Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24100 | 17 Feb 2026
Klinis : tdk nafsu makan,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Nafsu Makan
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko atau aktual mengalami asupan nutrisi tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03110
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan asupan nutrisi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien dapat mengidentifikasi faktor penyebab penurunan nafsu makan. 2) Pasien menyatakan peningkatan nafsu makan. 3) Pasien mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan (dalam porsi, jenis, dan frekuensi). 4) Pasien menunjukkan berat badan yang stabil atau meningkat menuju rentang normal. 5) Pasien menunjukkan tanda-tanda klinis kecukupan nutrisi (seperti kekuatan otot memadai, penyembuhan luka baik, membran mukosa lembab). 6) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05210
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan asupan nutrisi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Kaji faktor penyebab penurunan nafsu makan (misal: nyeri, mual, depresi, efek samping obat, kesulitan mengunyah/menelan, masalah finansial, ketidaktahuan). 2) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis nutrisi yang sesuai dengan kondisi penyakit dan preferensi pasien. 3) Timbang berat badan pasien secara teratur dan monitor asupan makan serta minum (catat intake-output). 4) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman, bersih, bebas bau tidak sedap, dan minim gangguan. 5) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan kenyamanan. 6) Atur posisi pasien duduk atau setengah duduk selama makan untuk mencegah aspirasi. 7) Sajikan makanan dalam porsi kecil tetapi sering, dengan tampilan yang menarik dan variasi menu. 8) Libatkan keluarga untuk membawakan makanan favorit pasien yang sesuai dengan diet, jika memungkini. 9) Berikan edukasi tentang pentingnya nutrisi untuk pemulihan dan fungsi tubuh. 10) Kelola gejala yang mengganggu nafsu makan (seperti nyeri, mual) melalui kolaborasi pemberian obat sesuai resep. 11) Anjurkan aktivitas fisik ringan sesuai toleransi untuk merangsang nafsu makan. 12) Monitor tanda-tanda dehidrasi dan malnutrisi (seperti turgor kulit, kelemahan, luka yang sulit sembuh). 13) Berikan suplemen nutrisi oral sesuai anjuran jika asupan makanan biasa tidak mencukupi. 14) Evaluasi efektivitas intervensi dan sesuaikan rencana perawatan berdasarkan respons pasien.
-
Article No. 24102 | 17 Feb 2026
Klinis : Sesak nafas yang memberat sejak 1hari smrs TelaahSesak nafas sudah 1minggu. Batuk berdahak sudah 1minggu. Dahak sulit dikeluarkan. Demam sudah 1minggu, demam naik turun. Kejang 1x sejak hariini, kejang sebelum masuk ke IGD. Setelah ke IGD, pasien tidak kejang lagi. Kaki dan tangan tampak biru. Orangtua pasien merokok(+). Riwayat lahir premature, usia kandungan 8bulan dengan BBL 1,9kg. Riwayat imunisasi : pertama imunisasi bulan lalu namun ibu pasien lupa nama imunisasinya Riwayat Penyakit Dahulu- OSens : CM KU : Tampak sakit berat BB : 4.9kg HR 202 RR 32 T 38.1 Spo2 75 Mata: Anemis-/- Sklera ikterik-/- Thorax: Retaksi dada(+), Vesikuler, Rh+/+ Wh-/- Abdomen: Soepel, Peristaltik(+)N Ekstremitas: Akral hangat, Nadi teraba, Sianosis(+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Memonitor status pernapasan dan oksigenasi. Memonitor status neurologis. Memonitor status cairan dan elektrolit. Mempertahankan jalan napas. Memberikan oksigenasi. Mengatur posisi untuk memaksimalkan pertukaran gas. Memberikan obat sesuai program terapeutik. Mengatur kelembaban udara. Mengajarkan batuk efektif dan latihan napas dalam. Mengurangi konsumsi oksigen.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04003
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif.
Kode SIKI: I.04003
Deskripsi : Memonitor status pernapasan. Mempertahankan jalan napas. Mengatur posisi. Memberikan oksigenasi. Memberikan kelembaban udara yang adekuat. Melakukan fisioterapi dada. Mengajarkan batuk efektif. Memberikan obat sesuai program terapeutik. Melakukan penghisapan lendir (suction).
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler.
