondisi hemodinamik. 4) Kolaborasi pemberian laksatif atau pelunak feses sesuai order dokter, dengan mempertimbangkan rencana operasi. 5) Ajarkan teknik pijat perut lembut searah jarum jam jika nyeri memungkinkan. 6) Anjurkan mobilisasi bertahap sesuai kemampuan untuk stimulasi peristaltik. 7) Monitor distensi abdomen dan keluhan terkait. 8) Ciptakan lingkungan privasi saat pasien ingin defekasi. 9) Edukasi tentang faktor penyebab konstipasi dalam kondisinya. Intervensi ini penting untuk mengatasi keluhan sulit BAB yang memperberat rasa tidak nyaman Ny. D.
Article No. 24056 | 15 Feb 2026
Klinis : Ds : Pasien mengatakan sering melukai diri sendiri. Do : Tampak luka memar dan bekas sayatan di tangan pasien. tentukan SDKI, SLKI, SIKI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perilaku Kekerasan Diri Sendiri
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko untuk melakukan perilaku yang dapat menyebabkan cedera fisik, luka, atau kematian pada diri sendiri.
Kode SLKI: 4301
Deskripsi : Perilaku kekerasan diri sendiri dapat dicegah. Indikator ini mencakup serangkaian tindakan yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko, melindungi individu dari bahaya, dan mengembangkan strategi koping yang sehat. Fokus utamanya adalah pada pencegahan aktif melalui pengawasan, penciptaan lingkungan yang aman (misalnya, menghilangkan benda-benda tajam atau berbahaya), dan kontrak keselamatan (perjanjian untuk tidak melukai diri). Perawat juga berperan dalam memantau tanda-tanda peningkatan stres atau dorongan untuk melukai diri, serta memberikan pendampingan dan dukungan emosional. Pencegahan juga melibatkan edukasi kepada individu dan keluarganya mengenai tanda peringatan dan cara mencari bantuan. Tujuan akhir SLKI ini adalah memastikan keamanan fisik individu secara langsung dan berkelanjutan.
Kode SIKI: 4210
Deskripsi : Manajemen Perilaku Kekerasan Diri Sendiri. Intervensi keperawatan ini berfokus pada pendekatan komprehensif untuk menangani penyebab dan manifestasi dari keinginan melukai diri. Langkah pertama adalah melakukan asesmen mendalam terhadap faktor risiko, intensitas, frekuensi, metode, dan pemicu perilaku tersebut, serta mengevaluasi dukungan sosial dan sistem koping yang dimiliki. Intervensi kunci termasuk membangun hubungan terapeutik yang penuh rasa percaya dan empati, tanpa menghakimi. Perawat mengajarkan teknik pengelolaan emosi dan stres, seperti relaksasi, mindfulness, atau pengalihan (distraksi) yang aman. Melakukan kontrak keselamatan yang jelas dan spesifik adalah bagian vital. Perawat juga berkolaborasi dengan tim kesehatan jiwa (psikiater, psikolog) untuk terapi modalitas seperti Terapi Perilaku Dialektik (DBT) yang sangat efektif untuk kondisi ini. Dukungan keluarga dilibatkan untuk meningkatkan pengawasan dan pemahaman. Intervensi juga mencakup penanganan luka secara fisik jika ada, dengan tetap menunjukkan kepedulian terhadap penderitaan emosional yang mendasarinya. Evaluasi terus-menerus terhadap efektivitas rencana keselamatan dan penyesuaian intervensi dilakukan sesuai kebutuhan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433