Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24111 | 17 Feb 2026
Klinis : Ds : Keluarga mengatakan pasien tampak meringis kesakitan saat posisi diubah Keluarga mengatakan pasien sudah lama tirah baring semenjak terkena stroke Keluarga menyatakan pasien tidak nyaman pada daerah sakrum Do : Pasien dengan Stroke Non-Hemoragik Imobilisasi/ Tirah baring total selama 3 bulan terakhir Terdapat luka tekan Grade II di daerah Sakrum Ukuran luka : ± 4 cm Jaringan luka lembab dan kemerahan Turgor kulit menurun
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan menyajikan diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), disesuaikan dengan kondisi pasien yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI-SLKI-SIKI)
Berdasarkan Standar PPNI
Kondisi Pasien
- Data Subjektif (DS):
- Keluarga mengatakan pasien tampak meringis kesakitan saat posisi diubah.
- Keluarga mengatakan pasien sudah lama tirah baring semenjak terkena stroke.
- Keluarga menyatakan pasien tidak nyaman pada daerah sakrum.
- Data Objektif (DO):
- Pasien dengan Stroke Non-Hemoragik.
- Imobilisasi/ Tirah baring total selama 3 bulan terakhir.
- Terdapat luka tekan Grade II di daerah Sakrum.
- Ukuran luka: ± 4 cm.
- Jaringan luka lembab dan kemerahan.
- Turgor kulit menurun.
1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)
Berdasarkan data yang terkumpul, diagnosa keperawatan utama yang paling relevan adalah:
Kode
Diagnosa Keperawatan
Definisi
D.0129
Kerusakan Integritas Kulit/Jaringan
Kerusakan kulit (dermis dan/atau epidermis) atau jaringan (membran mukosa, kornea, fasia, otot, tendon, tulang, kartilago, kapsul sendi dan/atau ligamen).
Penjelasan Diagnosa:
Diagnosa Kerusakan Integritas Kulit/Jaringan (D.0129) sangat tepat untuk kondisi pasien ini karena adanya luka tekan Grade II di daerah sakrum. Luka tekan adalah bentuk kerusakan integritas kulit dan jaringan yang disebabkan oleh tekanan berkepanjangan, gesekan, atau kombinasi keduanya.
Penyebab (Etiologi) yang mendukung:
- Imobilisasi: Pasien tirah baring total selama 3 bulan terakhir akibat stroke, yang merupakan faktor risiko utama terjadinya luka tekan.
- Tekanan:
-
Article No. 24112 | 17 Feb 2026
Klinis : Seorang pasien laki-laki 58 tahun dirawat di ICU dengan gagal napas akut dan menggunakan ventilator. Secara fisiologis kondisi stabil, tetapi pasien tampak gelisah saat sadar dan keluarga terlihat cemas berlebihan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah suatu keadaan perasaan gelisah, ketakutan, atau khawatir yang tidak jelas sumbernya, disertai dengan respons otonom (sumbernya mungkin tidak disadari), yang merupakan suatu respons terhadap ancaman yang tidak spesifik atau tidak diketahui.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Mengurangi ansietas. Deskripsi Luaran: Pasien menunjukkan perilaku dan laporan verbal yang mengindikasikan penurunan ansietas, ditandai dengan: 1) Mengungkapkan perasaan berkurangnya ketegangan, ketakutan, atau kekhawatiran; 2) Menunjukkan penurunan tanda-tanda fisiologis ansietas (misalnya, penurunan frekuensi nadi dan pernapasan, tekanan darah stabil, tidak berkeringat, pupil normal, tonus otot normal); 3) Menunjukkan penurunan tanda-tanda perilaku ansietas (misalnya, gelisah, tremor, ketegangan wajah); 4) Mengungkapkan kemampuan untuk mengatasi situasi; 5) Tidur dan istirahat dengan adekuat; 6) Konsentrasi dan perhatian membaik.
Kode SIKI: 6530
Deskripsi : Pengurangan Ansietas. Tindakan Keperawatan: 1) Kaji tingkat ansietas pasien (ringan, sedang, berat, panik) dan faktor pencetus/pemberat. 2) Bina hubungan saling percaya dengan pasien dan keluarga. 3) Temani pasien dan tawarkan dukungan emosional. 4) Gunakan komunikasi terapeutik: dengarkan dengan penuh perhatian, berikan validasi terhadap perasaan, hindari penilaian. 5) Berikan informasi yang jujur, akurat, dan mudah dipahami tentang kondisi, prosedur, dan lingkungan ICU (misalnya, suara alarm ventilator, prosedur rutin). 6) Libatkan keluarga dalam perawatan sesuai kondisi pasien, berikan penjelasan dan dukungan kepada keluarga untuk mengurangi kecemasan mereka yang dapat menular ke pasien. 7) Kurangi stimulus lingkungan yang tidak perlu (kebisingan, cahaya berlebihan, lalu lintas orang). 8) Bantu pasien mengidentifikasi mekanisme koping yang biasa digunakan dan efektif. 9) Ajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam (jika kooperatif dan tidak bertentangan dengan kondisi ventilator) atau imajinasi terbimbing. 10) Kolaborasi pemberian obat ansiolitik sesuai resep dan evaluasi efeknya. 11) Fasilitasi kebutuhan spiritual pasien. 12) Evaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Definiensi Operasional: Serangkaian tindakan keperawatan yang direncanakan untuk mengurangi perasaan gelisah, ketakutan, atau kekhawatiran pada pasien dan/atau keluarga dengan pendekatan holistik, meliputi dukungan psikologis, edukasi, modifikasi lingkungan, dan kolaborasi farmakologis.