Kode SLKI: L.05001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Memonitor status cairan dan elektrolit. Memonitor tanda-tanda vital. Memonitor intake dan output cairan. Memonitor berat badan. Memberikan cairan intravena sesuai program terapeutik. Mengatur pemberian cairan.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Memonitor suhu tubuh. Memonitor tanda-tanda vital. Memberikan terapi dingin. Memberikan obat penurun panas sesuai program terapeutik. Meningkatkan intake cairan. Memberikan pendidikan kesehatan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Tidak terjadi infeksi.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Memonitor tanda dan gejala infeksi. Mempertahankan teknik aseptik. Meningkatkan pertahanan tubuh. Melakukan isolasi. Mencegah penyebaran infeksi. Memberikan pendidikan kesehatan.
-
Article No. 24103 | 17 Feb 2026
Klinis : pemberian makanan enteral
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pemberian Makanan Enteral
Kode SDKI: B.1.2.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: L.03119
Deskripsi : Status Nutrisi: Asupan nutrisi dan cairan yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik. Deskripsi lengkap: Intervensi keperawatan pada pemberian makanan enteral bertujuan untuk memastikan bahwa pasien menerima nutrisi yang adekuat, aman, dan sesuai kebutuhan melalui saluran cerna. SLKI ini mencakup serangkaian tindakan sistematis mulai dari persiapan, pemberian, hingga pemantauan. Persiapan meliputi verifikasi resep, memeriksa jenis formula, volume, dan kecepatan pemberian, serta memastikan tanggal kedaluwarsa dan integritas kemasan. Perawat memastikan kebersihan tangan dan menggunakan teknik aseptik saat menangani formula dan perangkat enteral. Posisi pasien diatur setengah duduk (head of bed elevated 30-45 derajat) selama pemberian dan minimal 30-60 menit setelahnya untuk mencegah aspirasi. Pemberian dilakukan dengan metode bolus, intermiten, atau kontinu sesuai indikasi, dengan memantau sisa lambung secara berkala sesuai protokol. Perawat juga memastikan patensi selang enteral dengan melakukan flush air sebelum dan sesudah pemberian makanan serta pemberian obat. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda intoleransi (seperti distensi abdomen, mual, muntah, diare, konstipasi) dan tanda-tanda komplikasi (seperti aspirasi, dislokasi selang) dilakukan secara rutin. Selain aspek teknis, edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai prosedur, tujuan, dan tanda-tanda bahaya merupakan bagian integral dari SLKI ini. Dokumentasi yang akurat mengenai jenis formula, volume yang diberikan, respons pasien, dan masalah yang timbul juga sangat penting untuk evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian rencana nutrisi.
Kode SIKI: I.05259
Deskripsi : Manajemen Pemberian Makanan Enteral. Deskripsi lengkap: Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan langsung yang terfokus pada penyiapan dan pemberian nutrisi cair melalui selang yang dimasukkan ke dalam saluran pencernaan (lambung, duodenum, atau jejunum). Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan secara oral tetapi masih memiliki fungsi saluran cerna yang memadai. Pelaksanaannya memerlukan pengetahuan tentang anatomi, jenis selang (nasogastrik, nasoduodenal, gastrostomi, jejunostomi), jenis formula (polimerik, oligomerik, khusus penyakit), dan metode pemberian. Tahap persiapan melibatkan pengecekan identitas pasien, memvalidasi resep nutrisi dari dokter atau ahli gizi, memeriksa kondisi formula, dan menyiapkan peralatan dengan prinsip kebersihan. Sebelum pemberian, posisi pasien harus dikoreksi untuk mencegah refluks dan aspirasi. Penting untuk memastikan penempatan selang dengan benar, biasanya dengan mengukur pH aspirat atau dengan radiologi, sebelum pemberian makanan atau obat. Pemberian dilakukan dengan kecepatan dan konsentrasi yang diawali rendah kemudian dinaikkan secara bertahap (progresif) sesuai toleransi pasien. Flushing dengan air steril sebelum dan sesudah pemberian serta di antara pemberian obat-obatan yang berbeda mutlak diperlukan untuk menjaga patensi selang. Pemantauan meliputi pengukuran sisa lambung, observasi tanda-tanda distress gastrointestinal dan pernapasan, serta pemantauan status hidrasi dan keseimbangan elektrolit. Perawat juga bertanggung jawab dalam perawatan tempat insersi selang untuk mencegah infeksi dan iritasi kulit. Evaluasi keberhasilan intervensi dilihat dari tercapainya target asupan kalori dan protein, kenaikan atau pemeliharaan berat badan, peningkatan kadar albumin serum, serta tidak adanya komplikasi seperti diare, aspirasi, atau ketidaknyamanan. Intervensi ini bersifat kolaboratif, melibatkan dokter, ahli gizi, dan farmasi, serta memerlukan pendekatan holistik yang memperhatikan kenyamanan dan martabat pasien selama proses pemberian nutrisi.