-
Article No. 24113 | 17 Feb 2026
Klinis : DS: - Pasien mengeluh berdebar-debar - Pasien mengatakan mudah lelah - Pasien mengeluh sering berkeringat DO: - HR: 118 x/menit, Takikardi - Pernapasan 22 x/menit - TD: 140/85 mmHg - Tremor halus tangan (+) - Kelenjar tiroid membesar (struma) - T3 ↑, T4 ↑, TSH ↓
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Tirotoksikosis dengan Struma Difus (Penyakit Graves)
Kode ICD-10: E05.00
Deskripsi Singkat : Kondisi ini adalah tirotoksikosis, suatu sindrom klinis akibat kelebihan hormon tiroid dalam sirkulasi darah, yang dalam kasus ini disebabkan oleh penyakit Graves (tirotoksikosis dengan struma difus). Temuan subjektif (DS) seperti berdebar-debar, mudah lelah, dan sering berkeringat, serta temuan objektif (DO) seperti takikardia (HR 118), tremor halus, dan pembesaran kelenjar tiroid (struma) sangat khas. Konfirmasi laboratorium menunjukkan peningkatan hormon tiroid (T3 dan T4) dengan penekanan hormon perangsang tiroid (TSH). Kode ICD-10 E05.00 secara spesifik mengindikasikan "Tirotoksikosis dengan struma difus tanpa menyebutkan tirotoksikosis badai". Kode ini berada dalam bab "Penyakit Endokrin, Nutrisi, dan Metabolik" (E00-E90), lebih tepatnya di bawah blok "Gangguan Tiroid Lainnya" (E00-E07). Penggunaan kode ini memerlukan konfirmasi diagnosis oleh dokter, biasanya melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti yang tercantum. Penting untuk membedakannya dari penyebab tirotoksikosis lainnya (seperti nodul toksik atau tiroiditis) karena memiliki kode ICD-10 yang berbeda dan penatalaksanaan jangka panjang yang mungkin tidak sama.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24114 | 17 Feb 2026
Klinis : DS: - Pasien mengeluh berdebar-debar - Pasien mengatakan mudah lelah - Pasien mengeluh sering berkeringat DO: - HR: 118 x/menit, Takikardi - Pernapasan 22 x/menit - TD: 140/85 mmHg - Tremor halus tangan (+) - Kelenjar tiroid membesar (struma) - T3 ↑, T4 ↑, TSH ↓
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertiroidisme / Tirotoksikosis (Berdasarkan Data Pasien)
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan berhubungan dengan peningkatan metabolisme, hipertermia, diaforesis, dan takikardi.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk pasien (TD, nadi, pernapasan), turgor kulit baik, membran mukosa lembab, haluaran urine adekuat, tidak ada tanda dehidrasi atau kelebihan beban cairan, serta keseimbangan masukan dan haluaran. Dalam konteks hipertiroidisme, fokusnya adalah pada pemantauan dan pencegahan kehilangan cairan berlebihan melalui mekanisme seperti diaforesis (berkeringat banyak) dan peningkatan laju pernapasan. Perawat akan memantau tanda-tanda vital secara ketat, khususnya takikardi dan peningkatan suhu tubuh yang dapat memperburuk kehilangan cairan, mendorong asupan cairan yang adekuat untuk menggantikan kehilangan, serta memantau haluaran urine dan tanda klinis dehidrasi lainnya seperti turgor kulit dan kelembaban membran mukosa.
Kode SIKI: I.11070
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi keperawatan ini melibatkan serangkaian tindakan untuk mempromosikan, mempertahankan, dan memulihkan keseimbangan cairan. Pada pasien dengan gejala hipertiroid seperti takikardi, diaforesis, dan peningkatan laju metabolisme, intervensi spesifik meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan, suhu) secara teratur dan lebih sering untuk mendeteksi perubahan dini. 2) Mengajarkan dan mendorong pasien untuk meningkatkan asupan cairan oral (misalnya, 2-3 liter per hari jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengkompensasi kehilangan cairan melalui keringat dan pernapasan. 3) Memantau haluaran urine (jumlah, warna, berat jenis) sebagai indikator status hidrasi. 4) Memantau tanda-tanda dehidrasi seperti turgor kulit, kelembaban membran mukosa, rasa haus, dan penurunan tekanan darah ortostatik. 5) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi farmakologis (seperti antitiroid) untuk mengatasi penyebab dasar peningkatan metabolisme, sehingga secara tidak langsung membantu menstabilkan kebutuhan dan kehilangan cairan. 6) Menciptakan lingkungan yang sejuk dan nyaman untuk mengurangi diaforesis. 7) Mendokumentasikan masukan dan haluaran cairan secara akurat. Tindakan-tindakan ini bertujuan untuk mencegah komplikasi seperti dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan beban jantung berlebih akibat takikardi yang diperberat oleh volume cairan yang tidak adekuat.
Kondisi: Hipertiroidisme / Tirotoksikosis (Berdasarkan Data Pasien)
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan kelemahan otot, kelelahan, dan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen akibat peningkatan metabolisme.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Kriteria hasil meliputi: pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan atau tanda-tanda intoleransi (seperti takikardi, sesak napas, pusing), mampu mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kelelahan, serta mempraktikkan teknik penghematan energi. Pada pasien hipertiroid, tujuan utamanya adalah mencapai tingkat aktivitas yang sesuai dengan kemampuan fisiologisnya yang terbatas sementara akibat penyakit. Perawat akan mengevaluasi respons fisiologis (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Pasien diharapkan dapat berpartisipasi dalam perawatan diri secara bertahap, melaporkan penurunan keluhan mudah lelah, dan menunjukkan pemahaman tentang pentingnya istirahat dan aktivitas yang seimbang.
Kode SIKI: I.03006
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi ini ditujukan untuk mengatur penggunaan energi untuk memperlambat kelelahan dan meningkatkan fungsi. Langkah-langkah spesifik untuk pasien hipertiroid meliputi: 1) Mengkaji tingkat kelelahan dan kemampuan fungsional pasien secara berkala. 2) Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (mandi, menyisir rambut), istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas, dan mengatur prioritas aktivitas. 3) Mendorong periode istirahat yang cukup, termasuk tidur malam yang nyenyak dan istirahat siang. 4) Kolaborasi dalam pemberian obat antitiroid untuk menurunkan laju metabolisme, yang pada akhirnya akan mengurangi kelelahan dan meningkatkan toleransi aktivitas. 5) Membantu pasien dalam menyusun jadwal aktivitas harian yang realistis, menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat. 6) Memantau respons tanda vital terhadap aktivitas untuk mencegah aktivitas yang berlebihan. 7) Memberikan dukungan nutrisi yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan kalori yang meningkat akibat hipermetabolisme. Dengan intervensi ini, diharapkan pasien dapat beradaptasi dengan kondisi kelemahannya sementara dan mencegah kelelahan yang memperburuk kondisi.
Kondisi: Hipertiroidisme / Tirotoksikosis (Berdasarkan Data Pasien)
Kode SDKI: D.0124
Deskripsi Singkat: Ansietas berhubungan dengan stimulasi sistem saraf pusat akibat efek hormon tiroid berlebihan dan perubahan status kesehatan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol ansietas. Kriteria hasil mencakup: pasien dapat mengidentifikasi tanda dan gejala ansietasnya, melaporkan penurunan perasaan gugup dan berdebar-debar, menunjukkan perilaku yang tenang (misalnya, tremor berkurang, mampu istirahat), serta menggunakan strategi koping yang efektif untuk mengurangi kecemasan. Dalam konteks hipertiroid, ansietas seringkali merupakan manifestasi fisiologis langsung dari kelebihan hormon tiroid yang merangsang sistem saraf. Oleh karena itu, tujuan perawatan tidak hanya manajemen psikologis tetapi juga kontrol fisiologis. Pasien diharapkan menunjukkan penurunan gejala seperti kegelisahan motorik (tremor) dan keluhan berdebar-debar seiring dengan terkontrolnya kadar hormon tiroid.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Pengurangan Ansietas. Intervensi ini melibatkan tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan perasaan khawatir, takut, dan gelisah. Implementasi pada pasien hipertiroid bersifat komprehensif: 1) Mengkaji tingkat ansietas dan manifestasinya (subjektif seperti perasaan gugup, dan objektif seperti tremor, takikardi). 2) Menciptakan lingkungan yang tenang, nyaman, dan tidak terlalu merangsang (misalnya, mengurangi kebisingan, pengunjung). 3) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan progresif untuk membantu mengontrol respons fisiologis. 4) Memberikan penjelasan yang jelas tentang penyakit, pengobatan, dan kemajuan kondisinya untuk mengurangi ansietas akibat ketidaktahuan. 5) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis: obat antiansietas mungkin diberikan untuk gejala akut, tetapi yang utama adalah obat antitiroid (seperti propiltiourasil atau metimazol) untuk mengatasi akar penyebab ansietas fisiologis. 6) Memantau tanda-tanda vital dan gejala ansietas secara teratur. 7) Memberikan dukungan emosional dan mendengarkan keluhan pasien dengan empati. Pendekatan ini menggabungkan manajemen penyebab organik (hipertiroid) dengan dukungan psikologis untuk mengatasi ansietas secara holistik.