-
Article No. 24104 | 17 Feb 2026
Klinis : Ny. Gray adalah seorang wanita berusia 75 tahun dengan diabetes yang telah mengalami gejala seperti flu berupa muntah dan diare selama 5 hari. la tinggal sendiri dan tidak suka memasak. Ketika ia bangun pagi ini, la merasa lemah dan pusing; la menelepon 911 untuk membawanya ke RS. Ibu Gray langsung dibawa ke IGD. Hasil Pengkajian: • Rasa haus yang hebat • Suhu 37,2° C • TD 94/74 mmHg • Berat 157 lb (turun 5% dari 165) • Mokosa bibir kering • Pernapasan 30 kali/menit • Nadi 108/menit • † Hct, 1 Hbg, 1 BUN
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Dehidrasi Hiperosmolar Hiperglikemik pada Diabetes Mellitus Tipe 2
Kode ICD-10: E11.00
Deskripsi Singkat : Kondisi Ny. Gray menunjukkan gambaran klinis sindrom hiperglikemik hiperosmolar (HHS), suatu komplikasi akut diabetes tipe 2 yang mengancam jiwa. Episode ini dipicu oleh penyakit akut (gejala mirip flu dengan muntah dan diare) pada pasien lansia dengan diabetes, yang diperburuk oleh asupan cairan yang tidak memadai karena hidup sendiri dan tidak suka memasak. Gejala dan tanda khas HHS terlihat: dehidrasi berat (penurunan berat badan 5%, mukosa bibir kering, tekanan darah rendah, peningkatan hematokrit dan BUN), hiperglikemia ekstrem (implisit dari konteks diabetes dan HHS), dan perubahan status mental (lemah, pusing) tanpa ketoasidosis signifikan (pernapasan Kussmaul tidak disebutkan). Pernapasan cepat (30/menit) dan takikardia (108/menit) merupakan respons terhadap dehidrasi dan stres metabolik. Kode ICD-10 E11.00 secara spesifik mengindikasikan "Diabetes mellitus tipe 2 dengan hiperglikemia, tanpa komplikasi", yang dalam konteks presentasi akut ini mengarah pada keadaan hiperglikemik hiperosmolar sebagai manifestasi utama hiperglikemia yang tidak terkendali. Kodifikasi ini menangkap inti masalah: diabetes tipe 2 yang menyebabkan krisis hiperglikemik dengan dehidrasi parah dan peningkatan osmolalitas plasma, memerlukan penanganan darurat di IGD dengan rehidrasi agresif dan insulin.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24105 | 17 Feb 2026
Klinis : Ny. Gray adalah seorang wanita berusia 75 tahun dengan diabetes yang telah mengalami gejala seperti flu berupa muntah dan diare selama 5 hari. la tinggal sendiri dan tidak suka memasak. Ketika ia bangun pagi ini, la merasa lemah dan pusing; la menelepon 911 untuk membawanya ke RS. Ibu Gray langsung dibawa ke IGD. Hasil Pengkajian: • Rasa haus yang hebat • Suhu 37,2° C • TD 94/74 mmHg • Berat 157 lb (turun 5% dari 165) • Mokosa bibir kering • Pernapasan 30 kali/menit • Nadi 108/menit • † Hct, 1 Hbg, 1 BUN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler. Status ini mengacu pada dehidrasi, kehilangan cairan, dan hipovolemia.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal sesuai usia, 2) Nadi perifer teraba kuat dan reguler, 3) Turgor kulit elastis, 4) Membran mukosa lembab, 5) Produksi urin adekuat (0,5-1 mL/kgBB/jam), 6) Keseimbangan cairan (intake dan output) seimbang, 7) Kadar elektrolit dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : Manajemen defisit volume cairan dengan tindakan: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) setiap 1-2 jam atau sesuai kondisi pasien. 2) Monitor status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, rasa haus, produksi urin, berat badan). 3) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program terapi. 4) Anjurkan peningkatan asupan cairan per oral jika tidak ada kontraindikasi. 5) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (hematokrit, hemoglobin, BUN, elektrolit, kreatinin, gula darah). 6) Atur posisi pasien untuk meningkatkan sirkulasi serebral dan perfusi jaringan (misalnya, posisi trendelenburg modifikasi jika diperlukan dan tidak kontraindikasi). 7) Lakukan pemantauan ketat intake dan output cairan setiap jam atau sesuai kondisi. 8) Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai indikasi (misalnya, antiemetik, antidiare, insulin). 9) Berikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya hidrasi dan tanda-tanda dehidrasi.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Risiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.06013
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang normal dengan kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan, 2) Bebas dari tanda dan gejala hipoglikemia (lemah, pusing, diaforesis, takikardia) atau hiperglikemia (polidipsi, poliuri, lemas), 3) Menyadari tanda dan gejala ketidakstabilan glukosa darah.