-
Article No. 24115 | 17 Feb 2026
Klinis : DS: - Pasien mengatakan tidak nafsu makan - Pasien mengeluh merasa mual - Pasien mengeluh diare 3-4x/hari DO: - BB turun 8 kg dalam 3 bulan - IMT: 18,75 kg/m²(Berat badan kurang (Underweight)) - Konjungtiva anemis - Turgor kulit menurun - Peristaltik usus: 28 x/menit - Albumin: 3,0 g/dL (↓)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh adalah keadaan individu yang berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada kasus ini, data menunjukkan bahwa risiko tersebut telah termanifestasi menjadi masalah aktual. Pasien mengalami penurunan berat badan yang signifikan (8 kg dalam 3 bulan), IMT dalam kategori underweight (18,75 kg/m²), dan penurunan kadar albumin (3,0 g/dL). Hal ini diperparah dengan gejala subjektif seperti anoreksia, mual, dan diare yang menyebabkan peningkatan kehilangan nutrisi dan gangguan penyerapan. Konjungtiva anemis mengindikasikan kemungkinan defisiensi nutrisi seperti zat besi atau vitamin B12, sementara turgor kulit menurun menunjukkan dehidrasi sekunder akibat diare. Peningkatan peristaltik usus (28x/menit) mengkonfirmasi adanya hiperaktivitas usus yang memperburuk diare. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan siklus malnutrisi yang dapat mengarah pada penurunan fungsi imun, penyembuhan lambat, dan kelemahan otot.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : SLKI L.1.1.1 berfokus pada Pemantauan Status Nutrisi. Intervensi keperawatan yang komprehensif mencakup pemantauan berat badan secara teratur dan akurat untuk melacak tren penurunan, pengukuran antropometri (seperti IMT dan lingkar lengan atas), serta pemantauan asupan makanan dan cairan secara detail setiap hari. Perawat juga harus memantau tanda-tanda klinis malnutrisi lebih lanjut seperti edema, kekeringan kulit/rambut, dan kelemahan. Pemantauan hasil laboratorium seperti albumin, prealbumin, hemoglobin, dan elektrolit sangat krusial untuk menilai keparahan dan respons terhadap intervensi. Selain itu, penting untuk memantau faktor penyebab, seperti frekuensi dan karakteristik diare, serta intensitas keluhan mual. Dokumentasi yang cermat dari semua parameter ini akan menjadi dasar evaluasi efektivitas rencana perawatan dan kebutuhan modifikasi intervensi.
Kode SIKI: I.1.1.1
Deskripsi : SIKI I.1.1.1 adalah Intervensi Manajemen Nutrisi. Tindakan spesifik yang harus dilakukan perawat meliputi: Pertama, kolaborasi dengan ahli gizi untuk melakukan assessment nutrisi lengkap dan menyusun rencana diet tinggi kalori dan tinggi protein yang disesuaikan dengan toleransi pasien, mungkin dalam porsi kecil namun sering. Kedua, mengatasi gejala yang menghambat asupan, seperti mengatur pemberian obat antiemetik (untuk mual) dan antidiare sesuai kolaborasi dengan dokter, serta menciptakan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau menyengat. Ketiga, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi, pilihan makanan yang padat nutrisi, dan teknik mengatasi mual. Keempat, dapat dilakukan kolaborasi untuk pemberian suplemen nutrisi oral atau, jika diperlukan, terapi nutrisi enteral/parenteral. Kelima, intervensi untuk memantau dan mencegah komplikasi dehidrasi dengan mendorong asupan cairan yang adekuat dan memantau tanda-tanda dehidrasi. Seluruh tindakan ini harus dilakukan dengan pendekatan holistik, mempertimbangkan kondisi psikologis pasien yang mungkin juga memengaruhi nafsu makan, dan dilakukan evaluasi berkala terhadap pencapaian target berat badan serta perbaikan parameter laboratorium.
-
Article No. 24116 | 17 Feb 2026
Klinis : DS: - Pasien mengatakan tidak nafsu makan - Pasien mengeluh merasa mual - Pasien mengeluh diare 3-4x/hari DO: - BB turun 8 kg dalam 3 bulan - IMT: 18,75 kg/m²(Berat badan kurang (Underweight)) - Konjungtiva anemis - Turgor kulit menurun - Peristaltik usus: 28 x/menit - Albumin: 3,0 g/dL (↓)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dinamis dimana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03120
Deskripsi : SLKI L.03120: Manajemen Nutrisi. Tujuan dari SLKI ini adalah agar kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi. Luaran yang diharapkan dapat diukur melalui indikator-indikator seperti: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan, 2) Berat badan stabil atau meningkat mencapai target, 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) dalam rentang normal, 4) Tidak ada tanda-tanda malnutrisi lebih lanjut (seperti edema, kulit kering bersisik, rambut mudah rontok), 5) Pasien melaporkan peningkatan nafsu makan dan penurunan keluhan gastrointestinal, serta 6) Pasien dan keluarga memahami pentingnya pemenuhan nutrisi dan jenis makanan yang dianjurkan. Pada kasus ini, target utama adalah menghentikan penurunan berat badan, menaikkan berat badan secara bertahap hingga mencapai IMT normal (>18.5 kg/m²), meningkatkan kadar albumin, memperbaiki turgor kulit, dan menghilangkan keluhan mual serta diare.