Kode SIKI: I.08020
Deskripsi : Manajemen hiperglikemia dengan tindakan: 1) Monitor kadar glukosa darah sesuai protokol atau kondisi pasien. 2) Observasi tanda dan gejala hiperglikemia (polidipsi, poliuri, lemas, mual) dan hipoglikemia. 3) Kolaborasi pemberian insulin atau obat antidiabetik oral sesuai program terapi. 4) Monitor asupan nutrisi dan cairan. 5) Berikan pendidikan kesehatan tentang manajemen diabetes selama sakit (sick day management), termasuk pemantauan glukosa, asupan cairan, dan kapan harus mencari bantuan medis. 6) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penatalaksanaan diet. 7) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium seperti gula darah, keton urin/darah, dan elektrolit. 8) Anjurkan untuk tidak menghentikan obat diabetes tanpa konsultasi tenaga kesehatan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat dengan kriteria hasil: 1) Mampu melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan sesuai kebutuhan, 2) Tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas, 3) Melaporkan penurunan perasaan lemas atau kelelahan, 4) Tidak mengalami sesak napas, pusing, atau nyeri dada selama aktivitas.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen intoleransi aktivitas dengan tindakan: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen). 2) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai toleransi. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. 4) Atur posisi pasien untuk kenyamanan dan memfasilitasi pernapasan serta sirkulasi. 5) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai kondisi dan toleransi pasien. 6) Ajarkan teknik penghematan energi. 7) Kolaborasi pemberian terapi oksigen jika diperlukan. 8) Monitor adanya kelemahan, kelelahan, pusing, dan sesak napas.
-
Article No. 24106 | 17 Feb 2026
Klinis : Ny. Gray adalah seorang wanita berusia 75 tahun dengan diabetes yang telah mengalami gejala seperti flu berupa muntah dan diare selama 5 hari. la tinggal sendiri dan tidak suka memasak. Ketika ia bangun pagi ini, la merasa lemah dan pusing; la menelepon 911 untuk membawanya ke RS. Ibu Gray langsung dibawa ke IGD. Hasil Pengkajian: • Rasa haus yang hebat • Suhu 37,2° C • TD 94/74 mmHg • Berat 157 lb (turun 5% dari 165) • Mokosa bibir kering • Pernapasan 30 kali/menit • Nadi 108/menit • † Hct, 1 Hbg, 1 BUN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai.
Kode SIKI: I.01295
Deskripsi : Memonitor tanda dan gejala ketidakseimbangan cairan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kondisi individu yang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Memonitor respons terhadap aktivitas.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0181
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Memonitor kadar glukosa darah.