Kode SIKI: I.05280
Deskripsi : SIKI I.05280: Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan sistematis untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi pasien. Langkah-langkahnya meliputi: 1) **Pengkajian Komprehensif**: Memantau asupan makanan dan cairan secara ketat setiap hari, menimbang berat badan secara teratur (misal 2-3 kali seminggu), mengobservasi tanda klinis malnutrisi (turgor kulit, konjungtiva), dan memantau frekuensi serta karakteristik diare. 2) **Kolaborasi dan Rujukan**: Berkolaborasi dengan dokter untuk terapi medis mengatasi penyebab mual dan diare (misalnya pemberian antiemetik atau antidiare jika indikasi), serta dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan jenis diet yang tepat (misal diet tinggi kalori tinggi protein/ TKTP, rendah serat untuk sementara waktu, makanan lunak, porsi kecil tapi sering). Kolaborasi juga mungkin diperlukan untuk pemberian suplementasi nutrisi oral atau terapi parenteral jika asupan oral sangat kurang. 3) **Intervensi Langsung**: Menciptakan lingkungan makan yang nyaman, bebas bau yang memualkan. Menganjurkan dan membantu pasien untuk makan dalam porsi kecil namun sering (6-8 kali sehari). Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi, jenis makanan yang dianjurkan (sumber protein seperti telur, ikan, ayam, tempe), dan cara pengolahannya yang mudah dicerna. Menganjurkan konsumsi cairan di sela waktu makan, bukan bersamaan, untuk menghindari rasa cepat kenyang. 4) **Edukasi dan Dukungan**: Mengajarkan pasien dan keluarga untuk mengenali tanda dehidrasi dan malnutrisi. Memberikan dukungan psikologis karena penurunan nafsu makan dan berat badan dapat menimbulkan kecemasan. Memotivasi pasien untuk mencapai target peningkatan berat badan secara bertahap. 5) **Evaluasi**: Mengevaluasi efektivitas intervensi dengan membandingkan data berat badan, asupan makanan, hasil laboratorium (albumin), dan pengurangan keluhan subjektif pasien secara berkala, serta menyesuaikan rencana intervensi berdasarkan respons pasien.
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: B.3.2
Deskripsi Singkat: Keadaan dinamis dimana individu berisiko mengalami penurunan volume sirkulasi, intravaskuler, atau interstitial.
Kode SLKI: L.04030
Deskripsi : SLKI L.04030: Manajemen Keseimbangan Cairan. Tujuan dari SLKI ini adalah agar keseimbangan cairan dan elektrolit pasien terjaga. Luaran yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah) dalam rentang normal untuk pasien, 2) Turgor kulit membaik (kembali elastis dalam waktu < 2 detik), 3) Membran mukosa lembab, 4) Produksi urin adekuat (output >0.5 mL/kgBB/jam), 5) Keseimbangan cairan (input dan output) mendekati seimbang, 6) Frekuensi diare menurun atau berhenti, 7) Pasien tidak mengeluh haus berlebihan atau lemas, serta 8) Nilai laboratorium terkait (seperti hematokrit, natrium) stabil dalam batas normal. Pada kondisi pasien dengan diare dan turgor menurun, target utamanya adalah mencegah berkembangnya defisit volume cairan yang nyata dengan memulihkan hidrasi dan mengatasi penyebab kehilangan cairan.
Kode SIKI: I.08030
Deskripsi : SIKI I.08030: Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi ini difokuskan pada pemantauan, pencegahan, dan koreksi terhadap ketidakseimbangan cairan. Tindakan yang dilakukan meliputi: 1) **Pemantauan Ketat**: Memonitor tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, suhu, pernapasan) secara berkala, mengobservasi tanda dehidrasi (turgor kulit, mata cekung, status membran mukosa), serta mencatat intake dan output cairan secara akurat termasuk volume diare. Memantau berat badan harian untuk mendeteksi perubahan cairan yang cepat. 2) **Intervensi Pemberian Cairan**: Menganjurkan dan memastikan pasien meningkatkan asupan cairan oral secara bertahap, seperti air putih, oralit, atau cairan elektrolit lainnya. Menganjurkan untuk menghindari minuman yang bersifat diuretik (seperti kopi, teh kental) atau yang merangsang usus. Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian cairan intravena jika asupan oral tidak memadai atau tanda dehidrasi memberat. 3) **Mengatasi Penyebab**: Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi untuk mengatasi diare (misalnya obat antidiare, antibiotik jika disebabkan infeksi). Memberikan edukasi pada pasien tentang pentingnya menjaga kebersihan makanan dan tangan untuk mencegah diare infeksius berulang. 4) **Edukasi Pasien dan Keluarga**: Mengajarkan keluarga cara membuat dan memberikan oralit. Menjelaskan tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai dan kapan harus segera mencari pertolongan. Menganjurkan pola minum sedikit-sedikit tetapi sering untuk memudahkan absorpsi. 5) **Evaluasi**: Mengevaluasi status hidrasi pasien setiap shift berdasarkan data pemantauan klinis dan keseimbangan cairan, serta menyesuaikan rencana intervensi berdasarkan perkembangan kondisi pasien.