-
Article No. 24107 | 17 Feb 2026
Klinis : Ny. Gray adalah seorang wanita berusia 75 tahun dengan diabetes yang telah mengalami gejala seperti flu berupa muntah dan diare selama 5 hari. la tinggal sendiri dan tidak suka memasak. Ketika ia bangun pagi ini, la merasa lemah dan pusing; la menelepon 911 untuk membawanya ke RS. Ibu Gray langsung dibawa ke IGD. Hasil Pengkajian: • Rasa haus yang hebat • Suhu 37,2° C • TD 94/74 mmHg • Berat 157 lb (turun 5% dari 165) • Mokosa bibir kering • Pernapasan 30 kali/menit • Nadi 108/menit • † Hct, 1 Hbg, 1 BUN
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Dehidrasi Hiperosmolar Hiperglikemik pada Diabetes Mellitus Tipe 2
Kode ICD-10: E11.00
Deskripsi Singkat : Kondisi Ny. Gray menunjukkan sindrom dehidrasi hiperosmolar hiperglikemik (HHS), komplikasi akut diabetes tipe 2 yang mengancam jiwa. Gejala seperti flu (muntah, diare) memicu dehidrasi berat pada pasien lansia dengan diabetes, diperparah oleh asupan cairan yang mungkin kurang. Tanda klinis seperti penurunan berat badan 5% (dehidrasi signifikan), mukosa bibir kering, rasa haus hebat, hipotensi (TD 94/74), takikardia (nadi 108), dan takipnea (pernapasan 30) semuanya mengarah pada defisit cairan yang parah. Hasil lab yang meningkat (Hematokrit, Hemoglobin, BUN) lebih lanjut mengonfirmasi hemokonsentrasi dan penurunan fungsi ginjal akibat dehidrasi. Suhu yang normal membantu membedakannya dari ketoasidosis diabetik. Kode ICD-10 E11.00 secara spesifik mengindikasikan "Diabetes mellitus tipe 2 dengan hiperglikemia," yang dalam konteks klinis ini merujuk pada presentasi HHS tanpa koma. Kode ini menangkap akar penyebab (diabetes tipe 2) dan keadaan akut (hiperglikemia parah) yang menyebabkan dehidrasi osmotik dan ketidakseimbangan elektrolit, memerlukan resusitasi cairan intensif dan pengelolaan glikemik di unit gawat darurat.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24108 | 17 Feb 2026
Klinis : Ny. Gray adalah seorang wanita berusia 75 tahun dengan diabetes yang telah mengalami gejala seperti flu berupa muntah dan diare selama 5 hari. la tinggal sendiri dan tidak suka memasak. Ketika ia bangun pagi ini, la merasa lemah dan pusing; la menelepon 911 untuk membawanya ke RS. Ibu Gray langsung dibawa ke IGD. Hasil Pengkajian: • Rasa haus yang hebat • Suhu 37,2° C • TD 94/74 mmHg • Berat 157 lb (turun 5% dari 165) • Mokosa bibir kering • Pernapasan 30 kali/menit • Nadi 108/menit • † Hct, 1 Hbg, 1 BUN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler yang berhubungan dengan kehilangan cairan aktif, perpindahan cairan, atau asupan cairan yang tidak adekuat.
Kode SLKI: L.03119
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah sistolik >90 mmHg, nadi 60-100 kali/menit, pernapasan 12-20 kali/menit). 2) Turgor kulit elastis. 3) Mukosa bibir lembab. 4) Produksi urin adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). 5) Berat badan stabil. 6) Tidak ada rasa haus yang berlebihan. 7) Nilai laboratorium (seperti hematokrit, BUN) dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : Manajemen Defisit Volume Cairan. Intervensi keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas, suhu) setiap 1-2 jam atau sesuai kondisi. 2) Kaji status hidrasi (turgor kulit, kelembaban mukosa, rasa haus, produksi urin, berat badan). 3) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai resep dokter (jenis, jumlah, dan kecepatan). 4) Pantau balance cairan (intake dan output) setiap 8 jam. 5) Pantau hasil pemeriksaan laboratorium (hematokrit, hemoglobin, BUN, kreatinin, elektrolit). 6) Bantu pasien dalam pemenuhan kebutuhan minum jika mampu. 7) Atur posisi pasien untuk mencegah hipotensi ortostatik. 8) Lakukan perawatan mulut untuk mengurangi rasa haus dan menjaga kelembaban mukosa. 9) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda dehidrasi dan pentingnya asupan cairan. 10) Identifikasi dan atasi penyebab defisit cairan (seperti muntah dan diare).
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0185
Deskripsi Singkat: Risiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal yang berhubungan dengan ketidakseimbangan antara terapi, intake nutrisi, dan kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03138
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan. Kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah puasa dan sewaktu dalam rentang target yang disepakati. 2) Tidak ada gejala hipoglikemia (lemah, pusing, berkeringat, lapar) atau hiperglikemia (polidipsi, poliuri, lemas). 3) Pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darah. 4) Kepatuhan terhadap terapi dan rencana diet.
Kode SIKI: I.05261
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia. Intervensi keperawatan: 1) Monitor kadar glukosa darah sesuai protokol atau kondisi pasien. 2) Observasi tanda dan gejala hiperglikemia (seperti haus berlebihan, poliuri, lemas) dan hipoglikemia. 3) Kolaborasi pemberian terapi insulin atau obat anti-diabetik oral sesuai resep, dengan memperhatikan kondisi asupan nutrisi pasien. 4) Kaji pola makan dan asupan nutrisi pasien. 5) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyesuaian diet sesuai kondisi akut. 6) Edukasi pasien tentang hubungan antara penyakit akut (infeksi, muntah, diare) dengan kontrol glikemi. 7) Monitor tanda-tanda ketoasidosis diabetik (napas berbau aseton, napas kussmaul, penurunan kesadaran). 8) Anjurkan dan bantu perawatan kebersihan diri untuk mencegah infeksi. 9) Pantau hasil laboratorium seperti glukosa darah, elektrolit, dan keton urine.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Kriteria hasil: 1) Mampu melakukan aktivitas dengan tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernapasan). 2) Tidak mengeluh lemas, pusing, atau sesak napas saat beraktivitas. 3) Kekuatan otot membaik. 4) Partisipasi dalam aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.04004
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (perubahan tanda vital, kelemahan, pusing). 2) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai toleransi. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. 4) Atur lingkungan untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan pasien (misalnya, menempatkan barang dalam jangkauan). 5) Latih pasien teknik penghematan energi. 6) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai kondisi. 7) Kolaborasi pemenuhan nutrisi dan cairan untuk mendukung peningkatan energi. 8) Monitor tanda-tanda kelelahan yang berlebihan.
-
Article No. 24109 | 17 Feb 2026
Klinis : Ny. Gray adalah seorang wanita berusia 75 tahun dengan diabetes yang telah mengalami gejala seperti flu berupa muntah dan diare selama 5 hari. la tinggal sendiri dan tidak suka memasak. Ketika ia bangun pagi ini, la merasa lemah dan pusing; la menelepon 911 untuk membawanya ke RS. Ibu Gray langsung dibawa ke IGD. Hasil Pengkajian: • Rasa haus yang hebat • Suhu 37,2° C • TD 94/74 mmHg • Berat 157 lb (turun 5% dari 165) • Mokosa bibir kering • Pernapasan 30 kali/menit • Nadi 108/menit • † Hct, 1 Hbg, 1 BUN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler. Kondisi ini mengacu pada dehidrasi, kehilangan cairan, dan hipovolemia.
Kode SLKI: L.03107
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Pasien menunjukkan keseimbangan cairan yang adekuat dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal untuk usia, 2) Nadi perifer teraba kuat dan sama, 3) Tekanan nadi dalam rentang normal, 4) Tidak ada ortostatik, 5) Turgor kulit elastis, 6) Membran mukosa lembab, 7) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik, 8) Produksi urine adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam), 9) Berat badan stabil, 10) Hasil laboratorium terkait keseimbangan cairan dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05212
Deskripsi : Manajemen Cairan. Tindakan keperawatan untuk mempromosikan keseimbangan cairan dan mencegah komplikasi akibat abnormalitas kadar cairan atau elektrolit. Intervensi ini meliputi: 1) Monitor status hidrasi (tanda vital, turgor kulit, membran mukosa, pengisian kapiler, produksi urine, dan berat badan), 2) Monitor tanda dan gejala kelebihan atau kekurangan volume cairan, 3) Monitor hasil laboratorium (seperti elektrolit, BUN, kreatinin, hematokrit, dan osmolaritas serum), 4) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai resep, 5) Anjurkan peningkatan asupan oral sesuai toleransi dan kondisi, 6) Atur kecepatan infus sesuai resep, 7) Pertahankan catatan intake dan output yang akurat, 8) Posisikan pasien dengan posisi yang nyaman dan aman, hindari perubahan posisi tiba-tiba untuk mencegah hipotensi ortostatik, 9) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda dehidrasi dan pentingnya asupan cairan, serta 10) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan terpenuhi.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam jiwa. Kondisi ini berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mengatur metabolisme glukosa secara efektif.