-
Article No. 24117 | 17 Feb 2026
Klinis : Tidak ada denyut nadi dan tidak ada pernapasan Pada pukul 10:25 pagi, seorang pria berusia 48 tahun dengan riwayat hipertensi mengunjungi rumah sakit setempat dengan keluhan nyeri dada dan sesak napas yang dimulai 3 hari sebelumnya. Saat tiba di ruang gawat darurat, ia dalam kondisi hemodinamik tidak stabil (tekanan darah: 70/30 mmHg, denyut jantung: sulit diukur, laju pernapasan: 35 napas per menit). Pada pukul 10:33 pagi, pasien mengalami takikardia ventrikular berkelanjutan dan kehilangan kesadaran, E1V1M1, yang menyebabkan henti jantung dalam 10 detik. Ia tidak memiliki denyut nadi karotis atau femoral yang teraba, dan tidak ada pernapasan spontan. Selanjutnya, resusitasi dilakukan; fibrilasi ventrikular (VF) terdeteksi setelah 5 menit CPR. Resusitasi dilakukan dengan mematuhi secara ketat pedoman dukungan hidup kardiak lanjutan (ACLS) dari American Heart Association/American College of Cardiology hingga ECMO dapat dipasang, kemungkinan dilakukan CPR, defibrilasi, dan injeksi obat darurat. ECMO veno-veno-arterial (VA) dimulai 80 menit setelah dimulainya CPR, dan kembalinya sirkulasi spontan tercapai 10 menit kemudian.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Henti Jantung dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) Berlanjut, disertai Sindrom Pasca Henti Jantung
Kode ICD-10: I46.9 (Henti jantung, tidak disebutkan) dan I46.2 (Henti jantung berhubungan dengan dan mengikuti prosedur) serta kode tambahan Z92.82 (Riwayat resusitasi jantung paru)
Deskripsi Singkat : Pasien mengalami henti jantung (I46.9) yang dipicu oleh takikardia ventrikular berkelanjutan dan berkembang menjadi fibrilasi ventrikel, dalam konteks presentasi klinis yang sangat sugestif terhadap sindrom koroner akut. Kode I46.2 juga relevan karena henti jantung terjadi dalam konteks perawatan medis (saat tiba di IGD) dan mengikuti intervensi resusitasi yang ekstensif. Keadaan ini ditandai dengan tidak adanya denyut nadi dan pernapasan spontan, memerlukan resusitasi jantung paru (RJP) yang diperpanjang sesuai protokol ACLS, termasuk defibrilasi dan pemberian obat, hingga akhirnya mencapai pengembalian sirkulasi spontan (ROSC) setelah pemasangan ECMO VA. Kode Z92.82 mencatat riwayat RJP yang signifikan secara klinis. Secara kolektif, kode-kode ini menggambarkan kejadian henti jantung mendadak yang berhasil diresusitasi tetapi dengan periode anoksia serebral yang berpotensi signifikan, memerlukan pemantauan dan penanganan lanjutan untuk sindrom pasca henti jantung yang meliputi disfungsi neurologis, miokard, dan sistemik.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24118 | 17 Feb 2026
Klinis : Tidak ada denyut nadi dan tidak ada pernapasan Pada pukul 10:25 pagi, seorang pria berusia 48 tahun dengan riwayat hipertensi mengunjungi rumah sakit setempat dengan keluhan nyeri dada dan sesak napas yang dimulai 3 hari sebelumnya. Saat tiba di ruang gawat darurat, ia dalam kondisi hemodinamik tidak stabil (tekanan darah: 70/30 mmHg, denyut jantung: sulit diukur, laju pernapasan: 35 napas per menit). Pada pukul 10:33 pagi, pasien mengalami takikardia ventrikular berkelanjutan dan kehilangan kesadaran, E1V1M1, yang menyebabkan henti jantung dalam 10 detik. Ia tidak memiliki denyut nadi karotis atau femoral yang teraba, dan tidak ada pernapasan spontan. Selanjutnya, resusitasi dilakukan; fibrilasi ventrikular (VF) terdeteksi setelah 5 menit CPR. Resusitasi dilakukan dengan mematuhi secara ketat pedoman dukungan hidup kardiak lanjutan (ACLS) dari American Heart Association/American College of Cardiology hingga ECMO dapat dipasang, kemungkinan dilakukan CPR, defibrilasi, dan injeksi obat darurat. ECMO veno-veno-arterial (VA) dimulai 80 menit setelah dimulainya CPR, dan kembalinya sirkulasi spontan tercapai 10 menit kemudian.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Henti Jantung
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Berhentinya aktivitas jantung yang efektif.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Tercapainya sirkulasi spontan (Return of Spontaneous Circulation/ROSC).
Kode SIKI: I.01266
Deskripsi : Resusitasi jantung paru (RJP) dilakukan.
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI D.0016 - Henti Jantung): Henti jantung didefinisikan sebagai penghentian mendadak fungsi jantung yang efektif, yang ditandai dengan tidak adanya respons, tidak adanya napas (atau hanya megap-megap), dan tidak adanya denyut nadi. Pada kasus ini, kondisi pasien memenuhi kriteria definisi ini secara sempurna: kehilangan kesadaran (E1V1M1), tidak ada denyut nadi karotis/femoral, dan tidak ada pernapasan spontan. Henti jantung merupakan keadaan darurat medis absolut yang membutuhkan intervensi segera untuk mencegah kematian biologis. Penyebab mendasarnya pada kasus ini adalah gangguan irama jantung yang fatal (takikardia ventrikular yang berlanjut menjadi fibrilasi ventrikel) pada seorang pasien dengan kemungkinan sindrom koroner akut, yang diperberat oleh riwayat hipertensi. SDKI ini menjadi fokus utama perawat dalam mengarahkan semua tindakan keperawatan dan kolaborasi.
Luaran Keperawatan (SLKI L.03115 - Tercapainya Sirkulasi Spontan/ROSC): Luaran yang ditetapkan dan realistis dalam situasi henti jantung adalah kembalinya sirkulasi spontan (ROSC). ROSC didefinisikan sebagai kembalinya denyut nadi dan tekanan darah yang dapat diukur secara berkelanjutan tanpa perlu kompresi dada eksternal. Pada skenario ini, ROSC tercapai 90 menit setelah dimulainya kejadian (80 menit CPR + 10 menit setelah ECMO VA dipasang). Pencapaian luaran ini merupakan tujuan kritis dari serangkaian tindakan resusitasi. SLKI ini mengukur keberhasilan langsung dari intervensi yang dilakukan. Penting untuk dicatat bahwa meskipun ROSC tercapai, kondisi pasien masih sangat kritis dan membutuhkan penanganan pasca-resusitasi intensif untuk menstabilkan kondisi dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut akibat hipoksia dan iskemia yang berkepanjangan.
Intervensi Keperawatan (SIKI I.01266 - Resusitasi Jantung Paru/RJP dilakukan): Intervensi ini merupakan tindakan inti dan mendesak untuk menangani henti jantung. RJP adalah serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengembalikan sirkulasi darah dan oksigenasi pada pasien yang mengalami henti jantung. Pada kasus ini, intervensi dilakukan secara komprehensif dan sesuai standar tinggi, meliputi: (1) Kompresi Dada: Memberikan pompa jantung eksternal untuk mempertahankan aliran darah minimal ke otak dan jantung. (2) Bantuan Pernapasan/ Ventilasi: Memastikan pertukaran oksigen dan karbon dioksida. (3) Defibrilasi: Menghentikan irama kacau (VF) dengan kejutan listrik untuk memungkinkan jantung mengembalikan irama normalnya, yang dalam kasus ini dilakukan sesuai protokol ACLS. (4) Pemberian Obat-Obatan: Seperti epinefrin/ adrenalin untuk meningkatkan tekanan perfusi koroner dan serebral, yang juga disebut sebagai bagian dari protokol ACLS. (5) Penanganan Lanjutan: Dalam skenario ini, RJP diperluas dengan tindakan kolaboratif canggih yaitu pemasangan ECMO VA. ECMO VA mengambil alih fungsi pompa jantung dan pertukaran gas paru-paru, memberikan dukungan sirkulasi dan oksigenasi mekanis yang memungkinkan jantung dan paru "beristirahat" sekaligus menjaga perfusi organ vital. Tindakan RJP yang berkepanjangan (80 menit) dengan kualitas tinggi merupakan faktor kunci yang menjaga viabilitas organ hingga ECMO dapat dipasang dan akhirnya mencapai ROSC. Intervensi ini menuntut kerja tim yang terkoordinasi, keterampilan teknis tinggi, dan penerapan pedoman evidence-based seperti ACLS.
Keterkaitan: Ketiga komponen ini membentuk siklus proses keperawatan yang jelas pada situasi gawat darurat. SDKI D.0016 (Henti Jantung) menegaskan masalah. SIKI I.01266 (RJP dilakukan) adalah tindakan utama yang diimplementasikan untuk mengatasi masalah tersebut. Kemudian, SLKI L.03115 (ROSC) menjadi indikator keberhasilan langsung dari implementasi intervensi tersebut. Pencatatan yang akurat terhadap waktu kejadian, durasi CPR, respons terhadap defibrilasi, dan waktu tercapainya ROSC merupakan dokumentasi kritis yang merefleksikan kualitas asuhan keperawatan dan kepatuhan terhadap standar.