Kode SLKI: L.03016
Deskripsi : Pengendalian Kadar Glukosa Darah. Pasien mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan dengan kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang yang ditetapkan, 2) Mengenali tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia, 3) Melakukan tindakan yang tepat sesuai kondisi kadar glukosa darah, 4) Mematuhi terapi pengobatan diabetes, 5) Mempertahankan pola makan sesuai rencana, dan 6) Mempertahankan aktivitas fisik yang sesuai.
Kode SIKI: I.05230
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia. Tindakan keperawatan untuk mencegah dan mengatasi peningkatan kadar glukosa darah. Intervensi ini meliputi: 1) Monitor kadar glukosa darah secara teratur, 2) Observasi tanda dan gejala hiperglikemia (polidipsi, poliuria, kelelahan, penglihatan kabur, mual) dan ketoasidosis (napas berbau aseton, mual/muntah, nyeri abdomen, penurunan kesadaran), 3) Kolaborasi pemberian insulin atau obat antidiabetik oral sesuai resep dengan mempertimbangkan asupan makanan dan kondisi akut, 4) Anjurkan asupan cairan yang adekuat untuk mengatasi dehidrasi akibat diuresis osmotik, 5) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet sesuai kondisi akut dan penyakit penyerta, 6) Monitor tanda-tanda infeksi (suhu, leukosit) karena stres infeksi dapat memperburuk hiperglikemia, 7) Edukasi pasien tentang hubungan antara penyakit akut (seperti infeksi, muntah-diare) dengan kontrol glikemi, dan 8) Lakukan perawatan kulit dengan cermat untuk mencegah infeksi mengingat risiko penyembuhan luka yang terganggu pada hiperglikemia.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Kondisi ini ditandai dengan laporan kelelahan atau kelemahan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Pasien menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas dengan kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan energi, 2) Melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan, 3) Tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas, 4) Tidak mengalami dyspnea atau kelelahan yang berlebihan saat aktivitas, dan 5) Keseimbangan antara aktivitas dan istirahat tercapai.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan keperawatan untuk mengatur energi agar dapat bertahan, memulihkan, atau mempertahankan aktivitas. Intervensi ini meliputi: 1) Monitor respons pasien terhadap aktivitas (perubahan tanda vital, dyspnea, kelelahan, pusing), 2) Bantu pasien dalam mengidentifikasi prioritas aktivitas, 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas, 4) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, 5) Anjurkan aktivitas bertahap dari ringan ke berat sesuai toleransi, 6) Atur lingkungan untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan (misalnya, menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan), 7) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan kalori dan nutrisi yang adekuat untuk mendukung produksi energi, 8) Edukasi pasien dan keluarga tentang teknik penghematan energi, dan 9) Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan yang dapat meningkatkan pengeluaran energi.
-
Article No. 24110 | 17 Feb 2026
Klinis : Ny. Gray adalah seorang wanita berusia 75 tahun dengan diabetes yang telah mengalami gejala seperti flu berupa muntah dan diare selama 5 hari. la tinggal sendiri dan tidak suka memasak. Ketika ia bangun pagi ini, la merasa lemah dan pusing; la menelepon 911 untuk membawanya ke RS. Ibu Gray langsung dibawa ke IGD. Hasil Pengkajian: • Rasa haus yang hebat • Suhu 37,2° C • TD 94/74 mmHg • Berat 157 lb (turun 5% dari 165) • Mokosa bibir kering • Pernapasan 30 kali/menit • Nadi 108/menit • † Hct, 1 Hbg, 1 BUN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau pergeseran cepat dari satu kompartemen cairan ke kompartemen lain.
Kode SLKI: L.03103
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai.
Kode SIKI: I.01238
Deskripsi : Memantau tanda-tanda dehidrasi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk mempertahankan atau menyelesaikan aktivitas hidup sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Memantau respons fisiologis terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan).
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0156
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: L.06004
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: I.06025
Deskripsi : Memantau tanda dan gejala hiperglikemia/hipoglikemia.