-
Article No. 24087 | 16 Feb 2026
Klinis : Pasien mengatakan demam naik turun dan kedua kaki bengkak disertai BAK berbusa dan keruh. Mengeluh perut terasa begah, sesak hilang timbul, sesak bertambah saat perut terasa begah, Riwayat mengonsumsi alkohol dan obat keras sejak lama, SpO2 93%, hippalbumin
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Sindrom Nefrotik dengan Gagal Ginjal Kronik dan Malnutrisi, disertai Gagal Jantung Kongestif dan Ketergantungan Zona
Kode ICD-10: N04.9 (Sindrom Nefrotik, tidak ditentukan) & N18.9 (Penyakit ginjal kronik, tidak ditentukan) & E43 (Malnutrisi energi-protein berat tidak ditentukan) & I50.9 (Gagal jantung, tidak ditentukan) & F19.20 (Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan multipel obat dan penggunaan zat psikoaktif lainnya, sindrom ketergantungan, tidak ditentukan)
Deskripsi Singkat : Deskripsi klinis mengarah pada komplikasi ginjal dan sistemik berat akibat penyakit ginjal kronik yang diperburuk oleh faktor toksik (alkohol/obat keras) dan malnutrisi. Gejala utama seperti edema (kaki bengkak), proteinuria berat (BAK berbusa), hipoalbuminemia, dan sesak (kemungkinan akibat efusi pleura atau gagal jantung) sangat khas untuk Sindrom Nefrotik (N04.9). Kondisi ini telah berkembang menjadi Penyakit Ginjal Kronik stadium lanjut (N18.9). Perut begah dan sesak yang memburuk bersamaan mengindikasikan kemungkinan asites dan gagal jantung kongestif (I50.9) sebagai komplikasi. Status gizi buruk (E43) ditunjukkan oleh temuan hippalbumin (hipoalbuminemia). Riwayat penggunaan alkohol dan obat keras yang lama menunjukkan sindrom ketergantungan zat (F19.20) sebagai faktor penyebab atau komorbid signifikan. Kode-kode ini merepresentasikan spektrum penyakit sistemik yang saling terkait, dimulai dari kerusakan ginjal yang menyebabkan kebocoran protein masif, penurunan albumin darah, edema, dan beban volume yang berujung pada komplikasi kardiovaskular dan nutrisi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24089 | 16 Feb 2026
Klinis : ketidakstabilan kadar glukosa darah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Risiko fluktuasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Pengendalian Glukosa Darah
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Pemantauan Glukosa Darah
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI - Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Kode SDKI 0007 dengan label "Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah" didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana individu berisiko atau sedang mengalami variasi kadar glukosa darah yang tidak terkendali, baik ke arah hiperglikemia (gula darah tinggi) maupun hipoglikemia (gula darah rendah), yang dapat mengancam kesehatan. Defisinya merujuk pada faktor-faktor yang menyebabkan kondisi ini, seperti pengetahuan yang kurang tentang manajemen diabetes, ketidakpatuhan terhadap terapi (diet, obat, aktivitas fisik), proses penyakit (misalnya infeksi, stres), atau ketidakmampuan dalam memantau tanda dan gejala fluktuasi glukosa. Diagnosa ini bersifat aktual atau risiko, dan menjadi fokus utama perawat untuk mencegah komplikasi akut seperti ketoasidosis diabetik, sindrom hiperglikemik hiperosmolar, atau syok hipoglikemik yang dapat berakibat fatal.
Luaran Keperawatan (SLKI - Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Kode SLKI 1401 "Pengendalian Glukosa Darah" adalah luaran yang diharapkan dimana pasien mampu mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan. Indikator luaran ini mencakup perilaku dan kondisi klinis, seperti: kadar glukosa darah puasa dan 2 jam postprandial dalam rentang normal/target, tidak adanya episode hipoglikemia atau hiperglikemia berat, pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi glukosa darah, serta kepatuhan terhadap rencana terapi. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah stabilitas metabolik, pencegahan komplikasi, dan peningkatan kualitas hidup pasien. Pencapaian luaran ini dinilai secara bertahap, dari status yang memburuk, berat, sedang, ringan, hingga tercapai dengan baik.
Intervensi Keperawatan (SIKI - Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Kode SIKI 4410 "Pemantauan Glukosa Darah" merupakan intervensi inti untuk menangani diagnosa ketidakstabilan glukosa darah. Deskripsi intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat, antara lain: (1) Mengajarkan dan memfasilitasi pasien/keluarga untuk melakukan pemantauan glukosa darah mandiri dengan teknik yang benar, termasuk cara menggunakan glukometer, pencatatan hasil, dan penanganan alat. (2) Memantau dan mencatat tanda-tanda vital serta gejala-gejala hipoglikemia (lemas, berkeringat, gemetar, lapar, penurunan kesadaran) dan hiperglikemia (poliuria, polidipsi, polifagi, lemas, mual). (3) Melakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan glukosa darah sesuai indikasi dan protokol. (4) Menginterpretasikan hasil pemantauan glukosa darah dan melaporkan temuan yang abnormal kepada tim kesehatan. (5) Mengkorelasikan hasil glukosa darah dengan asupan makanan, aktivitas fisik, dan pengobatan yang diterima pasien. (6) Memberikan pendidikan kesehatan tentang penyesuaian pola makan, aktivitas, dan obat berdasarkan hasil pemantauan. (7) Memastikan ketersediaan dan kesiapan alat penanganan darurat hipoglikemia (seperti glucagon kit atau makanan sumber gula sederhana). Intervensi ini bersifat kolaboratif dan edukatif, bertujuan tidak hanya untuk memantau tetapi juga memberdayakan pasien menjadi mitra aktif dalam mengelola kondisinya, sehingga ketidakstabilan dapat dikendalikan dan luaran pengendalian glukosa darah (SLKI 1401) dapat tercapai.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 - Data Subjektif (DS):